Lamar Aku Di Namsan Seoul Tower

Lamar Aku Di Namsan Seoul Tower
Episode 22


__ADS_3

Di Seoky apartment, Man Shik sedang melamun di bangku taman. Mi Cha yang baru pulang kuliah berjalan menghampiri kakaknya. Man Shik sama sekali tidak menyadari bahwa adiknya sudah duduk disampingnya. Man Shik memandangi gedung Seoky Apartment. Entah apa yang ia pikirkan, Mi Cha tidak dapat menebaknya karena ekspresi nya kosong.


"Oppa, jangan melamun." Mi Cha berkata lembut sambil mencubit pipi kakaknya.


"Aku tidak melamun," jawab Man Shik singkat.


"Lalu ini apa? Kau menatap kosong gedung Seoky."


"Tadi aku melihat berita di televisi, berita itu tentang Jung Soo penyanyi solo itu," jawab Man Shik.


Mi Cha langsung duduk di samping kakaknya untuk mendapatkan informasi. Dengan semangat ia bertanya. "Jung Soo Oppa? Aku tidak melihat beritanya karena aku sedang belajar tadi."


"Dia dikepung wartawan, terperangkap di dalam mobil selama setengah jam. Dan yang mengejutkan semua orang, begitu dia keluar dari mobil ternyata ada seorang wanita."


"Aaa!!" Mi Cha menjerit keras karena terkejut.


Man Shik memukul pelan tangan Mi Cha. "Terkejut sih boleh, tapi dengan berteriak seperti itu, aku jadi yang lebih terkejut."


"Maaf, lanjutkan. Hmmm, tapi kenapa kau jadi memikirkan masalah Jung Soo? Bukan kah kau bukan Fans Kpop?" tanya Mi Cha.


"Iya benar, tapi aku khawatir pada Ay ...." Man Shik menghentikan perkataanya. Ia berpikir jika Mi Cha tahu wanita itu adalah Ayli Hoon, bisa saja adiknya itu keceplosan di depan teman-teman kampusnya dan identitas Ayli Hoon akan diketahui semua orang.


"Kenapa berhenti? Lanjutkan Oppa," pinta Mi Cha.


"Tidak apa-apa, ya aku hanya khawatir popularitas Jung Soo menurun. Aku rasa aku mulai menjadi fansnya Jung Soo,hahaha." Man Shik tertawa hambar di akhir perkataannya.


"Aku akan senang sekali jika Oppa jadi penggemar Jung Soo. Nanti aku akan memasukan Oppa ke dalam komunitas JungS Lovers se-kota Seoul," kata Mi Cha dengan semangat.

__ADS_1


"Ah... Apakah harus berlebihan seperti itu," kata Man Shik lebih pada dirinya sendiri.


* * * *


Hyun Jae duduk di kursi kerjanya, memegangi keningnya dengan tangan yang bertumpu pada meja. Jung Soo yang duduk berhadapan dengan Hyun Jae menengadah memandang langit- langit ruangan Hyun Jae.


"Keputusanku sudah bulat. Aku tidak mau terlibat masalah ini terus-menerus. Jadi, tolong katakan apa adanya pada wartawan itu." Ayli Hoon memohon.


Kedua pria itu tidak ada yang berbicara. Mereka bingung harus melakukan apa. Mereka ingin membujuk Ayli Hoon untuk menyepakati yang telah dikatakan oleh Lee Jang Ho, tapi mereka tidak punya waktu. Besok pagi Jung Soo dan pihak agensi harus menjawab semua pertanyaan media. Lama dalam keheningan, akhirnya Hyun Jae angkat bicara.


"Ayli Hoon, tolong pikirkan lagi. Jika kita mengatakan kau bukan siapa-siapa Jung Soo, mereka akan sulit percaya. Foto itu membuktikan betapa dekatnya hubungan kalian berdua. Selama ini Jung Soo tidak pernah tertangkap mengantar siapa pun kecuali mengantar ku pulang. Mereka akan membuat berita yang tidak menyenangkan nantinya."


Hyun Jae mencoba agar Ayli Hoon berempati pada karir Jung Soo. Tapi, Ayli Hoon sama terus bergeming, ia tetap pada pendiriannya. Jung Soo mengangkat tangan pasrah, berdiri lalu berjalan keluar ruangan.


"Jung Soo." Ayli Hoon memanggil Jung Soo.


"Jung Soo, apakah kau marah? Maafkan aku karena tidak dapat membantu mu." Ayli Hoon berkata dengan kepala tertunduk.


Dengan lembut Jung Soo mengangkat wajah Ayli Hoon menggunakan jarinya. Ia tersenyum tulus, matanya memandang langsung kedalam mata gadis cantik itu.


Karena tatapan dalam itu, Ayli Hoon merasa tatapan itu tembus sampai kedalam hatinya. Tiba-tiba jantung Ayli Hoon berdetak kencang dan sepertinya sebentar lagi akan copot. Dengan jarinya yang masih berada pada dagu Ayli Hoon, Jung Soo berkata lembut.


"Kau tidak perlu meminta maaf, aku yang salah. Aku yang selalu mendekati mu, selalu menemui mu hingga pada akhirnya kau ikut terjebak dalam duniaku. Aku tidak tahu bahwa kau tidak siap untuk terkait masalah ini. Maafkan aku, mulai sekarang aku tidak akan menggangu mu lagi, aku ingin kau hidup tenang."


Jung Soo berbalik badan dan meneruskan langkah nya. Ia meninggalkan Ayli Hoon yang masih termangu tak bergerak. Entah mengapa kata-kata Jung Soo itu membuat Ayli Hoon terpukul.


Tak sadar sebutir air mata menetes ke pipinya. Apakah ia salah mengambil keputusan? Apakah sekarang Jung Soo kecewa pada nya dan tidak ingin menemuinya lagi walau sebatas teman? Ia melihat Jung Soo yang semakin menjauh darinya sampai pada akhirnya Jung Soo masuk kedalam lift dan menghilang dari pandangan Ayli Hoon.

__ADS_1


"Aku tidak ingin kau menjauh," gumam Ayli Hoon.


* * * *


Seminggu telah berlalu, masalah dengan publik dan wartawan sudah terselesaikan. Jung Soo mengatakan bahwa hubungannya dengan wanita yang ada di dalam foto itu hanya sekedar teman dekat, dan waktu itu Jung Soo ingin mengantar wanita itu pulang karena hari sudah malam.


Walau sebagian tidak bisa percaya begitu saja, tapi mereka sudah berhenti mengejar Jung Soo. Sebagian dari fansnya berharap jika nantinya wanita itu bisa menjadi kekasih Jung Soo dan menggantikan Seung Yun yang telah mengkhianati Jung Soo. Sebagian lagi berharap jika wanita itu benar-benar hanya sekedar teman.


Ayli Hoon bisa kembali kerja seperti biasanya, setelah sebelumnya agensi memintanya tetap di rumah sampai keadaan kembali normal. Ayli Hoon sendiri tidak yakin jika hari-harinya akan berjalan seperti biasanya. Setiap kali mengingat ArtD tempat ia bekerja, maka perkataan terakhir Jung Soo siang itu akan melintasi pikiran nya.


Ayli Hoon berjalan mendekati ruang makeup di lantai delapan, tapi langkahnya terhenti ketika Seung Yun memanggil namanya dari belakang. Sebenarnya Ayli Hoon sangat tidak ingin berurusan dengan artis yang satu itu, akan tetapi apa boleh buat, pastinya ia akan berurusan dengannya karena mereka bekerja di gedung kantor yang sama.


"Bagus kau telah berpikir pintar, terima kasih telah mengikuti perkataanku." Seung Yun terlihat sangat gembira.


"Apa salahku padamu? Kenapa kau selalu mengusik ketenanganku?" Kali ini Ayli Hoon tidak terlalu ramah pada gadis di depannya.


"Owh.. kelihatannya kau lebih berani dari sebelumnya. Gadis pintar, jangan marah ya, kau tidak cocok memasang wajah sok tegas seperti itu." Seung Yun tersenyum menghina.


"Aku tidak habis pikir, kenapa ada wanita seperti dirimu? Cantik tapi licik, cerdik tapi tidak baik, dan perkataanmu yang keluar dari bibirmu yang imut itu sangan busuk," kata Ayli Hoon dengan kesal. Ia sama sekali tidak peduli jika wanita di depan nya itu sakit hati. Ia sudah sangan muak berhadapan dengan Seung Yun.


Seung Yun mengepalkan tangannya. "Beraninya kau berkata seperti itu, lihat saja, kau akan menyesalinya."


Pintu ruang makeup dibuka oleh Chung Ara. Ia melihat Seung Yun yang sedang mencari masalah. Dengan segera ia mengalihkan perhatian.


"Ayli Hoon, cepat masuk. Kita harus bekerja dengan cepat. Eonni, maaf dia harus bekerja."


Ayli Hoon masuk bersama Chung Ara. Seung Yun terlihat masih kesal, kemudian berjalan meninggalkan lantai delapan.

__ADS_1


__ADS_2