Lamar Aku Di Namsan Seoul Tower

Lamar Aku Di Namsan Seoul Tower
Episode 34


__ADS_3

Keesokan harinya, di ruang latihan nomor dua, pintu tertutup rapat. Di dalam ruangan itu Kim Joon dan beberapa penari latar sedang berlatih. Kim Joon berusaha keras bergerak lincah dan meliuk-liukan badannya untuk mengikuti gerakan dancer dan berusaha agar suaranya tetap stabil walau sedang menari.


Gyeong Hi masuk ke dalam ruang latihan. Ia menyapa koreografer yang sedang duduk mengamati gerakan dance Kim Joon dan penari latar.


Beberapa menit kemudian Kim Joon mengakhiri nyanyiannya. Musik dan penari berhenti, dan Kim Joon mengatur nafasnya. Gyeong Hi melihat jam tangan, lalu mengatakan pada koreografer bahwa jam latihan Kim Joon telah berakhir. Kim Joon harus beristirahat, membersihkan diri lalu melanjutkan jadwal berikutnya.


Kim Joon keluar dari ruang latihan bersama Gyeong Hi. Ia masih mengenakan kaus lengan pendek warna hitam dan celana pendek serta tas ransel yang ia bawa dari ruang latihan. Kim Joon memegang sapu tangan di tangannya. Sapu tangan itu ia gunakan untuk mengelap keringat di wajah dan lehernya.


"Hyeong, aku akan mandi terlebih dahulu, setelah itu aku akan ke ruangamu," kata Kim Joon pada managernya.


Kim Joon membuka tas ransel, mengambil handuk, kemeja putih, celana hitam panjang, dan pakaian dalamnya. Ia menitipkan tasnya pada Gyeong Hi. "Hyeong, tolong bawakan tasku ya."


"Jasmu bagaimana?" tanya Gyeong Hi sambil menunjuk jas hitam.


"Aku akan memakai nya nanti," jawab Kim Joon.


"Oh ya, aku lupa. Kamar mandi di sebelah ruang latihan sedang diperbaiki, mandilah di lantai delapan," kata Gyeong Hi.


"Baiklah, aku akan ke sana."


Di lantai delapan, Kim Joon berjalan menghampiri pintu kamar mandi. Ketika akan membuka pintu, kemeja putihnya jatuh ke lantai. Sambil menggerutu Kim Joon mengambil kemeja yang terjatuh itu.


"Kim Joon, apa yang kau lakukan di sini?"

__ADS_1


Suara seorang wanita menyapa nya dengan lembut. Kim Joon yang sedang berjongkok menengadah agar bisa melihat siapa yang memanggil namanya. Ternyata wanita itu tidak lain adalah Ayli Hoon. Jantung Kim Joon berdebar, rasa rindu dan rasa sakit bercampur di hatinya. Setelah ia berdiri tegak, barulah ia menyapa Ayli Hoon.


"Kau sudah mulai bekerja?" tanya Kim Joon berusaha bersikap biasa.


"Ya, aku sudah mulai bekerja hari ini. Aku cukup kewalahan mempelajari konsep yang tertinggal selama seminggu. Konsep busana Yeppo girls cukup rumit," jawab Ayli Hoon.


"Owh, syuting MV Yeppo girls belum selesai?" tanya Kim Joon basa-basi, sebenarnya ia tidak peduli dengan MV Yeppo girls.


"Belum, mereka memilih lima konsep dalam satu MV. Aku dan Chung Ara yang menangi style dan makeup mereka," jawab Ayli Hoon.


Kim Joon tidak berkata apa-apa lagi. Sebenarnya ia ingin berbicara banyak dengan gadis di hadapannya itu, tapi ia takut rasa sakitnya akan bertambah. Ia ingin menghilangkan perasaan terhadap Ayli Hoon, walau ia tahu bahwa itu akan sangat sulit.


"Oh ya, kembali ke pertanyaan pertamaku tadi, apa yang kau lakukan di sini?" tanya Ayli Hoon.


"Owh, aku ingin mencuci gaun ini. Min Sun, member Yeppo girs tidak sengaja mengelapkan lipstik pada gaun ini," jawab Ayli Hoon.


"Jika kau ingin mandi, aku akan mencuci gaun ini nanti saja. Aku akan kembali ke ruang busana," lanjut Ayli Hoon.


Ayli Hoon berjalan kembali ke ruang kerjanya, sementara Kim Joon masuk ke kamar mandi lalu mengunci pintu nya.


* * * *


Seung Yun sedang menyantap hidangan makan siang bersama manager girlgrup Dazzle-G dan CEO Kim Park Lee di restoran ArtD Entertainment. Kim Park Lee sengaja mengajak Seung Yun dan manager Dazzle-G makan siang karena ada hal penting yang harus dibicarakan.

__ADS_1


"Ini adalah keputusan agensi, kau harus terima." Kim Park Lee berkata tegas.


"Tapi bagaimana bisa aku berkarier solo dan keluar dari girlgrupku?" Seung Yun keras kepala. "Hanya karena stylish itu, kalian memperlakukan ku seperti ini?" lanjut Seung Yun.


Kim Park Lee berubah kesal. Ia sangat geram dengan gadis satu ini. Seung Yun lah satu-satunya Artis ArtD yang tidak memiliki sopan santun pada atasan dan ia selalu sombong. Untuk menenangkan diri, Kim Park Lee meneguk segelas air, lalu mulai bicara lagi.


"Apakah kau tidak sadar? Kelakuanmu itu sudah menggoyahkan nama ArtD Entertainment di mata publik. Mereka berpikir bahwa agensi tidak memikirkan kenyamanan karyawannya, membahayakan artisnya dengan membiarkan sasaeng fans menjadi seorang trainee." Kim Park Lee berusaha untuk tidak marah-marah di depan umum.


"Ini yang kedua kalinya kau merusak reputasi ArtD. Jika sekali lagi kau membuat masalah, maka kami terpaksa mengeluarkan mu dari ArtD. Keputusan ArtD sudah bulat, kami sudah menyiapkan pihak promotor yang bagus untuk mu."


"Minggu depan kau akan berangkat ke Beijing dan promosi di sana. Agar promosimu lancar, kami juga sudah menyiapkan manager baru untuk mu, dia dari China." Kim Park Lee berkata dengan tegas.


"Kenapa harus di Beijing? aku ini Idol K-Pop, bukan Idol China." Seung Yun tidak menerima keputusan ArtD.


"Kau memiliki popularitas yang cukup bagus di China. Sedangkan di Korea, popularitasmu sudah tidak begitu dipedulikan lagi akibat kasus yang dulu. Jadi pertama-tama kau harus promosi di China, Jepang, dan terakhir di Korea. Jika kau menganggap ini tidak adil, sialahkan cari gensi lain." Kali ini Kim Park Lee sudah sangat kesal.


Kim Park Lee meninggalkan meja mereka begitu saja. Ia merasa akan naik darah jika terus berbicara dengan Seung Yun itu.


Manager Dazzle-G tidak bisa berkata apa-apa. Yang dikatakan oleh CEO ArtD Entertainment itu memang benar, Seung Yun sudah banyak membuat kekacauan. Jika Seung Yun menjadi member Dazzle-G, maka karier member lain pun akan terkena imbas juga.


Seung Yun menyimpan rasa kesal pada Kim Park Lee. Tapi apa boleh buat, pria itu adalah pimpinannya saat ini. Ia tidak mungkin pindah agensi hanya karna CEO satu itu. Tidak mudah untuk berpindah agensi, bisa jadi ia harus merintis karier dari awal.


"Semua ini karena gadis itu. Dia sudah mengacaukan segala rencanaku. Lihat saja, permainan baru dimulai. Aku tidak akan membiarkan dia hidup tenang."

__ADS_1


Seung Yun menghabiskan makanannya lalu pamit pada manager grupnya itu.


__ADS_2