Legenda Pendekar Tombak Langit

Legenda Pendekar Tombak Langit
PART 8 TEMAN LAMA


__ADS_3

PART 8 TEMAN LAMA


“Wilayah terlarang sungguh menakutkan” ucap seorang pemuda yang sedang mengumpulkan mutiara hewan buas.


Terlihat puluhan hewan buas di tingkat pemula menengah hingga peserta puncak mati berjatuhan tanpa tertinggal jejak pukulan di tubuh hewan hewan itu.


“Wilayah ini saja sudah menakutkan, bagaimana dengan wilayah gunung Shi Shan. Tidak heran ayah melarang ku pergi ke tempat ini” gumam sosok itu yang adalah Qin tian sambil terus mengumpulkan mutiara hewan buas.


“langit benar benar memberkatiku” gumamnya senang saat mengingat pertempurannya melawan kucing dahan sebelumnya.


Setelah kucing dahan itu menerima tebasan pedang dengan lapisan energi jiwa dari Qin tian, kucing itu terluka dengan parah yang membuatnya menjadi murka.


Kucing itu kemudian bertransformasi menjadi kucing dengan cakar perak dan memancarkan aura spiritual tingkat peserta tahap awal.


Kenaikan kekuatan dua tingkat secara instan itu membuat Qin tian menjadi lebih kesulitan untuk melawannya dan tidak memiliki celah untuk memenangkan pertarungan itu.


Kucing itu mengeluarkan tebasan cakar angin menyerang Qin tian, namun dengan kelincahan fisik yang ia latih Qin tian dengan mudah bisa menghindari serangan itu.


Kucing itu lalu menyerang Qin tian secara langsung dengan cakar perak yang dialiri kekuatan tingkat peserta tahap awalnya, serangan itu beradu dengan pedang Qin tian yang sudah ia lapisi dengan kekuatan jiwanya.


“Dhuar…” Ledakan terjadi ketika cakar kiri kucing itu menyerang celah perlindungan Qin tian yang terbuka.


Qin tian terlempar hingga menghantam pohon raksasa yang berjarak belasan meter darinya, ia menghantam pohon itu dengan keras.


“uhuk… uhukk” Qin tian memuntahkan seteguk darah segar dari mulutnya.


Qin tian mencoba berdiri namun belum sempat dia berdiri kucing dahan itu melompat lalu mencakar Qin tian dengan tebasan cakar angin dengan kekuatan penuhnya.


“Bhugg…” kucing itu terjauh tanpa sempat menembakan tebasan cakar anginnya kepada Qin tian.


Qin tian yang sudah berdiri terduduk ketika melihat kucing dahan itu tiba tiba jatuh di depannya.

__ADS_1


Ia memeriksa kucing itu, dan menemukan luka yang sama pada leher kucing dahan itu dengan luka pada hewan buas lainnya.


Itu seperti jarum yang menyerang langsung pada titik vital hewan hewan itu yang merobohkannya seketika


Ketika Qin tian menyadari itu merupakan bantuan dari seorang pendekar tingkat tinggi, yang mampu membunuh hewan hewan buas dengan hanya sekali serangan, ia segera berdiri dan berteriak berterimakasih kepada orang itu tanpa mengetahui keberadaannya.


“Senior terimakasih” ucapnya lalu menunduk menunjukkan terimakasihnya pada pendekar yang membantunya itu.


Qin Tian sama sekai tidak melihat seorangpun di sekitarnya dia juga tidak bisa merasakan aura keberadaanya, namun ia tau, bahwa sosok itu adalah seorang Qin, karena hanya orang yang bermarga Qin saja yang bisa memasuki wilayah terlarang itu.


Wilayah terlarang merupakan tempat yang sangat misterius, tidak sembarang orang bisa memasuki kawasan tersebut, wilayah luar bisa dimasuki banyak orang namun berbeda dengan wilayah dalam yang hanya bisa dimasuki satu orang dalam satu waktu, ketika ada dua orang yang masuk maka akan ada kekuatan misterius yang secara paksa akan mendorong orang yang tidak beruntung itu keluar sementara orang yang terpilih akan bisa melanjutkan perjalannya.


Meskipun di kawasan luar bisa berjalan bersama, namun Qin tian tidak mau ayahnya melindunginya karena menurutnya tujuan utamanya ke wilayah terlarang adalah untuk berlatih jika dia terus menerus dilindungi maka itu tidak memberikan kesempatan padanya untuk berkembang.


Qin Tian memutuskan mencoba pergi ke kawasan terlarang meskipun ia tau hanya kemungkinan kecil ia bisa kembali dengan selamat karena ia hampir menyerah pada takdirnya.


Tak peduli seberapa keras ia berlatih, kultivasi Qin tian tidak pernah bisa meningkat sejak ia memulai kembali untuk berlatih kultivasi enam tahun yang lalu saat usianya sepuluh tahun.


Namun semua berubah saat usianya genap sepuluh tahun, beberapa waktu sebelum kabar kehilangan ibunya menyebar, kekuatan aneh menyerang tubuh Qin Tian yang membuatnya tidak bisa memadatkan energi spiritual dalam tubuhnya.


Tidak berakhir sampai disitu penderitaannya, genap satu bulan ia kehilangan bakat kultivasinya ayahnya, sang jenius klan ditemukan terluka parah hingga menghilangkan seluruh kultivasi yang ia bangun dan hanya meninggalkan pada tingkat pemula puncak, itu merupakan pukulan yang sangat berat bagi Qin Tian.


Kejadian itu membuat Qin tian yang dulunya merupakan anak yang ceria mengubahnya menjadi sosok pendiam dan lebih banyak menghabiskan waktunya untuk berlatih di hutan bambu emas.


…. …. …. … …


Di bawah rindangnya pohon besar yang tidak jauh dari kawasan terlarang, terlihat tiga sosok tengah duduk saling berhadapan, itu secara alami adalah Qin Hun, dan kedua saudaranya Qin Du dan Qin Gu.


Mereka membicarakan Qin Tian yang memasuki wilayah terlarang seorang diri.


“Saudara apa yang harus kita lakukan?” tanya Qin Gu pada dua saudaranya.

__ADS_1


Qin du mengarahkan pandangannya pada Qin Gu lalu mengarahkan pandangannya pada Qin Hun.


Mereka bertiga terus berdebat tentang kepergian Qin Tian, Qin Gu mengajak Qin Du dan Qin Hun untuk pergi membantu Qin Tian, namun itu ditolak mentah mentah oleh Qin Hun, dan Qin Du juga tidak setuju dengan usulan itu karena Qin Du takut dengan rumor yang sering dibicarakan tentang wilayah terlarang.


Qin Du kemudian mengusulkan untuk memberi tahu hal itu pada ayah Qin Tian atau Patriak Qin Nan, karena ia yakin jika Qin Tian pergi tanpa izin dari patriak maupun ayahnya, karena ia melihat tidak ada pengawalan baik dari patriak maupun dari ayah Qin Tian.


Biasanya orang yang pergi ke wilayah terlarang setelah mendapat izin dari patriak akan mendapat pengawalan sampai memasuki wilayah dalam kawasan terlarang, itu dilakukan untuk memastikan keselamatan anggota klan Qin.


Namun tebakan Qin Du tidak benar, Qin Tian tidak mendapat pengawalan bukan karena tidak meminta izin tapi memang sengaja tidak menginginkan adanya perlindungan.


“Untuk apa kalian harus memikirkan si sampah itu, biarkan saja dia” ucap Qin Hun menjawab tatapan kedua saudaranya


Semua usulan dari dua saudaranya itu ditolak oleh Qin Hun, bukan karena dia memiliki usulan berbeda tapi karena dia memiliki dendam kepada Qin Tian.


“Bagaimana jika dia mati?” tanya Qin Du


“Biarkan saja” jawab Qin Hun ketus


Dendam Qin Hun itu bermula pada awal pelatihannya. Qin Hun, Qin Tian dan Qin Chen merupakan teman yang dekat, namun seiring berjalannya waktu, bakat kultivasinya tidak sebagus Qin Tian dan Qin Chen.


Saat Qin Tian berhasil menerobos ranah peserta semua orang memandangnya sebagai seorang jenius dan membanggakannya hingga mengabaikan Qin Hun yang juga berlatih bersama Qin Tian.


Itu menimbulkan rasa iri yang tertanam jauh di lubuk hati Qin Hun yang terus terpupuk hingga menjadi kebencian yang mengakar hingga ke tulang tulangnya.


Setelah kejatuhan Qin Tian, Qin Hun seperti mendapatkan kebahagiaan yang tidak dapat ia bayangkan, ia yang dulunya adalah teman baik bagi Qin Tian, sekarang berubah jadi Qin Hun yang sekarang, yang selalu mengerjai Qin Tian bahkan tidak memperdulikan kehidupan teman lamanya itu.


“Sudah, biarkan saja dia di sana, ayo kita pergi. Anggap saja kita tidak tahu”


“Cepat!” ucap Qin Hun dengan tegas


Qin Du dan Qin Gu tidak memiliki keberanian untuk melawan, mereka hanya mengikuti Qin Hun, yang adalah senior mereka.

__ADS_1


...Tinggalkan like dan komen agar author update terus...


__ADS_2