Lamar Aku Di Namsan Seoul Tower

Lamar Aku Di Namsan Seoul Tower
Episode 50


__ADS_3

Tamparan keras menghantam pipi kiri Jung Soo hingga membuat kulitnya yang putih menjadi semu merah. Jung Soo tidak membalas tamparan itu ia hanya menunduk setelahnya.


"Bodoh sekali dirimu ini! Aku tidak menyangka kau melakukan hal serendah itu!" Hyun Jae meluapkan amarahnya yang sedari tadi ia tahan.


Kini mereka sudah berada di rumah Hyun Jae. Jung Soo dan Hyun Jae berada di ruang tamu, sedangkan Kim Joon dan Seung Yun berada di ruang tengah. Kim Joon sengaja membawa Seung Yun ke ruang tengah untuk menenangkan nya.


Hyun Jae menjatuhkan diri ke sofa dengan kasar, sedangkan Jung Soo masih berdiri. "Apa yang membuatmu melakukan hal itu?"


Jung Soo masih tidak menjawab, ia berdiri dengan mata yang merah. Ia sendiri merasa bingung dan merasa bersalah.


"Jika media tahu hal ini, kariermu akan hancur sampai ke akarnya." Hyun Jae berkata dengan putus asa. Ia sungguh frustasi memikirkan karir Jung Soo.


"Kau mengatakan bahwa kau sangat mencintai Ayli Hoon, tapi mengapa kau melakukan ini? Kau tahu, pasti dia sangat terpukul, kecewa, dan rasa percayanya pada mu sudah hancur."


"Cukup Hyeong, tolong jangan katakan itu lagi." Jung Soo angkat bicara. Ia bertekuk lutut di lantai.


Kini bendungan air matanya runtuh. Ia sama sekali tidak memikirkan karier ataupun reputasinya. Yang ia pikirkan hanya bagaimana perasaan Ayli Hoon? Bagaimana hancur perasaan gadis itu?


"Silahkan tampar aku, pukul aku, bila perlu bunuh saja aku. Aku merasa sudah melakukan hal terkeji. Aku sudah menyakiti perasaan wanita yang aku cintai." Jung Soo tetap menunduk.


"Hyeong, aku bersumpah, aku tidak tahu apa yang terjadi dan apa yang sudah ku lakukan. Aku tidak tahu kalau pesanan yang ku minum adalah alkohol sehingga aku mabuk dan aku pun tertidur."


"Setelah bangun, aku sudah ada di kamar itu dan Seung Yun juga terbaring di samping ku. Aku benar-benar tidak tahu, dari mana dan kapan aku bertemu Seung Yun dan mengapa dia bisa tidur bersama ku." Jung Soo berusaha menjelaskan apa yang terjadi. Ia berharap Hyun Jae dapat mempercayai nya.

__ADS_1


Mendengar penjelasan Jung Soo, Hyun Jae terdiam sejenak. Ia berdiri dan menarik tangan Jung Soo untuk berdiri.


"Sekarang duduklah." Hyun Jae memerintah agar Jung Soo duduk di sofa.


"Agar lebih jelas, kita tunggu Seung Yun tenang, dan kita akan menanyakan ini pada nya," kata Hyun Jae.


Kim Joon membawa Seung Yun ke ruang tamu untuk bertemu dengan Jung Soo dan Hyun Jae. Mereka semua duduk di sofa.


"Jung Soo telah menceritakan apa yang terjadi padanya. Sekarang giliran mu menceritakan apa yang terjadi pada mu," perintah Hyun Jae dengan tenang dan tegas.


"Aku tidak ikut kalian pergi ke kafe. Aku berniat pergi ke kamarku, tapi ketika aku melewati restoran hotel, aku melihat Jung Soo sedang mabuk. Aku ingin membawanya naik keatas karena takut ada yang melihat dia dalam kondisi mabuk dan.."


"Aku tidak bertemu dengan mu dan tidak melihat mu," sela Jung Soo.


"Bagaimana kau ingat sedangkan kau sedang mabuk saat itu!" Seung Yun berbicara dengan geram.


Ia kembali melanjutkan ceritanya. "Dia memberi ku sebotol bir, dia bilang dia sedang sedih jadi dia ingin aku menemaninya minum. Entah mengapa aku menurut saja dan meminum bir itu. Pada akhirnya aku mabuk berat dan tidak sadar lagi."


Hyun Jae duduk diam, matanya jauh menerawang. Ia tidak tahu harus berbuat apa. Dilain sisi ia tidak mempercayai apa yang telah terjadi, tapi disisi lain itu lah kenyataan nya. Hyun Jae meminta Kim Joon mengantar Seung Yun pulang, ia juga memerintahkan Jung Soo untuk pulang. Hyun Jae memutuskan untuk membahas hal ini setelah mereka bisa berpikir dengan jernih.


* * * *


Langkah kaki memecah keheningan di sebuah jalan yang gelap. Tidak ada seorang pun yang berjalan disana kecuali Ayli Hoon yang menangis sambil berjalan tidak tentu arah. Perasaannya sangat hancur. Sungguh ia tidak menyangka bahwa Jung Soo akan tega melakukan hal itu.

__ADS_1


Jung Soo mengatakan bahwa Ia hanya mencintai nya, cinta pertama dan terakhir nya. Tapi apa-apaan ini? Jung Soo mengkhianati nya dengan begitu menyakitkan. Air mata yang terus jatuh kepipi tidak dapat Ayli Hoon tahan. Baru kali ini ia merasakan sakit dan kecewa yang begitu dalam. Mengapa ia bisa semudah itu mencintai Jung Soo, tanpa mengenal pria itu lebih dalam.


"Kata-katamu hanyalah palsu, semuanya bohong!" Ayli Hoon berteriak di jalan yang sepi itu. Ia meluapkan kesedihan nya dengan berteriak.


"Kau tidaklah mencintai ku. Aku membenci mu Jung Soo!"


"Aku mencintaimu Ayli Hoon."


Suara Jung Soo terdengar dari belakang. Ayli Hoon menoleh kebelakang. Dari kegelapan itu muncul sosok Jung Soo dengan wajah yang sangat sedih.


"Aku mencintaimu, sangat mencintai mu." Kini Jung Soo sudah berdiri tepat di hadapan Ayli Hoon.


"Aku tidak bermaksud untuk mengkhianati mu, sama sekali tidak. Aku sendiri tidak tahu apa yang terjadi. Tolong maafkan aku, tolong percayalah," kata Jung Soo lalu bertekuk lutut di hadapan Ayli Hoon.


Jung Soo menangis, hatinya ikut hancur merasakan apa yang dirasakan oleh Ayli Hoon.


Ayli Hoon berhenti menangis, ia mengusap air matanya lalu berkata, "Kau pikir akan ada yang mempercayai mu? Setelah bukti nyata yang aku lihat sendiri? Tidak Jung Soo, aku tidak bisa percaya."


Ayli Hoon berbalik dan pergi tanpa menghiraukan Jung Soo yang masih bertekuk lutut.


"Ayli Hoon!!" Jung Soo memanggil nama Ayli Hoon. Mengetahui Ayli Hoon kecewa dan sekarang tidak mempercayai nya, Jung Soo semakin hancur, ia putus asa.


"Aaa!! Kenapa ini terjadi!!"

__ADS_1


__ADS_2