Legenda Pendekar Tombak Langit

Legenda Pendekar Tombak Langit
PART 23 KESETIAAN QIN GU


__ADS_3

PART 23 KESETIAAN QIN GU


Waktu istirahat murid pemula selesai.


Tetua pengurus seleksi murid pemula mengumumkan nama yang akan bertarung.


“Pertarungan berikutnya adalah Qin Gu melawan Qin Hun” ucap tetua tersebut membacakan nama yang akan bertarung.


“A… apa!” ucap Qin Hun terkejut melihat lawannya adalah Qin Gu


Perlahan Qin Gu melangkah menaiki arena pertarungan mengikuti Qin Hun dengan lemah.


Di sisi lain Qin Du yang sudah tereliminasi terkejut karena kedua saudaranya itu akan saling bertarung.


Di kursi murid yang tidak jauh dari tempat Qin Du sekelompok murid juga tidak kalah terkejutnya, mereka adalah Qin Tian, Qin Feiyan dan Qin Chen, yang mereka tahu persis Qin Hun dan Qin Gu merupakan teman baik.


Dongg. . . suara gong berbunyi membuyarkan lamunan Qin Gu.


Qin Hun yang sudah bersiap segera melancarkan serangannya menyerang Qin Gu yang tidak siap.


“Saudara maaf!” teriak Qin Hun menyerang Qin Gu dengan serangan tapak dengan aura Pendekar pemula tingkat puncak


“Dhuarr. . . Suara dentuman terdengar saat serangan tapak itu menghantam tubuh Qin Gu dengan telak lalu melemparnya hingga hampir keluar dari arena pertarungan.


Di pertarungan ini terlihat Qin Hun benar benar menunjukkan kekuatan miliknya yang sesungguhnya.


“Saudara, mengalah lah karena aku tidak akan segan melawan mu” ucap Qin Hun dengan bangga, karena dirinya sekarang sudah berada pada ranah pemula puncak.


Qin Gu berpikir sesaat, dia berpikir jika dia mengalah, maka Qin Hun memang menang namun itu kemenangan karena mengalah, tapi jika itu adalah kemenangan karena bertarung itu akan membuat Qin Hun senang.


Qin Gu lalu memutuskan untuk bertarung melawan Qin Hun agar Qin Hun bisa menang di pertarungan melawannya.


“Whuss…” Qin Hun melancarkan serangan susulan dengan kekuatan puncaknya


“Whus… aura pendekar pemula puncak tahap akhir keluar dari tubuh Qin Gu membuat Qin Hun yang sudah terlanjur menyerangnya menjadi kelabakan.


Qin Gu hanya menahan serangan Qin Hun, tanpa melakukan perlawanan, serangan tapak Qin Hun itu membuat Qin Gu mundur beberapa langkah, namun itu membuat Qin Hun terlempar beberapa meter.


“Apa, sejak kapan kau menjadi sekuat ini?” ucap Qin Hun menatap Qin Gu yang mengeluarkan kekuatan penuhnya


“Ternyata selama ini, dia menyembunyikan kekuatannya” batin Qin Chen, Qin Tian dan Qin Feiyan.


Di sisi lain, Qin Du yang menyaksikan itu tidak kalah terkejutnya melihat kekuatan Qin Gu, yang ternyata berada di atas mereka.


“Whuss…” Qin Gu bergerak dengan cepat menyerang Qin Hun dengan serangan tapaknya

__ADS_1


“Dhuar” Suara ledakan bergema saat serangan tapak Qin Gu dan Qin Hun saling beradu


Qin Hun kembali terlempar beberapa meter, sementara Qin du hanya mundur beberapa langkah


“Ini aneh” gumam Qin Chen yang duduk menonton bersama peserta lain


“Sepertinya orang itu menahan kekuatannya” timpal Qin Xiao sambil terus menyaksikan pertandingan itu


“Sepertinya begitu” jawab Qin Chen


“Sangat setia” batin Qin Chen melihat Qin Gu yang sengaja mengalah namun bergaya seperti melawan, agar Qin Hun tidak dipermalukan karena menang karena belas kasih dari lawan.


“Whuss…” Qin Hun kembali melesat menyerang sambil mengubah segel di tangannya


Telapak tangan kanannya perlahan diselimuti kabut hitam yang muncul dari tubuhnya, serangan tapak itu sedikit mirip dengan serangan tapak milik Qin Xiao, hanya saja kabut yang menyelimuti tapak Qin Hun sedikit pudar.


“Serangan racun tingkat rendah” Gumam Qin Xiao melihat serangan yang dia anggap seperti sampah.


“Serangan racun, sejak kapan saudara Hun mempelajari keterampilan racun” batin Qin Gu melihat serangan tapak hitam itu


Dengan segera, Qin Gu membuat segel tangan, titik titik cahaya hijau perlahan keluar dari tubuhnya lalu menyelimuti tubuhnya dengan sebagian besar menyelimuti telapak tangannya.


“Dhuar…” Serangan mereka beradu melemparkan Qin Hun beberapa meter


“Ternyata b******n ini ingin mengalahkan ku” gumam Qin Hun gusar yang tidak mengerti jika Qin Gu sedang menahan kekuatannya agar tidak mengalahkan Qin Hun


Tsk… Tsk… Tsk… Tsk… Qin Hun melemparkan dupa itu di sekitar Qin Gu membentuk persegi.


Dengan segera, Qin Hun membentuk beberapa segel tangan yang berbeda.


Asap keempat dupa itu tiba tiba naik ke atas, lalu membentuk perisai hitam mengurung Qin Gu di dalamnya.


Sekali lagi, Qin Hun membentuk segel tangan yang berbeda, setelah selesi Qin Hun membentuk segel tangan terakhir, dengan perlahan asap hitam itu memasuki penghalang segi empat yang mengurung Qin Gu.


“Teknik apa itu?” ucap Qin wuji melihat Qin Gu yang terkurung di dalam penghalang asap milik Qin Hun


“Penjara asap beracun” ucap Qin Xiao dengan tenang sambil melihat pertarungan itu


“Penjara racun merupakan keterampilan racun tingkat tinggi, namun itu hanya seperti penjara asap rendahan. Itu adalah keterampilan racun yang cacat, sepertinya dia mencuri keterampilan milik orang lain” lanjut Qin Xiao menjelaskan


Di dalam penghalang asap beracun Qin Gu terkurung di tempat yang sempit dengan dipenuhi asap hitam yang menyesakkan dada.


. . . . . . . . .


Di luar penjara itu Qin Hun mengambil beberapa bola hitam lalu melemparnya ke dalam penjara asap itu. Bola sebesar jempol tangan orang dewasa itu memasuki bagian dalam penghalang itu lalu meledak dengan mengeluarkan asap hitam pekat yang langsung memenuhi dinding penghalang itu.

__ADS_1


“Itu…” ucap Qin Xiao saat melihat bola kecil itu


“Sampah itu ternyata sudah mempersiapkannya” ucap Qin Xiao dengan kesal melihat tindakan Qin Hun


“Ini bukanlah pertarungan hidup dan mati, kenapa dia sampai mengeluarkan benda itu, dasar orang bo**h! tidak tahu diri!” umpat Qin Xiao yang mengerti tentang keterampilan racun


“Apa yang sebenarnya terjadi?” tanya Qin Wuji


“Ini hanyalah seleksi, meskipun kita bertarung dengan serius, kita tetaplah Qin. Sesama Qin tidak diperbolehkan saling membunuh ataupun menyakiti karena dendam atupun egoisme pribadi.” ucap Qin tian sambil melihat jalannya pertarungan dengan tenang


“Ada apa saudara?” tanya Qin Wuji dengan penasaran kepada Qin Xiao


“Dia tau jika hanya mengandalkan penjara racunnya yang gagal tidak akan mampu melumpuhkan lawan, lalu ia mempersiapkan alat pembantunya” jawab Qin Xiao


“Itu adalah bola racun laba laba perak, racun tingkat tinggi yang dibuat ahli racun professional, dari mana anak itu mendapatkannya” lanjut Qin Xiao


“Dia benar benar bodoh, saudara di sana sudah mengalah untuknya, namun dia tidak mengerti malah menggunakan trik seperti ini” ucap Qin Wuji


“Seorang yang tidak pernah berpergian keluar klan memang sangat tidak menghargai arti persaudaraan” ucap Qin Xie menatap Qin Hun dengan tatapan kebencian


Di tempat lain, terlihat seorang dengan khawatir menatap pertarungan itu.


“Saudara Hun, apa yang kau lakukan!” teriak Qin Du kepada Qin Hun


“Sudah ku katakana sebelumnya, mengalah lah agar aku tidak perlu melakukan ini, namun dia merasa kuat dan melawan ku, inilah akibatnya” ucap Qin Hun dengan senyum dingin.


“Aku akan melakukan apapun untuk menyingkirkan penghalang ku” lanjutnya membuat Qin Xie semakin kesal


“Jika saja dia di tingkat peserta aku pasti akan menantangnya” ucap Qin Xiao


Tidak bisa menahan amarahnya, Qin Xiao lalu mengeluarkan jarum dari penyimpanannya


“Swus” ia melemparkan jarum itu, lalu memotong ke empat dupa yang mengurung Qin Gu


Rakk. . . krakk. . . suara terdengar ketika jarum yang di lemparkan Qin Xiao mematahkan dupa yang megurung Qin gu, setelah fondasi yang menyusun penghalang itu di patahkan, dengan cept penghalang itu hancur di hadapan Qin Hun dan Qin Gu.


“Ba… bagaimana bisa dia mematahkan jurusku” ucap Qin Hun menatap Qin Gu yang keluar dari penjara asap beracun miliknya.


Qin Gu lalu mengangkat tangan “Terimakasih kepada saudara yang membantu, aku Qin Gu menyerah, karena jika tidak ada bantuan dari luar aku tidak akan bisa keluar” ucap Qin Gu menyerah


“Sial!” ucap Qin Xiao


“Dia terlalu setia, sehingga tidak mau mematahkan harapan saudaranya” ucap Qin Wuji menimpal


“Dengan kekuatannya, sepertinya dia dengan sengaja tidak menembus penghalang itu. Dia sengaja menuntun saudara agar melakukan itu, agar memiliki alasan untuk menyerah” ucap Qin Tian menjelaskan yang membuat Qin Xiao memahami rencana Qin Gu.

__ADS_1


“Sial, ternyata aku terjebak” ucap Qin Xiao karena telah memasuki sekenario yang di buat oleh Qin Gu.


__ADS_2