
PART 18 SELEKSI BABAK PERTAMA
Aula beladiri Klan Qin, terlihat seorang tua dengan aura yang agung berdiri di atas platform batu yang tinggi, menatap seluruh penonton dan murid klan dengan mata yang berapi api, itu menggambarkan rasa semangat melihat kekuatan generasi muda dari klan yang ia cintai.
“Seleksi pertama, pertarungan bebas, dimulai!” ucapnya dengan semangat dengan bantuan tenaga dalam seorang pendekar tingkat raja membuat suaranya bergema di seluruh kawasan klan Qin.
Dongg… Suar gong bergema di aula bela diri klan Qin, menandakan babak pertama seleksi murid terbaik klan di mulai.
“Whus…” “Whuss…” puluhan murid yang merasa percaya diri melompat ke aula beladiri klan Qin yang luas.
Lalu diikuti ratusan murid lain yang terdiri dari murid tingkat pemula hingga peserta
Satu persatu murid klan memasuki arena pertempuran tersebut.
"Pertarungan dilakukan secara bebas, namun dilarang membunuh" ucap tetua Qin Xie lalu mengibaskan lengannya membuat sebuah perisai perlindungan menutupi seluruh kawasan pertarungan.
Ratusan murid klan sudah berada di arena pertandingan aula beladiri klan Qin, tidak memilih lawan, satu persatu mereka saling menyerang.
“Dhuarr…” ledakan terjadi saat serangan seorang murid tingkat peserta menengah mengenai murid tingkat pemula puncak lalu menjatuhkannya.
“itu… itu kekuatan tingkat peserta menengah” ucap para murid yang tak jauh dari pertempuran itu dengan bergidik lalu menjauh agar tidak berhadapan dengan murid itu.
“Dhuarr…” ledakan sekali lagi bergema dari tempat yang tidak jauh dari ledakan sebelumnya.
Ledakan itu mendorong seorang murid hingga beberapa meter hampir membuatnya terjatuh dari arena pertempuran tersebut.
Murid itu kembali berdiri lalu melirik ke belakangnya
“Ayo serang bersama sama” ucap murid itu kepada dua temannya
“Saudara du, saudara Gu, kalian alih perhatiannya aku akan menyerangnya” lanjut sosok murid yang terlempar sebelumnya murid itu secara alami adalah Qin Hun.
Kedua saudara itu menganggukkan kepala mereka lalu bergerak menyerang murid yang menyerang Qin Hun sebelumnya.
Qin Gu dan Qin Du bergerak dari sisi yang berbeda menyerang murid yang menyerang Qin Hun sebelumnya.
“Dhuar…” ledakan dahsyat terjadi saat serangan tiba tiba Qin Hun dari arah belakang mengenai murid itu lalu melemparnya keluar dari arena pertempuran dan melukainya dengan parah.
“Ha ha ha” Qin hun tertawa mendominasi
Di sisi lain tiga murid lain yang melihat tindakan Qin Hun dan kedua saudaranya ikut membentuk kelompok seperti Qin Hun lalu bergerak menuju sosok murid dengan kekuatan tingkat peserta Puncak itu lalu menyerangnya secara bersamaan.
__ADS_1
“Dhuar…” ledakan keras terjadi saat serangan ketiga murid itu bertabrakan dengan serangan tapak milik pendekar peserta tahap Puncak itu.
Kedua kelompok itu saling mundur beberapa meter namun tidak menimbulkan luka yang serius bagi mereka.
“Saudara, ayo kita bergabung dengan kelompok itu, ini saatnya kita membalas dendam padanya” ucap Qin Hun pada dua saudaranya.
Qin du dan Qin gu yang tidak mau berdebat mengikuti saran dari Qin Hun lalu bergerak menyerang sosok pendekar peserta Puncak itu.
Sosok pendekar jenius itu secara alami adalah Qin Chen.
“Dhuarr’ Dhuar” serangan tiba tiba dari Qin du mengenai Qin chen membuatnya terdorong beberapa meter.
Belum sempat Qin Chen bangkit setelah terkena serangan Qin Du, Qin Hun lalu meluncurkan serangan susulan dengan kekuatan terkuatnya bergerak menyerang Qin Chen.
“Saudara Chen…” teriak seorang gadis dengan keras saat melihat Qin Hun menyerang Qin Chen dengan kekuatan terkuatnya.
Gadis itu lalu membuat segel tangan
“Whuss…” ia melancarkan serangan menghalau serangan tapak dari Qin Hun yang hendak mengenai Qin Chen
“Dhuar…” Ledakan terjadi saat serangan gadis itu di halau oleh serangan tapak milik Qin du yang sedari tadi berjaga akan hal ini.
“Dhuarr…” ledakan sekali lagi bergema saat serangan Qin Hun mendarat kepada Qin Chen
“Apa yang terjadi…” ucap sosok Qin Du, Qin Gu, dan Qin Feiyan bersamaan menyaksikan Qin Hun yang terlempar setelah menyerang Qin Chen.
“benar benar kuat…” Gumam para penonton menyaksikan hal itu.
Setelah debu yang menutupi wilayah pertarungan itu menipis tertiup angin terlihat sosok seorang bertopeng merangkul badan Qin Chen yang terluka.
Sosok bertopeng itu lalu meletakkan Qin chen dengan perlahan
“Whuss…” sosok itu bergerak dengan cepat menyerang Qin Hun
“Dhuarr… Serangannya mengenai Qin Hun.
Serangan tunggal itu membuat Qin Hun terlempar jauh yang hampir menjatuhkannya dari arena pertarungan.
“Uhukk Uhukk” Qin Hun memuntahkan seteguk darah segar dari mulutnya.
“Whuss…” sosok bertopeng itu bergerak cepat melancarkan serangan susulan kepada Qin Hun.
__ADS_1
“Perbuatan curang seperti itu tidak bisa di biarkan, itu hanya akan merusak generasi muda klan Qin yang perkasa!” teriaknya saat bergerak mendekati Qin Hun dengan kecepatan ekstrem.
“Saudara Chen, kali ini aku yang akan melindungi mu” ucap sosok itu dalam hatinya.
Jika dia terlambat maka dapat di pastikan serangan yang dilancarkan Qin Hun itu dapat mencederai Qin Chen dengan parah, lebih buruknya adalah dapat membunuh Qin chen secara perlahan.
“Whuss… angin berhembus saat sosok bertopeng itu melancarkan pukulannya.
Sosok itu menghentikan serangannya beberapa inci sebelum mendarat ke tubuh Qin Hun
Suasana hening sesaat, bahkan penonton yang sebelumnya bersorak untuk para generasi muda yang bertarung menjadi hening melihat kejadian itu.
Terlihat sosok berdiri di antara Qin Hun dan Qin bertopeng berusaha menahan serangan sosok Qin bertopeng itu dengan badannya, sosok itu adalah Qin Gu.
Qin Gu yang mememjamkan matanya membuka matanya saat tidak terjadi apa apa pada dirinya.
Saat ia membua matanya ia melihat tinju yang hanya berjarak beberapa inci darinya itu membuat lututnya bergetar di depan sosok yang tidak terlihat kultivasinya itu.
Sosok bertopeng itu menurunkan tinjunya lalu berbalik membelakangi Qin Gu,
“Kenapa dia menghentikan serangannya, bukankah orang itu juga membantu menyerang sosok kuat lain itu sebelumya” gumam para penonton yang melihat Qin bertopeng itu menghentikan serangannya.
“Kebijaksanaan bukanlah dia yang memberantas kejahatan tanpa memandang bulu, tapi kebijaksanaan adalah dia yang mencabut kejahatan dari apa yang membuatnya jahat!” ucapnya lalu bergerak menuju tiga orang yang menyerang Qin chen sebelumnya.
“Tidak hanya kuat, sosok itu juga sangat bijaksana dalam bertindak. Benar benar seorang jenius sejati” gumam para penonton takjub
“Whuss…” Dengan cepat sosok itu melemparkan tiga orang yang menyerang Qin Chen sebelumnya, keluar dari arena pertempuran hanya dengan masing masing satu serangan.
“Sangat mengerika…”
“Benar benar monster” gumam para penonton menyaksikan pertarungan itu.
Di berbagai sisi, terlihat banyak murid yang juga terlempar keluar arena pertarungan.
Waktu hampir berakhir, dari tujuh ratus lima puluh Sembilan murid tingkat pemula, kini hanya tersisa tiga ratus dua puluh tujuh murid.
Di sisi murid tingkat peserta yang awalnya berjumlah tiga ratus Sembilan puluh lima, kini tersisa serratus lima puluh Sembilan murid.
“Dungg…” gong berbunyi menandakan seleksi babak pertama berakhir.
Murid yang bertahan dari tingkat pemula sebanyak tigaratus dua puluh murid, termasuk Qin Hun, Qin Du, Qin Gu, Dan Qin Feiyan,
__ADS_1
Sementara murid tingkat peserta yang berhak mengikuti seleksi berikutnya berjumlah seratus lima puluh murid, termasuk Qin Chen, dan Qin Bertopeng.