Lamar Aku Di Namsan Seoul Tower

Lamar Aku Di Namsan Seoul Tower
Episode 48


__ADS_3

Awal musim gugur tiba, syuting video musik untuk lagu baru Jung Soo sudah berlangsung. Hari ini adalah hari terakhir syuting setelah sebelumnya mereka syuting selama seminggu.


Semua tim yang bekerja sama dengan Jung Soo dalam pembuatan MV ini menginap di sebuah hotel bintang lima. Hotel bintang lima itu sengaja dikosongkan untuk disewakan pada ArtD Entertainment selama syuting MV selesai. Ayli Hoon bertugas sebagai stylish Seung Yun, sedangkan Chung Ara sebagai stylish Jung Soo.


Awalnya Ayli Hoon sangat berat hati, tapi setelah mulai bekerja, Seung Yun ternyata sudah berubah. Seung Yun meminta maaf atas semua perbuatannya dan perkataannya yang menyakitkan hati Ayli Hoon. Ia juga bersikap sangat baik pada Ayli Hoon, dan sikap itu juga tidak terkesan dibuat-buat.


Hari sudah mulai gelap. Syuting telah selesai dan crew juga kameraman merapihkan peralatan mereka. Produser dan sutradara menjabat tangan Seung Yun dan Jung Soo untuk memberikan ucapan selamat dan melontarkan banyak pujian.


"Memang tidak perlu diragukan, kau memang sangat jago berakting. Kenapa kau tidak mulai lagi membintangi drama atau minimal drama web series?" kata produser pada Jung Soo yang sedang berdiri berhadapan dengan Jung Soo dan Seung Yun.


"Saya hanya ingin fokus pada musik saja, Pak," jawab Jung Soo dengan senyum ramah.


"Kalau boleh aku tahu, apakah selama syuting kau mengajak kekasihmu ke lokasi syuting? Atau dia sedang bekerja di kantor ArtD?" tanya produser itu lagi.


"Tidak Pak, dia tidak ikut. Dia ditugaskan tetap di kantor saja," jawab Jung Soo berbohong.


Memang selama ini Jung Soo sangat pandai menutupi hubungannya dengan Ayli Hoon. Selama Ayli Hoon bekerja bersama di lokasi syuting, mereka berdua bersikap seolah tidak ada hubungan apapun agar tidak ada yang curiga. Ketika mereka ingin berbicara untuk melepas rindu. Jung Soo akan menelepon Ayli Hoon ketika ada waktu luang.


"Jung Soo, Seung Yun," sapa Kim Park Lee sambil berjalan menghampiri mereka berempat. Kim Park Lee menyalami mereka.


"Bapak ada disini, senang bertemu dengan Anda," sapa sutrada itu.


"Senang bertemu dengan Anda juga. Maaf saya sibuk minggu kemarin hingga tidak sempat berkenalan dan menemui Anda," kata Kim Park Lee.

__ADS_1


Kali ini ArtD Entertainment memang tidak menggunakan sutradara yang biasanya mengurus MV Jung Soo, karena sutrada yang lama telah habis masa kontraknya.


"Ah.. berhubung syuting telah selesai, bagaimana jika nanti malam kita pergi ke kafe untuk merayakan keberhasilan ini?" usul Kim Park Lee.


"Usulan yang bagus, Pak" kata produser.


"Baiklah kalau begitu, saya akan menyewa kafe itu untuk malam ini," kata Kim Park Lee lalu mengetik sesuatu di ponselnya.


"Maaf Pak, sepertinya nanti malam saya tidak bisa ikut karena saya merasa sangat lelah. Lagi pula jika ingin minum-minum saya tidak bisa meminum alkohol," kata Jung Soo meminta maaf dan memasang wajah menyesal.


"Oh, tidak apa-apa. Kau memang perlu banyak istirahat. Setelah MV ini rilis tentu kau akan sangat sibuk. Jadi istirahat saja di hotel. Hmm bagaimana dengan kau Seung Yun?" tanya Kim Park Lee pada Seung Yun yang sedari tadi tidak berbicara.


"Saya akan ikut jika saya tidak ada urusan setelah ini," jawab Seung Yun dengan senyuman manisnya.


* * * *


"Hallo Man Shik, apa kabar?" sapa Ayli Hoon ramah.


"Aku baik, bagaimana dengan mu?" tanya Man Shik.


"Aku juga baik, bagaimana kondisi Mi Cha? Apakah sudah lebih baik dari perkembangan sebelumnya?" tanya Ayli Hoon yang masih khawatir dengan Mi Cha.


"Kau tenang saja, setiap Check-up hasilnya selalu meningkat bahkan berkembang dengan sangat cepat. Mudah-mudahan awal tahun depan sudah sembuh total," kata Man Shik menjelaskan.

__ADS_1


"Bagaimana, apakah kau masih bingung dengan bahasa Inggris?" tanya Ayli Hoon dengan maksud mencandai Man Shik. Di seberang sambungan telepon Man Shik tertawa terbahak-bahak.


"Aku masih sulit mengucapkannya, lidah mereka sungguh berbeda dengan lidah kita. Disini aku membayar orang, dia yang mentranslet bahasanya," jawab Man Shik.


"Itu belum seberapa, bagaimana jika kau berbicara bahasa Indonesia, itu akan lebih sulit. Karena bahasa Indonesia banyak menggunakan huruf 'Rrr'" kata Ayli Hoon menyebut 'R' dengan getaran di lidah.


"Contohnya 'tabrak'." Ayli Hoon menggunakan bahasa Indonesia. "Saat mengucapkan 'tabrak', tidak boleh ada huruf E di sela-sela huruf B dan R."


"Haha apa itu? Sulit sekali. Kalau begitu aku menyerah saja," kata Man Shik dengan maksud bercanda.


"Man Shik, aku harus pergi. Nanti hubungi aku lagi jika ada apa-apa," kata Ayli Hoon.


"Ok, tentu. Hati-hati ya," kata Man Shik.


"Sampaikan salamku pada bibi Chung Kwon," kata Ayli Hoon sebelum menutup teleponnya.


"Baik," jawab Man Shik.


Setelah selesai, Ayli Hoon pun berjalan keluar dari kamar hotel dengan membawa tas tangannya. Begitu membuka pintu, ia dikejutkan dengan keberadaan Kim Joon yang berdiri di depan pintu.


"Kim Joon, sejak kapan kau datang ke hotel ini?" tanya Ayli Hoon canggung. Entah mengapa ia selalu canggung ketika berhadapan dengan idolanya itu.


"Baru saja aku sampai, Hyun Jae hyeong mengatakan kalau Jung Soo tidak ikut merayakan keberhasilan MVnya. Ia merasa sangat lelah. Jadi aku pikir aku akan menemani mu ke kafe itu dan menjaga mu, ya sebagai pengganti Jung Soo," jawab Kim Joon. Ayli Hoon tidak merespon, ia terlihat sedang melamun.

__ADS_1


"Sudahlah, ayo berangkat. Nanti kita terlambat, yang lain sudah menunggu di loby hotel," kata Kim Joon sambil menarik tangan Ayli Hoon.


Sambil berjalan mengimbangi langkah Kim Joon, entah mengapa Ayli Hoon merasa perasaannya tidak enak. Tapi ia berusaha untuk tidak memikirkan itu.


__ADS_2