Legenda Pendekar Tombak Langit

Legenda Pendekar Tombak Langit
PART 54 PERSIAPAN DI KOTA PERAK


__ADS_3

PART 54 PERSIAPAN DI KOTA PERAK


Di tempat lain, di hutan rumput gelap, hutan yang membatasi kota perak dengan gunung kelelawar, terlihat sepuluh ribu pasukan aliansi sekte aliran hitam bergerak seperti lautan manusia yang dipimpin oleh lima puluh komandan dan jendral pasukan bersama sepuluh petinggi aliansi tersebut terus bergerak mendekati kota perak.


Delapan ratus meter sebelum memasuki kota perak, terlihat tiga ribu pasukan dengan topeng perak dan lambang banteng pada lengan kanan mereka berbaris gagah menghadang sepuluh ribu pasukan dengan jubah hitam.


Dua pasukan itu adalah pasukan banteng perak dan pasukan aliansi perak hitam.


Whus…. Seorang dengan jubah hitam turun menuju kereta kuda yang berada di barisan tengah pasukan aliansi perak hitam.


“Lapor pemimpin, pasukan kita di hadang pasukan bertopeng perak, kemungkinan itu adalah divisi khusus yang dibentuk tuan kota baru” ucap seorang jendral aliansi perak hitam kepada lima master sekte yang tergabung dalam aliansi perak hitam tersebut.


“Berapa jumlah pasukan musuh yang menghadang?” tanya Ye Bianfu dengan tenang sambil membelai janggutnya


“Sekitar tiga ribu pasukan pemimpin” jawab jenderal tersebut berlutut dengan hormat.


“Ha ha ha, apakah pihak kota sudah tidak memiliki pasukan lagi” Yi Xian tertawa lepas mengetahui jumlah pasukan yangng diutus untuk menghalangi mereka tidak sampai separuh kekuatan mereka.


Ye Bianfu menatap empat pemimpin aliansi lainnya lalu ditanggapi dengan anggukan dari keempat pemimpin sekte yang tergabung dalam aliansi perak hitam tersebut.


“Jendral Xue Mo, selesaikan ini secepat mungkin!” ucap Ye Bianfu memberi perintah


“Baik Pemimpin” jawab Jendral Xue Mo dengan hormat lalu menangkup kan tangannya dengan hormat lalu pergi dari tempat itu menuju barisan depan pasukan.


“Pihak kota bener benar meremehkan kita” ucap Yun Qiong dengan kesal, karena menganggap pihak kota meremehkan kekuatan mereka.


“Bukan kah lebih baik jika merek meremehkan kekuatan kita, saat mereka tau kekuatan kita, maka mereka akan mengutuk diri mereka karena telah meremehkan kekuatan kita” ucap Yi Xian menimpali dengan semangat


“Saudara semua, kita harus berhati hati, aku takut jika ini adalah strategi dari pihak kota” ucap Ye Bianfu yang merasakan ada yang tidak beres dari pasukan yang menghadang mereka tersebut.


“Pemimpin Ye Bianfu benar, aku juga merasa seperti itu” jawab Xue Wu menimpali yang segera di tanggapi dengan anggukan dari pemimpin lainnya.


______________

__ADS_1


Di tempat lain, di sebuah ruangan yang dipenuhi para petinggi kota perak, terlihat seorang pemuda yang didampingi dua sosok paruh baya duduk di depan puluhan sosok tua petinggi kota perak berbiara dengan serius.


“Para tetua sekalian, pasukan aliansi sekte aliran hitam sudah hampir memasuki gerbang kota perak dengan jumlah sepuluh ribu pasukan” ucap Qin Tian yang seketika membuat ruangan yang tegang itu menjadi riuh oleh pemibcaraan masing masing para petinggi kota.


Melihat tindakan yang dilakukan para petinggi yang panik hingga mengabaikan Qin Tian membuat Zhang Ainu menatap para petinggi kota tersebut dengan marah.


“Kalian, dengarkan dulu penjelasan Tuan Qin Tian!” tegas Zhang Ainu berbicara melalui telepati membuat para tetua yang saling sibuk dengan pembicaraan mereka seketeika terdiam


“Baik, aku lanjutkan” ucap Qin Tian yang sempat menghentikan pembicaraannya menatap para petinggi itu dengan serius.


“Untuk mengatasi maslah ini, aku sejak jauh hari sudah membentuk pasukan khusus yang diseleksi dari beberapa divisi pasukan pertahan kota bersama jendral Ming dan jendral Liu” lanjut Qin Tian yang seketeika membuat para petinggi yang sebelumnya meremehkan Qin Tian menjadi malu pada diri mereka sendiri karena kalah langkah dari seorang pemuda yang belum sampai separuh umur mereka.


“Ternyata dia sudah memikirkan ini” ucap sebagian petinggi menatap Qin Tian dengan hormat namun sebagian lain masih menganggap remeh Qin Tian.


“Demi menjaga keamanan kota, aku sudah mengutus Jendral Ming bersama sepuluh ribu pasukan menghadang pasukan aliansi aliran hitam tersebut” ucap Qin Tian dengan penuh wibawa.


“Masalah internal kota, sementara aku serahkan pada paman Zhang ainu” lanjut Qin Tian lalu menjelaskan strateginya dalam mengatasi maslah tersebut.


“Baik Tuan” jawab para tetua tingkat tinggi kota perak dengah hormat kepada Qin Tian


Para petinggi kelas menangah hingga bawah yang tidak mengerti kekuatan dan kepintaran Qin Tian menganggap Qin Tian sebagai seorang bocah yang hanya karena mendapat warisan dari pendekar Zhang Wuji sehingga bisa menjadi pemimpin kota, sementara para tetua tingkat tinggi yang mengerti perbedaan kekuatan Qin Tian terlebih latar belakang yang Qin Tian miliki, sangat menaruh hormat pada Qin Tian, terutama dengan kekuatan dan kecerdasan yang Qin Tian miliki.


Tidak mau membuang banyak waktu, Qin Tian yang sudah siap dengan kemungkinan pertempurn tersebut segera undur diri untuk segera ke garis depan membantu Jendral Ming.


“Tuan” ucap Zhang ainu menghentikan langkah Qin Tian


“Ada apa paman?” tanya Qin Tian dengan ramah


“Jika tuan pergi ke garis depan, maka aku sebagai keturunan pendekar Zhang akan ikut turun ke garis depan” ucap Zhang Ainu yang tidak ingin membiarkan Qin Tian pergi sendiri


“Aku juga tuan” ucap Jian an


“Meskipun aku tidak terlalu mahir dalam bertempur, setidaknya aku bisa membantu menyiapkan mantra formasi” lanjut Jian an yang juga tidak mau membiarkan Qin Tian pergi sendiri

__ADS_1


"Lalu bagaimana dengan urusan internal kota?" tanya Qin Tian


"Untuk urusan kota, akan aku serahkan pada para tetua untuk mengurusi nya" jawab Zhang Ainu


Qin Tian yang tidak bisa menolak keinginan kedua bawahannya itu terdiam tidak bisa berkata kata.


“Baik lah, persiapkan persiapan paman berdua, tiga puluh menit lagi kita akan berangkat” ucap Qin Tian pada Zhang Ainu dan Jian an


“Baik Tuan” jawab Zhang Ainu dan Jian an dengan semangat lalu segera pergi mempersiapkan diri untuk ikut pergi ke barisan depan.


Setelah Zhang Ainu dan Jian an pergi, Qin Tian lalu pergi menemui Jendral Liu.


“Tuan” ucap Jendral Liu menangkupkan tangannya dengan hormat menyambut kedatangan Qin Tian yang dijawab dengan anggukan dari Qin Tian.


“Tuan mari” ucap jendral Liu mengarahkan Qin Tian untuk beristirahat di kediaman-nya


“Terimakasih” ucap Qin Tian lalu duduk di kursi yang sudah Jendral Liu siapkan


“Tuan” ucap Jendral Liu bertanya kedatangan Qin Tian dengan hormat


“Jendral aku akan segera pergi ke barisan depan, siapkan seribu pasukan bantuan yang sudah di siapkan” perintah Qin Tian pada Jendral Liu agar menyiapkan seribu prajurit elit yang terpilih untuk ikut bersama Qin Tian menuju garis depan pertempuran melawan aliansi sekte aliran hitam.


“Baik Tuan” jawab Jendral Liu dengan ragu


“Ada apa jendral?” tanya Qin Tian yang melihat keraguan di mata Jendral Liu


“Tuan, aku sebagai Jendral pelindung kota tidak mungkin berdiam diri di dalam kota saat kota dalam bahaya, dan lebih parah bahkan membiarkan Tuan pergi ke barisan depan melawan musuh” ucap Jendral Liu keberatan, karena ingin pergi bersama Qin Tian.


“Tenanglah, aku tidak sendiri, ada paman Ainu dan Paman Jian an yang ikut bersama ku” jawab Qin Tian menenangkan Jendral Liu yang khawatir dengan keselamatan Qin Tian


Mendenar penjelasan tersebut membuat Jendral Liu sedikit tenang, lalu segera undur diri mempersiapkan pasukan yang diperintahkan Qin Tian sebelumnya.


Setelah Jendral Liu pergi, Qin Tian lalu mengabari Zhang Ainu dan Jian an untuk menyusul dirinya ke kediaman khusus prajurit kota, di kediaman Jendral Liu melalui pesan giok jiwa.

__ADS_1


__ADS_2