
PART 26 MENARA PENGUJI JIWA
Hiruk pikuk keramaian di alun alun kota batu sudah terlihat, para murid dari berbagai klan sudah berdatangan, baik dari klan bangsawan, klan suci, juga klan kecil, tidak hanya itu disana juga ada sekte yang besar maupun kecil.
Akademi Yanshan merupakan akademi terbesar dan nomor satu di kerajaan Yanshan, jika di banding dengan sekte dan keluarga bangsawan di kota batu maka keluarga dan sekte besar itu seperti semut di hadapan gajah.
Untuk itu, ketika mendengar Akademi Yanshan melakukan perekrutan murid di kota mereka, mereka berlomba lomba untuk memasukkan orang orang mereka ke Akademi tersebut untuk memperkuat pengaruh mereka di kota batu.
Langit kota batu tiba tiba gelap, cahaya matahari tertutupi sayap yang perkasa mengepak dengan gagah di atas alun alun kota batu.
Itu adalah elang emas pelindung klan Qin, melihat binatang langit yang sangat hebat para keluarga kecil berdecak kagum melihat kebesaran klan Qin.
Di atas punggung elang emas itu, telihat Qin Yue er, Qin Xiao, Qin Long dan Qin Feiya tanpa henti mengagumi keindahan dekorasi penyambutan anggota seleksi, terutama dari atas langit.
Di sisi lain, Qin Tian terus memperhatikan Qin Feiyan yang tersenyum mengagumi keindahan kota batu.
________
Di kursi kehormatan, terlihat seorang paruh baya dengan rambut yang panjang duduk dengan gagah menatap para peserta dengan penuh arti, di samping kiri dan kananya ada empat pemuda yang duduk dengan tenang mendampingi sosok paruh baya tersebut.
Saat rombongan klan Qin menempati tempat duduk mereka, mata pria paruh baya yang menatap para tamu kehormatan tiba tiba memalingkan tatapannya menatap Qin Tian yang duduk bersama rombongan klan Qin dengan penuh arti.
Tetua keluarga Mu, Mu Ying yang juga sebagai seorang juru bicara kota batu terbang ke tengah lapangan.
“Saudara sekalian, seleksi murid Akademi Yanshan akan dimulai, harap menjaga ketenangan dan untuk para murid silakan untuk mempersiapkan diri. Seleksi ini akan dipandu langsung oleh duta akademi Yanshan” ucap tetua Mu Ying
“Baiklah, akan kami perkenalkan lima duta kehormatan kita, Master Wu, Saudara Yan Li, Saudara Yan Zhen, Saudara Shan Feng, dan Saudari Yun Fei” ucap Mu Ying memperkenalkan kelima duta Akademi Yanshan
Kelima duta yang disebutkan lalu berdiri dengan wajah yang dipenuhi kebanggaan dengan memancarkan aura kehadiran yang kuat dan menindas, yang membuat para penonton menjadi kagum karena penampilan mereka.
“Baik, seleksi ini sepenuhnya kami serahkan kepada duta Akademi” ucap tetua Mu Ying
Duta Yan Li dan duta Shan Feng menaiki panggung pengujian, diikuti duta Yan Zhen dan duta Yun Fei yang menaiki panggung yang berbeda.
“Setiap Murid diharapkan menyesuaikan panggungnya” ucap duta Yan Zhen dengan penuh wibawa.
Para murid lalu berbaris menuju panggung masing masing.
“Feiyan er, hati hati” ucap Qin Tian berusaha santai sambil mengelus kepala Qin Feiyan.
__ADS_1
Qin Feiyan menganggukkan kepalanya dengan anggun terlihat ukiran senyum tergambar pada wajahnya yang memerah menambahkan kecantikannya yang mebuat para lelaki yang melihatnya merasa iri kepada Qin Tian.
Mereka kemudian berpisah Qin Tian pergi ke panggung seleksi murid tingkat peserta sementara Qin Feiyan menuju panggung murid tingkat pemula.
Setiap klan dan sekte besar di kota batu sudah melakukan seleksi, mereka hanya mengirim tiga murid terbaik mereka hal itu bertujuan untuk mengurangi jumlah kekalahan agar tidak merusak reputasi klan mereka.
Selain diikuti klan dan sekte yang ada di kota batu, seleksi ini juga diikuti oleh kultivator independen yang ingin mencoba keberuntungan mereka.
“Baiklah, selekssi tahap pertama kita mulai” ucap Yan Zhen
Yan zhen lalu mengibaskan tangannya lalu muncul sebuah menara dengan tinggi dua meter, di tengahnya terlihat sebuah Kristal sebesar telapak tangan, di puncak menara itu, terlihat goresan angka.
“Ini adalah menara penguji jiwa” ucap Yan Zhen menunjuk menara tersebut.
“Peserta hanya cukup meletakkan telapak tangannya pada Kristal penguji, secara otomatis Kristal penguji akan menunjukkan kekuatan jiwa kalian yang akan terlihat pada angka di puncak menara” ucap Yan zhen menjelaskan cara pengujian sambil menunjuk bagian bagian menara tersebut.
“Peserta yang memiliki nilai di atas lima berhak mengikuti ujian selanjutnya” Yun Fei melanjutkan penjelasan Yan Zhen.
Seorang murid sekte langit surgawi dengan percaya diri maju untuk menguji kekuatan jiwanya.
Dia meletakkan tangannya di atas Kristal berwarna ungu di tengah menara itu.
Angka di puncak menara mulai bergerak lalu kemudian berhenti pada angka enam.
“Ha ha ha” ucap sosok itu tertawa sombong
Puluhan murid lainnya mencoba namun angka di menara tersebut hanya berkisar di angka tiga dan empat saja.
Ratusan murid tingkat peserta sudah mencoba namun hanya sedikit yang memiliki angka di atas lima.
Seorang dari klan bangsawan Mu, Mu Bai maju untuk menguji kekuatannya.
Whus… kekuatan yang sangat besar keluar dari tubuhnya
Angka di puncak menara berputar dengan cepat hingga berhenti di angka delapan
Terlihat senyuman terukir di wajah tampan tuan muda klan Mu.
“Delapan, sangat bagus” gumam Yan Zhen kagum.
__ADS_1
Dari dua ratus murid yang berhasil Mu Bai merupakan murid dengan nilai tertinggi.
Setelah mubai menuruni panggung, Hong Jun dengan segera menaiki panggung dan menguji kekuatannya.
Kekuatan yang dahsyat keluar dari tubuhnya, angka di puncak menara berhenti pada angka Sembilan membuat Yan zhen dan Yun Fei memuji kekuatan Hong Jun.
"Sangat sempurna" ucapan Yun Fei
“Saudara, aku akan mencoba” ucap Qin Xiao kepada Qin Tian dan Qin Yue er.
“Saudara, berusahalah!” jawab Qin Tian dan Qin Yue er
Qin Xiao menaiki panggung segera meletakkan telapak tangannya di atas Kristal jiwa penguji.
Kekuatan yang besar keluar dari tubuh Qin Xiao, angka di puncak menara berputar dengan cepat lalu berhenti di angka delapan.
Setelah Qin Xiao turun dari panggung, Qin Yue er menaiki panggung menguji kekuatannya, angka di puncak menara berputar dengan cepat kemudian berhenti di angka Sembilan.
“Ternyata banyak para jenius di kota ini” ucap Yan zheng kepada Yun Fei yang ditanggapi dengan anggukan dari Yun Fei
“Saudara” ucap Qin Yue er pada Qin Tian dengan suara yang lembut
Qin tian menganggukkan kepala lalu dengan santai melangkah maju menuju panggung.
Dengan tenang Qin Tian meletakkan telapak tangannya di atas Kristal jiwa penguji
Whung… udara di sekitar Qin Tian bergetar lalu dengan segera cahaya putih keluar dari tubuh Qin tian lalu menjulang kelangit membentuk pilar cahaya putih.
Di sisi Yan Zhen dan Yun Fei terkejut melihat kekuatan jiwa yang sangat besar tersebut.
Menara penguji jiwa bergetar hebat, angka di puncak menara berputar cepat dan semakin cepat.
Dhuar… suara ledakan terdengar menggema di seluruh kawasan alun alun kota batu.
Master Wu di kursi kehormatan memicingkan matanya kearah panggung murid tingkat peserta.
“Kekuatan jiwa yang sangat kuat” gumam Master Wu menggelengkan kepalanya melihat menara jiwa penguji yang meledak karena tidak mampu menahan kekuatan jiwa Qin Tian.
Di sisi lain, para penjaga keamanan berdatangan mengira acara mereka diserang oleh pihak luar.
__ADS_1