
PART 38 MEMBUNUH YIN BERSAUDARA
Di sebuah hutan yang dipenuhi rumput berwarna perak, terlihat seorang pemuda berjalan melewati melewati hutan tersebut dengan tenang sambil mengamati hutan yang berbeda dari hutan hutan yang ada di tempat asalnya.
Tempat itu adalah hutan rumput perak, hutan yang menjadi perbatasan antara kota batu dan kota perak.
Dari jarak yang tidak jauh dari tempat itu, terlihat tiga sosok dengan pakaian hitam bertubuh sangar mengintai pemuda tersebut berniat untuk merampoknya.
“Lihat pemuda itu, tanpa kultivasi berani melewati hutan ini tanpa pengawalan” ucap salah satu dari tiga sosok itu.
“Saudara Yin Bai benar, dia seperti domba yang datang ke tempat penjagalan” sosok lain bernama Yin Hei menimpal
“Cepat kita temui dia” ucap Yin Bei memimpin
Whus… ketiga sosok itu tiba di depan Qin Tian
“Tuan muda, ini adalah hutan yang di penuhi hewan buas kenapa tuan muda berani melewati hutan ini sendirian” tanya Yin Bai berpura pura ramah
“Terimakasih Tuan-tuan telah peduli kepada ku...” ucap Qin Tian menangkupkan tangannya berterimakasih dengan tulus
“Ha ha ha, tuan muda terlalu berlebihan, kami tidak memperdulikan tuan muda sedikitpun, kami hanya takut harta yang tuan muda bawa terbuang sia sia karena tuan muda mati di hutan ini” jawab Yin Hei dengan santai membuat Qin Tian terkejut
“Tuan muda, serahkan barang yang tuan muda bawa kepada kami, agar harta tuan muda tidak ikut mati di hutan ini” ucap Yin Luse bergaya ramah namun di saat yang sama juga terlihat seringai dingin yang tergambar nyata pada wajahnya yang berniat menghabisi Qin Tian.
“Ha ha ha ha….” Tiga sosok yang disebut Yin bersaudara itu tertawa dingin menatap Qin Tian dengan serakah
Yin Luse mengeluarkan pedang perak miliknya lalu menjilat bilah pedang itu mengintimidasi Qin Tian di depannya
Qin Tian yang berada di depan ketiga sosok Yin bersaudara itu dengan santai menatap tindakan Yin Luse membuat ketiga sosok itu menjadi heran.
“Apakah kau sudah pasrah untuk mati?” tanya Yin Hei mengubah nada bicaranya
“Tuan, aku tidak memiliki urusan dengan tuan sekalian, jadi biarkan aku pergi” ucap Qin Tian berlalu tanpa menghiraukan ketiga sosok itu
Whus…. Ketiga sosok itu mengejar Qin Tian lalu mengepungnya
__ADS_1
“Lancang, begitu berani mengabaikan kami!” teriak Yin Bai lalu mengeluarkan kekuatannya yang seketika diikuti Yin Hei dan Yin Luse.
Terlihat dari ketiga sosok itu muncul lingkaran cahaya berwarna jingga, lingkaran itu membesar lalu terbelah menjadi tiga lingkaran berwarna jingga dari ketiga sosok tersebut, yang menandakan tiga sosok itu berada pada ranah peserta tahap puncak.
Melihat itu, Qin Tian berpura pura ketakutan menunjukkan wajah memohon pengampunan kepada ketiga sosok itu.
“Tu… tuan, mohon pengampunannya tuan” ucap Qin Tian terbata dengan wajah memelas membuat ketiga sosok itu tertawa sekencang kencangnya
“Tertawalah kalian sepuasnya, karena hari ini adalah hari terakhir kalian tertawa” batin Qin Tian yang masih berpura pura ketakutan
“Bocah tidak tau diri, begitu berani mengabaikan kami” ucap Yin Hei mengedarkan kekuatannya menindas Qin Tian yang membuat Qin Tian berpura pura menahan penindasan dari Yin Hei.
“Tuan, silakan tuan tuan ambil semua harta ku, tapi tolong ampuni nyawa ku” ucap Qin Tian masih memohon pengampunan
“ha ha ha, pengampunan? tidak ada pengampunan!” teriak Yin Luse mengayunkan pedang peraknya ke kepala Qin Tian
Saat pedang perak Yin Luse hampir mengenai Qin Tian tiba tiba dentuman keras terdengar
Dhuar…. Yin Luse terlempar hingga menghantam pohon besar di belakangnya
Kenaikan kekuatan itu terjadi saat emosi Qin Tian memuncak melihat kematian tetua agung Qin Xie, tiba tiba kekuatan langit yang besar memancar kedalam tubuh Qin Tian yang seketika menaikkan kekuatanya ketingkat master dasar dan memperkuat armor langit milik Qin Tian, namun karena perbedaan kekuatan yang sangat besar Qin Tian tetap tidak bisa mengalahkan Long Huo.
______________
“Tu… tu…tuan” ucap ketiga sosok itu terbata melihat kekuatan Qin Tian yang ternyata berada di atas mereka membuat mereka mengutuk diri mereka sendiri.
“Sial, kenapa aku sampai tidak tau kekuatan bocah ini” batin Yin Bai mengutuk dirinya sendiri karena tidak merasakan kultivasi milik Qin Tian
Kultivasi Qin Tian tidak bisa dirasakan dengan kekuatan biasa karena kekuatan spiritual Qin Tian dilindungi oleh pagoda cahaya yang ada di tubuh Qin Tian yang secara alami juga akan menyamarkan kultivasi Qin Tian.
Ketiga sosok itu segera melepaskan cicncin penyimpanan mereka lalu menyerhkannya pada Qin Tian berharap Qin Tian mengampuni mereka.
“Tuan mohon pengampunannya tuan” ucap ketiga sosok itu bersujud di depan Qin Tian dengan wajah pucat pasi dengan keringat dingin yang bercucuran keluar dari tiap pori pori tubuh mereka.
Dengan tenang Qin Tian mengambil tiga cincin penyimpanan milik Yin bersaudara itu lalu memeriksanya.
__ADS_1
“Lumayan” gumam Qin Tian
Melihat Qin Tian yang tersenyum mengambil cincin penyimpanan mereka, membuat mereka sedikit merasa lega
“Kalian meminta pengampunan?” tanya Qin Tian dengan wajah yang lebih seram dari ketiga sosok itu saat mengintimidasi dirnya
“Be... benar tuan, mohon pengampunannya tuan” ucap Yin Luse sambil bersujud kepada Qin Tian
“Ha ha ha…. Pengampunan? Tidak ada pengampunan!” ucap Qin Tian tertawa meniru apa yang dikatakan Yin Luse padanya
Slash… Qin Tian men**as leher Yin Luse dengan pedang langit biru miliknya yang menyebabkan darah segar dari Yin Luse memercik ke wajah Yin Bai dan Yin Hei yang membuat kedua sosok itu semakin ketakutan.
“Apa hanya ini yang kalian miliki?” tanya Qin Tian menanyakan sumber daya milik Yin Bei dan Yin Hei.
“Ampun tuan” ucap kedua sosok itu dengan segera mengeluarkan semua harta yang mereka miliki lalu memberikannya pada Qin Tian
Qin Tian dengan tenang meraih sumber daya itu lalu menyimpannya.
“Orang seperti kalian tidak bisa dibiarkan hidup, jika aku membiarkan kalian hidup itu seperti meninggalkan benalu di pohon yang berbuah” ucap Qin Tian membuat Yin Bei dan Yin Hei mengerti Qin Tian tidak berniat melepaskan mereka.
Whus…. Rantai perak keluar dari tangan Yin Bei lalu membalut tubuh Qin Tian
“Saudara larilah!” teriak Yin Bei meminta Yin Hei untuk pergi menyelamatkan diri
“Saudara maaf” ucap Yin Hei lalu segera berlari meninggalkan Qin Tian dan Yin Bei
“Aku akan membalaskan dendam saudara” teriak Yin Hei sambil berlari berniat meminta bantuan pada pemimpin mereka
Bhug…. Yin Hei menabrak sebuah pelindung transparan yang mengurung mereka
“Ha ha ha, ingin lari rupanya, tapi sayang kalian bahkan tidak tau aku sudah menyegel tempat ini bahkan sebelum kalian datang kepada ku” ucap Qin Tian sambil melepaskan rantai Yin Bei dengan mudah membuat Yin Bei dan Yin Hei tidak bisa menggerakkan tubuh mereka karena ketakutan.
Sebelum ketiga Yin bersaudara itu datang kepad Qin Tian, Qin Tian sudah merasakan kehadiran mereka lalu untuk menjaga diri Qin Tian menyegel kawasan itu dengan kekuatan langit milikya membuat perisai perlindungan miliknya menjadi sangat halus dan tidak terlihat bahkan tidak terdeteksi.
“Aku sudah berjanji pada seorang yang sangat aku sayangi untuk menumpas orang orang seperti kalian, jika aku melepaskan kalian maka aku telah melanggar janji ku sendiri” ucap Qin Tian dengan segera mengayunkan pedang langit miliknya meneb*s leher Yin Bai dan Yin Hei.
__ADS_1