
Matahari belum muncul sempurna, cahaya masih remang-remang. Lampu jalan, gedung, perumahan, dan bangunan lainnya masih menerangi. Di rumah sakit masih sepi. Pemilik agensi ArtD Entertainment berjalan di koridor rumah sakit bersama CEO Kim Park Lee. Sudah tiga hari Ayli Hoon dirawat di rumah sakit. Kondisi nya mulai membaik dan dokter sudah membolehkan kunjungan untuk Ayli Hoon.
Ayli Hoon masih belum sadarkan diri sejak tiga hari yang lalu. Hyun Jae tertidur diselimuti selimut tebal di atas sofa. Sedangkan Jung Soo tidur sambil duduk di samping ranjang Ayli Hoon. Tangannya menggenggam tangan Ayli Hoon.
Kemarin Mi Cha dan Man Shik yang menjaga Ayli Hoon karena Jung Soo dan Hyun Jae ada jadwal konser. Mulai tadi malamlah Jung Soo dan Hyun Jae yang menjaga Ayli Hoon. Mereka berdua tidur di ruang rawat itu.
Hyun Jae terjaga dari tidurnya. Ia membuka selimut dan duduk di sofa. Matanya masih lengket karena tadi malam mereka tidur lewat tengah malam. Hyun Jae membuka matanya dan memperhatikan Jung Soo yang tertidur sambil menggenggam tangan Ayli Hoon. Ia yakin Jung Soo sangat mencintai Ayli Hoon.
Pada hari Jung Soo menyelamatkan Ayli Hoon, baru pertama kali Hyun Jae melihat Jung Soo semarah itu. Selama ini, walaupun Jung Soo sedang marah besar pada seseorang, ia tidak terlihat sekacau itu. Dan kini Jung Soo tertidur dengan tidak melepaskan tangan Ayli Hoon sedetik pun.
Ponsel Hyun Jae berdering, ia segera menjawab telepon dari Kim Park Lee. Setelah telepon ditutup, Hyun Jae pergi ke toilet untuk memcuci muka dan merapikan rambutnya.
Selesai mencuci muka, Hyun Jae segera keluar dari ruang rawat Ayli Hoon. Hyun Jae membuka pintu dan di sana sudah berdiri Lee Jang Ho bersama CEO Kim Park Lee. Lee Jang Ho membawa sebuah kantong dan Kim Park Lee membawa buah-buahan.
"Selamat pagi Pak. Pagi-pagi begini sudah ada di sini. Jam berapa kalian dari rumah?" Hyun Jae menyapa ramah.
"Ya kami memang sengaja menyempatkan datang pagi-pagi buta begini, jam 6.00 nanti pihak agensi akan diwawancarai mengenai kasus ini," jawab Lee Jang Ho.
"Aku dengar kemarin Ayli Hoon sudah boleh dikunjungi?" tanya Kim Park Lee.
"Iya benar Pak. Silahkan masuk, saya akan membeli makanan untuk sarapan," kata Hyun Jae mempersilahkan kedua pria itu masuk.
Kedua pria itu masuk ke dalam. Mereka melihat Jung Soo yang sedang tidur sambil duduk di samping Ayli Hoon.
__ADS_1
"Kau yakin, gadis itu hanya teman Jung Soo?" tanya Lee Jang Ho.
"Hahaha, tidak. Saya yakin ada sesuatu di antara mereka," jawab Kim Park Lee.
Mereka meneruskan langkah menuju sofa. Mendengar langkah di belakangnya, Jung Soo pun terbangun dan menoleh. Kim Park Lee mengisyaratkan jari telunjuk di depan bibirnya agar Jung Soo tidak berisik. Jung Soo mengangguk dan berdiri. Ia mempersilahkan CEO dan pemilik ArtD itu untuk duduk di sofa.
"Kau terlihat lelah, Jung Soo," kata Kim Park Lee setelah melihat wajah Jung Soo yang pucat.
"Lelah sudah biasa Pak, saya hanya menghawatirkan Ayli Hoon." Jung Soo memandang Ayli Hoon yang masit terpejam.
"Orang tuanya di mana?" tanya Lee Jang Ho.
"Orang tuanya di Indonesia. Mi Cha mengatakan bahwa ayahnya juga sedang dirawat di rumah sakit sehingga tidak dapat datang menjenguk putrinya," jawab Jung Soo.
Mereka berbincang-bincang cukup lama. Lee Jang Ho membahas tentang perkembangan kasus kekerasan dan pembullyan terhadap Ayli Hoon. Ia mengatakan bahwa sekarang ArtD Entertainment dan Jung Soo menjadi trending topik.
(Sasaeng fan (penggemar Sasaeng)/ 사생한 \= penggemar yang sangat obsesif dari idola pop Korea, atau tokoh masyarakat lainnya, yang terlibat dalam penguntilan atau perilaku lain yang merupakan pelanggaran privasi)
"Aku benar-benar tidak tahu siapa yang menyebar berita ini. Kita sudah merahasiakan masalah ini rapat-rapat," kata Lee Jang Ho.
Hyun Jae masuk ke dalam dengan membawa kantong yang berisi makanan untuk sarapan pagi. Ia meletakannya di atas meja, lalu ia bergabung bersama ketiga pria yang sedang berbicara serius.
"Saya membawakan sarapan, sialahkan." Hyun Jae mengeluarkan roti dan tiga botol susu.
__ADS_1
"Hyun Jae berhati-hatilah jika keluar masuk rumah sakit ini. Aku takut orang-orang itu mengenali mu dan wartawan akan datang mencari kalian," kata Kim Park Lee.
"Ya benar, walau kau bukan artis, setidaknya banyak orang yang mengenali wajahmu sebagai manager Jung Soo yang tampan," tambah Lee Jang Ho.
"Tentu saja, saya akan sangat berhati-hati," jawab Hyun Jae.
"Oh ya Hyeong, aku tidak melihat Kim Joon sejak hari itu. Kemana dia?" tanya Jung Soo.
"Apa, Kim Joon? Aku tidak tahu. Mungkin dia punya urusan dengan keluarganya. Adiknya baru saja wisuda di Perancis," jawab Hyun Jae menutupi. Tapi Jung Soo sepertinya dapat mengetahui bahwa managernya itu menyembunyikan sesuatu.
"Ini sudah hampir jam 6.00 pm. Kami harus pergi sekarang," kata Lee Jang Ho sambil melihat jam tangannya.
"Ya Pak, hati-hati dan semoga lancar kegiatan hari ini," kata Hyun Jae menyalami Lee Jang Ho dan Kim Park Lee.
"Jika Ayli Hoon sudah sadarkan diri, sampaikan salamku. Semoga dia cepat sembuh dan pulih seperti semula. Aku menunggu nya kembali bekerja, hasil kerjanya sangat bagus sekali," kata Lee Jang Ho sambil melihat Ayli Hoon.
Kedua petinggi ArtD Entertainment itu berjalan keluar. Hyun Jae mengambil roti dan memakannya. Jung Soo menyandarkan badannya pada sofa. Rasanya ingin sekali ia melupakan semua masalah yang sedang terjadi. Namun, ia tidak bisa menyelesaikankan masalah hanya dengan melupakan masalah itu.
Sebenarnya ia tidak peduli dengan kariernya ataupun ArtD Entertainment. Yang ia pedulikan hanya satu, yaitu cintanya yang sedang terbaring tak sadarkan diri. Jung Soo kembali ke samping Ayli Hoon. Dengan matanya yang tergenang air mata, Jung Soo mengusap kepala Ayli Hoon, ia berharap gadis yang ia cintai itu dapat segera membuka matanya.
"Ayli Hoon, aku mohon, buka matamu." Jung Soo berbicara dengan pelan, bahkan hampir menyerupai bisikan. Air matanya jatuh dan mengalir terus menerus.
"Kau tahu, aku sangat mencintaimu. Aku hancur melihat kau seperti ini. Aku rela menggantikan posisimu. Aku sudah mencari mu dan menunggu mu selama bertahun-tahun. Sekarang aku mohon, bertahanlah untuk ku." Jung Soo menahan isak tangis dengan menundukan kepala.
__ADS_1
Hyun Jae yang melihat Jung Soo menangis itu pun ikut tersentuh dengan apa yang Jung Soo katakan. Walaupun Jung Soo berkata setengah berbisik, namun karena ruangan itu sangat sunyi, maka apa yang dikatakan Jung Soo dapat terdengar cukup jelas.
"Ayli Hoon, buka mata mu, ku mohon." Jung Soo menahan tangisnya yang semakin menyayat hati. Dengan berhati-hati, Jung Soo mendekatkan mulutnya pada telinga Ayli Hoon dan berbisik pelan, " Saranghae ." (Saranghae/사랑해 \= Aku mencintaimu.)