
Keesokan harinya, Ayli Hoon berangkat ke gedung MJ tv untuk menemui Kim Park Lee. Tadi Park Shin sudah menghubungi Ayli Hoon dan mengatakan bahwa suratnya ia berikan pada Kim Park Lee karena dirinya sedang sibuk. Ia juga memberitahu bahwa Kim Park Lee pergi ke gedung NSK tv untuk bertemu dengan Koroshi, produser salah satu acara tv di NSK tv.
Tepat pada tengah hari, Ayli Hoon tiba di depan gedung NSK tv. Ayli Hoon turun dari taksi. Ia berjalan memasuki halaman gedung. Ia menggunakan jaket tebal, syal abu-abu kesayangannya, topi dan sepatu hangat. Ia melihat ke sekitar halaman, tidak ada yang berubah di halaman gedung itu.
Ayli Hoon terus berjalan. Langkahnya terhenti ketika melihat mobil silver yang terparkir di halaman itu. Mobil itu tentu tidak asing bagi Ayli Hoon. Mobil yang sering mengantar jemput dirinya ke ArtD Entertainment, mobil yang selalu mengantarnya ketika Jung Soo mengajaknya jalan-jalan.
Ketika sedang melamun, tiba-tiba seseorang menabraknya hingga ia terjatuh. Ayli Hoon mengaduh kesakitan karena tangannya tergores.
"Maaf, bisa saya bantu berdiri?"
Suara itu, suara yang tidak asing lagi bagi Ayli Hoon. Ia mendongak ke atas dan mendapati Jung Soo tengah mengulurkan tangan padanya. Mata Jung Soo terbelalak ketika melihat gadis yang ia tabrak adalah Ayli Hoon, gadis yang ia cintai sampai detik ini.
"Tidak apa-apa, aku bisa berdiri sendiri."
Sungguh hati Ayli Hoon kembali tersayat, luka di hatinya semakin dalam. Kejadian ini mirip sekali dengan kejadian satu tahun yang lalu.
__ADS_1
Tepat pada hari yang sama, jam yang sama, dan di tempat yang sama, ia dipertemukan dengan Jung Soo, pria yang dicintainya. Tapi semua sudah jauh berbeda, kini pertemuannya sangat menyakitkan, dan jika ia boleh memilih, ia tidak ingin bertemu Jung Soo di tempat ini. Tempat ini mengingatkan hari pertama ia bertemu dengan pria yang ia cintai.
Kim Park Lee dan Hyun Jae berjalan menghampiri mereka berdua. "Maaf Ayli Hoon, aku tidak menghubungi mu. Ini suratnya," kata Kim Park Lee yang baru saja tiba.
"Tidak apa-apa Pak, terima kasih." Ayli Hoon memaksakan sebuah senyuman di saat hatinya menangis.
"Ayli Hoon, ku harap kau bisa menemukan keberhasilan mu setelah mengundurkan diri dari ArtD," kata Hyun Jae sambil tersenyum. Ia tahu gadis di hadapan mereka itu sedang menahan luka, namun gadis yang tegar itu tidak ingin menunjukkan keperihan hatinya.
"Terima kasih, maaf aku tidak bisa berlama-lama, permisi," kata Ayli Hoon langsung berbalik badan.
"Maafkan aku Ayli Hoon," kata Jung Soo pelan sambil menatap pada Ayli Hoon yang berjalan menjauh.
* * * *
Ayli Hoon membantingkan diri ke kasurnya. Ia menangis tersedu-sedu. Tak bisa ia menahan semua perasaannya. Kini ia merasa ingin kembali ke Indonesia, ia butuh pelukan ibunya.
__ADS_1
Beberapa saat kemudian, ponselnya berdering. Ternyata yang ia rindukan sedang menghubungi nya.
"Hallo Bu."
"Hallo Ayli, maaf ibu baru menelepon mu lagi. Ibu ingin memberitahu bahwa pernikahan kakakmu diundur sampai bulan Mei nanti. Perusahaan Farhan sedang ada masalah, jadi terpaksa harus diundur dulu pernikahannya," kata Widya.
"Kalau begitu aku akan mengundurkan kepulangan ku ke Indonesia. Aku ingin menunggu Mi Cha pulang ke Korea dulu, Bu," kata Ayli Hoon lagi.
"Terserah pada mu, Nak. Oh ya Ayli sayang, paman Young Jin sudah menceritakan tentang mu, semuanya, dari awal hingga akhir. Ibu tahu Jung Soo artis Korea itu sangat tampan dan baik. Tapi Ayli, kau harus bisa melupakannya, apalagi ia akan segera menjadi seorang suami."
"Kau tidak boleh menjadi orang ketiga di kehidupan rumah tangga orang, Nak. Carilah pria biasa saja, berpacaran dengan artis itu rumit sayang. Mungkin menurut pandangan pencinta K-POP, berpacaran dengan idola mereka adalah hal yang sangat menyenangkan, karena mereka pikir kisah cintanya akan sama seperti di drama korea. Tapi pada kenyataannya rumit. Ya kalau kamu mau, carilah orang Indonesia saja sayang," kata Widya terus berbicara.
Ayli Hoon tersenyum. Ibunya memang sangat cerewet. Ia juga paham ibunya pasti menginginkan apapun yang terbaik untuk anak-anaknya. Mungkin seisi dunia akan ia berikan hanya untuk melihat anaknya bahagia.
"Iya-iya Bu, aku tahu. Baiklah nanti kalau Ibu merindukan aku, telepon saja ya Bu. Sampaikan salamku pada ayah dan eonni," kata Ayli Hoon.
__ADS_1