
Hari mulai gelap, acara Cheo Jin sudah selesai. Semua tamu sudah meninggalkan acara, hanya pekerja pelaksana acara yang tersisa di tempat itu. Ayli Hoon sedang menyusun tasnya dan bersiap untuk pulang. Kang Chungi menghampiri Ayli Hoon yang duduk di bangku panjang di belakang aula pesta Cheo Jin.
"Ayli Hoon, terima kasih atas bantuanmu. Kau sedang demam dan flu akan tetapi kau masih mau masuk kerja. Dengan begitu aku akan memberikan uang tambahan dan uang berobatmu."
"Besok masuk lah kerja lebih awal. Besok ada 10 tempat yang memesan ketring. Untuk menjaga dirimu dari dinginnya musim ini, pakai jaket tebal berbulu dan jangan lupa pakai syal. Minum obat agar kau cepat sembuh."
"Ketika di hadapan para pelanggan jangan tunjukan bahwa kau sedang flu. Beri pelayanan yang terbaik dan beri mereka senyum, ok." Kang Chungi menjelaskan bagaikan itu adalah pesan terakhir dalam hidupnya.
"Baiklah Eonni, aku harus pulang sekarang, langit sudah mulai gelap. Sampai jumpa besok," kata Ayli Hoon sambil beranjak pergi.
* * * *
Ayli Hoon sudah keluar dari acara Cheo Jin, ia berjalan kaki cukup jauh. Langit sudah gelap sempurna, hanya lampu jalan yang menerangi. Ia berjalan terpincang-pincang di pinggir jalan yang cukup sepi. Hanya ada beberapa mobil yang lewat sesekali. Kedua tangan Ayli Hoon memeluk dirinya sendiri karna kedinginan. Perasaan takut juga mulai menyelimuti hatinya.
Betapa bodohnya dia, pasti dia adalah santapan yang paling lezat sekarang. Bagaimana tidak, di jalan ini tidak ada seorang pun yang jalan sendirian. Jangan kan seorang gadis, seorang pria pun tidak akan mau berjalan di sini sendirian. Ini semua gara-gara mobil inventaris gedung Nicefood buat ulah, mobil itu harus dirawat di bengkel dalam beberapa hari.
Cahaya lampu mobil menyoroti nya dari belakang. Sepertinya mobil itu jalan perlahan-lahan. Ayli Hoon berusaha berjalan lebih cepat, namun mobil itu semakin dekat dan melewati Ayli Hoon tapi kemudian menepi dan menghalangi jalan nya.
Ayli Hoon semakim ketakutan, detak jantungnya berdebar semakin cepat. Ia berusaha melihat kedalam mobil silver itu. Sangat disayangkan kacanya gelap sehingga ia tidak dapat melihat kedalam mobil.
Perlahan pintu mobil itu terbuka. Ayli Hoon melangkah mundur perlahan, otaknya sudah bersiap memberi perintah untuk lari ketika penjahat itu turun dari mobil.
"Ayli Hoon." Pria itu memanggil nama Ayli Hoon.
Begitu Ayli Hoon dapat melihat orang yang menyebut namanya tadi, hatinya sedikit lega, ternyata itu Jung Soo.
"Dari mana kau tahu aku bernama Ayli Hoon?" Ayli Hoon berjalan mundur dua langkah ketika Jung Soo berjalan mendekatinya.
"Tenang, aku bukan orang jahat, dan aku bukan ingin mengapa-apakan mu, tenang saja. Aku tahu namamu saat fansku tadi memanggil namamu," jawab Jung Soo.
__ADS_1
Raut wajah Ayli Hoon tidak terlihat lagi seperti orang yang ketakutan.
"Lalu dari mana kau tahu ini aku? Tadi kau mengendarai mobil dari belakang ku," tanya Ayli Hoon heran.
Jung Soo tersenyum kecil. "Bagaimana tidak, tadi aku melihat seorang gadis yang terpincang-pincang, sudah pasti itu kau. Lagi pula bajumu itu, bertulisan 'Nicefood'" jawab Jung Soo santai.
Ayli Hoon mulai bersin-bersin dan ia mulai menggigil. Jung Soo langsung mendekatkan dirinya kesamping tubuh Ayli Hoon, lalu merangkulnya dan menuntun agar Ayli Hoon berjalan mendekati mobilnya.
"Sepertinya kau tidak kuat kedinginan. Mari ku antar kau pulang," kata Jung Soo.
Ayli Hoon dengan cepat melepaskan rangkulannya. "Lepaskan tanganmu, kau mungkin terbiasa bergandengan bahkan memeluk wanita karena kau adalah artis, tapi aku tidak," kata Ayli Hoon sambil membuang muka.
Jung Soo menyapukan tangan ke rambut depannya sendiri sambil tersenyum.
"Baiklah, aku minta maaf karena sudah lancang, tapi bagaimana soal aku antar pulang, kau mau, kan?"
Mendengar kata diantar pulang Ayli Hoon langsung menolak.
"Oke, aku tahu kau adalah wanita baik-baik, dan tidak ingin satu mobil atau diantar pulang oleh sembarang pria. Tapi apakah kau mau pingsan ditengah jalan yang sepi seperti ini? Atau mau dihadang pria jahat?"
"Sudah jelas aku artis, banyak orang mengenalku, dan yang paling penting statusku bukan penjahat. Jadi apakah kau bisa mempercayaiku?" Jung Soo berkata panjang lebar untuk meyakinkan Ayli Hoon.
Ayli Hoon hanya menatap Jung Soo datar.
"Baiklah."
Kemudian Ayli Hoon masuk ke dalam mobil dan duduk di samping kursi pengemudi. Jung Soo membantu Ayli Hoon untuk memasangkan sabuk pengaman. Setelah selesai, mobil silver itu pun mulai melaju melintasi jalan yang sepi.
Di dalam mobil, Ayli Hoon tidak berbicara apa-apa, sehingga Jung Soo merasa tidak nyaman. Jung Soo berdeham pelan.
__ADS_1
"Ekm....namamu Ayli Hoon, kan? Nama yang bagus," puji Jung Soo.
Ayli Hoon menatap sekilas ke arah Jung Soo lalu kembali menatap jalan.
"Iya, namaku sebenarnya adalah Ahn Liyoung Hoon, tetapi nama panggilanku menjadi Ayli Hoon" jawabnya.
Jung Soo menganggukan kepalanya. Dengan senyum yang terukir manis di bibir Jung Soo, ia kembali berbicara.
"Namaku Heo Jung Soo, tapi aku lebih suka dipanggil Jung Soo saja," kata Jung Soo memperkenalkan diri.
"Aku tidak bertanya." Ayli Hoon berkata singkat untuk menanggapi.
Jung Soo melototi Ayli Hoon. "Kau ini, aku sudah bicara baik-baik, tapi kau berkata begitu. Apa kau mencari masalah dengan ku?" Jung Soo meninggikan suaranya.
"Tidak, aku hanya bercanda tadi," jawab Ayli Hoon singkat.
Jung Soo menarik nafas panjang lalu menghembuskan nya perlahan.
"Candaan sepertis apa tadi? diwajahnya tidak ada senyum ataupun tanda ia sedang bercanda," batin Jung Soo.
Ia mengelus dadanya beberapa kali agar emosinya tidak meninggi. Beberapa saat tidak bicara, akhirnya Jung Soo mengalah untuk memulai percakapan lagi.
"Kau bekerja di gedung ketring yang terkenal itu? Pasti sangat melelahkan," kata Jung Soo untuk basa-basi.
Ayli Hoon kembali menatap Jung Soo. "Ya begitulah, pekerjaan sudah pasti melelahkan. Kau juga pasti lelah dengan profesimu, kan?" jawab Ayli Hoon sambil balik bertanya.
"Iya, kau benar. Oh ya, kau tidak memanggil ku oppa? Biasanya orang-orang akan memanggil ku oppa walau mereka tidak tahu umurnya lebih tua dari ku," tanya Jung Soo tetap menatap jalan.
"Aku bukan fansmu, bukan orang yang dekat dengan mu, dan kita baru kenal. Jadi untuk apa memanggil mu oppa?" jawab Ayli Hoon.
__ADS_1
Jung Soo menggelengkan kepalanya sambil tersenyum. "Dasar gadis aneh," kata Jung Soo pelan.