
PART 65 BERDIRINYA KERAJAAN CHUNYIN
Di sebuah ruangan yang tenang, terlihat dua sosok berbincang dengan santai sambil sesekali menyesap minuman yang berada di atas meja mereka.
Terlihat seorang gadis cantik dengan mata yang kecil nan tajam menatap sosok pemuda di depannya yang menatap kekosongan.
“Adik Qin Tian, kenapa setelah dari kota batu kamu tidak langsung pergi ke akademi tapi memilih tinggal di sini?” tanya Yun Fei yang penasaran kenapa Qin Tian tidak langsung pergi ke akademi YanShan namun malah menetap dan bahkan menjadi pemimpin di kota perak.
“Sebenarnya aku ingin langsung pergi ke Akademi, tapi dalam pengembaraan ku, aku tidak sengaja bertemu seorang pendekar yang sangat hebat, pendekar itu mengangkatku jadi muridnya. Guru memberi aku tugas untuk melanjutkan perjuangannya untuk mendirikan kerajaan ChunYin yang gagal guru bangun karena perpecahan klan bangsawan di kota ini, yang membuaat Guru terluka parah hingga terjatuh dari puncak kultivasi” jawab Qin Tian dengan sedih menjelaskan sosok pendekar Zhang Wuji yang tidak sengaja Qin Tian temui di makam pendekar Zhang saat awal memasuki kota perak.
“Sebagai seorang murid yang sudah berjanji pada gurunya, tidak mungkin aku mengingkarinya” lanjut Qin Tian menerawang mengingat rangkaian peristiwa yang dirinya lalui sejak memasuki makam pendekar Zhang Wuji, banyak hal yang Qin Tian lewati yang semuannya mengajarkannya tentang kebijaksanaan yang perlahan tertanam kedalam benak Qin Tian.
Qin Tian juga mempercayai pelajaran terbaik bukan dari sebuah akademi yang disegani dan dihormati, namun pelajaran terbaik adalah pelajaran yang didapatkan langsung dari apa yang seseorang itu kerjakan.
Yun Fei yang mendengar penjelasan dari Qin Tian menganggukkan kepalannya dengan lembut, dia mengerti karakter Qin Tian yang pasti sangat menghormati seorang guru, karena Qin Tian adalah putra dari Master Qin, Master Akademi Yanshan yang sangat menekankan muridnya untuk menghormati dan mengkultuskan seorang guru.
“Apakah adik Qin Tian akan menetap di sini dan tidak melanjutkan perjalanan ke akademi?” tanya Yun Fei kepada Qin Tian sambil menatap Qin Tian yang tengah menyesap minumannya
“Kakak, aku hanya berjanji untuk membantu mendirikan kerajaan ChunYin, setelah deklarasi itu selesai, aku akan menyerahkan pemerintahan sepenuhnya pada paman Zhang Ainu, setelah itu aku akan melanjutkan perjalanan ke akademi” jawab Qin Tian dengan santai
“Benarkah, kalau begitu kita bisa berangkat ke akademi bersama” ucap Yun Fei dengan semangat mengajak Qin Tian untuk pergi ke akademi bersama dirinya karena Yun Fei menggunakan artefak perjalanan tingkat tinggi yang dapat membawa seseorang berpergian jauh dalam waktu yang sangat singkat.
“kakak terimkasih, tapi aku tidak tertarik melakukan perjalanan secara instan, aku ingin mengambil pelajaran dari sebuah perjalanan, merasakan proses yang terkadang sering orang lupakan. Karena pedang yang baik terbentuk dari proses penempaan yang lama” jawab Qin Tian yang ingin melanjutkan perjalanannya ke Akademi sendiri agar mendapatkan pengalaman yang dapat menempa besi menjadi pedang yang perkasa.
Mendengar penjelasan penjelasan Qin Tian, Yun fei hanya menganggukkan kepala mengerti apa yang Qin Tian inginkan.
__ADS_1
___________________
Mentari terlihat naik sepenggalan, cahaya fajar mulai terlihat megantikan dinginnya pagi dengan kehangatan sinarannya.
Telihat awan awan berbaris seperi pasukan kavaleri yang berbaris rapi menjaga negeri dari invasi.
Di sebuah bangunan yang tinggi, terlihat puluhan sosok berdiri menatap ribuan manusia yang berdiri di bawah bangunan itu, menanti sebuah pernyataan yang sudah lama ingin mereka dengarkan.
Hari itu adalah hari yang di nanti setiap penduduk negeri, hari deklarasi berdirinya sebuah negeri yang sudah dicita citakaan sejak jauh hari.
Dari jauh terlihat siluet sosok berdiri di atas sebuah bangunan yang tinggi, sosok itu adalah Qin Tian, Yun Fei, Zhang Ainu, Jendral Ming, para tetua dan para perwakilan sekte yang mendukung pemerintah dalam mendirikan kerjaan tersebut, berdiri dengan bangga menatap ribuah penduduk yang menunggu deklarasi berdirinya kerajaan yang sudah lama ingin mereka dengarkan.
Qin Tian berdiri menghadap gelora manusia penduduk kota perak, semilir angin berhembus pelan dengan lembut mengangkat ujung jubah yang digunakan Qin Tian, dengan penuh semangat dan suara yang berapi api Qin Tian mendeklarasikan berdirinya kerajaan ChunYin yang diakui oleh perwakilan kerajaan Yanshan.
Seketika deklarasi itu disambut dengan sorakkan kebanggaan dari ribuan manusia yang menjadi bagian dari negri yang baru berdiri itu.
“Hormat pada yang mulia raja Qin Tian” ucap Yun Fei menggoda Qin Tian
Mendengar itu, Qin Tian hanya bisa tertawa sambil menjaga penampilannya di depan para pemimpin sekte da petinggi kerajaan yang hadir di sana.
_________________
Setelah deklarasi berdirinya kerajaan ChunYin selesai, para petinggi sekte yang mendukung pemerintahan Qin Tian dan para petinggi kota dijamu di istana baru kerajaan ChunYin yang dibangun klan Jian dengan sangat megah, dengan pilar pilar yang terbuat dari perak menunjukkan kebesaran kerajaan tersebut sebagai kerajaan yang baru berdiri di tanah benua Gong Qi.
Setelah perjamuan selesai, para petinggi sekte dan petinggi kota perak pamit undur diri satu persatu, menyisakan Qin Tian, Yun Fei, dan para bawahan Qin Tian.
__ADS_1
“Adik Qin Tian, aku tidak bisa berlama lama di sini, besok pagi kami akan kembali ke kerajaan, jaga dirimu dan jangan lupa untuk menyusul ke akademi” ucap Yun Fei menatap Qin Tian yang duduk di sampingnya.
“Kakak Yun Fei, terimakasih atas semua bantuannya, kerajaan ini tidak akan ada jika kakak tidak membantu” ucap Qin Tian mengangkat gelasnya mengajak Yun Fei bersulang untuk Yun Fei.
Dengan tersenyum Yun Fei menekan jari jarinya ke cangkir gelasnya lalu mengangkat kelas yang dia pegang dan mengarahkannya ke gelas Qin Tian.
____________
Mentari pagi perlahan menampakkan cahayanya yang bersembunyi di balik gelapnya malam, kabut kabut pagi yang menghalangi pandangan terlihat masih belum kering oleh sinaran mentari, itu menunjukkan begitu paginya waktu ini.
Terihat siluet dua sosok samar samar saling berhadapan, sementara di temat yang tersembunyi tidak jauh dari dua sosok itu, terlihat sebilah pedang yang sangat lebar dengan di atasnya sembilan sosok dengan kekuatan yang sangat kuat berjaga di sana dengan siaga.
“Adik Qin Tian, jaga dirimu jangan lupa untuk menyusul ke akademi” ucap siluet samar yang hanya tampak untaian panjang rambutnya yang indah
“Kakak Yun Fei, Terimakasih” ucap Qin Tian menangkupkan tangannya dengan hormat berterimakasih kepada Yun Fei atas apa yang telah Yun Fei berikan untuk membantunya.
Dengan tersenyum indah, Yun fei yang siluetnya perlahan terlihat menampakkan kilauan emas pada benang emas pakaiannya menganggukkan kepala lalu berbalik membelakangi Qin Tian.
“Kakak Yun Fei, hati hati, jaga dirimu juga, aku pasti akan menyusul ke akademi” ucap Qin Tian setengah berteriak saat Yun Fei sudah berjalan menjauh darinya.
Terlihat sudut bibir Yun Fei yang indah terangkat ke atas bersamaan dengan kelopak matanya yang indah sedikit turun kebawah menciptakan ukiran indah diwajahnya yang seputih salju, jika seorang yang terkena tebasan pedang melihat itu mungkin dia akan melupakan rasa sakit yang dia rasakan karena melihat keindahan yang ada di depannya.
Whuss…. Yun Fei melesat menuju bilah pedang yang lebar yang mengambang di langit hutan kerajaan ChunYin.
Setelah berada di bilah pedang itu, Yun Fei lalu memberi isyarat pada pelindungnya untuk segera berangkat kembali menuju kerajaan Yanshan.
__ADS_1
Whungg… udara di sekitar bilah pedang berdengung lalu muncul kubah transparan yang melindungi Yun Fei dan rombongannya di dalam bilah pedang tersebut
Whus…. Bilah pedang itu melesat secepat kilat meninggalkan langit kerajaan ChunYin menuju arah kerajaan Yanshan.