
Seminggu kemudian, semua terlihat seperti biasanya. Seperti tidak terjadi apa-apa. Ayli Hoon bekerja dengan semangat, Jung Soo memenuhi jadwalnya dengan senyum, Hyun Jae mengurus jadwal Jung Soo dengan serius. Tapi pada kenyataannya, hati mereka dan pikiran mereka tengah kacau. Terutama Jung Soo dan Ayli Hoon.
Seminggu terakhir ini Seung Yun tidak pernah menampakkan diri di hadapan Jung Soo. Jika mereka bertemu, maka Seung Yun akan memalingkan wajah. Sedangkan jika Jung Soo dan Ayli Hoon bertemu, Ayli Hoon bersikap biasa saja, seperti tidak pernah terjadi apa-apa. Ia berbicara tentang hal yang penting saja. Tapi, justru itu lah yang semakin menyayat hati Jung Soo.
Gadis yang dicintainya, yang selalu memberikan semangat di hidupnya kini bersikap seolah-olah mereka tidak pernah memiliki hubungan apa pun sebelum nya.
Pada jam istirahat kantor, Jung Soo dan Kim Joon sedang menyantap makan siang di restoran ArtD di lantai dasar. Mereka berbicara santai mengenai jadwal mereka.
"Hyun Jae mengatakan bahwa lagu barumu akan diangkat menjadi ost drama yang akan kau bintangi. Hebat sekali," puji Kim Joon.
"Ya begitulah, sebenarnya aku tidak ada minat berakting, tapi bayarannya sangat mahal. Hyun Jae hyeong ingin aku mengambil peran drama itu, maka demi hyeong aku pun menyanggupinya," kata Jung Soo.
"Oh ya, comeback mu tahun ini berhasil mencuri perhatian dunia. Aku sangat bangga pada mu," kata Jung Soo lagi sambil menepuk bahu Kim Joon.
"Ya karena temanya yang berbeda dari album-album sebelumnya," jawab Kim Joon dengan senyum lebar.
"Tapi aku rasa kau bernyanyi dengan penuh perasaan. Apakah kau pernah mengalaminya?" tanya Jung Soo dengan santai tanpa maksud apa pun.
Kim Joon tersedak saat sedang minum. Ia terbatuk-batuk, mukanya memerah.
"Pelan-pelan." Jung Soo memberika tissu.
"Aah.. pertanyaanmu membuat ku tersedak," kata Kim Joon lalu tertawa.
"Semua orang tahu kau tidak pernah terlihat bersama seorang wanita. Bahkan aku saja tidak tahu apakah kau pernah jatuh cinta," kata Jung Soo.
Kim Joon tidak mengatakan apa pun lagi. Di dalam hatinya ia mengatakan seandainya Jung Soo tahu yang dicintai olehnya adalah Ayli Hoon, maka entah apa yang akan dirasakan oleh sahabat nya itu.
Mereka telah selesai makan lalu meninggalkan meja. Jung Soo dan Kim Joon berjalan santai keluar dari restoran. Di depan pintu keluar restoran, Hyun Jae melihat keduanya lalu melambaikan tangan.
"Ada apa Hyeong?" tanya Jung Soo setelah mereka saling berhadapan.
"Ada hal penting yang ingin aku bicarakan. Dan Kim Joon, jika kau ingin ikut, ikutlah bersama kami," kata Hyun Jae.
__ADS_1
Mereka bertiga berjalan masuk kedalam lift. Sesampainya di ruangan Hyun Jae. Mereka duduk di sofa yang berada di dekat dinding kaca gedung. Hyun Jae duduk berhadapan dengan Jung Soo dan Kim Joon.
"Ada apa Hyeong?" tanya Jung Soo yang melihat ekspresi Hyun Jae sedang resah.
"Kau ingat, terakhir kali yang kau katakan pada Seung Yun?"
Mendengar nama gadis itu, Jung Soo langsung merasakan luka di hatinya kembali di sobek semakin dalam.
"Kau mengatakan, jika benar kau telah melakukan sesuatu padanya, pasti dia akan mengandung anakmu. Jika itu benar, maka kau akan bertanggung jawab," kata Hyun Jae. Ia tidak langsung melanjutkan kata-katanya.
Ia menarik nafas panjang terlebih dahulu lalu melanjutkan. "Dia sedang mengandung."
Seperti petir besar nyentambar, Jung Soo langsung lemas tak berdaya, tidak ada kekuatan dan tenaga di tubuhnya. Ia merasakan panas di sekujur tubuh nya. Wajahnya memucat, matanya menatap kosong, dan bibirnya tidak sanggup mengatakan apa pun.
"Apa? Apakah itu benar?" Kim Joon berkata tidak percaya.
"Ya, tadi Seung Yun datang pada ku. Ia menyerahkan surat dari dokter. Surat itu menyatakan dengan jelas bahwa Seung Yun memang benar-benar sedang mengandung," jawab Hyun Jae.
Hyun Jae menyerahkan surat itu pada Kim Joon. Dengan teliti Kim Joon membaca surat itu. Kemudian ia menoleh pada Jung Soo yang duduk di sebelah nya.
"Jung Soo, sekarang kau harus bertanggung jawab." Hyun Jae menegaskan.
"Tidak!!" Jung Soo berteriak lalu berdiri. matanya memerah dan air mata mulai berjatuhan. Ia berjalan cepat keluar dari ruangan.
"Apakah dia akan baik-baik saja?" tanya Kim Joon setelah Jung Soo keluar dari ruangan.
"Dia pasti baik-baik saja. Dia hanya membutuhkan waktu untuk mempercayai ini," jawab Hyun Jae.
* * * *
Keesokan harinya, Seorang produser datang ke gedung ArtD Entertainment. Pria itu mendatangi resepsionis dan menanyakan keberadaan Hyun Jae. Pegawai resepsionis itu pun segera menghubungi Hyun Jae, dan tak lama kemudian Hyun Jae datang.
"Maaf menggangu, saya tidak membuat janji sebelumnya," kata produser itu.
__ADS_1
"Tidak masalah. Apakah perlu berbicara di ruangan saya?" tanya Hyun Jae ramah.
"Tidak Pak, terima kasih. Saya ke sini hanya ingin memberikan surat ini. Anda mengatakan bahwa hari ini Jung Soo mendadak tidak dapat datang ke acara kami. Jadi surat yang tadi pagi Anda kirim sudah saya tanda tangani," kata pria itu.
"Wah..kenapa repot-repot mengantarkannya? Ini hanya surat, bisa dikirim lewat pos," kata Hyun Jae.
"Tidak apa-apa. Saya juga ada kepentingan dengan HRD ArtD," jawab pria itu.
Mereka berbincang-bincang sebelum akhirnya produser itu pergi ke lantai tiga.
Setelah pria itu pergi, datanglah Kim Joon yang memakai pakaian sehari-hari.
"Selamat pagi, Hyeong. Maaf tadi aku tidak sengaja mendengar bahwa Jung Soo tidak menghadiri acara. Apakah Jung Soo baik-baik saja?" tanya Kim Joon.
"Dia pergi ke Jeju, ke rumah orang tua nya. Dia bilang ingin menjernihkan pikiran terlebih dahulu," jawab Hyun Jae.
"Hyeong, aku rasa kau harus memberitahu Ayli Hoon. Walau ini menyakitkan untuk nya, sangat penting dia mengetahui ini dari mu. Jika dia tahu dari orang lain, maka itu akan lebih menyakitkan lagi," kata Kim Joon memberi usul.
"Kau benar. Baiklah, aku akan segera memberitahu nya."
* * * *
"Tidak apa-apa, aku akan baik-baik saja. Katakan padanya, jadilah ayah yang baik." Ayli Hoon tersenyum.
Walaupun Ayli Hoon tersenyum lebar, tapi Hyun Jae dapat melihat luka dibalik senyum itu. Hyun Jae membayangkan betapa sakitnya perasaan gadis itu.
"Maaf, aku harus meneruskan pekerjaanku." Ayli Hoon membungkukkan badan lalu meninggalkan ruangan Hyun Jae.
Hyun Jae menarik nafas panjang lalu menghembuskan nya. Ia merasa tidak enak pada Ayli Hoon. Gadis itu telah melalui lika-liku permasalahan selama bersama Jung Soo, dan kini gadis itu tidak mendapatkan kebahagiaan di akhir cerita cintanya.
Ayli Hoon berjalan di koridor lantai tujuh. Air mata yang ia tahan sejak Hyun Jae mengatakan bahwa Seung Yun tengah mengandung anak Jung Soo, kini jatuh membasahi pipinya. Air mata itu jatuh dengan deras hingga tangannya tidak mampu mengelap kedua pipinya. Ia berlari masuk kedalam lift.
Saat lift berjalan, Ayli Hoon duduk di pojok dan menangis tersedu-sedu. Sebelum Hyun Jae mememberi tahu kehamilan Seung Yun, masih ada sebutir rasa percaya bahwa Jung Soo tidak melakukan hal itu. Tapi, setelah mendengarnya dari Hyun Jae, hancur sudah semua rasa percaya terhadap pria yang dicintainya itu.
__ADS_1
Ayli Hoon memeluk dirinya sendiri dalam kesedihan dan luka. Begitu lift berhenti di lantai delapan, Ayli Hoon segera mengelap air matanya dan keluar dari lift.