Legenda Pendekar Tombak Langit

Legenda Pendekar Tombak Langit
PART 19 SELEKSI TAHAP KEDUA


__ADS_3

PART 19 SELEKSI TAHAP KEDUA


Setitik cahaya di ufuk timur perlahan merangkak ke ufuk barat.


Cahaya kuning ke emasan itu muncul dengan perkasa kini berada di tengah langit klan Qin, hamparan awan putih berbaris rapi seperti ribuan tentara yang siap menginvasi.


Birunya langit seperti lautan yang luas namun tidak bergelombang, dengan tenang menaungi seluruh benua Gong Qi.


Di atas platform yang tinggi, kembali terlihat sosok tua dengan rambut yang memutih membelai janggutnya dengan perkasa.


Ia kemudian menatap hamparan manusia yang kini berkumpul di aula beladiri klan nya, dia melihat ke kiri lalu perlahan memalingkannya ke kanan dengan ukiran senyum tergambar di wajah tuanya.


“Seleksi pertama sudah berakhir, sekarang memasuki tahap kedua” ucap sosok itu menghadap barisan murid yang berbaris terpisah berdasar tingkat kekuatannya.


“Seleksi kedua adalah pertarungan tantangan, siapa yang berhasil menang dua puluh lima pertarungan, maka dia berhak mengikuti pertarungan selanjutnya” ucap sosok tua itu dengan suara yang lantang


“Setiap murid segera untuk memisahkan diri” lanjutnya memerintahkan agar murid tingkat peserta dan pemula menuju arena pertarungan yang berbeda.


Seleksi kedua ini merupakan pertarungan tantangan, artinya setiap peserta berhak menantang peserta lainnya, setiap murid di beri kesempatan kalah sebanyak tiga kali jika melebihi itu maka di anggap tereliminasi.


Di setiap penjuru aula beladiri klan Qin yang luas, terlihat ramai orang berkumpul menunggu untuk melihat sosok asing yang datang dari negri antah berantah yang tidak menunjukan wajahnya namun menunjukan kehebatanya.


Sosok yang tidak dikenal itu seketika menjadi sosok yang sangat dikagumi, sosok yang akan menjadi harapan bagi kemajuan klan yang mereka cintai, namun menjadi ancaman bagi klan lain yang merasa tersaingi.


__________


Di atas platform batu sosok tetua Qin Xie mengibaskan lengannya ke depan memulai seleksi tahap kedua, namun sebelum ia memulai seleksi ia menghentikan tindaknnya sejenak.


“Nak, boleh aku tau siapa nama mu?” tanya Qin Xie menatap sosok bertopeng yang secara alami itu adalah Qin Tian


Qin Tian yang tidak mau identitasnya terungkap hanya diam menatap sosok itu dengan dalam, dia tiak berbicara karena tidak ingin ayahnya mengenali dirinya.


Pada tingkatan tertentu seorang kultivator bisa melihat dengan lebih tajam dan mendengar dengan lebih jelas, bahkan suara yang berasal ratusan meter jauhnya.

__ADS_1


“Maaf sebelumnya nak, kami hanya takut anda bukan orang kami, sehingga kami perlu tahu identitasm sebelumnya” ucap tetua Qin Xie yang melihat Qin Tian tidak menjawab.


Dengan tenang Qin Tian mengangkat tangannya menunjukkan lencana Giok dengan ukiran bambu emas, itu adalah lencana klan Qin.


“Benar, dia seorang Qin” gumam para penonton


“Ia dia dari klan utama, klan Qin benar benar mendapat berkah seorang jenius” ucap penonton yang merupakan anggota klan Qin ikut merasa senang karena kehadiran seorang jenius di klannya.


“Ha ha ha, maafkan kami nak, bukan kami meragukanmu, tapi kami ingin memastikan dirimu. Klan Qin benar benar mendapat berkah” ucap Qin Xie dengan tertawa lepas


“Baiklah baiklah… ” lanjut Qin Xie dengan senyum mengembang di wajah tuannya yang perkasa.


Tetua Qin Xie lalu memulai seksi tahap kedua.


Dia mengibaskan tangannya memberi isyarat.


Dong... suara gong bergema menandakan seleksi kedua di mulai


______


Ada yang sudah mengalahkan sepuluh murid ada juga yang sudah mengalahkan lima belas hingga tujuh belas murid.


Selain mendapat kesempatan kalah sebanyak tiga kali, para murid juga di beri kesempatan beristirahat setelah bertarung, sehingga murid bisa mengeluarkan kekuatan yang prima saat bertarung.


Whus… tiba tiba seorang bertopeng yang tidak memiliki aura kultivasi melompat memasuki arena pertarungan.


Meskipun sudah melihat kemampuan sosok bertopeng itu sebelumnya, namun masih banyak murid yang meremehkan sosok Qin Tian yang bertopeng karena tidak memiliki aura kultivasi.


Melihat sosok bertopeng yang tidak memiliki aura kultivasi itu memasuki arena pertarungan tiba tiba seorang pemuda dengan badan kekar ikut memasuki arena menantang Qin Tian.


Pertarungan di mulai, tanpa basa basi pemuda kekar itu segera melancarkan serangannya.


“Pemuda tanpa kultivasi, berani melawan seolah diri paling tinggi” ucapnya sambil bergerak menyerang

__ADS_1


Dhuar… tidak ada yang tau apa yang terjadi, tiba tiba pemuda sangar dengan badan kekar itu terlempar keluar dari arena setelah menyerang Qin Tian.


“Apa…” ucap para penonton takjub


“Dia bahkan tidak berbuat apa apa”


“Aku bahkan tidak melihatnya, sangat cepat” ucap para penonton bergumam.


Terlihat sosok Qin Tian yang menerima serangan dari sosok sangar itu tidak menunjukkan reaksi apa pun dia bahkan tidak terdoro oleh serangan sosok kekar yang sangar itu.


Meskipun para murid sudah melihat kemampuan sosok bertopeng itu, para murid terus berdatangan menantang sosok bertopeng perak itu.


Dhuar… Dhuar…


Qin Tian mengalahkan satu persatu murid itu tanpa terluka sedikitpun, dia bahkan tidak beristirahat meski sudah mengalahkan dua puluh murid.


Kehadiran sosok bertopeng perak itu membuat para penonton takjub, telah banyak yang menantangnya, namun dengan mudah di kalahkan olehnya.


“Liahat, hanya dengan satu serangan dia sudah bisa menjatuhkan lawannya” ucap para penonton takjub.


Suasana di aula beladiri klan Qin menjadi riuh oleh suara penonton yang membicarakan sosok bertopeng perak itu.


Di sisi lain, di kursi kehormatan klan tepat di sebelah Qin Nan, Qin meng tian samar samar merasakan aura yang sangat dia kenal, namun dia tidak dapat memastikan sosok yang ada di depannya.


Tanpa memakan waktu yang lama, Qin bertopeng itu mampu mengalahkan dua puluh lima murid tanpa kalah dan tanpa jeda sekalipun, itu membuat para petinggi klan Qin dan para patria klan lain berdecak kagum menatap sosok jenius di depan mereka.


Seleksi tahap kedua berakhir, dari seluruh peserta yang mengikuti seleksi kedua itu, kini tersisa sepuluh peserta yang berhasil menang tanpa kalah melawan dua puluh lima murid lainnya.


Murid yang lolos di ranah kultivasi tingkat peserta adalah Qin Tian sebagai sosok Qin Bertopeng, Qin Chen, Qin Wuji, Qin Yuan Bai dan berapa murid lainnya.


sementara itu di ranah pemula ada Qin Feiyan, Qin Gu, Qin Hun, Qin Du, dan beberapa peserta lainnya berjumlah dua puluh lima peserta.


Seleksi kedua berakhir, dilanjutkan seleksi ke tiga.

__ADS_1


Tahap ketiga ini adalah pertarungan undian dan sekaligus penentuan murid terbaik.


__ADS_2