
PART 25 SELEKSI MURID AKADEMI YANSHAN
Aula beladiri klan Qin terlihat ramai, dipenuhi ribuan manusia yang melihat pertarungan berbagai murid.
Tanpa terasa semua pertarungan telah selesai termasuk seleksi tahap ketiga, yang berarti semua tahapan seleksi telah berakhir.
Di sebuah platform batu yang tinggi, tetua Qin Xie dengan senyuman yang mengembang di wajah tua nya yang keriput berbicara dengan penuh api dari tiap kata katanya.
“Hari ini, klan Qin secara resmi memilih sepuluh murid terbaik klan, yang terbagi dalam lima murid terbiaik tingkat pemula dan lima murid terbaik tingkat peserta” ucapnya dengan suara pelan namun dengan bantuan tenaga dalam yang membuatnya bergema di seluruh kawasan aula beladiri klan Qin.
Tetua Qin Xie kemudian menyuruh semua pemenang berbaris untuk menerima hadiah.
Setelah semua peserta berbaris tetua Qin Xie mengumumkan bahwa hadiah pemenang akan di serahkan langsung oleh patriak klan Qin, Qin Nan.
Setelah patriak Qin Nan memberi hadiah kepada semua pemenang, tetua Qin Xie kembali melanjutkan penjelasanya.
“Seperti yang sudah kami katakan, dari sepuluh murid ini hanya eman murid yang berhak mengikuti seleksi murid Akademi yanshan mewakili klan Qin. Murid terpilih itu adalah tiga pemenang utama murid tingkat pemula dan tiga pemenang utama murid tingkat peserta” ucap tetua Qin Xie menjelaskan.
Setelah berbicara, semua murid yang merupakan tiga pemenang utama kembali di panggil.
Di sisi murid pemula terlihat Qin Feiyan, Qin Long, dan Qin Hun berjalan membuat barisannya yang kemudian di ikuti Qin Tian, Qin Xiao dan Qin Yue er yang juga membentuk barisannya.
“Perwakilan murid klan yang akan mengikuti seleksi di kota batu akan mendapatkan hadiah tambahan yang akan di berikan oleh pahlawan klan Qin Meng Tian” ucap tetua Qin Xie yang membuat Qin Meng Tian menjadi malu, sementara di sisi para tetua terlihat guratan aneh terukir di sudut wajah mereka yang menunjukkan ketidak sukaan mereka.
Qin Meng Tian merasa tidak pantas untuk memberikan hadiah terutama dirinya merasa sudah tidak pantas menyandang gelar pahlawan klan Qin.
Qin Meng Tian terus berusaha menolak untuk memberikan hadiah, namun karena paksaan dari Qin nan dan tetua Qin Xie yang merupakan satu satunya tetua yang baik kepada Qin tian dan Qin Meng Tian akhrinya Qin Meng Tian mau menyerahkan hadiah tersebut.
“Tian er” ucap Qin Meng Tian sambil memberikan hadiah yang dibawa murid wanita dalam sebuah kotak giok.
Hadiah tambahan itu adalah lencana bambu perak klan Qin yang membuat mereka merasa sangat senang.
Lencana klan Qin terbagi dalam lima macam lencana, pertama adalah lencana hijau yang dimiliki oleh anggota klan biasa, lencana perunggu yang dimiliki oleh murid utama klan, lencana perak menunjukkan status seorang sebagai petinggi klan, lencana emas menunjukkan status orang tersebut sebagai tetua klan atau setara dengan tetua, dan terakhir lencana klan bambu ungu langit yang hanya dimiliki oleh patriak klan.
________
__ADS_1
Di sebuah bangunan yang di lindungi formasi perlindungan tingkat tinggi, terlihat dua sosok berbicara dengan hangat di dalamnya.
“Bagaimanan kau bisa menjadi sejauh ini tian er” tanya Qin Meng Tian yang penasaran dengan apa yang terjadi dengan puntranya yang membuatnya tiba tiba menjadi kuat seperti monster.
“Aku secara tidak sengaja bertemu dengan orang tua yang sangat kuat, namun dia melarang ku untuk menceritakan identitasnya” ucap Qin tian berbicara jujur pada ayahnya.
"Baiklah, semua orang punya rahasiannya masing masing, jika kau tidak bisa menceritakannya maka tidak masalah” ucap Qin Meng Tian dengan santai.
Setelah membicarakan banyak hal, Qin Tian pamit untuk memulihkan diri dan beristirahat.
Qin Tian memasuki kamarnya, itu adalah tempat yang sangat dia ingat, tempat dia melakukan berbagai percobaan kultivasi namun semuannya tidak pernah berhasil.
Perlahan Qin Tian duduk di tempatnya biasa berkultivasi, Qin Tian menyilangkan kedua kakinya lalu duduk dalam posisi lotus masuk kedalam kesadaran spiritualnya mulai berkultivasi.
____________
Pemilihan murid perwakilan klan Qin telah selesai.
Di aula klan Qin terlihat enam murid perwakilan klan sudah berkumpul.
Whus… Patriak Qin nan membuat segel tangan
Whung… udara di langit klan Qin bergetar lalu menjadi gelap
Whus… seekor elang emas binatang langit tingkat tinggi muncul di hadapan pantiak Qi. Nan.
"Bi... binatang apa ini?" ucap Qin Long terbata merasakan tekanan kekuatan elang emas itu.
"Ini adalah Hewan pelindung klan" ucap tetua Qin Xie menjelaskan
“Hebat, aku tidak mengira jika klan utama mempunyai kendaraan seperti ini” ucap Qin Yue er yang kagum melihat elang raksasa tersebut.
Tidak hanya Qin Yue er, para murid lain juga menatap hewan itu dengan penuh kekaguman tidak terkecuali Qin Tian yang juga tidak mengira jika klannya memiliki hewan langit yang sangat kuat.
Patriak Qin nan lalu menyuruh semua murid menaiki elang tersebut, satu persatu murid menaiki elang itu masih dalam kekagumannya.
__ADS_1
Jarak klan Qin ke kota batu sebenarnya tidak jauh, namun karena gengsi keluarga bangsawan dan untuk menunjukkan kekuatan klannya, patriak Qin nan memanggil hewan pelindung klan untuk tunggangan mereka ke pusat kota Batu.
Di tengah perjalanan para murid terus mengagumi keindahan kota batu dari atas langit.
“Ternyata kota batu di lihat dari atas jauh lebih indah” ucap Qin Yue er berdecak kagum
Di sisi lain Qin Tian duduk di dekat Qin Feiyan dengan malu mendekatniya.
Meskipun mereka sering bertemu, namun mereka tidak pernah bicara berdekatan, tidak juga terlalu mengenal karena Qin Tian selalu menolak di dekati Qin Feiyan karena merasa malu dengan kekuatannya yang lemah.
“Eee…” Qin tian tidak tau harus bicara apa menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
“Hem… Panggil saja Feiyan er” ucap Qin feiyan dengan pipi yang bersemu merah
Qin tian yang jarang berteman karena sibuk melatih diri di hutan bambu emas, ditambah latihan tertutupnya bersama Guang chengzi membuat Qin Tian terlihat kaku saat berbicara dengan Qin Feiyan, meski begitu Qin Tian tetap berusaha mendekati Qin feiyan dan bicara dengannya.
“kamu bisa memanggilku Tian gege” ucap Qin Tian dengan kikuk
Qin Feiyan tertawa melihat tingkah Qin tian yang lucu.
“Ah ha ha” Qin ikut tertawa melihat Qin Feiyan tertawa
“Sang jenius yang bijak ternyata sangat pemalu” ucap Qin Feiyan membuat Qin Tian kembali tertawa.
_______________
SEKILAS INFO
Hallo pembaca setia LPTL 🖐️
Author mau kasih tau, kalo novel kita "LPTL" ini sedang author ajuin kontrak.
Berhubung author sedang ngajuin kontrak, dan sekarang dalam masa review, untuk meningkatkan peluang lulusnya, author mau minta tolong sama teman teman semua untuk bantu author dengan cara vote, give hadiah, dan komen ya, agar novel kita ini bisa lulus kontrak.
Terimakasiih.
__ADS_1