Legenda Pendekar Tombak Langit

Legenda Pendekar Tombak Langit
PART 30 PERTARUNGAN QIN WUJI


__ADS_3

PART 30 PERTARUNGAN QIN WUJI


Di panggung murid tingkat pemula.


Jika selesai kedua murid tingkat peserta harus mengalahkan empat puluh murid dengan tiga kali kesempatan kalah, maka seleksi tahap kedua murid tingkat pemula hanya cukup mengalahkan tiga puluh murid denan tiga kesempatan kalah.


Qin Feiyan setelah melawan Bai Tian e tidak ada lawan yang merepotkan nya lagi sekarang Qin Feiyan sudah berhasil melawan tia puluh murid dan membuatnya menjadi murid pertama tingkat pemula yang berhasil melewati tahap kedua.


“Saudari, selamat” ucap Qin Long dengan ramah


“Saudara, terimakasih” jawab Qin Feiyan sambil tersenyum ramah


“Saudari selamat” ucap Qin Hun juga dengan ramah


Qin Feiyan menganggukkan kepalanya acuh tak acuh


"Heh, lihat saja" batin Qin Hun saat melihat Qin Feiyan yang acuh tak acuh padanya


Whus… Qin Hun menaiki arena pertarungan dengan sombong


Qin Hun mengeluarkan kekuatannya, terlihat lingkaran berwarna kuning keluar dari tubuh Qin Hun lalu berpecah menjadi tiga lingkaran kuning yang menunjukkan kekuatannya berada pada ranah pemula tahap puncak.


“Sombong!” ucap seorang pemuda lalu melompat memasuki arena pertarungan menantang Qin Hun


__________________


Di arena pertarungan murid tingkat peserta, terlihat seorang pemuda yang dikelilingi sepuluh pemuda lain dengan aura pendekar tingkat peserta puncak yang terpancar dari tubuh mereka.


Pemuda itu adalah Qin Wuji yang melawan sepuluh murid penantang sesuai rancangan Yun Fei.


Qin Wuji yang dihadapkan dengan sepuluh lawan tingkat peserta puncak menyembunyikan ketakutannya dengan terus berusaha santai meskipun keringat dingin terus mengalir dari pori pori wajahnya.


“ba… bagaimana ini” gumam Qin Wuji terbata yang mengetahui dirinya pasti tidak mampu melawan sepuluh murid itu bersamaan.


Di sisi murid klan Qin, Qin Xiao terus meneriaki Qin Wuji dengan sebutan pahlawan membuat banyak murid lain tertarik untuk mencoba kekuatan Qin Wuji.


Di sisi lain, Yun Fei yang melihat Qin Wuji ketakutan tertawa kecil dengan mengangkat tangan kirinya yang seputih salju ke atas bibirnya yang merah menutupi tawa indahnya yang mempesona.


“Qin Xiao” teriak Qin Wuji dalam hatinya


Whus… Bola berwarna jingga melayang dengan cepat menyerang Qin Wuji namun dapat di hindari Qin Wuji dengan mudah.


Qin Wuji membuat segel tangan


Roar… Raungan naga terdengar bersamaan dengan kemunculan roh naga berwarna emas dengan rambut api dan tanduknya yang perkasa seperti mahkota di kepalanya.


Roar… naga itu meliuk dengan ganas menghantam dua murid sekaligus lalu melemparkan satu murid ke luar arena, satu murid lagi terdorong hampir keluar arena dengan darah segar mengalir dari sudut bibir murid itu.


“Saudara Lin Kong” teriak Lin Kongque lalu menghampiri murid yang terdorong itu.


“Itu… Roh naga kuno” ucap seorang murid


“Itu bukan naga kuno, itu Raja naga kuno” ucap seorang murid lain menimpal

__ADS_1


Di sisi lain, Qin Xiao yang mengetahui persis kekuatan Qin Wuji tertawa


“Akhirnya dia serius” ucap Qin Xiao sambil tertawa


Melihat itu, delapan murid penantang lain segera mengeluarkan roh pertempuran mereka


Seketika arena pertarungan murid tingkat peserta dipenuhi dengan gemuruh raungan roh pertempuran yang membuat pertarungan itu menjadi pusat perhatian para penonton.


“Kota kecil ini ternyata mengubur dalam permata yang berharga” Batin Master Wu melihat bakat Qin Wuji


Delapan roh pertempuran yang berbeda itu membagi tugas mereka, tiga roh naga, satu roh merak api dan satu roh elang emas melesat menyerang roh naga Qin Wuji dua badak bercula perak melindungi Sembilan murid yang tersisa dan satu naga lain melesat menyerang Qin Wuji.


Dhuar… Qin Wuji terlempar akibat serangan naga itu


Dhuar… dhuar… roh naga milik Lin Kong ikut menyerang Qin Wuji


“Uhuk…” Qin Wuji menyemburkan darah segar dari mulutnya


Whus… dua roh naga kembali meliuk di langit melesat menyerang Qin Wuji


Dengan segera Qin Wuji membuat segel tangan


Whung… udara bergetar seketika bersamaan dengan munculnya sebuah golok besar dengan ukiran naga pada bilah nya.


Slash… golok itu menebas kepala salah satu roh naga


“Ark…” seorang murid terlempar keluar dari arena pertarungan


________________


Di panggung murid tingkat pemula


Dhuar. . . ledakan terjadi saat serangan pemuda dengan lingkaran cahaya emas itu mengenai tubuh lawannya dengan telak dan melemparnya hampir keluar dari arena pertarungan.


“Saudara Hun!” teriak Qin Long saat melihat Qin Hun terlempar


“uhukk uhukk” seteguk darah hitam keluar dari mulut Qin Hun


Qin Hun dengan pakaian yang compang camping akibat serangan cakram cahaya milik Hong Jian berusaha berdiri lalu mengedarkan kekuatan penyembuhannya.


Namun belum sempat Qin Hun memulihkan diri cakram cahaya Hong Jian berdengung lembut lalu dari tengah cakram itu muncul titik titik cahaya emas yang berkumpul lalu membentuk pedang emas yang siap melesat menyerang Qin Hun.


Whus… pedang itu melesat dengan cepat ke arah Qin Hun


“A… aku menyerah” ucap Qin Hun terbata saat ujung pedang cahaya itu hampir menyentuh kepala Qin Hun.


___________


Di arena pertarungan murid tingkat peserta terlihat seorang pemuda dengan golok besar di tangannya berdiri di atas naga emas rambut api dengan perkasa.


Di hadapan pemuda itu, terlihat enam pemuda dengan roh pertempuran yang berbeda bersiaga menyerang pemuda di depan mereka.


Itu adalah Qin Wuji yang sudah berhasil mengalahkan empat murid yang menantangnya.

__ADS_1


Roh elang emas bersiul lalu menyerang Qin Wuji dari udara, di depan Qin Wuji merak api Lin Kongque bersiap menyemburkan semburan apinya.


Qin Wuji menoleh ke belakang terlihat naga Lin Kong meliuk dengan ganas bersiap melibas dirinya.


“Kesialan apa yang menimpa ku hari ini” gumam Qin Wuji mengumpat dirinya sendiri


“Awas kau Qin Xiao” gumamnya kesal karena provokasi Qin Xiao


Qin Wuji melihat ke bawah, dia melihat dua badak bercula perak yang bersiap menginjak injak dirinya.


“Sial” gumamnya segera berbalik ke belakang lalu melompat menebas naga Lin Kong dengan dengan golok pembunuh naga miliknya.


Dhuar. . . kepala naga Lin Kong beradu dengan golok pembunuh naga Qin Wuji


Tringg… Golok pembunuh naga terlepas dari tangan Qin Wuji lalu tertancap di arena pertarungan yang sudah porak poranda.


“Arkhh” Qin Wuji terkapar dengan pakaian sobek yang menampakkan petak petak pada perutnya.


"Krakk. . ." Elang emas melesat dari langit bergerak menerkam Qin Wuji


Di sisi lain dua badak bercula perak berlari hendak menginjak Qin Wuji


Saat kaki badak itu mendekati kepala Qin Wuji


“Tunggu!” teriak Qin Wuji menghentikan tindakan roh badak bercula perak yang di kendalikan Mu Yin Xiniu


Semua mata yang berada di sana tiba tiba menyoroti Qin Wuji, termasuk Yun Fei dan Yan Zhen.


“Apa yang dia lakukan” gumam para murid lainnya


“Aku ingin mengambil waktu jeda” ucap Qin Wuji sambil menarik kedua sudut bibirnya ke belakang saat melihat tatapan itu.


“Bagaimana ini?” tanya Yun Fei pada Yan Zhen


Yan Zhen yang tau pertarungan Qin Wuji merupakan ulah Yun Fei hanya dapat menggelengkan kepala tidak bisa berkata kata


“Baik, ini toleransi karena kau melawan sepuluh penantang sekaligus, setelah ini tidak ada jeda di tengah pertarungan” ucap Yun Fei dengan serius sambil menahan tawa yang hampir meledak dari mulutnya.


Dhurr. . . Suara dentuman terdengar saat badak itu menghempaskan kakinya tepat di sebelah Qin Wuji dengan kesal.


“Wah… ternyata si bodoh itu pintar juga” teriak Qin Xiao melihat tindakan Qin Wuji


Qin Wuji menemui rombongan klannya


“Tunggu saja pembalasanku” ucap Qin Wuji pada Qin Xiao


“Saudara” ucap Qin Tian memberikan beberapa pil pemulihan tingkat tinggi kepada Qin Wuji


“Saudara, terimakasih” ucap Qin Wuji


"Saudara Xiao, sepertinya tindakan saudara sedikit berlebihan membiarkan saudara Wuji melawan sepuluh penantang" ucap Qin Yue er dengan lembut membuat Qin Wuji tersenyum karena ada yang membelanya


"Saudari tenanglah, hal seperti ini tidak akan membuat pahlawan Wuji m*ti, lagi pula kami bersama sejak kecil dan aku sangat mengerti kekuatan saudara Wuji" jawab Qin Xiao menjelaskan

__ADS_1


Qin Wuji yang mengerti itu hanya tersenyum dalam hatinya namun dia menunjukkan kekesalan pada wajah membuat mereka terlihat seperti anjing dan kucing yang tidak bisa akur.


__ADS_2