Lamar Aku Di Namsan Seoul Tower

Lamar Aku Di Namsan Seoul Tower
Episode 37


__ADS_3

Ayli Hoon mengenali suara itu. Ia menghentikan pukulannya dan membiarkan pria di hadapannya menunjukkan jati dirinya. Pria itu membuka topi dan kacamata lalu berdiri tegak.


"O..Jung Soo." Ayli Hoon kaget.


"Bukan, aku adalah pencuri."Jung Soo menyeringai. "Pencuri hatimu." Kemudian ia tersenyum.


"Kau ini, kenapa harus berpakaian serba hitam seperti ini?" tanya Ayli Hoon kesal.


"Kau tidak mengenali ku?" Jung Soo balik bertanya.


Ayli Hoon menggeleng.


"Baguslah, jika kau saja tidak mengenali ku, apalagi orang yang suka menguntit ku." Jung Soo terlihat bangga dengan penyamarannya.


"Kau belum bersiap?" tanya Jung Soo ketika melihat Ayli Hoon masih memakai kaus oblong dan celana training.


Lagi-lagi Ayli Hoon hanya menggeleng.


"Ah... Kau ini bagaimana? Kita sudah janji akan pergi jam 8 malam dan ini sudah lewat. Tidak disiplin itu tidak baik, apalagi tentang waktu. Kau tahukan bahwa kau butuh waktu lama untuk bersiap-siap. Begini caranya kita akan pergi bulan depan. Lagi pula jika kita berangkat terlalu malam maka kita akan pulang lewat tengah malam, sedangkan besok kau akan bekerja. Aku tidak mau sampai kau kelelahan." Jung Soo terus berbicara.


"Syuttt.." Ayli Hoon meletakan jari telunjuk pada bibir Jung Soo.


"Jika kau terus berbicara, kau seperti emak-emak," lanjutnya.


Jung Soo mengerutkan alisnya. "Musik-musik?" Ia kebingungan.


Ayli Hoon menurunkan tangannya, lalu berpikir sejenak. "Oh itu, A..maksudku ibu-ibu. Dalam bahasa Indonesia, emak-emak itu digambarkan sebagai seorang ibu yang sudah tua dan cerewet. Bukan Eumak dalam bahasa Korea." Ayli Hoon menjelaskan. (Eumak/μŒμ•… \= Musik).


Jung Soo mengangguk-anggukan kepala. Ia sekarang mengerti dan merasa harus mulai belajar bahasa Indonesia.


"Baiklah, emak-emak, cepat pergi bersiap," canda Jung Soo.


Seketika sandal pun mendarat di pipinya. "Apa yang kau lakukan? Itu sakit," keluh Jung Soo.

__ADS_1


"Jangan macam-macam. Aku bukan emak-emak," gerutu Ayli Hoon.


"Baiklah, ku rasa sekarang kau lebih cocok dipanggil emak sandal." Jung Soo tertawa puas setelah mengejek Ayli Hoon.


"Haaa terserah kau saja." Ayli Hoon membuka pintu lalu masuk. Jung Soo menyusul sambil masih tertawa.


* * * *


"Kau terlihat cantik sekali dengan rambut tergerai itu," puji Jung Soo ketika mereka sudah berada di sebuah restoran.


Ayli Hoon memang terlihat berbeda kali ini. Biasanya ia selalu mengikat rambutnya ke belakang, tapi hari ini ia membiarkan rambut hitam nya tergerai. Ayli Hoon juga mengenakan kaus panjang berwarna hitam dan celana jeans putih. Walau jarang sekali ia mengenakan rok atau dress, tapi ia tetap terlihat anggun dengan wajah cantiknya.


Pesanan mereka datang diantarkan oleh seorang pelayan. Jung Soo dengan refleks menurunkan topinya dan menunduk untuk menyembunyikan wajahnya. Ketika pelayanan itu sudah pergi, barulah ia bisa bersikap normal.


"Ini, makanan Indonesia?" Ayli Hoon terkejut sekaligus sangat gembira.


"Ya, rendang sapi. Kau suka makanan ini kan?" tanya Jung Soo.


Jung Soo tersenyum lebar melihat Ayli Hoon gembira seperti itu. Apalagi tadi Ayli Hoon memanggilnya chagiya, entah itu atas kesengajaan atau tidak, tetap saja Jung Soo bahagia.


Ia juga tidak menyangka Ayli Hoon bisa sebahagia itu hanya dengan hal makanan. Rasa ingin terus membahagiakan gadis yang dicintainya itu pun semakin besar. Dalam hati ia berjanji tidak akan membuat Ayli Hoon bersedih lagi. Jika ia membuat gadis itu menderita dan bersedih lagi, maka ia tidak akan bisa memaafkan dirinya sendiri.


Dari meja yang tidak jauh dari Jung Soo dan Ayli Hoon, dua orang wanita sedang berbisik sambil memandangi mereka berdua. Sepertinya orang itu sedang membicarakan mereka.


Jung Soo melihat dua orang itu, sedangkan Ayli Hoon tidak melihatnya karena posisi badan yang membelakangi mereka. Jung Soo sesekali melihat tingkah dua wanita itu dari balik kaca mata hitam yang ia kenakan, tapi untuk pertama kali ia tidak mempedulikannya karena mungkin wanita itu sedang berdiskusi tentang hal lain.


Lama kelamaan Jung Soo menjadi curiga ketika kedua orang itu terus melihat ke arah nya. Lalu salah satu dari mereka mengeluarkan ponsel dan mengarahkan kamera ke arah nya.


"Ayli Hoon, jangan menoleh ke belakang," perintah Jung Soo dengan mata yang tidak lepas dari ponsel wanita itu.


"Kenapa?" Ayli Hoon penasaran dan akan memutar badan. Usahanya ditahan oleh kedua tangan Jung Soo.


"Sudah ku bilang jangan menoleh ke belakang." Jung Soo mengulang perintahnya.

__ADS_1


"Di belakang mu ada kamera yang mengintai kita," lanjutnya.


Jung Soo melepas topinya dan memakaikan topi itu pada Ayli Hoon. "Pakai ini, dan menunduklah."


Saat itu pun Ayli Hoon mengerti, pasti Jung Soo melihat ada orang yang menguntit mereka berdua. Ia pun makan dengan terburu-buru. Setelah selesai makan, Ayli Hoon mengajak Jung Soo untuk pulang.


"Tidak bisa," kata Jung Soo.


"Kenapa tidak bisa?" tanya Ayli Hoon.


"Jika aku mengantar mu pulang, mereka akan mengikuti kita. Lalu mereka akan tahu tempat tinggalmu. Setelah itu mereka akan terus mengorek informasi tentang mu dan akan terus mengganggu mu. Aku tidak ingin itu terjadi." Jung Soo menjelaskan dengan suara pelan agar kedua wanita yang terus memperhatikan mereka tidak mendengar apa yang dikatakan oleh nya.


Ayli Hoon mengangguk mengerti. "Lalu apa yang akan kita lakukan?" tanya Ayli Hoon.


"Ikuti aku dan sembunyikan wajahmu," kata Jung Soo.


Mobil silver meninggalkan parkiran restoran. Kedua wanita tadi mengikuti mobil itu dengan mobil hitam. Jung Soo meminta Ayli Hoon untuk memasang sabuk pengaman. Mereka melaju dengan kecepatan tinggi di tengah jalan kota Seoul yang padat. Mobil silver berbelok-belok untuk menghindari kendaraan yang ada di depannya.


"Jung Soo, berhati-hatilah," pinta Ayli Hoon yang menahan badannya agar tidak ikut terombang-ambing di dalam mobil.


"Aku harus tetap menghindari mobil hitam itu. Mereka masih mengikuti kita sampai sekarang." Jung Soo fokus melihat kedepan.


Jung Soo mengendarai mobil dengan lihainya. Mereka pun berhenti di depan sebuah mall. Jung Soo memarkirkan mobil yang sekiranya mudah untuk dikeluarkan kembali. Ia mengajak Ayli Hoon untuk keluar dari mobil secepatnya lalu berjalan cepat masuk ke dalam mall.


Terlihat kedua wanita yang sedari tadi membuntuti Jung Soo dan Ayli Hoon berlari untuk mengejar. Sesampainya di dalam mall, Jung Soo melihat ke sekeliling mencari tempat yang ramai kerumunan orang.


"Kita ke sana." Jung Soo menarik tangan Ayli Hoon dan berjalan secepat mungkin.


Mereka berdua menyelinap ke kerumunan orang. Jung Soo terus berjalan berputar-putar untuk menghindari dua wanita tadi. Ia dapat melihat wanita itu kebingungan mencari nya. Mereka juga menabrak beberapa orang karena terburu-buru, tidak ingin kehilangan jejak Jung Soo dan Ayli Hoon.


Ketika kedua wanita itu menabrak seorang pria hingga mereka terjatuh, Jung Soo dengan cepat menarik tangan Ayli Hoon dan berlari.


"Ini saatnya kita pergi."

__ADS_1


__ADS_2