
Keadaan di depan gedung ArtD Entertainment sudah dapat dikendalikan. Pihak agensi bernegosiasi pada wartawan. Mereka sepakat bahwa esok hari, Jung Soo dan pihak agensi akan angkat bicara dan menjawab semua pertanyaan mereka. Pada akhirnya para wartawan meninggal kan gedung ArtD.
Tidak butuh waktu sehari, hanya dalam kurun waktu satu jam, banyak media berita menyebarkan video tentang kejadian itu. Bahkan langsung menjadi trading topik. Kejadian itu juga menjadi pencarian nomor satu di mesin pencarin.
"Apa yang harus aku jawab, Hyeong? Aku tidak tahu apa yang mereka pertanyakan?" Jung Soo mengeluh sambil membanting diri ke sofa di ruang Lee Jang Ho, pemilik ArtD Entertainment.
Tanpa menjawab, Hyun Jae memberikan ponselnya pada Jung Soo.
"Kau lihat ini. Ini adalah sebab mereka datang ke sini. Foto ini tersebar tadi malam. Tolong jelaskan." Hyun Jae merebahkan tubuh pada sandaran sofa.
Layar ponsel itu menampilkan foto Jung Soo yang sedang berdiri menghadap seorang wanita, jarak mereka sangat dekat. Mata Jung Soo menatap lekat pada wanita itu.
Foto itu diambil pada malam hari di pinggir jalan. Jung Soo yakin foto itu di ambil pada malam di mana Ayli Hoon hampir tetabrak mobil. Beruntung sekali foto itu diambil dari arah belakang Ayli Hoon dan jaraknya cukup jauh, sehingga wajah Ayli Hoon tidak terlihat.
"Ini bukan apa-apa, Hyeong. Saat itu Ayli Hoon hampir tetabrak mobil. Aku menyelamatkan nya dan berniat mengantar nya pulang." Jung Soo menjelaskan.
"Apa pun itu, walau kau menjelaskan pada wartawan apa yang sebenarnya. Para fans dan netizen tidak akan semudah itu percaya. Kita perlu bukti lain yang membuktikan bahwa kau dan Ayli Hoon hanya berteman," kata Hyun Jae sambil masih berpikir keras.
Sedangkan Ayli Hoon hanya duduk terdiam di samping Jung Soo. Ia tidak dapat berpikir, ia merasa takut pada wartawan yang terlihat ganas mencari informasi.
Pintu terbuka dan masuk lah Lee Jang Ho. Ia memakai jas hitam, dan di sebelah kanan nya ada asisten yang membawa beberapa dokumen.
Hyun Jae, Jung Soo dan Ayli Hoon berdiri lalu membungkukan badan yang dibalas oleh Lee Jang Ho. Setelah Lee Jang Ho bergabung dengan mereka. Hyun Jae dan yang lainnya duduk kembali di sofa.
"Selamat pagi. Apa kabar Jung Soo?" tanya Lee Jang Ho.
"Selamat pagi juga. Saya baik, Pak," jawab Jung Soo.
__ADS_1
"Kalau tidak salah, kau stylish baru yang didaftarkan oleh Gyeong Hi, kan?" tanya Lee Jang Ho pada Ayli Hoon.
"Iya benar, saya Ahn Liyoung Hoon," jawab Ayli Hoon dengan senyum ramahnya.
"Aku juga bingung harus bagaimana menangani ini. Memang sudah tidak asing lagi seperti ini. Tapi masalahnya, Jung Soo adalah artis yang paling tersohor. Aku yakin sebelum puas mereka mengulik hidupnya, mereka pasti akan mengejar terus," kata Lee Jang Ho.
Semua orang yang ada di dalam ruangan itu mendengarkan kata-kata pemilik ArtD Entertainment dengan patuh. Mereka semua tidak tahu harus bagaimana.
"Jung Soo, apakah memang benar gadis ini adalah kekasih mu? Atau kalian ada hubungan spesial?" tanya Lee Jang Ho.
Tentu saja Ayli Hoon dan Jung Soo terkejut dengan pertanyaan itu.
"Tidak Pak, pada malam itu saya hanya ingin mengantarnya pulang," jawab Jung Soo.
"Berarti kau memiliki hubungan dekat dengannya. Karena sepengetahuanku, semenjak kau putus dengan Seung Yun, kau tidak pernah perhatian dengan gadis mana pun," kata Lee Jang Ho lagi.
"Maksudnya bagaimana, Pak?" tanya Hyun Jae tidak mengerti.
"Katakan saja Jung Soo memang punya hubungan spesial dengan gadis itu. Setelah itu, media pasti tidak akan bosan membahas dirinya. Buatlah media terus penasaran dengan kehidupannya," jawab Lee Jang Ho.
Kali ini Ayli Hoon lebih terkejut lagi. Apakah seperti ini kenyataan dalam industri K-Pop di balik gemerlap nya?
"Jadi, kita akan gunakan politik itu?" tanya Hyun Jae lagi.
"Tentu saja. Dalam industri K-Pop memang harus berpolitik. Jika tidak, maka akan sulit untuk terus melesat sukses. Jadi, apakah kalian setuju?" tanya Lee Jang Ho pada semua nya.
"Beri kami waktu, nanti malam saya akan menghubungi Anda kembali," jawab Hyun Jae.
__ADS_1
"Baiklah Pak, kami akan permisi keluar," kata Hyun Jae lagi.
Ayli Hoon, Jung Soo dan Hyun Jae keluar dari ruangan itu. Selanjutnya mereka akan membahas masalah itu di dalam ruangan Hyun Jae.
"Maaf, aku ingin pergi ke toilet. Kalian berjalan lebih dulu saja," kata Ayli Hoon.
Jung Soo mengangguk lalu melanjutkan langkahnya.
Ayli Hoon merasa sesak di dada nya, antara bingung dan takut dihatinya. Ia pun mengulurkan tangan untuk membuka pintu toilet, tapi tiba-tiba tangannya ditahan oleh seseorang dari belakang.
Ayli Hoon dengan segera membalikan badan. Ternyata orang itu adalah Seung Yun. Ia berdiri dengan sombong di hadapan Ayli Hoon.
"Ada apa? Jika kau ingin ke toilet juga, silahkan ke toilet sebelah," kata Ayli Hoon dengan sopan.
"Kau berurusan dengan ku. Aku tidak mau kehilangan apa pun yang aku inginkan, termasuk Jung Soo. Jadi menjauhlah darinya, jangan membuat berita seperti itu. Jika kau ingin menjadi orang terkenal, maka berusahalah sendiri. Jangan jadikan Jung Soo sebagai jembatan." Seung Yun berbicara sambil melototi Ayli Hoon.
"Aku tidak tahu apa maksudmu. Aku tidak ingin terkenal, dan sama sekali tidak memanfaatkan Jung Soo." Ayli Hoon masih berbicara dengan sopan dan ramah.
"Tidak usah memasang wajah polos dan ramah itu. Ingat, jika kau menerima kesepakatan itu, aku pastikan hidupmu tidak akan tenang," ancam Seung Yun.
"Dari mana kau tahu tentang kesepakatan itu? Kau tidak ada di sana." Ayli Hoon penasaran.
"Aku Lee Seung Yun, bisa melakukan apa pun untuk mendapatkan apa pun yang aku inginkan, walaupun harus menyingkirkan duri yang menghalangi jalanku," jawab Seung Yun.
Seung Yun pergi meninggalkan Ayli Hoon yang semakin bingung dan takut. Ayli Hoon mengurungkan niatnya ke toilet. Ia berjalan keluar toilet dengan terburu-buru.
Ia berpikir mengapa wanita cantik seperti Seung Yun memiliki sifat seperti itu? Ia pikir selama ini orang yang seperti itu hanya ada di drama Korea saja.
__ADS_1
Ia juga berpikir, bagaimana jika Seung Yun membuktikan semua perkataannya? Bisa-bisa hidupnya akan seperti di sinetron Indonesia. Cerita penuh drama yang tidak kunjung berakhir. Memikirkan hal itu, Ayli Hoon menggeleng kan kepala berkali-kali.