
PART 10. BERTEMU SOSOK MISTERIUS
Disebuah ruangan yang dipenuhi cahaya berwarna warni, terlihat seorang terbaring dalam keadaan lemah berusaha membuka matanya.
Perlahan Qin Tian membuka matanya terlihat kilauan cahaya berwarna warni yang indah.
Untuk mewaspadai keadaan dengan bersusah payah Qin Tian memaksa tubuhnya yang sakit terasa seperti dicincang cincang itu mencari sumber cahaya itu, hinga ia melihat cahaya itu berasal dari kristal pelangi yang memancarkan cahaya di dalam gua yang sebenarnya gelap.
“Te… tempat apa ini?” gumamnya
“Apakah aku sudah mati?” ucap sosok Qin tian yang berusaha bangkit berdiri.
Dia mengingat rentetan peristiwa yang terjadi padanya lalu mengingat dirinya yang pingsan menghantam batu di gua yang ia masuki.
“Ternyata aku masih hidup” ucapnya bersyukur setelah mengingat dirinya yang sebelumnya melawan singa rambut emas.
“Tingkat raja benar benar menakutkan” gumam Qin tian
Hanya terkena hembusan angin dari serangannya saja sudah membuat Qin tian hampir mati begitu saja.
“Ini aneh, kenapa singa itu tidak membunuh ku” batin Qin tian.
Belum sempat Qin tian berpikir waktu tiba tiba berhenti, udara menjadi dingin dan mencekam disertai munculnya kabut putih yang sangat dingin menyelimuti tempat itu.
“Swuss…” Kabut putih yang menyelimuti tempat itu berkumpul lalu membentuk sesosok tua dengan janggutnya yang agung, semua tubuhnya berwarna putih seperti kabut melayang seperti roh di kehampaan.
Sosok itu terus mendekati Qin tian.
“Anak kecil… kau sudah mengganggu istirahatku, maka kau harus menanggung akibatnya! ha ha ha…” suara bergema di dalam gua tersebut.
Tawa dingin sosok itu membuat Qin tian merasa hidupnya sudah berada di ujung jarinya.
Baru saja merasa bersyukur karena selamat dari singa itu, Qin tian kini kembali menghadapi masalah yang sulit.
“Apakah ini wujud sebenarnya dari singa itu?” pikir Qin tian
Merasakan aura kehadiran yang sangat mengerikan, lutut Qin tian tiba tiba seperti kehilangan tulang yang menyangganya setiap inci tubuhnya bergetar, keringat dingin mulai membasahi sekujur tubuhnya.
Qin tian yang berpikir jika sosok itu adalah wujud asli dari singa rambut emas itu mengumpulkan keberaniannya lalu lari dengan sekencang kencangnya meninggalkan sosok itu berusaha keluar dari gua.
Saat Qin tian merasa hampir tiba di mulut gua kabut putih yang datang semenjak kedatangan sosok itu seketika memudar menampakkan kawasan hutan yang luas dengan pohon pohon raksasa yang menjulang tinggi dengan pancaran aura spiritual yang sangat kentara, yang melukiskan betapa besarnya keagungan tempat itu.
Gua yang Qin tian masuki itu kini berubah menjadi kawasan yang luas, itu membuat Qin tian tidak tau harus berlari kemana.
__ADS_1
Qin tian berlari ke sembanrang arah.
Qin tian menghentikan langkahnya saat tiba di tebing yang dibawahnya mengalir air berwarna putih dengan aura yang sangat dingin.
Di belakang Qin tian tiba tiba muncul sosok putih transparan sosok itu mengambang seperti roh, membuat Qin tian berada dalam pilihan yang sulit.
“Ah sial! Andai saja aku berada di tingkat grand master, aku pasti bisa terbang melewati sungai ini” gumam Qin tian memaki dirinya sendiri.
“Tidak ada pilihan lain” ucap Qin tian lalu melompati tebing yang dibatasi sungai selebar lima belas meter.
Belum sampai ke tebing seberang, Qin tian yang hanya bisa melompat sejauh lima meter itu terjatuh kesungai putih yang dingin.
“Swuss…” Tubuh Qin tian yang terjatuh di sambut sosok putih sebelum mengenai sungai putih itu.
“Anak kecil kau sungguh berani… ha ha ha ” ucap sosok itu tertawa namun tidak menurunkan dominasinya.
Qin tian yang tidak berani berbuat apa apa hanya diam dalam gendongan sosok itu.
“Anak kecil kau sangat berani, tapi sayang kau sangatlah lemah” ucap sosok itu lalu meletakkan Qin tian.
Qin tian yang merasakan aura penindasan yang sangat mengerikan tidak bisa berbuat apa apa, lututnya kembali bergetar.
Qin tian tiba tiba ingat apa yang dikatakan ayahnya saat melatihnya di hutan bambu emas
“Aku yakin, pasi ada yang diingin kan sosok itu dariku, sehingga dia tidak membiarkan Aku mati” pikir Qin tian
Qin tian membuat segel tangan
“Anak kecil apa yang kau lakukan!” teriak sosok itu panik
“Tetua, aku yakin ada sesuatu yang kau inginkan dariku, entah apapun itu, aku tidak akan memberikannya dengan percuma untukmu, lebih baik aku mati” ucap Qin tian mengancam akan meledakkan dirinya.
“Selama aku hidup di dunia ini, kau adalah orang pertama yang berani mengancamku seperti itu anak keci” ucap sosok itu sambil membelai janggut putihnya yang agung.
“Apa yang kau inginkan anak kecil?” tanya sosok itu.
“Aku ingin kau membimbing kultivasiku, dan aku akan memberikan apa yang anda inginkan dari ku!” tegas Qin tian membuat sosok putih itu tertawa
Qin tian yang awalnya ingin mencari kekuatan misterius peninggalan leluhur Qin Jinzhu mengubah pikirannya, Qin Tian berpikir jika sosok kuat dihadapanya mungkin punya cara untuk mengatasi masalahnya.
“Bagaimana jika yang aku inginkan adalah kehidupan mu?”
Qin tian yang tidak menyangka akan mendengar jawaban itu dari sosok putih yang agung itu mundur beberapa langkah terdiam tidak bisa berkata kata.
__ADS_1
“ha ha ha… Ada apa dengan sikapmu itu” ucap sosok itu tertawa lepas, ia mengangkat kepalanya tertawa sambil membelai janggutnya yang agung.
Wajah tua yang agung itu terlihat menatap kelangit, tatapannya menerawang seperti mengingat sesuatu.
“Tetua, anda adalah sosok yang kuat, apa yang tetua dapatkan dari mengambil hidup seorang yang lemah sepertiku?”
“Lupakan kesepakatan itu” ucap sosok itu mengibaskan lengannya.
“hemm… huhh…” sosok itu menghela nafasnya dengan tatapan menerawang seperti memikirkan sesuatu.
“Aku tidak tertarik dengan kehidupan mu” ucapnya ketus.
Sosok itu membalikkan badannya dari yang semula menghadap Qin Tian kini membelakangi Qin tian, tangan kanannya yang tua dengan tenang membelai janggutnya sementara tangan kirinya ia letakkan di punggungnya.
“Apakah itu artinya tetua mau menjadi pembimbing kultivasiku, tanpa penawaran apapun?” tanya Qin tian
“Apakah aku ada berkata seperti itu?” ucap sosok tua itu
Wajah Qin tian berubah ketika mendengar jawaban itu, yang semula bersemangat menjadi cemberut mendengar jawaban tetua itu.
“Ha ha ha, ada apa dengan wajahmu itu anak kecil”
“Baiklah, baiklah” ucap tetua itu dengan senyum
“Sepertinya mengangkat seorang murid tidak buruk” gumamnya
“Tapi kau harus menerima sayarat dari ku" ucap sosok itu pada Qin Tian
“Baik tetua” Qin Tian menyetujui
“apa yang tetua inginkan” tanya Qin Tian
“Aku belum memikirkannya, tapi kau tenanglah, itu bukan kehidupanmu. Ha ha ha” ucap sosok itu kembali tertawa
“Tetua…”
“Guang Chengzi” ucap sosok itu memperkenalkan dirinya lalu lenyap dari hadapan Qin tian dengan meninggalkan setitik cahaya yang melayang di depan Qin Tian
"Teruslah berjalan, ikuti cahaya itu kau aman sekarang. Aku menunggumu di pagoda puncak gunung leluhur" suara sosok itu bergema di udara
"Baik" jawab Qin Tian meskipun merasa tidak percaya dengan yang terjadi
Qin Tian langsung bergerak menuju timur dari arahnya mengikuti arahan dari sosok itu melalui cahaya yang melayang menuntunnya melewati tempat aneh tersebut.
__ADS_1
...~JANGAN LUPA TINGGALKAN LIKE DAN KOMENTARNYA YA~...