
Ayli Hoon sedang duduk di ruang tamu apartemennya. Ia sedang beristirahat ditemani dua sahabatnya. Young Hee duduk di sebelah kanan dan Mi Cha di sebelah kiri. Young Hee mempelkan telapak tangan di dahi Ayli Hoon.
"Suhu badanmu seperti nya sudah menurun, aku pamit pulang ya, ayah pasti sudah menunggu ku pulang," kata Young Hee.
Ayli Hoon tersenyum lesu. "Iya, lagi pula ini sudah sore, lebih baik kau pulang. Aku khawatir kau akan pulang terlalu gelap."
Mi Cha memegang tangan Young Hee. "Benar Young Hee, ada aku yang akan menemani nya," timpal Mi Cha.
Young Hee mengangguk, ia sangat senang mengetahui bahwa di apartemen, Ayli Hoon memiliki tetangga yang sangat peduli seperti Mi Cha dan Man Shik.
"Oh ya, sepertinya aku tidak melihat Man Shik oppa, kemana dia?" tanya Young Hee yang tiba-tiba mengingat Man Shik.
"Dia pulang ke Gyeonggi, katanya dia ada urusan mendadak," jawab Mi Cha.
"Mengapa kau tidak ikut serta ke Gyeonggi?" tanya Young Hee. Mi Cha terdiam, ia tidak menjawab.
"Mi-Mi Cha sebenarnya tidak enak badan, jadi dia tidak bisa bepergian jauh. Benar begitu kan Mi Cha?" potong Ayli Hoon dengan terbata-bata.
Mi Cha menatap Ayli Hoon, dan beberapa detik kemudian ia mengangguk dan tersenyum.
"Oh...maaf aku tidak tahu kalau kau sedang sakit," kata Young Hee.
Young Hee sudah pamit pulang dan meninggalkan Ayli Hoon dan Mi Cha berdua.
"Mengapa kau berbohong?" tanya Mi Cha pada Ayli Hoon.
Ayli Hoon tidak langsung menjawab, ia menghela nafas panjang lalu menjawab pertanyaan Mi Cha. "Aku tau kau tidak bisa mengatakan alasannya pada semua orang. Terlebih lagi bagimu Young Hee adalah teman baru," jawab Ayli Hoon.
Mi Cha terharu mendengar jawaban Ayli Hoon, ia sangat menyadari betapa temannya ini sangat mengerti kondisinya. Ia pun memeluk Ayli Hoon dengan erat.
"Hanya padamu lah aku berbagi seluruh kisah hidupku," ujar Mi Cha.
* * * *
__ADS_1
Keesokan harinya, Ayli Hoon datang ke kantor Nicefood untuk bertemu manager nicefood itu. Mereka berdua tengah duduk di ruangan Kang Chungi. Ruangan itu sangat rapi, ada satu meja dan dua kursi yang berhadapan, dinding berwarna merah hati yang ada tulisan Nicefood di dinding belakang kursi Kang Chungi.
Kang Chungi duduk berpangku tangan dengan bibir yang cemberut sepuluh cm. Ayli Hoon duduk menunduk pasrah di depan Kang Chungi yang terus mengomel.
"Mengapa kau mengundurkan diri secara mendadak? Bukankah selama ini tidak ada masalah serius. Apakah aku terlalu cerewet pada mu? Apakah aku kurang perhatian pada mu? Tolong jelaskan pada ku," kata Kang Chungi merepet.
Ayli Hoon mengangkat wajahnya. "Tidak Eonni, aku sangat senang bekerja di sini. Tapi ada alasan yang mengharuskan aku berhenti. Aku terlalu lelah untuk bekerja di gedung ketring yang terkenal ini. Aku mohon Eonni dapat mengerti," jawab Ayli Hoon lembut.
Kang Chungi menarik nafas dalam. "Ayli Hoon, padahal kau adalah karyawan terbaikku. Kau pekerja keras, dan kau lah yang selalu ku andalkan untuk mengurus ketring khusus. Tapi tidak apa-apa, aku mengerti. Apalagi aku tau akhir-akhir ini kau memang sedang kurang sehat." Kang Chungi menghela nafas di tengah kata-katanya.
"Baiklah, semoga kau mendapat pekerjaan yang lebih baik. Jangan sungkan hubungi aku jika kau membutuhkan bantuan. Kau bukan hanya sekedar karyawanku saja, tapi kau adalah sahabat bagiku di sini," kata Kang Chungi.
Kang Chungi berdiri lalu diikuti oleh Ayli Hoon.
"Terima kasih atas kebaikanmu selama ini Eonni. Aku akan tetap sering mengunjungi mu dan teman-teman di sini," kata Ayli Hoon sambil menjabat tangan Manager Nicefood itu.
Mereka pun saling berpelukan walaupun terhalang meja. Setelah itu Ayli Hoon keluar ruangan yang diantar oleh Kang Chungi.
* * * *
Ia berpakaian tidak seperti biasanya. Walau dingin menusuk kulit sampai tulang, tapi Ayli Hoon berusaha berpenampilan profesional dengan mengenakan kemeja putih panjang, rok sepan di bawah lutut dan sepatu high heels 10 cm berwarna hitam.
Sepuluh menit Ayli Hoon menunggu taksi sambil berdiri, seorang pria berjalan ke arah Ayli Hoon lalu berdiri di sampingnya. Pria itu kira-kira berusia 40 tahun, ia memiliki tinggi yang sama dengan Ayli Hoon.
"Sedang menunggu taksi?" sapa Pria itu.
"Iya benar," jawab Ayli Hoon dengan senyum ramah.
"Sepertinya Anda sedang mencari pekerjaan?" tanya pria itu lagi.
"Dari mana Anda tahu?" Ayli Hoon balik bertanya.
"Aku membaca salah satu kertas yang terjatuh," jawab pria itu lagi.
__ADS_1
Ayli Hoon melihat kebawah, dan benar saja ada kertas yang terjatuh. Dengan segera Ayli Hoon mengambil kertas itu lalu berterima kasih pada pria yang berdiri di sampingnya.
Pria itu sepertinya terkesan dengan sopan santun yang Ayli Hoon tunjukan, ia pun memperkenalkan diri.
"Namaku Park Gyeong Hi," kata pria itu sambil mengulurkan tangan.
"Nama saya Ahn Liyoung Hoon, panggil saja Ayli Hoon." Ayli Hoon menjabat tangan Gyeong Hi.
"Kau menempuh pendidikan apa?" tanya Gyeong Hi.
"Saya lulusan Fashion designer di Sojung University," jawab Ayli Hoon ramah.
"Owh..kalau begitu kebetulan sekali, temanku seorang HDR, dia meminta bantuanku untuk mencari seorang Stylish. aku sedang mencari seorang tata busana. Apakah kau mau ikut dengan ku?" Gyeong Hi menawarkan.
Ayli Hoon tidak langsung menjawab, ada keraguan karena ia takut ini adalah sebuah penipuan. Gyeong Hi tahu bahwa Ayli Hoon sedang ragu.
"Tapi, saya tidak bisa merias. Mungkin Anda harus mencari orang lain," kata Ayli Hoon.
"Tenang saja, kau tidak akan langsung terjun menangani semua sendirian. Kau akan menjalani masa training terlebih dahulu. Kau akan membantu perias yang sudah ahli," jawab Gyeong Hi meyakinkan.
Ayli Hoon terdiam. Ia masih memikirkan tawaran itu. Ia takut pria itu akan menipunya. Jika dilihat dari penampilan, tentu saja pria itu terlihat sangat meyakinkan, tapi siapa yang tahu jika ia bukan penipu.
"Kau tenang saja, aku bukan orang jahat. Ini adalah kartu namaku" Gyeong Hi menyerahkan kartu namanya.
Di kartu nama itu menjelaskan bahwa ia seorang manager. Yang membuat Ayli Hoon terkejut adalah, Gyeong Hi bekerja pada agensi Kpop yang terkenal, yaitu ArtD Entertainment.
"Aku bekerja di ArtD Entertainment. Kau tahu kan agensi itu?" tanya Gyeong Hi.
Ayli Hoon mengangguk. "Tentu saja saya tahu."
"Jadi, apakah kau mau ikut dengan ku ke kantor ArtD?" tanya Gyeong Hi.
"Baiklah."
__ADS_1
Akhirnya Ayli Hoon percaya dan mau menerima tawaran dari Gyeong Hi. Ia ikut bersama Gyeong Hi ke gedung kantor ArtD Entertainment.