Legenda Pendekar Tombak Langit

Legenda Pendekar Tombak Langit
PART 63 MENEMUI ZHANG AINU


__ADS_3

PART 63 MENEMUI ZHANG AINU


Di sebuah tempat yang dipenuhi pecahan bangunan istana kuno, pilar pilar raksasa yang tumbang dan berbagai bagian istana yang sudah tidak berbentuk lagi, terlihat sosok pemuda terbaring di sebuah altar tinggi yang masih berdiri kokoh, di dekat pemuda tersebut, terlihat dua belas sosok mengelilingi altar tersebut mengeluarkan kemampuan penyembuhan terbaik mereka.


Saat kelompok itu mulai kehilangan seluruh tenaga mereka karena ditransfer untuk menyembuhkan pemuda itu, tiba tiba tongkat sakti dewa bumi yang mengambang menyalurkan kekuatan bumi ke tubuh sosok pemuda yang terbaring tersebut berdengung lembut lalu perlahan berhenti dan kembali masuk kedalam tubuh pemuda yang terbaring itu, pemuda itu adalah Qin Tian yang sedang menerima kekuatan bumi melalui altar dewa bumi dan bantuan tongkat sakti dewa bumi.


“Uhuk…. Uhuk…” Qin Tian batuk hingga mengeluarkan seteguk darah hitam dari mulutnya.


“Adik kecil” ucap Yun Fei setengah berteriak melupakan rasa lelah dan lemahnya bergegas memeluk Qin Tian sambil menangis.


Perlahan Qin Tian membuka matanya menatap sosok wanita dengan wajah seputih salju dan bibir semerah darah yang memeluknya dengan erat seolah tidak ingin melepaskan dirinya, dari sudut matanya yang indah mengalir butiran butiran kristal yang terbentuk dari kekuatan kebahagiaan atas harapan yang akhirnya menjadi sebuah kenyataan.


“Ka. . .. kakak Yun Fei” ucap Qin Tian saat menatap wajah indah dengan alis yang melengkung rapi duduk dibawahnya mata kecil yang seksi.


Melihat Yun Fei yang menangis memeluknya, membuat Qin Tian teringat dengan apa yang diceritakan ayahnya padanya, pasca klan Qin diserang sekte naga langit, Qin Tian juga mengalami luka yang sangat parah akibat serangan Leluhur Long Huo karena setelah pertempuran berakhir, situasi klan Qin sangat kacau membuat para tetua sangat sibuk mengurusi urusan klan Qin dan urusan di sekte naga langit yang sudah menjadi bagian wilayah klan Qin.


Situasi itu membuat Qin Tian yang dalam masa penyembuhan tidak ada yang menemani, karena Qin Feiyan juga harus melakukan latihan tertutup untuk melakukan penerobosan ke tingkat peserta sebelum berangkat ke akademi Yanshan, disisi lain rombongan Master Wu masih berada di kota batu juga mendengarkan berita itu dari patriak Qin Nan, saat itulah Yun Fei menawarkan diri untuk merawat Qin Tian sampai jadwal mereka berangkat ke Akademi Yanshan.


“Kakak Yun Fei, Terimakasih” ucap Qin Tian yang lukanya sudah pulih hingga sembilan puluh persen termasuk luka fisik, luka dalam, dan kerusakan pada kekuatan jiwanya, yang juga sembuh berkat bantuan dari altar dewa bumi dan tongkat sakti dewa bumi.


Di dahi Qin Tian, samar samar terlihat ukiran teratai yang memancarkan sinaran cahaya merah yang temaram, bersamaan dengan aura kekuatan yang berbeda terpancar samar dari tubuhnya.


Saat Qin Tian merasakan kekacauan aura yang keluar dari tubuh Yun Fei karena terlalu banyak menggunakan kekuatan murninya untuk menopang kehidupan Qin Tian sebelumnya, dengan segera Qin Tian menyalurkan kekuatan murni langit dan bumi secara diam diam ketubuh Yun Fei.


Qin Tian berdiri dengan dibantu Yun Fei menatap seluruh sosok yang berada di dekat altar tersebut, lalu menangkupkan tangannya, dengan hormat berterimakasih pada sepuluh bawahan Yun Fei dan tetua Zhang Lian.


Qin Tian yang tau, jika tidak ada bantuaan Yun Fei dirinya tidak akan bisa keluar dari dimensi kesadarannya kembali berterimakasih kepada Yun Fei atas apa yang dilalukan Yuan Fei pada dirinya.


“Kakak Fei, aku tidak tau harus seperti apa Aku berterimakasih, namun aku berjanji kebaikan ini pasti akan aku balas suatu saat nanti, bahkan jika kau meminta aku menjadikan mu ratu di benua ini” ucap Qin Tian menatap Yun Fei dengan serius yang seketika membuat Yun Fei tersipu tidak menyangka Qin Tian akan berkata seperti itu.


Janji yang Qin Tian itu bukan tanpa alasan, karena bisa dikatakan kehidupan Qin Tian ini adalah berkat adanya Yun Fei, jika tidak ada bantuan Yun Fei maka dapat dipastika Qin Tian tidak akan bisa tertolong karena kerusakan kekuatan hidup yang sangat parah dialaminya.


Qin Tian yang berdiri di dekat Yun fei menatap berbagai arah seperti mencari sesuatu.

__ADS_1


“Adik kecil, ada apa?” tanya Yun Fei yang melihat Qin Tan seperti mencari sesuatu


“Aku mencari Paman Zhang Ainu. Tetua, dimana paman ainu sekarang, apakah paman baik baik saja?” tanya Qin Tian dengan khawatir mengingat keadaan Zhang Ainu yang terluka parah saat melawan Ye Bianfu saat pertarungan sebelumnya.


_______________


Di sebuah ruangan yang tenang, terlihat dua sosok duduk dengan tenang menatap jendela ruangan itu yang mengarah langsung pada pusat kota yang dipenuhi hiruk pikuk aktivitas penduduknyaa.


“Jendral, aku takut jika pihak utusan kerajaan mengetahui berita pertempuran ini, menjadi tidak mau menerima permintaan kita untuk menjadikan kota perak sebagai sebuah kerajaan karena menganggap kita terlalu lemah” ucap sosok dengan paruh baya yang terlihat lemah kepada sosok dengan pakaian zirah di sebelahnya.


Sosok paruh baya yang terlihat lemah itu secara alami adalah Zhang Ainu yang masih dalam masa penyembuhannya, sementara sosok dengan pakaian zirah itu adalah Jendral Ming yang setiap hari menjenguk dan menemani Zhang Ainu.


“Pihak utusan sudah tau masalah ini tuan, namun aku yakin meskipun utusan kerajaan itu tau masalah ini, dia pasti tetap akan menerima permintaan kita” jawab Jendel Ming dengan percaya diri karena mengetahui kedekatan Yun Fei dan Qin Tian.


Tidak lama mereka berbincang di tempat itu, tiba tiba pintu ruangan di ketuk lalu terdengar suara pelayan dari luar ruangan.


“Tuan, Tuan Qin Tian dan rombongannya ingin bertemu” ucap pelayan dari balik pintu dengan hormat


“Tuan hati hati” ucap Jendral Ming sambil membantu Zhang Ainu berjalan menuju pintu.


Pintu terbuka menampakkan Qin Tian yang berdiri bersama Yun Fei menatap Zhang Ainu yang berdiri dengan bantuan Jendral Ming.


“Tu… tuan” ucap Zhang Ainu dan Jendral Ming terkejut tidak percaya Qin Tian yang terluka lebih parah dari Zhang Ainu namun sekarang sudah terlihat seperti tidak terjadi apa apa.


“Benar benar monster” batin Zhang Ainu dan Jendral Ming mnatap Qin Tian dengan takjub karena pulih dari luka parah akibat serangan seorang tingkat perta dengan sangat cepat.


“Paman, aku sudah lebih baik berkat bantuan kakak Yun Fei” ucap Qin Tian yang melihat keterkejuatan dimata Zhang Ainu dan Jendral Ming


Seketika Zhang Ainu memalingkan panangannya ke arah Yun Fei lelu tatapanya jatuh pada lencana emas dengan ukiran gunung di dada Yun Fei.


“Non… Nona” ucap Zhang Ainu terbata mengetahui sosok di depannya adalah utusan dari kerajaan lalu segera memberi hormat pada Yun Fei yang juga di ikuti Jendral Ming di samping Zhang Ainu.


Setelah melihat kedekatan Qin Tian dan Yun Fei, Zhang Ainu akhirnya mengerti alaasan Jendral Ming begitu yakin jika permintaan kota mereka diterima.

__ADS_1


“Paman, bagaimana keadaan paman sekarang?” tanya Qin Tian yang melihat fisik Zhang Ainu yang sudah pulih hingga tujuh puluh persen namun organ dalam dan kekuatan mentalnya masih belum pulih.


“Tuan tenanglah, luka ku sudah hampir pulih seratus persen, hanya kekuatan ku yang belum pulih sepenuhnya” jawab Zhang Ainu menenangkan Qin Tian


Qin Tian menganggukkan kepalanya lalu mengeluarkan pil penyembuhan tingkat tinggi dari cincin penyimpanannya lalu memberikan pil itu pada Zhang Ainu.


“Terimakasih Tuan” ucap Zhang Ainu dengan hormat berterimakasih pada Qin Tian


Setelah cukup lama merke berbincang di ruangan itu, Qin Tian kemudian pamit undur diri membawa Yun Fei untuk mengelilingi kotaa perak.


“Tuan, Nona, terimakasih” ucap Zhang Ainu pada Qin Tian dan Yun Fei yang meluangkan waktu mereka untuk menjenguk Zhang Ainu.


Setelah Qin Tian dan Yun Fei keluar dari ruangan itu, Zhang Ainu menatap Jendral Ming lalu tertawa kecil.


“Ternyata Tuan Qin Tian tidak hanya pandai bertarung, tapi juga pandai memilih pasangan” ucap Zhang Ainu sambil tertawa


“Benar benar pasngan yang mengerikan” ucap Jendral Ming menimpali


Saat Zhang Ainu dan jendral Ming tertawa, tiba tiba, cincicn penyimpanan mereka bergetar menunjukkan ada pesan yang disampaikan pada mereka.


“Dari Tuan Qin Tian” gumam Jendral Ming yang memeriksa cincin penyimpanannya dengan penasaran


“Paman, jangan bicara terlalu keras kami masih di lorong” isi pesan jiwa Qin Tian memperingati Zhang Ainu daan Jendral Ming yang membicarakan Qin Tian dan Yun fei, yang ternyata masih bisa di dengar oleh mereka.


________________________________________________________________________________________________


Hallo pembaca setia LPTL👋, Mohon maaf ya othor cuma bisa Up 1 Chapter, karena author masih banyak tugas kampus dan organisasi, belum lagi ikut aksi, hiks... author ga ikut aksi kok, author kan warganegara yang baik😁.


Oh Iya, author butuh pendapat nih, dari temen-temen untuk alur dan narasinya apakah ada yang ingin disarankan, jika ada yang ingin disarankan silakan tulis di kolom komentar ya, cukup di kolom komentar aja ya, jangan sampai dibawa aksi😂.


Terimakasih kepada pembaca setia LPTL, Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang menjalankan 🙏


dan Selamat paskah bagi yang merayakan 🙏

__ADS_1


__ADS_2