Legenda Pendekar Tombak Langit

Legenda Pendekar Tombak Langit
PART 34 KEDATANGAN LELUHUR LONG HUO


__ADS_3

PART 34 KEDATANGAN LELUHUR LONG HUO


Alun alun kota batu, tempat yang sebelumnya dipenuhi keramaian oleh penonton dan orang orang penting kota batu, kini hanya diisi ke empat duta akademi Yanshan dan bangsawan klan Mu yang menjadi tuan rumah acara tersebut.


“Terimakasih tetua Mu Ying. Untuk sekarang ada sesuatu yang harus kami kerjakan, setelah selesai kami akan kembali kesini lagi” ucap Yan Zhen berbicara dengan hormat kepada tetua Mu Ying yang diikuti anggukan dari ke tiga duta akademi Yanshan lainnya


“Sampaikan terimakasih kami kepada Patriak Mu” lanjut Yan Zhen


“Baiklah, ingat jika urusan kalian selesai kembalilah kesini patriak ingin menemui kalian” jawab tetua Mu Ying


“Baik tetua” jawab mereka lalu menghilang dari tempat itu.


___________________


Di klan Qin, terlihat pasukan aliansi klan Qin dan klan Jin perlahan berhasil memukul mundur pasukan sekte naga terbang, namun belum sempat kemenangan terukir di benak para murid terdengar tawa dari langit klan Qin.


“Ha ha ha, ternyata setelah tiga ratus tahun ada kelompok yang berhasil melumpuhkan pasukan naga bayang ku” suara bergema di langit klan Qin yang seketika membuat Long Hong dan seluruh sekte naga terbang bersujud dengan hormat melihat kehadiran sosok itu


“Hormat pada leluhur Long Huo” ucap Long Hong yang diikuti ribuan pasukan sekte naga terbang dengan serempak.


Whus…. Sosok itu tiba tiba muncul di depan Long Hong dan Long Shui secepat kilat.


“Tidak ada ampunan bagi mereka yang berani menyinggung sekte naga terbang ku” ucap sosok itu mengeluarkan kekuatannya.


Terlihat cahaya ungu seketika keluar dari tubuhnya secara ekstream lalu membentuk lingkaran cahaya ungung yang melingkari tubuhnya, cahaya itu melebar melepaskan kekuatan yang dahsyat membuat murid tingkat peserta menengah dan puncak terlempar dengan parah kecuali Qin Tian dan rombongannya yang mendapat perlindungan pari patriak Qin Nan dan Jin Kong.


“Ranah kaisar menengah” ucap Jin Kong dan Qin Nan terkejut.


“Marga Jin, aku tidak memiliki hubungan yang buruk dengan klan selama ini. Pergilah maka aku akan mengampuni kalian” ucap sosok paruh baya dengan rambut putih yang berjalan dengan santai di hadapan lautan pasukan aliansi klan Qin dan klan Jin.


“Meskipun kami bukan klan bangsawan besar, tetap pantang bagi kami kembali setelah maju dalam pertempuran” tegas Jin Kong yang sudah berjanji untuk membantu Qin Tian


“Baiklah….” Jawab sosok itu dengan santai


Whus…. Elang emas pelindung klan Qin bergerak melest menyeran sosok itu.


Dhuar…. Elang emas terlempar karena jentikan jari dari sosok itu membuat elang emas terluka dengan parah.


Whus…. Jin kong dan Qin Nan melancarkan serangannya ke arah sosok kuat yang disebut leluhur Long Huo itu namun dengan mudah serangan itu dipatahkan Long Huo dengan mengibaskan lengannya.

__ADS_1


Dhuar. . .. Dhuar. . .. Rombongan Qin Tian terkena serangan Long Huo denan serangan tapak naga api miliknya membuat Qin Tian dan rombongannya terluka dengan parah namun tidak membahayakan nyawa mereka karena perlindungan dari Jin Kong dan Qin Nan


“Aku adalah penyebab penyerangan ini, jadi silakan b***h aku dan tinggalkan klan ini” teriak Qin Tian menyerahkan dirinya pada Long Huo


“Sangat berani” gumam Long Hong membelai janggut panjangnya yang putih sepenuhnya.


“Siapa kamu nak?” tanya sosok itu mendekati Qin Tian dengan tidak menurunkan dominasi kekuatannya membuat Qin Tian tertindas oleh kekuatan itu namun karena perlindungan dari kekuatan langit membuat Qin Tian mampu melawan penindasan itu.


Melihat Qin Tian yang mampu menahan penindasan itu membuas sosok Long Huo dan seluruh pendekar tingkat tinggi di sana terkejut melihat kemampuan Qin Tian.


“Aku Qin Tian, yang melukai tuan muda Long Kun” ucap Qin Tian memperkenalkan diri


“Apakah perang ini terjadi karena kau melukai bocah Long Kun itu?” tanya leluhur Long Huo


“Benar” jawab Qin Tian dengan tegas


“Ha ha ha” sosok itu tertawa lepas


“Long Hong” ucap leluhur Long Huo menatap Long Hong


Long Hong tertunduk diam di hadapan dominasi kekuatan Long Huo namun di balik wajahnya yang tertunduk terlihat senyuman dingin terukir di sudut bibirnya.


“Apakah mereka kesini untuk mencari pusaka klan?” batin Qin Tian memikirkan perkataan leluhur Long Huo


“Karena kau memintaku untuk membunuh mu maka aku akan mengabulkan permintaan mu itu” ucap leluhur Long Huo dengan seringai dingin mendekati Qin Tian dengan perlahan


“Klan ini jika dibiarkan suatu saat akan merusak semua rencana” batin Long Huo melihat potensi generasi muda klan Qin yang sangat hebat bahkan melebihi murid murid terbaik di sektenya.


“Arkhh….” Sosok itu meraih leher Qin Tian membuat Qin Tian sulit untuk bernafas, di tambah tekanan dominasi dari kultivator tingkat kaisar membuat nyawa Qin Tian seakan berada di ujung jarinya.


“Sebelum aku membunuhmu, aku ingin memberimu hadih dengan membiarkan mu melihat kehancuran klan Qin mu ini” ucap sosok itu membuat Qin tian murka namun karena perbedaan kekuatan yang sangat jauh membuat Qin Tian tidak bisa berbuat apa apa saat melihat pasukan sekte naga terbang menghabisi murid klan Qin satu persatu.


Qin Nan melesat ke arah Long Huo lalu dengan segera membentuk segel tangan seketika tangan kanannya diselimuti cahaya kuning membentuk tapak kuning yang melesat ke arah Long Huo.


Dhuar…. Serangan Patriak Qin Nan di halau dengan mudah oleh leluhur Long Huo


Whus…. Tetua Qin Xie melompat dari atas leluhur Long Huo menyerang Long Huo dengan serangan tombak bambu emasnya.


Dhuar…. Serangan tombak bambu emas itu mengeni tangan kanan Long Huo yang mencengkram Qin Tian membuat Qin Tian terlempar ke arah Patriak Qin Nan.

__ADS_1


Dengan segera Qin Tian yang terlempat di sambut oleh Qin Nan


“Tian er kau tidak apa?” tanya Qin Nan


“Aku baik baik saja paman” jawab Qin Tian berusaha berdiri membantu klannya berperang


“B*****an! Berani menyerang ku” teriak Long Huo menyerang tetua Qin Xie dengan serangan tapak naga api miliknya


Dhuar…. Serangan tapak naga api Long Huo mengenai perlindungan Qin Xie karena perbedaan kekuatan yang jauh membuat tetua Qin Xie menerima luka parah akibat seranan itu


“Raungan naga kematian!” teriak Long Huo bergerak menyerang Qin Tian berniat membunuhnya untuk mengganggu konsentrasi patriak Qin Nan dan tetua Qin Xie yang begitu peduli kepada Qin Tian


Melihat itu patriak Qin Nan yang melawan tetua Agung Long Shui segera bergerak menuju Qin Tian namun belum sempat dia mencapai Qin Tian dirinya diserang dengan pukulan naga air milik tetua Agung Long Shui membuat Qin Nan terlempar menjauh dari Qin Tian.


“Dhuar…. Suara ledakan terjadi saat serangan leluhur Long Huo mengenai Qin Tian menyisakan kabut merah yang menutupi pandangan semua orang


Kabut itu perahan menipis menampakkan sosok tua dengan rambut putih memeluk Qin Tian dengan belakang yang terbakar akibat serangan raungan naga kematian milik Long Huo.


“Tian er, jadilah kuat agar kau bisa melindungi orang yang kau cintai” ucap sosok itu dengan lemah lalu perlahan menutup matanya


“Tetua agung…!” teriak Qin Tian memeluk sosok tua yang perlahan menghitam akibat serangan tingkat kaisar milik Long Huo tersebut.


Melihat satu satunya sosok yang melindungi dirinya saat dia dalam keadaan lemah terbunuh di depannya dan lebih parah karena melindungi dirinya membaut mata Qin Tian memerah, jantungnya berdebar lebih cepat urat urat di seluruh tubuhnya timbul menunjukkan kemarahannya.


“Aku bersumpah akan menjadi kuat dan menghapus orang orang serakah seperti kalian!” teriak Qin Tian menunjuk Long Huo dengan penuh kemarahan


“Ha ha ha… sudahi mimpi mu nak, hadapi dulu kenyataan ini” ucap Long Huo


Langit klan Qin yang cerah tiba tiba dipenuhi awan hitam yang dipenuhi sambaran petir.


Langit klan Qin bergetar lalu dari awan hitam itu terpancar cahaya biru yang jatuh dari langit tepat ke arah Qin Tian yang memeluk tetua Qin Xie.


“Aaak….” Qin Tian berteriak dengan terus memeluk sosok tua yang melindunginya


Teriakan Qin Tian perlahan menghilang bersamaan dengan kabut biru yang menutupi sekitar tempat Qin Tian dan tetua Qin Xie.


Kabut biru perlahan menipis menampakkan sosok pemuda dengan lembut meletkkan tubuh tetua Qin Xie ke bawah lalu menghadap Long Huo.


Sosok pemuda dengan armor berwarna biru lngit dengan gagah melangkahkan kakinya ke arah leluhur Long Huo.

__ADS_1


Whus…. Sosok itu mengibaskan lengan kanannya seketika pagoda kecil tujuh tingkat mengambang di telapak tangannya.


__ADS_2