
Di ruangan Hyun Jae, Jung Soo sedang duduk berhadapan dengan Hyun Jae di meja kerja.
"Hyeong, aku sudah bosan berlatih, sampai-sampai suaraku terasa akan habis." Jung Soo mengeluh pada managernya.
Sebenarnya hari ini Jung Soo malas berlatih lagi karena kemarin ia sudah berlatih seharian penuh.
Hyun Jae hanya tersenyum menanggapi keluhan artis nya itu. Hyun Jae masih sibuk menandatangani berkas-berkas. Jung Soo terus mengeluh pada managernya.
"Hyeong, andai saja aku boleh memilih, aku lebih baik jadi penjual roti dari pada menjadi idol."
Mendengar perkataan Jung Soo, Hyun Jae mengangkat sebelah alisnya karena tidak mengerti. "Kenapa begitu?" tanyanya tanpa melihat Jung Soo.
"Sebagai idol, aku dituntut untuk tampil walau sedang sakit, tidak bisa membatalkan jadwal sesuka ku, terikat kontrak, susah bertemu keluarga, selalu ada kamera disetiap waktu ku, dikejar wartawan, fans, bahkan sampai kehidupan pribadi ku pun diulik terus."
"Semua diatur, sampai memotong dan mewarnai rambut juga harus ada persetujuan dari agensi. Aku juga tidak mudah keluar dari naungan agensi, karena aku harus membayar kompensasi yang tersisa dari kontrak." Jung Soo berbicara panjang lebar, tapi Hyun Jae hanya tertawa mendengar nya.
"Itu hanya peraturan di ArtD Entertainment saja. Aku tahu, terkadang peraturan dan kebijakan ArtD ini memang ada yang tidak masuk akal dan menekan. Tapi mereka juga banyak memberi bantuan dan banyak lagi kebaikannya. Sudah lah, jangan banyak mengeluh. Hidup ini penuh perjuangan." Hyun Jae menanggapi.
"Aku adalah road managermu, bahkan aku juga merangkap sebagai sekretaris di ArtD Entertainment."
"Sebagai road managermu terkadang aku bekerja lebih keras daripada dirimu. Aku harus bersama mu kemana pun kau pergi, mengatur jadwal mu sehari penuh, bangun lebih awal dan tidur lebih lambat dari mu karena harus mengantar dan menjemput mu jika ada acara apa pun."
"Aku juga membuat laporan keuanganmu dan banyak lagi. Tapi aku tidak pernah mengeluh kan? Hadapi saja kehidupan ini dengan baik," nasihat Hyun Jae.
Jung Soo merenungkan apa yang dikatakan managernya. Ia merasa apa yang dikatan managernya memang benar. Hyun Jae lah yang sebenarnya bekerja lebih keras dari pada dirinya.
"Aku akan mencari sarapan, apakah Hyeong mau ikut?" tanya Jung Soo.
"Tidak, aku sudah sarapan, lagi pula pekerjaanku masih banyak."
Setelah mendengar jawaban, Jung Soo pun pergi keluar untuk mencari makanan.
* * * *
Ayli Hoon dan Gyeong Hi baru keluar dari ruangan Park Shin yang berjabat sebagai HDR. Mereka berdua berjalan menyusuri koridor gedung sepuluh lantai. Akhirnya Ayli Hoon diterima bekerja sebagai stylish di ArtD Entertainment.
Ayli Hoon sangat kagum, bahkan tidak percaya bahwa ia bisa bekerja di gedung yang sangat besar. Gyeong Hi mengajak Ayli Hoon ke lantai empat untuk menemui seseorang. Setelah mereka selesai, merek kembali berjalan. Sepanjang koridor banyak sekali pintu, tapi semua pintu itu tertutup.
__ADS_1
"Kenapa kau melihat pintu itu? Apakah kau penasaran? Baiklah akan aku jelaskan," kata Gyeong Hi.
"Sekarang kita sedang berjalan di lantai empat, tempat para trainee berlatih. Pintu itu tertutup karena mereka sedang berlatih di dalam," kata Gyeong Hi menjelaskan.
Ayli Hoon hanya mengangguk tanda ia sudah mengerti.
"Ayli Hoon, aku akan menemui temanku di lantai tujuh. Aku harap kau mau ikut, sekalian berkenalan dengannya," kata Gyeong Hi.
Ayli Hoon mengangguk dan mengikuti langkah kaki pria di depan nya.
Mereka berdua telah sampai di depan sebuah ruangan. Gyeong Hi membuka pintu lalu mempersilahkan Ayli Hoon untuk ikut masuk.
"Selamat pagi, sedang sibuk ya?" sapa Gyeong Hi.
"Aku datang bersama stylist baru kita, namanya Ayli Hoon," lanjut Gyeong Hi.
Pria yang sedang duduk sambil sibuk tanda tangan itu mengangkat wajah nya, lalu berdiri dan memberi salam. Ketika pria itu melihat Ayli Hoon, ia terkejut.
"Kau?" Pria itu menatap Ayli Hoon.
"Kau mengenal dia?" tanya Gyeong Hi.
"Aku pernah bertemu sebelumnya, gadis yang jatuh karna Jung Soo," jawab pria itu.
"Baguslah bila kalian pernah bertemu sebelumnya. Hyun Jae, apakah sudah selesai berkas yang akan kita kirim ke Bhily Entertainment?" tanya Gyeong Hi.
"Sudah Hyeong, setelah ini aku akan memberikannya pada CEO," jawab Hyun Jae.
Hyun Jae mempersilahkan Gyeong Hi dan Ayli Hoon untuk duduk. Ayli Hoon duduk dengan tegang, lalu meletakkan tasnya di bangku di belakang punggungnya.
"Namamu Ayli Hoon kan? Aku diberi tahu oleh Jung Soo," kata Hyun Jae.
"Iya benar, nama lengkap saya Ahn Liyoung Hoon." jawab Ayli Hoon sopan.
"Tidak perlu memakai bahasa formal begitu, aku bukan atasanmu," kata Hyun Jae ramah.
"Berapa umurmu?" tanya Hyun Jae melanjutkan.
__ADS_1
"26 tahun," jawab Ayli Hoon.
"Kau bukan orang Korea?"
"Aku campuran," jawab Ayli Hoon.
"Jika kau tidak keberatan, bisa ceritakan riwayat hidupmu?" pinta Hyun Jae.
"Ibuku Indonesia dan ayahku campuran Indonesia-Korea. Aku lahir dan besar di Indonesia. Saat SMP aku sempat bersekolah di Korea satu tahun, tapi aku kembali lagi ke Indonesia."
"Saat SMA baru lah aku menetap di Korea dan tinggal di Gangneun bersama nenek. Setelah nenek meninggal aku kuliah di Soeul." Ayli Hoon menjelaskan dengan jelas.
Hyun Jae menganggukan kepalanya.
Setelah mereka berbincang-bincang beberapa saat, Gyeong Hi melihat jam tangan. Setelah melihat waktu, ia bangkit dari tempat duduk.
"Aku harus pergi, masih ada urusan mengenai jadwal Kim Joon," kata Gyeong Hi dan disambut jabatan tangan dengan Hyun Jae.
"Ke mana Jung Soo?" tanya Gyeong Hi.
"Dia sedang mencari sarapan," jawab Hyun Jae.
Gyeong Hi dan Ayli Hoon keluar dari ruangan Hyun Jae dan berjalan ke lift untuk turun ke lantai dasar.
Dalam hati Ayli Hoon bersorak senang bekerja di ArtD Entertainment. Agensi ternama di Korea Selatan, bahkan nama agensi ini telah mendunia. Ia tahu sewaktu-waktu dirinya dan Jung Soo bisa bertemu, tapi entah mengapa ia merasa malu bila bertemu dengan pria tampan satu itu.
Memikirkan hal itu, jantung Ayli Hoon berdetak cepat. Ia mengingat bagaimana waktu pertama kali mereka bertemu, Jung Soo membantu nya berdiri, ketika pertemuannya di pesta ulang tahun Cheo Jin, dan bagaimana Jung Soo merangkulnya dan mengantarnya pulang.
Tanpa sadar Ayli Hoon telah tiba di lantai dasar, pintu lift terbuka. Gyeong Hi mengantarkan Ayli Hoon sampai di depan pintu masuk gedung ArtD Entertainment.
"Aku hanya bisa mengantar mu sampai disini, aku harus naik kelantai enam menemui Kim Joon," kata Gyeong Hi sambil membungkukan badan dan Ayli Hoon membungkukan badan juga.
Setelah Gyeong Hi masuk kedalam lift, ia baru sadar akan sesuatu.
"Kim Joon? Kim Joon penyanyi ArtD Entertainment yang konser di Indonesia. Kim Joon Oppa, idolaku, oppaku." Ayli Hoon memegangi pipi tak percaya.
Dulu ia memimpikan bisa bertemu dan berbicara berdua dengan Kim Joom, dan kini mimpinya hampir menjadi kenyataan.
__ADS_1
Ayli Hoon serasa ingin melompat dan menjerit, tapi ia menahan diri karena takut ada yang melihat tingkah gilanya itu.
Lagi pula ia tahu, gedung kantor sebesar ini pasti memiliki banyak CCTV, jangan sampai tingkah gilanya terlihat oleh pengawas CCTV. Beberapa lama ia berdiri di ambang pintu, Ayli Hoon pun jalan ke halaman gedung.