
PART 29 MENOLONG QIN FEIYAN
Di panggung murid tingkat pemula.
Angsa putih surgawi milik Bai Tian’e mengeluarkan gelombang suara memekakkan yang mengandung kekuatan destruktif yang sangat besar membuat para penonton melindungi diri mereka dengan kekuatan spiritual mereka.
Trakk… teratai pelindung Qin Feiyan retak karena kekuatan angsa putih surgawi itu.
Dhuar… Qin feiyan terlempar saat teratai pelindungnya benar benar dihancurkan angsa putih surgawi milik Bai Tian e
“Menyerahlah sebelum kau terlambat, karena kekuatan angsa surgawi ini bisa membunuh murid tingkat peserta” ucap Bai Tian e
Qin Feiyan yang tidak mau menyerah menyeka darah segar yang mengalir di sudut bibirnya lalu berusaha memulihkan diri.
Melihat Qin Feiyan yang tidak mau menyerah Bai Tian e kembali menyerang Qin Feiyan dengan serangan suara Angsa putih surgawi
“Arrkk…” Qin feiyan menahan serangan dari angsa putih surgawi itu
Dhuar… Qin Feiyan sekali lagi terlempar
Whus… angsa putih surgawi merentangkan sayapnya, ratusan bulu angsa itu membentuk seperti ratusan jarum putih yang siap menyerang.
Namun saat ratusan jarum itu mendekati tubuh indah Qin Feiyan, tiba tiba ratusan jarum itu berhenti seperti di tahan oleh sesuatu.
Dhuar… Dhuar… jarum itu mengenai arah yang berbeda
“Rangg” angsa putih surgawi itu mengerang lalu terbang mengelilingi langit kota batu.
“Feiyan er, edarkan kekuatan spiritualmu dan bergaya seolah kau mengendalikan angsa itu” suara terdengar bergema di pikiran Qin Feiyan
“Qin Tian gege” gumam Qin Feiyan
Dengan segera Qin Feiyan mengedarkan kekuatannya dan bergaya seolah oleh dirinya sedang berusaha mengendalikan angsa putih surgawi itu.
“Akhirnya” gumam sosok pemuda yang berada dalam perlindungan roh naga biru
“Arkk” Bai Tian e menerima serangan balik saat angsa putih surgawi terlepas dari kendalinya
“Angsa putih surgawi, lepas!” teriak Qin Feiyan mengikuti arahan Qin Tian
__ADS_1
“Rangg” angsa putih itu meraung lalu berubah menjadi titik titik cahaya putih yang kemudian lenyap di kehampaan
“Ba… bagaimana bisa” ucap Bai Tian e tidak percaya keterampilan rahasia sekte mereka bisa dipatahkan oleh orang lain
Angsa putih surgawi milik Bai Tian e merupakan perwujudan dari kekuatan langit yang membentuk angsa, Qin tian yang memahami rahasia kekuatan langit secara alami dapat mengendalikan kekuatan langit dengan mudah, jika Qin Tian mau maka bisa saja Qin Tian mengendalikan angsa putih surgawi itu sesukanya.
“Nona muda klan Qin sangat hebat…” gumam para penonton yang melihat kejadian itu
Di sisi lain, Master Wu menggelengkan kepala merasakan campur tangan Qin Tian dalam pertarungan Qin Feiyan dan Bai Tian e
“Guru” ucap Yan Li melalui telepati
“Biarkan saja, jika dia bertindak lebih baru kalian hentikan” ucap Master Wu juga melalui telepati
“Baik guru” jawab Yan Li dengan hormat melalui telepati
Setelah angsa putih surgawi itu hancur, Qin Tian kembali memasuki tubuh fisiknya agar pergerakannya tidak diketahui.
“Feiyan er, sisanya aku serahkan padamu” suara Qin Tian bergema di pikiran Qin Feiyan
Whus… sosok biru transparan melesat terbang melintasi langit panggung murid tingkat pemula memasuki panggung murid tingkat peserta.
“Pantas saja menara penguji jiwa sampai hancur. Sangat menarik” batin Master Wu melihat kehebatan Qin Tian
_________________
Di arena pertarungan murid tingkat peserta, Qin Tian yang sudah kembali ke tubuh fisiknya melepaskan dua naga yang melindunginya untuk membantu naga lain yang sedang bertarung.
“Roarr” naga Qin Tian meraung keras lalu dengan segera salah satu naga yang melindungi Qin Tian melilit roh kucing dahan dengan keras.
Dhuar… ledakan terjadi saat roh kucing dahan meledak akibat lilitan dari naga biru Qin Tian
“Arkh…” Mao Fenzhi terlempar keluar dari arena pertarungan dengan memuntahkan darah segar dari mulutnya.
Dengan cepat Qin Tian merubah keadaan, lima naga biru Qin Tian meliuk menyerang ke empat murid yang menantang Qin Tian.
Dhuar. . . Salah satu naga Qin Tian berhasil menyerang murid yang menantang Qin Tian
Satu persatu murid itu terlempar hingga Qin Tian menjadi murid pertama yang berhasil mengalahkan empat puluh murid tanpa jeda membuatnya berhasil melewati tahap kedua.
__ADS_1
Dengan tenang Qin Tian melewati Yan Zhen dan Yun Fei berlalu untuk kembali ke barisannya.
Yun Fei menatap Qin Tian yang lewat di depannya, Qin Tian yang melihat itu juga segera tersenyum menatap Yun Fei namun Yun Fei menatap Qin Feiyan dengan tatapan yang aneh membuat Qin Feiyan menjadi salah tingkah hingga membuatnya hampir terjatuh dari panggung tersebut.
Yun Fei yang melihat tindakan lucu Qin Tian meletakkan telapak tangan kirinya yang indah di atas bibr merahnya yang seksi, sudut bibirnya terangkat membentuk lekukan indah yang menggoda.
“Saudara selamat” ucap rombongan Qin pada Qin Tian yang berhasil menjadi murid pertama yang menyelesaikan seleksi kedua tanpa jeda.
“Sepertinya duta Yun Fei tertarik pada saudara” ucap Qin Wuji berbisik di telinga Qin Tian
Mendengar itu Qin Tian hanya bisa tertawa, matanya menyipit lalu ia tertawa mendongakkan kepalanya sedikit ke atas.
“Hemm...” Yun Fei berdehem menatap Qin Tian dan Qin Wuji membuat wajah Qin Wuji seketika menegang lalu segera mengalihkan pembicaraan mereka
“Saudara lihatlah, jika tadi saudara Tian melawan lima murid sekaligus, aku akan melawan sepuluh murid sekaligus” ucap Qin wuji mengalihkan pembicaraan membuat rombongan klan Qin tertawa.
Dengan tingkatannya sekarang Yun Fei bahkan mampu mendengar suara jangkrik yang berjarak puluhan meter darinya, percakapan Qin Wuji dan Qin Tian yang berbisik sangat terdengar jelas di telinga Yun Fei.
“Aduh” Qin wuji mengaduh saat kepalanya dipukuli Qin Xiao
“Aku bahkan bisa mendengar ucapan mu, bagaimana mungkin mereka yang lebih kuat dari kita tidak mendengar apa yang kau bicarakan” ucap Qin Xiao
Rombonan Qin itu sekali lagi tertawa melihat tingkah Qin Xiao dan Qin Wuji yang seperti kucing dengan anjing.
“Murid yang ingin melawan sepuluh orang sekaligus silakan menaiki arena” ucap Yun Fei dengan santai membuat Qin Wuji menjadi salah tingkah
Qin Wuji berbuat seolah tidak mendengar apa yang dikatakan Yun Fei kembali membuat pembicaraan dengan rombongan Qin
“Saudara Wuji, duta Yun Fei memanggil saudara” ucap Qin Chen membuat wajah Qin Wuji seketika menjadi pucat pasi.
Dengan segera Qin Xiao mendorong Qin Wuji menaiki arena lalu menyorakinya
“Hidup pahlawan Qin Wuji!” ucap Qin Xiao yang seolah mengangkat Qin Wuji ke langit lalu menghempaskannya ketika berada di puncak.
Qin Wuji berusaha tersenyum menaiki arena pertarungan.
“awas saja kau” batin Qin Wuji yang kesal karena dipermainkan Qin Xiao
Meskipun dalam hatinya begitu kesal namun Qin Wuji terus menampakkan guratan senyum yang terpaksa dari sudut bibirnya membuat Qin Tian dan murid klan Qin lainnya tertawa melihat tingkah Qin Wuji.
__ADS_1