Legenda Pendekar Tombak Langit

Legenda Pendekar Tombak Langit
PART 44 MACAN AKAR TARING PERAK


__ADS_3

PART 44 MACAN AKAR TARING PERAK


Di sebuah hutan yang dipenuhi aura kekuatan bumi yang sangat kuat, terdapat pohon pohon yang menjuntai di atasnya akar akar yang menggelayu.


Pohon pohon besar dengan daun yang rindang itu menutupi cahaya yang hendak menyinari bumi di sana, seperti menghalangi kekuatan langit untuk mendominasi kekuatan bumi.


Terlihat seorang pemuda bersembunyi di balik perisai ilusi, menyembunyikan dirinya dari kejaran hewan buas yang sedang mencarinya.


Pemuda itu adalah Qin Tian yang bersembunyi dari macan akar tering perak, binatang buas kultivasi tingkat kaisar.


“Groarr….” Macan akar taring perak itu mengaum saat dirinya kehilngan jejak aura Qin Tian.


Merasakan aura hewan buas tingkat tinggi di tempat itu membuat hewan buas yang berada di tingkat yang lebih rendah menjauh takut terlibat masalah dengan hewan kuat tersebut.


“Manusia rendahan, jangan kira aku tidak bisa menemukanmu” ucap macan akar tanduk perak tersebut yang ternyata bisa berbicara, menyerang kawasan itu dengan membabi buta.


“Hewan tingkat tinggi” batin Qin Tian melihat macan itu yang mengerti bahasa manusia.


Hewan buas yang berkultivasi selain meningkatkan ketahanan tubuhnya dan menambah masa hidup dirinya, juga membuat hewan buas bisa berbicara dan bahkan bisa mengubah diri menjadi manusia pada ranah kultivasi tertentu.


“Dhuar….” Serangan cakar angin milik macan akar megenai tempat persembunyian Qin Tian yang berada di belakang pohon, di balik perisai mantra ilusi.


Serangan itu menumbangkan pohon tempat Qin Tian bersembunyi dan menghancurkan perisai ilusi yang Qin Tian buat.


“Tebasan pedang langit” teriak Qin Tian melesat menebas macan akar tersebut dengan pedang langit biru miliknya.


Dhuar. . . . Pedang langit biru Qin Tian mengenai tubuh hewan buas, dengan tubuh seperti akar pohon yang saling bersirangkul membentuk wujud macan dengan taring dan kuku tajam berwarna perak.


Macan akar yang terkena tebasan pedang langit Qin Tian tidak tergores sedikitpun bahkan tertawa merasakan tebasan pedang Qin Tian yang hanya menggelitik tubuhnya.


“Ha ha ha, manusia rendahan berani menyerangku” ucap macan akar itu tertawa.

__ADS_1


Di sisi lain Qin Tian terkejut melihat salah satu serangan yang sering ia gunakan tidak mampu melukai hewan buas tersebut bahkan tidak mampu menggores tubuhnya sedikitpun.


“Bagaaimana bisa, apakah tubuhnya yang terlalu kuat atau pedang ini yang menjadi lemah” batin Qin Tian berpikir seperti ada yang salah dalam tebasannya.


“Aku akan mengajarimu bagaimana cara menyerang yang benar” ucap macan itu lalu bergerak menyerang Qin Tian.


“Tebasan cakar perak” teriak macan akar tersebut mengayunkan cakar peraknya yang tajam ke tubuh Qin Tian.


Melihat serangan itu Qin Tian yang tidak sempat menghindar mengumpulkan kekuatannya pada kedua tangan dan dadanya lalu menyilangkan tangannya ke depan dadanya menahan serangan macan akar tersebut.


Dhuar…. Qin Tian terlempar meghantam pohon besar di belakangnya.


“Sangat kuat” gumam Qin Tian sambil mengusap darah segar yang mengalir di sudut bibirnya.


Whus…. Qin Tian mengeluarkan armor langit biru yang seketik membalut tubuh Qin Tian namun dengan cahaya biru yang sedikit pudar tidak seperti biasanya.


“Ha ha ha” Macan akar itu malah tertawa melihat Qin Tian yang mengeluarkan armor langit miliknya.


“Aku ingin mencoba sekuat apa penerus kekuatan langit itu” ucap macan akar itu kepada Qin Tian lalu kembali menyerang Qin Tian dengan tebasan cakar peraknya


Dhuar. . .. Serangan itu sekali lagi mengenai tubuh Qin Tian bahkan merobek armor langit milik Qin Tian.


“Apa! bagaimana bisa” gumam Qin Tian yang berusaha memulihkan diri melihat armor langit miliknya yang sobek akibat serangan dari macan akar tersebut.


Qin Tian mengingat jika serangan tahap kaisar tidak akan mampu menggores armor langit miliknya seperti yang dilakukan leluhur sekte naga langit, Long Huo yang pernah bertarung melawan Qin Tian namun kenapa di pertarungan kali ini macan akar tersebut dengan mudah merobek armor langit Qin Tian.


“Apakah….” Batin Qin Tian yang mulai menyadai kesalahan pada kekuatan langitnya.


Sejak memasuki dunia makam kuno itu Qin Tian merasakan tekanan kekuatan bumi yang sangat kuat yang menekan kekuatn langit miliknya membuat Qin Tian sedikit mengerti kenapa armor langit biru dan pedang langitnya tidak berguna secara maksimal di dunia makam kuno ini.


“Ha ha ha, pengguna kekuatan langit masuk ke tempat pengendali bumi” ucap macan akar itu berbicara kepada Qin Tian dengan tertawa.

__ADS_1


Whus…. Pedang langit biru Qin Tian kembali muncul


“Tebasan langit pembelah jiwa” teriak Qin Tian mengayunkan pedang langitnya ke arah macan akar tersebut yang dengan sengaja diterima macan akar itu.


Terlihat pedang spiritual langit biru Qin Tian sedikit berbeda dimana bagian luar padang itu terlihat lebih putih dengan memancarkan aura yang lembut namun tajam membuat macan akar itu terkejut merasakan perubahan aura pada pedang langit Qin Tian kali ini.


Dhuar. . .. Pedang langit Qin Tian mengenai tubuh macan akar itu yang sudah tidak sempat menghindar maupun bertahan.


Qin Tian menamai jurus itu dengan sebutan tebasan langit pembelah jiwa karena jurus tersebut merupakan gabungan dari kekuatan langit yang dilapisi dengan kekuatan jiwa yang memperhalus dan mempertajam pedang tersebut.


“Arghh. . .." Macan akar itu meraung saat tubuhnya terlempar hingga menghantam pohon di belakangnya lalu merobohkan pohon tersebut.


Dari tubuh macan akar yang seperti kayu itu terlihat darah hitam mengalir akibat tebasan pedang langit yang sudah dilapisi kekuatan jiwa oleh Qin Tian.


“B*****an! Ternyata bocah itu memiliki pengendalian kekuatan jiwa yang kuat” macan itu mengumpat murka.


“Ha ha ha, ternyata macan akar ini tidak terlalu kuat” Qin Tian tertawa memprovokasi macan akar tersebut.


Qin Tian membuat segel tangan lalu dari kehampaan muncul ratusan pedang yang mengarah ke arah macan akar tersebut.


“Badai hujan pedang jiwa” teriak Qin Tian setelah selesai membentuk segel tangan.


Dengan segera ratusan pedang biru yang dilapisi cahaya putih melesat ke arah macan akar itu menyerangnya, membuat macan itu seperti terkena guyuran hujan namun hujan itu tidak membasahinya dengan air tapi membunuhnya dengan pedang.


Merasakan kekuatan yang kuat dari serangan Qin tian itu macan akar itu segera membentuk perisai spiritual untuk melindungi dirnya.


Namun karena pedang pedang tersebut dilapisi kekuatan jiwa yang tidak dapat dihalangi oleh perisai spiritual biasa membuat perisai spiritual yang dibuat macan akar itu menjadi pelindungan yang sia sia karena dengan mudah dapat di tembus eh pedang tersebut.


“Arghh… si*lan!” teriak macan akar itu murka sambil menghalau ratusan pedang yang mengarah padanya .


Dhuar… dhuar…. Ratusan pedang yang tidak bisa dihalau oleh macan akar itu berhasi mengenai tubuh macan akar itu dan melukainnya dengan telak.

__ADS_1


“Manusia kepar*t, Arrghhh….” Macan itu terus mengumpat Qin Tian yang tidak menghentikan serangannya membuat tempat yang sebelumnya sunyi dipenuhi dengan suara ledakan dan teriakan dari macan akar tersebut.


__ADS_2