
"Ayli Hoon, jangan pergi." Air mata Jung Soo menetes.
Pramugari dan para penumpang mengenali Jung Soo. Mereka semua terharu melihat Jung Soo menangis. Salah satu dari mereka langsung merekam momen Jung Soo yang sedang memeluk gadis itu.
"Aku tidak ingin kehilangan mu," kata Jung Soo lagi.
"Jung Soo ...." Suara pelan gadis itu terdengar sedang menahan tangis.
"Aku akan mati jika kehilangan mu untuk yang kedua kalinya," kata Jung Soo.
Dengan perlahan, tangan Ayli Hoon membalas pelukan Jung Soo. Hatinya terasa ditusuk oleh ribuan duri mendengar perkataan Jung Soo. Ayli Hoon tidak dapat menahan tangisnya, akhirnya ia menangis dalam pelukan Jung Soo.
"Bagaimana bisa kau ada di sini? Bagaimana dengan Seung Yun?" tanya Ayli Hoon setelah ia bisa berpikir.
"Jangan berbicara soal itu. Jika semua berjalan dengan lancar, tidak mungkin aku berada di sini." Jung Soo tidak melepas pelukannya. Ia memeluk erat Ayli Hoon seolah-olah jika ia melepas pelukan itu, maka Ayli Hoon akan pergi dari hidupnya.
Pramugari mengatakan bahwa pesawat akan segera take-off. Pramugari itu melarang Ayli Hoon untuk naik ke pesawat. "Jangan tinggalkan Jung Soo, Nona." Kemudian pintu pesawat tertutup.
__ADS_1
Jung Soo melepaskan pelukannya tapi ia tetap menggenggam erat tangan Ayli Hoon. "Kau tahu? Aku mengejar mu kemari dalam 20 menit. Dan sungguh, aku merasa kehilangan hidupku ketika paman Young Jin mengatakan kau akan pulang ke Indonesia." Jung Soo mengambil koper Ayli Hoon lalu membawa Ayli Hoon kembali ke bandara.
"Jung Soo, sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa kau malah mengejar ku?" Ayli Hoon masih merasa belum lega. Ia masih mengira bahwa Seung Yun mengandung anak Jung Soo.
"Nanti aku akan menceritakannya setelah aku mengantar kau ke apartemen," jawab Jung Soo.
"Aku akan menelepon orang tuaku dan juga Hyun Jae hyeong dan mengatakan bahwa aku berhasil mengejar mu." Kini barulah terlihat senyuman di wajah Jung Soo.
* * * *
Salju turun dengan sediki lebih tebal dibanding hari sebelumnya. Suhu di pagi itu memang sangat dingin, namun Ayli Hoon merasakan ke hangatan di dalam hatinya.
Ayli Hoon memandangi salju yang turun dari jendela kamar nya. Ia sangat bahagia, ternyata Jung Soo memang tidak pernah mengkhianati dirinya.
Suara dering telepon mengejutkan Ayli Hoon yang sedang duduk di depan jendela kamar. Ayli Hoon berjalan ke meja dan mengambil ponsel lalu menjawab panggilan.
"Hallo Mi Cha ... baiklah, di mana? ... ok, nanti aku akan ke sana."
__ADS_1
Setelah telepon ditutup, Ayli Hoon menarik nafas dalam. Ia berjalan ke kamar mandi untuk mencuci muka.
* * * *
Ayli Hoon duduk di ruang tamu yang megah. Di sebelahnya ada Mi Cha dan di seberang sofa duduk Seung Yun dan Chung Kwon. Wajah Seung Yun terlihat sangat pucat dan matanya sembab, sepertinya ia menagis semalaman. Sampai sekarang pun matanya masih tergenang air mata.
"Ayli Hoon, a-aku minta maaf. Aku telah melakukan banyak sekali kejahatan pada mu." Seung Yun berbicara sambil menunduk. Ia sama sekali tidak berani menatap Ayli Hoon.
"Aku, aku tidak tahu harus meminta maaf dengan cara apa. Kesalahanku ini tidak pantas untuk dimaafkan." Seung Yun mulai menangis lagi.
Ayli Hoon menarik nafas dalam lalu berbicara dengan lembut. "Aku memaafkan mu Seung Yun. Semua orang pasti pernah melakukan kesalahan dalam hidupnya. Jujur aku memang membutuhkan waktu untuk memaafkan mu. Tapi, hari ini aku sudah memaafkan mu dengan sepenuh hati," kata Ayli Hoon.
"Sekarang aku sadar, aku memang sangat jahat, dan sekarang aku sudah mendapat balasannya. Semua orang membenciku, tidak ada yang mau melihatku, dan sekarang aku tidak tahu harus bagaimana. Anak yang aku kandung akan lahir tanpa ayah. Ini memang pantas untuk ku. Ini hukuman yang tepat. Maafkan aku Ayli Hoon." Seung Yun terus menangis.
"Seung Yun, sudahlah. Aku sudah memaafkan mu. Jika kau terus menangis, tidak baik bagi bayi yang kau kandung." Ayli Hoon berusaha menenangkan.
"Walaupun aku tahu Jung Soo tidak akan pernah memaafkan ku, tapi tolong sampaikan permintaan maafku padanya. Aku tidak berani untuk mengatakan padanya secara langsung," kata Seung Yun.
__ADS_1
Ayli Hoon mengangguk. Mi Cha mengajak Ayli Hoon untuk makan siang bersama. Untuk menghargai dan membuat Seung Yun tidak terlalu merasa bersalah terus-menerus, akhirnya Ayli Hoon pun setuju.