Lamar Aku Di Namsan Seoul Tower

Lamar Aku Di Namsan Seoul Tower
Episode 30


__ADS_3

Ayli Hoon sudah pulang ke apartemen, walau kondisinya masih belum pulih. Tapi ia tetap memaksakan diri untuk membersihkan dan merapikan apartemennya. Ia merapikan dapur, kamar, ruang tamu dan balkonnya. Selesai bersih-bersih Ayli Hoon pun pergi mandi. Tak disadari nya pintu di ruang tengah tidak ditutup.


Pintu apartemen nomor 006 terbuka, tapi tidak ada suara sedikit pun dari dalam. Jung Soo memasukan kepalanya ke dalam, menoleh ke kanan dan ke kiri, tapi ia tidak melihat keberadaan Ayli Hoon.


Jung Soo mengetuk pintu, tetap saja tidak ada jawaban dari dalam. Ia pun memutuskan untuk masuk ke dalam. Dengan perlahan ia masuk ke dalam apartemen Ayli Hoon. Jung Soo penasaran mengapa ruangan ini terasa seperti di kuburan. Bukan kah harusnya Ayli Hoon berada di apartemen.


"Ayli Hoon, apakah kau ada di dalam?" panggil Jung Soo sambil celingak-celinguk mencari sosok Ayli Hoon.


Kaki Jung Soo mendekati sebuah pintu yang terbuka. Ia yakin kalau itu adalah kamar Ayli Hoon. Ia mendekati pintu itu dengan perlahan, mengendap-endap karena curiga bahwa di sini ada seseorang dan itu bukan Ayli Hoon. Jika itu adalah Ayli Hoon, pasti ia sudah menjawab panggilan Jung Soo tadi.


Jung Soo berdiri di dekat pintu, lalu memasukan kepalanya terlebih dahulu untuk mengintip ke dalam. Seketika matanya terbelalak dengan lebar, ia melihat seorang wanita yang sedang membelakanginya.


Gadis itu mengenakan handuk, ia sedang mengeringkan rambutnya menggunakan hairdryer di depan cermin. Pantulan cermin besar itu menghadap Jung Soo.


Ayli Hoon tidak menyadari ada seseorang di belakangnya, walaupun sosok Jung Soo ikut terpantul di cermin. Ayli Hoon sepertinya sangat fokus pada helaian rambutnya yang basah. Begitu selesai mengeringkan rambut, mata Ayli Hoon menangkap sosok Jung Soo di belakangnya.


"Aaaaa!!!" Ayli Hoon menjerit sekuat kuatnya.


Tangannya dengan refleks mengambil bantal yang ada di atas kasur dan melemparkannya kuat-kuat ke wajah Jung Soo. "Pergi!!!" teriak Ayli Hoon lagi.


Jung Soo terkejut saat mendengar jeritan Ayli Hoon dan disusul dengan bantal yang menghantam wajahnya secara tiba-tiba.


"Aw.!! Ma-maaf aku tidak sengaja!" teriak Jung Soo.


Jung Soo mundur untuk menjauh dari pintu kamar lalu berbalik ke arah ruang tamu. Ia merasa sangat bersalah dan juga merasa malu. Apakah Ayli Hoon akan berpikir bahwa ia berniat untuk mengintipnya? Jung Soo mondar-mandir di depan sofa dengan gelisah. Ia menutup wajahnya dengan kesal, lalu membantingkan diri ke sofa.

__ADS_1


"Ahk! Mengapa kau tidak menutup pintu kamarmu?" Jung Soo menggeram kesal pada Ayli Hoon dan pada dirinya sendiri.


Saat Jung Soo sibuk mengomel sendiri, Ayli Hoon muncul dengan pakaian lengkap. Ia mengenakan kaus biru lengan panjang dan celana jeans hitam. Rambutnya diikat satu di belakang dan sapuan makeupp tipis pada wajahnya. Ayli Hoon melihat Jung Soo yang sedang duduk di sofa dengan kesal.


Jung Soo berdiri dan menghadap lurus pada Ayli Hoon. Rasa kesal, malu, serba salah dan semua rasa campur aduk berkumpul di wajah Jung Soo.


"Mengapa kau tidak menutup pintu? Untung saja aku yang masuk. Bagaimana kalau orang lain?"


Ayli Hoon langsung berkacak pinggang tanda menantang untuk berdebat. "Memangnya kenapa aku harus beruntung bahwa itu kau bukan orang lain? Bagiku sama saja antara dirimu atau orang lain," kata Ayli Hoon dengan sangat kesal.


"Tentu berbeda. Aku bukan pria hidung belang, kalau orang lain bisa saja dia ...."Jung Soo tidak meneruskan kata katanya.


"Mengapa kau tidak mengetuk atau memanggil namaku?" tanya Ayli Hoon dengan kesal.


Jung Soo memalingkan wajah sekilas. Ia memasukan kedua tangannya ke saku celana, kemudian kembali menatap Ayli Hoon.


"Apa kau tahu kalau aku terkejut setengah mati dan juga malu? Aku tidak mendengar kau memanggil ku," jawab Ayli Hoon tidak ingin disalahkan. Menurutnya semua itu adalah salah Jung Soo.


"Kau tidak mendengar? Dasar tuli," jawab Jung Soo kesal.


"Apa! Kau bilang aku tuli? Kau! ... menyebalkan sekali!" jerit Ayli Hoon.


Ayli Hoon menghampiri Jung Soo untuk memberi pukulan keras, tapi Jung Soo sudah berlari menghindarinya. Tidak sampai di situ saja, Ayli Hoon tidak menyerah, ia terus mengejar Jung Soo dengan terus menjerit kesal dan mengomel. Jung Soo juga berulang kali membalas omelan Ayli Hoon, tapi lama-kelamaan ia tidak tahan untuk menahan tawanya lagi.


Mereka terus saling kejar-kejaran. Terkadang Jung Soo naik ke atas sofa, meja, dan mengunakan bantal sofa untuk menutupi tubuh nya dari pukulan Ayli Hoon. Sampai pada akhirnya, Ayli Hoon merasa lelah untuk terus mengejar Jung Soo.

__ADS_1


"Cukup, sudahlah Ayli Hoon. Aku sudah lelah, dan kau juga tidak boleh sampai kelelahan. Ok baiklah, aku minta maaf, aku salah," kata Jung Soo menyerah.


"Hanya minta maaf untuk itu saja?" tanya Ayli Hoon. "Sungguh menyebalkan," lanjutnya.


"Lalu aku harus minta maaf untuk apa lagi?" tanya Jung Soo.


"Kau sudah mengejek ku bahwa aku tuli," kata Ayli Hoon.


"Ayli Hoon, aku tidak ingin berdebat." Jung Soo menjatuhkan diri ke sofa.


"Tapi aku kesal karena kau bilang aku tuli."


"Baiklah aku minta maaf untuk itu juga. Sekarang duduklah, kau tidak boleh kelelahan." Jung Soo menarik Ayli Hoon untuk duduk.


Ayli Hoon menggeram karena tidak puas akan perdebatan mereka. Tapi pada akhirnya ia pun memilih akur. Jung Soo mengangkat tangan kiri untuk melihat jam tangannya. Waktu sudah menunjukan pukul 12.30 siang.


"Kau sudah minum obat?" tanya Jung Soo lembut.


"Ya aku sudah minum obat," jawab Ayli Hoon.


"Kau mau jalan-jalan?" tanya Jung Soo lagi.


"Kemana?" Ayli Hoon balik bertanya.


"Kemana saja yang penting kau tidak merasa suntuk."

__ADS_1


Ayli Hoon setuju untuk ikut Jung Soo jalan-jalan. Ayli Hoon mengambil ponsel dan tasnya. Kemudia ia pergi bersama Jung Soo.


__ADS_2