
Satu bulan telah berlalu, semua berjalan dengan tenang tanpa ada masalah. Semua hari yang dilalui oleh Ayli Hoon dan Jung Soo sangat indah dan menyenangkan.
Atas permintaan Ayli Hoon, hubungan merekapun dirahasiakan dari publik. Hanya Hyun Jae, dan pihak agensi yang mengetahui hal itu. Jung Soo sendiri ingin memberi tahu hubungannya kepada semua orang terutama fansnya, tetapi ia juga mencemaskan keselamatan Ayli Hoon. Sampai pada saat ini ia hanya memberi tahu kedua orang tuanya.
Hari ini Young Hee dan ayahnya akan kembali ke Korea Selatan. Young Hee mengabari Ayli Hoon dan meminta untuk dijemput di bandara Internasional Incheon. Dengan penuh semangat, Ayli Hoon berangkat menjemput sahabatnya itu. Sudah dua bulan mereka tidak bertemu, tentu rasa rindu telah menggunung.
Ayli Hoon tiba di bandara pada tengah hari. Ia terus berjalan dan matanya terus mencari sosok sahabatnya. Lama mencari akhirnya ia melihat Young Hee dan Young Jin sedang berjalan ke arahnya. Setelah jarak mereka dekat, Young Hee berlari memeluk Ayli Hoon.
"Aku sangat merindukan mu," kata Young Hee yang masih memeluk Ayli Hoon.
"Aku juga." Ayli Hoon juga memeluk erat sahabatnya.
Young Jin mendekati kedua gadis itu lalu memeluk keduanya. "Kau pikir aku tidak merindukan mu? Kau sudah ku anggap sebagai anakku sendiri."
Mereka keluar dari bandara dan pulang ke rumah Young Jin. Selama perjalanan mereka saling bertukar cerita. Young Hee dan Young Jin bercerita tentang pengalaman selama berada di Tokyo, sedangkan Ayli Hoon bercerita seadanya. Ia belum bisa bercerita tentang semua kejadian yang terjadi selama dua bulan kebelakang dan juga tentang hubungannya dengan Jung Soo.
"Ayli Hoon, aku mendapat kabar dari Mi Cha bahwa kau pernah masuk rumah sakit. Apakah itu benar?" tanya Young Hee.
Ayli Hoon tidak langsung menjawab, ia memikirkan suatu hal.
"Kenapa kau diam saja?" desak Young Hee.
"Iya, itu benar," jawab Ayli Hoon singkat.
"Dan katanya itu akibat sasaeng fansnya Jung Soo, apa itu juga benar?" Young Hee terus menginterogasi.
__ADS_1
"Ya, tapi yang terpenting aku sudah baik-baik saja. Jung Soo, Hyun Jae dan pihak agensi ArtD tempat ku bekerja sudah menjaga ku dengan baik," jawab Ayli Hoon.
"Kau memang begitu, jika ada masalah sulit sekali menceritakannya. Lalu, sekarang kau masih bekerja di ArtD Entertainment?" tanya Young Hee lagi. Kali ini Ayli Hoon cukup menganggukan kepala.
Mereka terus berbincan-bincang dan akhirnya mereka sampai di rumah Young Jin. Karena hari sudah malam, Young Hee memaksa Ayli Hoon untuk tetap tinggal karena ia ingin ditemani oleh Ayli Hoon. Akhirnya Ayli Hoon beristirahat dan menginap di rumah Young Jin.
* * * *
Keesokan harinya, Ayli Hoon dan lainnya sarapan pagi dengan makanan yang dimasak oleh Young Jin. Setelah selesai makan, Ayli Hoon kembali ke kamar Young Hee. Ponselnya berdering ketika ia sedang sibuk menyapu kamar.
"Hallo Jung Soo."
Ayli Hoon fokus mendengarkan suara dari seberang telepon. Senyum manisnya mengembang dan pipinya memerah.
"Baiklah, aku akan menunggu di apartemen. Sekarang aku sedang berada di rumah paman Young Jin. Ok, sampai jumpa nanti malam."
* * * *
Mi Cha sedang membersihkan apartemen nya. Hari ini ia tidak pergi kuliah karena merasa malas. Tadi pagi Man Shik pergi tanpa memberitahu nya. Pintu nomor 005 diketuk dari luar. Mi Cha menghampiri pintu lalu membukanya. Ternyata ada Ayli Hoon dan Young Hee berdiri di depan pintu.
"Young Hee, kau sudah kembali." Mi Cha memeluk Young Hee.
"Ya, aku merindukan mu Mi Cha," kata Young Hee.
Mi Cha melepas pelukannya. Dengan berkacak pinggang sebelah tangan, Mi Cha menepuk bahu Young Hee. "Ah, aku tidak yakin kau merindukan ku. Pasti kau merindukan Man Shik oppa."
__ADS_1
"Ya, itu benar juga. Hmm di mana oppa? Aku tidak melihat dia," tanya Young Hee.
"Dia pergi pagi-pagi sekali. Aku tidak tahu dia kemana karena saat dia pergi aku masih tertidur," jawab Mi Cha. Ekspresi nya terlihat kesal dan frustasi.
"Sudahlah, yang terpenting dia baik-baik saja. Young Hee, aku akan masuk ke apartemenku," sela Ayli Hoon di tengah-tengah pembicaraan dua gadis di depannya.
"Baiklah, aku akan menemani Mi Cha sambil menunggu kepulangan Man Shik," kata Young Hee lalu masuk bersama Mi Cha.
* * * *
Hari sudah malam, waktu menunjukan Jam 8 malam. Seorang nenek yang tinggal di lantai dua mengetuk pintu apartemen Ayli Hoon. Tak lama kemudian, Ayli Hoon membuka pintu dan memberi salam pada nenek itu.
"Ayli Hoon, lampu di ruang tamuku rusak. Aku ingin mengganti lampu itu, tetapi aku tidak tahu harus meminta bantuan pada siapa. Suamiku dirawat di rumah sakit. Apakah kau bisa membantu ku?" Nenek itu meminta bantuan pada Ayli Hoon.
Tentu saja Ayli Hoon tidak bisa menolak. Man Shik belum pulang dan Mi Cha sama sekali tidak bisa mengganti lampu. Terakhir kali Mi Cha mencobanya, yang ada lampu yang baru itu dibanting oleh Mi Cha karena takut tersetrum listrik.
Selesai memasang lampu ruang tamu Nenek itu, Ayli Hoon permisi kembali ke apartemennya. Begitu keluar dari apartemen nomor 004, Ayli Hoon melihat seorang pria berjalan mengendap-ngendap menaiki tangga ke lantai tiga.
Pria itu memakai pakaian serba hitam. topi, kaca mata, kaus lengan pendek dan celana jeans semua berwarna hitam terkecuali sepatu yang masih memiliki sedikit warna putih. Pria itu sangat mencurigakan.
Ayli Hoon berjalan perlahan mengikuti pria itu secara diam-diam. Langkah kakinya terhenti ketika pria itu menghentikan langkah di depan pintu nomor 006. Sekarang Ayli Hoon yakin pria itu adalah pencuri. Dengan gerak yang hati-hati, Ayli Hoon membuka sandalnya, berjalan mendekat lalu dengan cepat ia memukul kepala pria itu dengan sandal yang ada di tangannya.
"Dasar pencuri! Berani-beraninya kau menyusup ke gedung apartemen kami!" teriak Ayli Hoon sambil terus memukul dengan keras.
Pria itu melindungi kepalanya dengan kedua tangan. Ia menunduk untuk menghindari sandal yang bisa menampar wajahnya kapan saja.
__ADS_1
"Aww-aww. Ampun ... i-i-ini aku!" Pria itu akhirnya berteriak untuk menghentikan Ayli Hoon.