Legenda Pendekar Tombak Langit

Legenda Pendekar Tombak Langit
PART 39 Memasuki Kota Perak


__ADS_3

PART 39 Memasuki Kota Perak


Di sebuah kota yang dilindungi tembok besar yang terbuat dari perak, terlihat hiruk pikuk para penduduk yang berjalan di pusat kota.


Itu adalah kota perak, salah satu kota yang perlu di lewati untuk pergi ke Akademi Yanshan dari kota batu.


Setelah melewati kota perak, maka seorang akan melewati kota emas, kota langit biru, lalu pengunungan TianShan baru akan tiba di Kota Shan sebagai Ibu kota kerajaan YanShan.


Setiap kota dibatasi oleh tempat yang misterius, seperti di perbatasan kota batu dan kota perak yang di batasi oleh hutan rumput perak, di perbatasan kota perak dan kota emas, di batasi oleh lembah sungai emas dan begitu juga dengan perbatasan wilayah lainnya.


Dari jarak tujuh ratus meter dari gerbang kota perak, terlihat seorang pemuda terbang dengan sayap yang terbentuk dari kekuatan langit yang membuat pemuda tersebut dapat terbang meskipun belum mencapai ranah grand master.


Sosok pemuda itu adalah Qin Tian yang memutuskan untuk terbang melewati hutan rumput perak agar perjalanannya tidak terganggu sekaligus mempercepat pergerakannya.


Saat Qin Tian berada di depan gerbang kota tepatnya dari dua ratus meter dari gerbang kota perak, Qin Tian perlahan turun lalu melanjutkan perjalanannya dengan berjalan kaki selain karena larangan terbang di langit kota juga karena Qin Tian ingin menyembunyikan kekuatan terbangnya dari orang lain.


“Tuan muda identitasnya” ucap seorang prajurit penjaga gerbang menanyakan identitas Qin Tian, dengan tenang Qin Tian menunjukkan lencana klan Qin miliknya yang membuat penjaga itu meremehkan dirinya.


Setelah melihat lencana klan Qin milik Qin Tian, prajurit itu lalu membiarkan Qin Tian untuk memasuki kota perak.


“Saudara bukankan pemuda itu berasal dari klan Qin, kenapa saudara tidak bersikap ramah padanya?” tanya penjaga lain yang berada di samping penjaga itu.


“Saudara Jian An, tidak ada untungnya kita bersikap ramah padanya” jawab Jian Li pada penjaga di sampingnya yang bernama Jian An


“Saudara, apakah saudara tidak tau berita sosok tingkat langit yang berada di kota batu?” tanya Jian An pada Jian Li yang dijawab dengan gelengan kepala dari Jian Li


“Sosok pendekar tingkat langit itu merupakan teman dari Qin Meng Tian sang legenda kota batu yang pernah terjatuh, namun sekarang dikabarkan sudah bangkit kembali” Jian An menceritakan yang dia ketahui tentang kejadian di kota batu membuat Jian Li bergidik karena telah menyinggung seorang bermarga Qin.


___________________


Qin Tian dengan tenang melewati jalan kota sambil terus mengamati orang orang yang ada di sana.


Dari jauh terlihat seorang pemuda menunggangi kuda di jalan kota yang sesak akan pejalan kaki dengan penjagaan dari pengawal yang dengan sigap membuka jalan untuk tuannya.

__ADS_1


“Argh…” seorang tua dengan pakaian kusam merintih saat terkena cambuk dari salah satu pengawal Tuan muda tersebut.


Penjaga itu sekali lagi mengayunkan cambuknya kepada kakek tua tersebut namun sebelum cambuk itu mengenai tubuh renta kakek itu dengan segera Qin Tian menangkap cambuk itu.


“Kamu!” teriak pengawal itu memarahi Qin Tian


Tanpa menghiraukan pengawal itu, Qin Tian dengan tenang menolong kakek tersebut membuat para penduduk yang melihat itu menatap Qin tian dengan penuh rasa hormat membuat Tuan muda yang duduk di atas kudanya menjadi murka karena dia menganggap membiarkan Qin Tian pergi tanpa memberi pelajaran itu akan merusak reputasinya di kota perak.


“Beri tau orang baru itu siapa diriku” perintah Tuan muda tersebut kepada pengawalnya


Dengan segera kelima pengawal tuan muda tersebut bergerak mengepung Qin Tian.


“Kamu telah menyinggung Tuan Muda Yi Rong cepat berlutut meminta maaf jika kau ingin bebas berada di kota ini” ucap pengawal Yi Rong


“Tuan Muda Yi Rong adalah Putra dari Patriak Yi Quan, Patriak klan bangsawan Yi” lanjut pengawal itu yang melihat Qin Tian tidak memperdulikan perkataannya sedikitpun


“Aku tidak peduli dengan latar belakang seseorang, jika dia bijak maka aku akan menghormatinya namun jika dia tidak bermoral maka aku akan lebih tidak bermoral darinya” mendengar jawab Qin Tian membuat pengawal itu terkejut dan dengan segera kelima pengawal itu menyerang Qin Tian bersamaan.


Dentingan pedang terdengar menampakkan Qin Tian yang menahan pedang kelima pengawal tuan muda tersebut dengan tangannya yang di selimuti cahya biru.


Dengan tenang Qin Tian meraih pedang kelima pengawal tersebut dengan tangan kosong lalu mematahkannya membuat pengawal tersebut ketakutan.


“Ba… bagaimana bisa, seorang pemud tanpa kultivasi bisa begitu kuat” guamam salah satu pengawal yang bernama Yi Feng pada keempat rekannya


Whus…. Yi Rong melesat dari kudanya menancapkan pedangnya ke tubuh Qin Tin


Trakk…. Pedang Yi Rong patah tidak mampu menembus armor langit biru Qin Tian


“Berjanjilah menjadi lebih baik, jika tidak aku akan membunuhmu sekarang!” ucap Qin sambil mencekik leher Yi Rong


“Arkk…” Yi Rong berusaha mengatur nafasnya yang tercekik


“Ba… baik tuan aku berjanji” ucap Yi Rong terbata dengan keringat dingin yang membasahi tubuhnya.

__ADS_1


Bhugg… Qin Tian melempar Yi Rong


“Kali ini aku mengampuni mu, namun jika aku melihat mu berbuat jahat sekali lagi, maka tidak ada pengampunan untuk mu!” ucap Qin Tian dengan tegas lalu berbalik pergi meninggalkan tempat itu


Qin Tian membebaskan Yi Rong karena berharap Yi Rong akan berubah menjadi lebih baik seperti Jin Jue, namun tanpa sepengetahuan Qin Tian Yi Rong berencana untuk membunuh Qin Tian.


“Sial, aku dipermalukan! Dia pikir siapa dirinya berani memberi perintah padaku” batin Yi Rong menyembunyian sifat sombongnya


“Tu… tuan” ucap Yi Rong menghentikan Qin Tian


Qin Tian menghentikan langkahnya tanpa berbicara sedikitpun


“Sombong, tunggu saja kau” batin Yi Rong


“Tuan, kompensasi apa yang bisa aku berikan untuk menebus kesalahanku” tanya Yi Rong mengulur waktu


Setelah Qin Tian melepaskan Yi Rong, Yi Rong yang tidak terima dengan perlakuan Qin Tian memecahkan lencana darurat memanggil pasukan bantuan untuk membunuh Qin Tian.


“Aku bukanlah seorang penjilat, yang memaafkan karena uang. Jadilah baik itu adalah kompensasi untuk menebus kesalahan mu” jawab Qin Tian dengan bijak lalu melanjutkan langkahnya


Namun belum sempat Qin Tian menjauh tiga sosok terbang di atas langit kota perak dengan secepat kilat turun mengepung Qin Tian


Melihat kemunculan tiga sosok tingkat grand master tersebut membuat para pejalan kaki menjauh meninggalkan tempat tersebut.


Di sisi lain Yi Rong tertawa lepas melihat kedatangan tiga sosok jendral terbaik klan Yi yang datang menolongnya.


“Ternyata keputusanku melepaskanmu adalah kesalah besar, kali ini aku tidak akan mengampuni mu” ucap Qin Tian berbalik menghadapi ketiga sosok grand master tersebut.


“Ha ha ha, bukankan aku yang seharusnya mengucapkan kata itu pada mu” jawab Yi Rong dengan sombong


“Jendral, bu*** dia!” teriak Yi Rong pada ketiga jendralnya


Whung…. Udara bergetar dengan menampakkan lingkaran cahaya berwarna coklat yang melebar kemudaian berpecah menjadi tiga lingkaran coklat yang melingkari tubuh masing masing ketiga jendral tersebut.

__ADS_1


“Grand master puncak” gumam Qin Tian


“Ha ha ah, apakah kau takut?” ucap Yi Rong dengan sombong


__ADS_2