
PART 24 MEMBERI PELAJARAN
Siang hari di luar klan Qin.
Qin tian yang sudah lama pergi meninggalkan dunia luar sangat rindu dengan suasana kota batu.
Qin Tian pergi berkeliling di pusat kota batu, terlihat keramaian penduduk yang beraktivitas seperti kebiasaannya.
Di sudut kota Qin Tian tidak sengaja melihat sekelompok pemuda menjaili temannya yang lebih lemah dari mereka, itu mengingatkan Qin Tian tentang apa yang pernah Qin Hun dan orang lain dulu lakukan padanya.
Dengan segera Qin Tian bergerak untuk menghentikan tindakan mereka.
Salah satu pemuda itu memukuli pemuda yang lebih lemah darinya, namun belum sempat tinju nya mendarat ke wajah pemuda itu, tinju pemuda itu ditangkap oleh Qin Tian.
Sosok pemuda yang memukul itu berusaha melepaskan tinjunya di tangan Qin Tian, namun sekuat apapun dia berusaha tetap tidak bisa melepaskan tinju nya, hingga ketika dia menarik dengan kuat Qin Tian melepaskan genggamannya yeng mebuat pemuda itu terjatuh dalam keadaan yang memalukan.
“kamu… kamu pasti dari keluarga cabang, yang tidak kenal siapa aku di kota ini” ucap sosok itu gusar.
“Aku memang tidak kenal, dan kamu tidak layak untuk dikenal” jawab Qin Tian dengan santai
“Ha ha ha, pemuda tanpa kultivasi, berani sekali tidak menghargai ku, apa kau tau siapa aku?” ucap sosok itu dengan senyuman mendominasi di sudut bibirnya.
“Aku Jin Jue, putra patriak keluarga bangsawan Jin” ucapnya memperkenalkan diri dengan bangga.
Di kota batu, selain empat klan bangsawan utama yaitu klan Mu, klan Qin, Klan Lin, dan klan Hong, juga ada klan bangsawan kecil seperti kaln Jin dan lainnya.
“Ternyata tuan muda klan Jin” jawab Qin Tian sambil menganggukkan kepalanya.
“Ha ha ha, apa kau menyesali perbuatanmu?” ucap Jin Jue
“Berlutut lah maka aku akan mengampuni mu” lanjutnya dengan sikap mendominasi
“Sampah klan Jin menganggap diri terlalu tinggi, Patriak jin kong bahkan tidak berhak menerima hormat dariku, lalu bagaimana seorang sampah menginginkan aku bersujut padanya?” ucap Qin Tian yang membuat wajah Jin Jue memerah.
“Lancang, hajar b*****an itu” ucapnya kepada empat pemuda di belakangnya
“Baik tuan muda” jawab mereka dengan hormat
“Whus… ke empat pemuda itu mengedarkan aura pendekar pemula tahap puncak dari tubuh mereka lalu bergerak menyerang Qin Tian bersamaan
Dhuar… ledakan terjadi melemparkan ke empat pemuda itu bersamaan yang seketika membuat mereka tersungkur tidak berdaya
“ternyata kau cukup kuat, pantas saja berani berkata seperti itu. Aku jadi takut kau akan lari terbirit birit setelah ini” ucap Jin Jue dengan bangga
__ADS_1
“Paman pelindung” ucap Jin Jue dengan wajah yang dipenuhi kebanggaan
Whus... tiba tiba sosok dengan aura pendekar master tahap menengah muncul di dekat Jin Jue dengan aura yang mendominasi membuat pemuda yang Qin Tian tolong merasa tertindas akibat aura itu.
Qin Tian dengan tenang membantu pemuda tersebut untuk berdiri dari duduknya sambil mengedarkan kekuatan jiwanya untuk melindungi pemuda itu.
“Te… terimakasih tuan” ucap pemuda itu saat merasakan kekuatan yang besar memasuki tubuhnya
“Tuan muda, aku Jin Mang Tan tidak ada yang bisa aku berikan untuk berterimakasih” ucapnya berlutut dengan hormat yang segera di hentikan oleh Qin Tian
“Terlalu cepat untuk berterimakasih” ucap Jin Jue sambil tertawa lalu memerintahkan pelindungnya untuk menyerang Qin Tian
Whung. . . langit bergetar dengan munculnya perisai kubah transparan yang menutupi seluruh kawasan tempat mereka.
“Anak kecil kau tidak akan bisa kabur” ucap sosok pelidung itu dengan senyuman aneh.
“Ternyata begitu berani karena kekuatan dari luar, benar benar sampah” ucap Qin Tian
“Kau…” ucap Jin Jue yang segera menyuruh pelindungnya untuk menyerang Qin Tian
Whung. . . langit bergetar bersamaan dengan kemunculan kapak berwarna merah di depan sosok pelindung itu.
“Kapak pembelah langit” teriaknya sambil mengayunkan kapak itu ke arah Qin Tian
Kabut tebal menutupi tepat itu perlahan menghilang menampakkan Qin Tian yang mengaktifkan Armor langit biru di tubuhnya yang juga melindungi Jin Mang tan di dekatnya.
“Kapak pembelah langit? Sayangnya langit terlalu luas hingga tak bisa dibelah” ucap Qin Tian yang berdiri dengan tubuh yang dilindungi armor berwarna biru langit.
“Apa” ucap sosok itu tidak percaya
“Bagaimana mungkin pendekar tingkat peserta bisa menahan serangan puncak ku” batinya yang tau tingkat kultivasi Qin Tian saat dia menyerang ke empat teman Jin Jue sebelumnya.
Whus. . . cahaya biru langit berkumpul di depan Qin Tian lalu membentuk pedang yang memancarkan aura yang mengerikan
Qin Tian bergerak secepat kilat menebas sosok pelindung yang seketika membuatnya terjatuh namun tidak membunuhnya.
“A… apa” ucap Jin Jue yang berusaha lari namun dihalangi kubah yang dibuat pelindungnya
“A… ampun tuan” ucapnya terbata
“Aku akan memberikan apapun yang tuan muda inginkan jika tuan muda melepaskan ku” ucapnya dengan segera mengeluarkan batangan emas dari penyimpanannya yang segera dibuang Qin Tian.
“Aku bukanlah seorang yang tidak bermoral seperti kalian” ucap Qin Tian dengan serius membuat pemuda itu mengutuk dirinya sendiri dalam hatinya.
__ADS_1
“Mohon pengampunan nya Tuan” ucapnya berlutut sambil menangis
Swus. . . Qin Tian mengibaskan tangannya lalu muncul enam pil mengambang di depannya
“Ini adalah pil pengikat jiwa, jika kau berniat jahat maka akan berefek pad tubuh mu, dan jika kau melakukan kejahatan maka pil ini akan menghancurkan tubuhmu” ucap Qin Tian membuat pemuda itu bergidik.
“Minum ini jika ingin selamat, berikan juga pada kelima pengawal mu” ucap Qin Tian sambil memberikan enam pil berwarna coklat kehitaman yang mengeluarkan aroma yang sangat bau pada Jin Jue.
“Apakah tidak ada keringanan tuan” ucapnya berlutut sambil terus menangis
“Cepat lakukan atau aku akan membuuhmu” ucap Qin Tian mengarahkan pedang langit biru pada leher Jin Jue
“Ba… baik tuan” jawbnya segera menelan pil itu lalu memberikan satu pil itu pada setiap pengawalnya.
“Berubahlah menjadi baik, yang kuat melindungi yang lemah, bukan melakukan penindasan” ucap Qin Tian
“Baik Tuan” jawabnya berpura pura hormat namun dengan kekesalan di hatinya.
“Arkk” teriaknya kesakitan
“Itu karena ada niat buruk dalam pikiranmu” ucap Qin Tian membuat Jin Jue membasahi dirinya dengan keringat dingin.
“Dalam satu bulan kau harus menjadi baik dan selamanya menjadi baik, jika tidak aku tidak akan memberikan penawarnya padamu” ucap Qin Tian berbicara dengan penuh wibawa.
“Satu bulan dari sekarang datanglah ke klan Qin dan temui aku di sana bersama Jin Mang tan” ucap Qin Tian membuat Jin Jue dan Jin mang Tan tercegang.
“Pantas saja tuan muda tidak takut dengan nama klan Jin ternyata dia dari klan bangsawan utama” batin Jin Mang Tan
“Cepat pergi dari sini sebelum aku berubah pikiran” ucap Qin Tian dengan tegas sambil mengibaskan tangannya membuka kubah pelindung dengan mudah membuat Jin Jue lari terbirit birit meninggalkan temannya.
“Tuan muda” ucap Jin Jue
“Tenanglah, pil itu tidak akan membunuhnya, pil itu adalah kotoran burung yang aku kumpulkan” ucap Qin Tian membuat Jin Mang Tan tidak bisa menahan diri tertawa terbahak bahak.
“Tuan muda maaf” ucapnya karena tidak bisa menahan tawanya.
“Tuan muda” ucap Jin Mang Tan menanyakan nama Qin Tian.
“Qin Tian” jawab Qin Tian
“Terimakasi Tuan Muda Qin Tian” ucapnya dengan hormat.
Qin Tian menganggukkan kepalanya membalikkan badan lalu kabut biru muncul di telapak kakinya kemudian terus naik kekepalanya hingga menutupi seluruh tubuhnya dengan sempurna lalu hilang bersama Qin Tian
__ADS_1