Legenda Pendekar Tombak Langit

Legenda Pendekar Tombak Langit
PART 50 TUAN KOTA QIN TIAN


__ADS_3

PART 50 TUAN KOTA QIN TIAN


Di padang rumput yang luas dengan selingan pohon yang tumbuh dengan liar di sana.


Terlihat ratusan sosok dengan hikmat bersujud di depan seorang pemuda yang memegang sebuah tongkat yang dia letakkan di belakangnya.


Sosok pemuda itu adalah Qin Tian yang menatap ratusan sosok yang sujud kepadanya dengan penasaran.


“Tuan Zhang, ada apa ini?” tanya Qin Tian dengan penasaran


“Tuan panggil Aku Zhang ainu” ucap Tuan Zhang yang mengubah panggilannya pada Qin Tian meminta Qin Tian untuk tidak memanggilnya dengan sebutan tuan.


“Tuan, anda adalah pewaris tongkat De Shen yang menjadi lambing kota perak, sekarang Tuan Qin Tian adalah pemimpin kota perak” ucap Tuan Zhang tanpa berani mengangkat kepalanya menjelaskan tentang tongkat sakti dewa bumi yang Qin Tian terima dari warisan pendekar Zhang Wuji.


“Paman Ainu bangunlah, dan kalian semua bangun lah” ucap Qin Tian dengan ramah


“Terimakasih Tuan Qin Tian” ucap seluruh pasukan itu bersamaan dengan hormat


Setelah melihat kejadian itu, Qin Tian akhirnya mengerti kenapa Yin Taizu melakukan segala cara untuk mendapatkan tongkat sakti itu, itu karena dia ingin membawa sekte serigala perak menjadi penguasa di kota batu.


Zhang Ainu lalu menjelaskan secara singkat hal hal dasar tentang kota perak yang berhubungan dengan warisan pendekar Zhang Wujj.


Setelah menjelaskan banyak hal kepada Qin Tian Zhang Ainu lalu mengajak Qin Tian ke Istana Kota Perak untuk beristirahat di sana, karena mulai sekarang Qin Tian adalah Tuan Kota, kota batu.


“Tuan, mari” ucap Tuan Zhang mengarahkan Qin Tian untuk beristirahat di istana kota perak.


Setelah mendengar penjelasan dari Zhang Ainu jika pewaris tongkat sakti dewa bumi adalah penerus tuan kota batu, Qin Tian mau tidak mau harus menjadi penguasa kota batu, karena telah menerima tongkat sakti tersebut, dan terlebih lagi roh spiritual pendekar Zhang Wuji telah mengangkat Qin Tian sebagai muridnya.


Segera setelah itu, Qin Tian, Tuan Zhang dan para prajurit pergi meninggalkan tempat itu menuju istana kota perak.


_________


Kerajaan Yanshan merupakan kerajaan terbesar di benua Gong QI, dimana satu kerajaan Yanshan hampir setara dengan kekaisaran tingkat menengah di benua Gong Qi, dan setiap kota di kerajaan Yanshan setara dengan kerajaan kerajaan kecil di kekaisaran, seperti kota batu yang merupakan kota dengan luas yang hampir seluas sebuah kerajaan kecil di kekaisaran lain.

__ADS_1


Meskipun kerjaan Yanshan layak dikatakan sebagai sebuah kekaisaran hanya saja pihak kerajaan Yanshan sengaja tidak memakai sistem kekaisaran dalam menjalankan pemerintahannya.


Di keramaian kota perak, terlihat di kedai, restoran, dan penginapan ramai para pendekar membicarakan tentang Qin Tian yang berada pada ranah grand master mampu menghabisi pendekar yang berada pada ranah pertapa, tidak hanya itu Qin Tian sebagai pewaris tongkat sakti dewa bumi sekarang menjadi Tuan Kota Perak yang baru sebagai penerus resmi dari Tuan Kota terdahulu Zhang Wuji juga menjadi topik pembicaraan yang hangat beberapa hari terakhir ini.


“Aku dengar saat pertama masuk ke kota Tuan Qin Tian sudah membunuh tuan muda klan Yi yang sombong itu, bahkan Yi Quan juga mati saat ingin membalaskan dendam anaknya” ucap seorang pendekar berbicara pada teman di sebelahnya


“Benar benar seorang monster” ucap teman di sebelahnya menimpali


Sejak saat itu, nama Qin Tian semakin dikenal dan ditakuti, bahkan hingga keluar kota perak.


_______


Di sebuah ruangan yang megah terlihat puluhan orang dengan pakaian bangsawan berkumpul bersama seorang pemuda dengan pakaian sederhana menikmati hidangan yang telah tersedia di atas meja.


Sosok sederhana itu adalah Qin Tian yang duduk di kursi kehormatan bersama para petinggi kota perak lainnya.


“Paman Ainu” ucap Qin Tian yang telah mengubah panggilannya pada Tuan Kota Zhang


“Silakan Tuan” jawab Zhang Ainu dengan sigap dan hormat mempersilakan Qin Tian untuk menyampaikan tujuannya mengumpulkan para petinggi kota perak.


“Tuan tuan dan tetua sekalian tujuanku mengundang para tetua sekalian berkumpul di sini, karena ada beberapa hal yang ingin aku bicarakan" ucapan Qin Tian memulai penjelasannya sambil menatap ke kiri dan kanan melihat para tetua di sana dengan serius.


"Aku sudah berada di sini beberapa minggu, setelah mengamati dan memperhatikan jalannya pemerintahan aku melihat beberapa kelemahan pada sistem pemerintahan kita yang sekarang, yang mana kita merupakan wilayah kota yang sangat besar namun kepemimpinan masih terpusat sebagai kota saja. Bagaimana menurut para tetua sekalian jika kota ini diubah menjadi kerajaan yang bernaung di bawah kerajaan Yanshan?” tanya Qin Tian yang segera membuat para petinggi di kota itu terdiam.


Setelah mendengar perkataan Qin Tian, seketika wajah para tamu di sana berubah ada yang menunjukkan ketidak suka-an mereka, namun ada juga yang menunjukan bahwa mereka setuju dengan usulan itu.


“Tuan Qin Tian, wacana itu sudah pernah dicanangkan, namun banyak pihak yang menolak keputusan itu, alasannya karena takut pihak kerajaan Yanshan mengira kita akan memberontak pada kerajaan, karena itu wacana tersebut dibatalkan” Tuan Zhang Ainu menjelaskan dengan hormat mewakili para petinggi yang hadir di sana.


“Benar tuan” ucap par petinggi lainnya menanggapi.


“Sepertinya kerajaan tidak ada masalah dengan perubahan ini, karena kita hanya mengubah sistem pemerintahan dan tidak melepaskan diri dari kerajaan Yanshan” ucap Qin Tian dengan tenang yang sudah memikirkan rencananya dengan matang untuk memperkuat kota tersebut setelah beberapa pekan berada di kota perak dan mengamati kelemahan kota tersebut, dimana kelemahannya berada pada sistem pemerintahan yang berpusat pada pemimpin kota yang harus memimpin wilayah yang sangat luas, hal itu membuat ketidak efektif-an dalam menjalankan pemerintahan.


“Tuan, kita tidak bisa menilai semudah itu, karena kita tidak memiliki keterikatan dengan pihak kerajaan dan tidak ada bukti kesetiaan kita yang dapat menjadi alasan pihak kerajaan membiarkan kita melakukan hal itu” ucap Zhang Lian seorang tetua klan bangsawan Zhang berpendapat

__ADS_1


“Aku sudah memikirkan hal itu dengan matang, untuk itu aku ingin kalian mengundang perwakilan kerajaan Yanshan untuk menjelaskan rencana perubahan ini” ucap Qin Tian lalu mengeluarkan lencana emas dengan gambar gunung yang berlatar langit biru yang seketika membuat ruangan itu menjadi riuh saat melihatnya.


“I… itu… lencana master Akademi Yanshan” ucap para petinggi kota perak menatap lencana itu dengan tercengang lalu memalingkan pandangan mereka menatap Qin Tian dengan tidak percaya.


“Latar belakang yang sangat mengerikan” batin para petinggi kota perak mengubah tatapannya kepada Qin Tian dengan tatapan yang semakin takut dan hormat.


Akademi Yanshan merupakan sebuah akademi yang memiliki hubungan langsung dengan kerajaan Yanshan dalam banyak hal, yang berarti ketika seseorang menjadi petinggi di Akademi Yanshan maka secara tidak langsung dia juga mendapat posisi yang tinggi juga dalam pandangan kerajaan.


Dengan adanya lencana Master Akademi Yanshan membuat apa yang direncanakan Qin Tian semakin mungkin untuk ter-realisasikan.


“Bagaimana tanggapan para tetua sekalian?” tanya Qin Tian dengan sopan membuyarkan lamunan para petinggi kota perak tersebut yang terdiam.


“Kami setuju tuan” jawab para petinggi kota tersebut yang sudah tidak memiliki alasan untuk mempertahankan sistem pemerintahan mereka yang sekarang.


“Baik, untuk urusan pemerintahan dan pemekaran wilayah aku serahkan kepada Paman Zhang Ainu, untuk urusan eksternal mengundang pihak kerajaan aku serahkan pada tetua Zhang Lian, dan untuk urusan tata letak pusat pemerintahan aku serahkan pada paman Jian An” ucap Qin Tian memberi perintah dengan penuh wibawa


“Baik Tuan” jawab mereka bersamaan dengan hormat


Setelah mendapat kesepakatan dalam pertemuan tersebut, para tamu kembali menikmati hidangan dan melanjutkan pembicaraan mereka dengan pembicaraan yang lebih santai.


Setelah cukup lama bersama para petinggi kota batu, Qin Tian lalu undur diri untuk beristirahat, ingin melanjutkan latihan keterampilan dewa bumi yang belum dia kuasai sepenuhnya.


_________________________


Ingfo othor:


Hallo temen temen pembaca setia LPTL, sedikit info dari author tentang update beberapa hari ke depan.


Mohon maaf kepada temen temen pembaca setia LPTL, karena sepertinya untuk beberapa hari ke depan othor hanya bisa up 1 part saja, karena othor mau balik kampung, awal puasa bareng keluarga, biar awal awal puasa saurnya ga pakai mie campur nasi.


Terimakasih kepada pembaca setia LPTL yang selalu setia sama cerita LPTL yang serampangan ini.


Marhaban ya Ramadhan.

__ADS_1


Assalamualaikum warahmatullahi wabarokatuh🙏


__ADS_2