Legenda Pendekar Tombak Langit

Legenda Pendekar Tombak Langit
PART 43 MEMASUK MAKAM KUNO


__ADS_3

PART 43 MEMASUK MAKAM KUNO


Di dalam kamar penginapan lantai kedua, Qin Tian menyegel ruangan tersebut dengan formasi perlindungan yang terbentuk dari kekuatan langit yang Qin Tian namai dengan formasi kubah langit.


Dalam ruangan tersebut, terlihat Qin Tia duduk dalam posisi lotus berkultivasi untuk memperbaiki fondasi kultivasi yang dia miliki.


Puluhan pil tingkat tinggi pemberian guang chengzi terlihat berhasil diserap Qin Tian untuk membantu menguatkan fondasi kultivasinya.


Whus…. Kabut berwarna merah pekat terlihat melingkari tubuh Qin Tian lalu terhempas bergelombang memenuhi ruangan tersebut bersamaan dengan ledakan aura pendekar Master tahap dasar terpancar dari tubuh Qin Tian.


Qin Tian berkultivasi untuk menguatkan fondasi kultivasi yang sudah ia miliki karena selain tingkat kekuatan fondasi seseorang dalam berkultivasi akan menentukan masa depan seorang kultivtor.


Banyak jenius yang berhasil menjadi kuat, namun tidak banyak yang mempu bertahan tanpa berhenti di tengah jalan.


Masalah paling sering dialami seorang jenius kultivasi adalah kematian ditengah kultivasi, karena mereka hanya meningkatkan kekuatan tanpa mengokohkan fondasi kultivasi mereka, seperti bangunan yang tinggi jika tidak memiliki fondasi yang kokoh maka ketinggian itu akan roboh dengan mudah terkena guncangan.


Setelah merasa fondasi kultivasinya cukup kuat dirinya segera mempelajari kitab pengendalian pagoda cahaya yang Guang Chengzi berikan padanya.


Lima jam telah berlalu di ruangan itu, namun Qin Tian sepertinya belum memahami rahasia dari pagoda cahaya dalam kitab itu.


“Ternyata pagoda cahaya sangat sulit untuk di kendali” gumam Qin Tian saat dirinya tidak bisa mengendalikan pagoda cahaya miliknya.


Meskipun Qin Tian tidak berhasil memahami rahasia pagoda cahaya namun dari kitab itu Qin Tin mengetahui, pagoda cahaya merupakan artefak kuno yang mengandung kekuatan jiwa yang luar biasa yang bahkan tidak bisa dijelaskan kekuatannya.


“Sekarang bukan saatnya bermalas malasan, aku harus menjadi kuat agar bisa melindungi orang yang aku sayangi!” ucap Qin Tian memotivasi dirinya sendiri.


Dengan tenang Qin Tian lalu kembali duduk dalam posisi lotusnya berkultivasi menyerap kekuatan langit dan bumi lalu menjadikannya kekuatan murni untuk meningkatkan Qi dalam tubuhnya.


Gelombang energi seperti kabut terlihat berkumpul di dekat tubuh Qin tian bergerak melingkari tubuh Qin Tian perlahan masuk melalui pori pori tubuhnya mengaliri merediannya hingga berkumpul di dantiannya.

__ADS_1


Tanpa terasa waktu berlalu cepat di ruangan itu, hari yang dijanjikan akan segera tiba besok pagi namun Qin tian belum menunjukkan tanda tanda mengakhiri kultivasi.


“Arghh….” Qin Tian meraung menahan kekuatan besar yang memasuki tubuhnya


Jika saja ruangan itu tidak Qin Tian tutupi dengan formasi kubah langit maka suara raungan Qin Tian tersebut akan membuat restoran itu kehilangan pengunjung.


Tubuh Qin Tian perlahan terangkat namun masih dalam posisi lotusnya, aliran energi berputar mengelilingi Qin Tian mengangkat Qin Tian hingga lebih delapan puluh senti.


Whung…. Udara tiba tiba bergetar bersamaan dengan ledakan kabut merah yang semakin pekat melingkari tubuh Qin Tian bersamaan dengan aura pendekar master yang terpancar dari setiap inci tubuh pemuda yang perkasa tersebut.


Qin Tian berdiri sempurna dalam kondisi yang masih berada dalam kesadaran spiritualnya dari tubuh itu seketika terpancar lingkaran cahaya merah yang menyilaukan, cahaya itu kemudian terpecah menjadi dua lingkaran cahaya bersamaan dengan aura pendekar tingkat master menengah terpancar dari tubuh Qin Tian memenubi seluruh ruangan tersebut.


Perlahan Qin Tian membuka matanya lalu menatap kedua telapak tangannya “Akhrinya” ucap Qin Tian mengepalkan tinjunya


_____________


“Saudara ayo kita berangkat” ucap Liu Ying setelah menanyakan kesiapan Qin Tian yang dijawab dengan anggukan kepala dari Qin Tian.


Mereka lalu bergerak menuju timur kota menuju pusat kota perak zaman dahulu, namun setelah beberapa abad terakhir ini pusat pemerintahan kota perak di pindahkan mendekati wilayah klan Yi yang merupakan klan penghasil perak di kota Perak.


Setelah lama berjalan mereka akhirnya tiba di sebuah aula kuno yang dipenuhi oleh gelora manusia yang bersiap di depan sepasang pilar batu yang berdiri tegak seperti gerbang istana.


Whung. . .. Pilar batu itu berdengung lembut menunjukkan reaksinya


“Saudara sepertinya tidak lama lagi gerbang makam kuno ini akan terbuka” ucap Liu Ying menjelaskan kepada Qin Tian bahwa makam kuno pendekar Zhang berada di sebuah tempat yang sangat misterius yang hanya bisa di masuki melalui gerbang portal yang hanya terbuka selama lima puluh tahun sekali saja.


Belum sempat Liu Ying menjelaskan semuanya tentang makan kuno pendekar Zhang sepasang pilar baut itu kembali berdengung namun kali ini lebih kuat bersamaan dengan keluarnya pancaran cahaya yang menyilaukan membuat mereka sulit untuk melihat.


“Saudara, gerbangnya terbuka” ucap Liu Xing

__ADS_1


“Ayo kita masuk bersama” ucap Liu Ying


“Baiklah” jawab Qin Tian perlahan mendekati pilar itu secara bersamaan dengan Liu Ying dan Liu Xing.


Setelah ratusan orang lenyap dalam gerbang tersebut kini Qin Tian dan kedua temannya terhisap oleh kekuatan besar yang seperti menarik mereka secara paksa untuk masuk kedalam makam pendekar Zhang tersebut.


Dalam lorong gerbang tersebut yang merupakan sebuah portal untuk memasuki dunia yang berbeda Qin Tian dan para pendekar lain melihat jutaan bintang di tengah kegelapan lorong yang menghiasi lorong tersebut.


Mereka terus terhisap masuk kedalam lorong tersebut hingga lima belas menit kemudian mereka akhirnya melihat setitik cahaya yang perlahan membesar hingga akhirnya menarik mereka keluar dari lorong tersebut.


Qin tian jatuh di hamparan hutan yang luas namun tidak ada siapapun di sisinya.


“Di mana ini” gumam Qin Tian saat melihat Liu Ying dan Liu Xing yang tidak di sampingnya


Tidak hanya itu semua pendekar yang masuk bersamanya sepertinya juga terpisah dari dirinya.


Di sisi lain Liu Ying, Liu Xing dan para pendekar lainnya juga mengalami hal yang sama seperti Qin Tian dimana mereka masuk kedalam daerah yang terpisah di dunia makam kuno pendekar Zhang.


“Aura ini” gumam Qin Tian merasakan aura yang kuat mendekati dirinya.


“Ini aura binatang buas” ucap Qin Tian merasakan aura beberapa binatang buas yang berkeliaran di dekat dirinya.


“Groarr…..” suara raungan bintang buas mendekati Qin tian.


“Ini kultivasi ranah kaisar” gumam Qin Tian merasakan kekuatan hewan buas tersebut.


“Ternyata hanya kekuatan manusia yang ditekan di sini ini, dan hukum ruang waktu ini juga tidak berpengaruh pada para hewan buas" gumam Qin Tian yang merasakan kekuatan hewan buas melebihi tingkat raja.


Dhuar. . .. Suara ledakan bergema bersamaan dengan pohon yang tumbang akibat serangan hewan buas tersebut yang terus mendekati Qin Tin.

__ADS_1


__ADS_2