
PART 6 BERANGKAT MENUJU WILAYAH TERLARANG
Di bawah terik mentari pagi di klan Qin, terlihat sosok bergerak kearah timur, sosok itu adalah Qin tian.
Qin Tian yang biasa pergi berlatih ke barat, hari ini terlihat bergerak ke arah timur.
Di tempat yang tidak jauh dari Qin tian, terlihat tiga sosok berbincang, membicarakan Qin tian yang biasa pergi ke barat, kini bergerak menuju timur, tidak seperti biasanya.
Tiga sosok itu adalah Qin Hun, Qin Du, dan Qin Gu.
“Saudara, kemana sampah itu pergi?” ucap Qin du
“Aku juga tidak tau” jawab Qin Hun.
“Apa yang sampah itu rencanakan?” lanjut Qin Hun.
“Apakah kalian akan mengerjainya lagi?” tanya Qin Gu pada Qin Hun dan Qin du yang suka mengerjai Qin tian
Qin Gu sebenarnya tidak mau mengerjai Qin tian dan tidak suka ketika kedua saudaranya mengerjai Qin tian, tapi karena Qin Hun adalah seniornya mau tidak mau Qin Gu mengikuti tindakannya.
“Apa lagi, ini saatnya. Tidak ada yang melindunginya sekarang” ucap Qin Hun dengan senyum dinginnya.
“Saudara, sebaiknya kita lihat saja kemana tujuannya” ucap Qin du
“Baik, kita ikuti dia” Qin Hun memerintah kedua saudaranya.
Ketiga saudara itu lalu bergerak mengikuti Qin tian dari jarak yang agak jauh darinya.
Mereka terus berjalan ke timur melewati tempat utama klan menuju wilayah bagian luar klan.
“Saudara apa yang dia lakukan ke wilayah luar klan” tanya Qin du pada dua saudaranya
“Kita tidak tau, jadi ikuti saja untuk mengetahuinya” ucap Qin Hun yang kesal kerena Qin Du melemparnya dengan banyak pertanyaan yang dia juga tidak tahu harus menjawab apa.
Setelah cukup jauh berjalan matahari yang berada di timur sudah bergerak menjauh menuju barat itu menunjukkan lamanya perjalanan Qin tian ke timur.
__ADS_1
Dua ratus meter di depan Qin tian, terlihat jajaran gunung berbaris rapi seperti susunan tentara berkuda yang membatasi wilayah kota batu dengan kota perak. Dengan satu gunung yang terlihat lebih tinggi dari gunung gunung lainnya, gunung itu yang disebut gunung leluhur, tempat Leluhur Qin Jinzhu berkultivasi terakhir kali.
Klan Qin merupakan salah satu klan yang sebelumnya pernah mendominasi kota batu, yang berada di wilayah terluar timur kota batu, secara alami klan Qin berbatasan langsung dengan kota perak dengan lembah Qin sebagai perbatasannya.
Lembah Qin merupakan tempat tinggal klan Qin sebelum kota batu didirikan dibawah kekuasaan kerajaan Yanshan, setelah kota batu diumumkan sebagai salah satu kota yang berdiri dibawah kerajaan Yanshan, setelah kota perak, kota emas, dan kota lainnya, para penduduk klan Qin yang sebelumnya mendiami lembah Qin berpindah dan bermukim sedikit ke barat dari lembah Qin yang merupakan tempat klan Qin sekarang, dengan wilayah yang empat kali lebih luas dari lembah Qin.
Namun setelah kemunduran klan Qin beberapa dekade terakhir wilayah klan Qin perlahan menyempit karena invasi dari klan lain yang ingin melebarkan sayapnya.
Benua Gong Qi terbagi dalam lima wilayah utama yaitu wilayah barat, wilayah timur, wilayah selatan, wilayah utara, dan wilayah tengah.
Wilayah barat didominasi oleh kekuasaan kerajaan Yanshan, terdiri dari empat kota besar. Wilayah paling barat ada kota batu, kemudian ketimur terdapat kota perak, kota emas, kota langit biru, dan ibu kota kerajaan Yanshan dan kota kota kecil lainnya yang menyatakan diri berada dibawah perlindungan kerajaan Yanshan.
…. …. …. ….
“Bu…bukankah itu…” ucap Qin du dengan terbata.
“Wilayah terlarang” ucap mereka bertiga bersamaan.
“Apa yang dilakukan sampah itu, apakah dia frustasi?” ucap Qin du
“Biarkan saja dia mati di sana. Ayo kita pergi” ucap Qin Hun kepada dua saudaranya
“Kali ini, aku juga” ucap Qin Du yang satu pendapat dengan Qin Gu
“Apakah kalian juga ingin mati, jika kalian ingin mati, silakah kalian ikuti dia” ucap Qin Hun
Qin Du memang suka menjahili Qin tian, namun dia juga seorang Qin, tidak mungkin ia membiarkan saudaranya mati di wilayah terlarang dengan begitu saja.
Qin du berlari menuju Qin tian bersama Qin Gu
“Hey sampah, apakah kau ingin mati!” teriak Qin Du kerasa kepada Qin Tian yang hendak memasuki kawasan pegunungan timur yang merupakan wilayah terlarang klan Qin.
Qin tian melihat ke belakang, ia melihat dua sosok berlari dengan cepat ke arahnya.
“Saudara Du, saudara Gu” ucap Qin tian terkejut melihat kedatangan kedua saudara yang suka menjahilinya itu.
__ADS_1
“Apa kau tidak tau tempat apa ini! atau kau sudah gila ingin pergi ke sana!” Qin Du memarahi Qin tian yang ingin memasuki wilayah terlarang.
“Aku tau tempat ini, dan aku tidak gila” jawab Qin tian dengan santai membuat Qin du dan Qin gu saling berpandangan.
“lalu kenapa saudara Tian ke sini” ucap Qin Gu bertanya dengan ramah
“Aku ingin mencoba peruntungan ku” jawab Qin tian sekali lagi dengan santai.
“Bodoh! Apakah kau ingin mati!” teriak Qin Du
“Jika kau mati maka siapa yang akan kami jahili” lanjutnya sedih namun berusaha menyembunyikan kepeduliannya.
“Terimakasih sudah mengkhawatirkan ku. Tapi tekad ku sudah bulat, aku akan pergi ke kawasan terlarang” jawab Qin tian dengan tegas.
Qin Tian tidak menyangka yang akan menghentikannya pergi ke wilayah terlarang adalah orang yang selalu menjailinya.
“Lagi pula aku juga tidak ingin mati” lanjut Qin tian dengan tersenyum.
Ia merasa bahagia meskipun jika itu adalah hari terakhirnya ia sangat bahagia karena orang yang menjahilinya ternyata mengkhawatirkannya.
“Dimana saudara Hun, kenapa kalian hanya berdua?” tanya Qin tian sambil mengerutkan keningnya.
“Saudara Hun merasa malu bertemu dengan saudara” jawab Qin Gu berbohong.
Qin Hun tidak ingin mengikuti mereka karena tidak peduli kepada Qin tian, namun karena tidak ingin menyakiti Qin tian, Qin Gu menutupi kebenarannya.
“Terimakasih karena telah mengkhawatirkan ku. Jika kita tidak bertemu lagi, semoga kita bisa menjadi teman di kehidupan selanjutnya” ucap Qin tian lalu membalikkan badannya melangkahkan kaki meninggalkan kedua saudara itu.
“Hey sampah” teriak Qin du
Qin tian berhenti melangkah tanpa membalikkan badan menunggu Qin du berbicara.
“Kembalilah hidup hidup, karena jika kau mati tidak ada yang kami jahili lagi” ucap Qin du berteriak, di dalam hatinya ia sebenarnya merasa sedih bagaimanapun juga Qin tian dan mereka adalah saudara.
Terlihat ukiran indah di sudut bibir Qin tian, dia tersenyum mendengar kata yang dikeluarkan Qin du kepadanya. Tanpa membalikkan badan dan menjawab sepatah katapun Qin tian melanjutkan perjalanannya menuju kawasan terlarang.
__ADS_1
Dari jauh terlihat sosok tersenyum melihat adegan yang dilihatnya, sudut bibirnya bergetar ia tersenyum, entah itu sedih atau apa sangat bias terlihat di kondisi yang ini.
...Tinggalkan like dan komen agar author update terus...