
PART 51 DUNIA PAGODA CAHAYA
Di sebuah ruangan kamar yang luas, yang dipenuhi dengan berbagai perlengkapan di sana, terlihat Qin Tian dengan tenang memasuki ruangan tersebut lalu menyegel ruangan itu dengan mantra formasi tingkat tinggi.
Setelah menyegel ruangan tersebut, Qin Tian lalu membuat segel tangan lalu mengeluarkan pagoda cahaya dalam ruangan itu.
“Whus….” Pagoda kecil dengan tinggi tujuh lantai muncul dari kehampaan mengambang di tengah ruangan itu.
Dengan lembut Qin Tian mengibaskan lengan kanannya lalu seketika cahaya menyilaukan terpancar dari dalam pagoda tersebut bersamaan dengan munculnya kekuatan yang seketika menghisap tubuh Qin Tian dalam pagoda tersebut.
Seketika Qin Tian terhisap dalam pagoda tersebut, menyisakan pagoda kecil yang mengambang di tengah ruangan tersebut.
Whus. . .. Qin Tian muncul di sebuah kawasan yang luas.
Qin Tian melihat keberbagai arah, merasakan ada sesuatu yang kurang dari dunia itu.
“Aku harus menyempurnakan tempat ini” gumam Qin Tian.
Setelah itu Qin Tian lalu mengibaskan lengannya dengan lembut, seketika sebuah kitab menambang di kehampaan.
Qin Tian lalu meraih kitab tersebut, lalu duduk membaca kita tersebut.
Kitab itu adalah kitab pengendalian pagoda cahaya yang Guang chengzi berikan kepadanya.
Qin Tian dengan kekuatan jiwanya membaca dan memahami informasi yang ada dalam kitab tersebut, hingga satu jam kemudian Qin Tian mengakhiri aktivitasnya.
“Ternyata untuk menyempurnakan tempat ini dibutuhkan kekuatan langit dan bumi” gumam Qin Tian yang sudah selesai mempelajari kitab tersebut pada bagian pertama.
Whuss…. Qin Tian membuka kepalan tangan kanannya lalu seketika titik titik cahaya biru muncul dari kehampaan lalu berkumpul di telapak tangan kanan Qin Tian.
__ADS_1
Whuss…. Qin Tian kembali membuka telapak tangan kirinya lalu seketika titik titik cahaya hijau muncul dari kehampaan lalu berkumpul di telapak tangan kiri Qin Tian.
Dengan perlahan Qin Tian lalu menyatukan cahaya hijau dan biru di kedua tangannya.
"Arrgghh. . .." Qin Tian mengerang menahan kekuatan besar yang sedang melakukan proses penggabungan tersebut.
Dhuar…. ledakan dahsyat bergema melemparkan Qin Tian jauh hingga menabrak pohon besar di sana lalu menumbangkan pohon tersebut.
Terlihat Qin Tian yang terkena ledakan itu terluka parah, dengan pakaian yang dipenuhi sobekan dan darah segar yang mengalir dari seluruh tubuhnya.
Di tempat terjadinya ledakan itu, terlihat kawah besar dengan dalam mencapai seratus meter terbentuk akibat ledakan tersebut, dengan kawasan sekitar tempat itu yang hancur seperti terkena serangan pendekar tingkat pertapa.
“Uhukk…. Uhukk….” Qin Tian tersungkur memuntahkan darah segar dari mulutnya
“Ternyata menggabungkan kekuatan langit dan bumi tidak semudah yang aku perkirakan” gumam Qin Tian memegang dadanya yang remuk akibat kekuatan destruktif dari ledakan tersebut.
Cahaya hijau pada telapak tangan Qin Tian sebelumnya merupakan energi spiritual bumi murni, sementara cahaya biru pada telapak tangan kanan Qin Tian merupakan energi spiritual langit murni, yang mana ketika kedua kekuatan tersebut di gabungkan akan menghasilkan sebuah energi kehidupan yang sangat luar biasa, namun karena kesalahan yang Qin Tian lakukan energi kehidupan yang seharusnya terbentuk malah berubah menjadi energi penghancur yang sangat kuat.
Whung…. Udara bergetar bersamaan dengan kekuatn spiritual langit dan bumi yang begitu kentara masuk kedalam tubuh Qin Tian secara ekstream lalu perlahan menyembuhkan tubuh Qin Tian yang terluka parah.
Niat Qin Tian yang sebelumnya ingin membuat berbagai hal di dunia pagoda cahaya harus di urungkan karena belum bisa menggabungkan dua kekuatan besar langit dan bumi yang bahkan membuat dirinya terluka parah.
_________
Di luar dunia kecil paoda cahaya, terlihat Jian an, dan beberapa orang klan Jian lain yang merupakan klan ahli konstruksi dan tata letak kota sedang melakukan observasi di kota perak untuk menentukan tempat yang strategis untuk membuat istana baru dan membuat hal hal penting lain seperti markas pertahanan utama dan sebagainya.
“Patriak, menurut hasil yang kami temukan, ada beberap tempat yang strategis sebagai ibukota” ucap seorang tetua dari klan jian kepada patriak klan jian, Jian An.
Tetua itu lalu menjelaskan berbagai tempat yang berpotensi menjadi ibu kota kerajaan, dan hal hal lain yang mereka temukan.
__ADS_1
Mendengar penjelasan itu, Jian An menganggukkan kepalanya sambil membelai janggutnya menatap para bawahannya dengan serius.
“Baik, jika semua data sudah dapat kita tentukan titik terbaik lalu satu minggu lagi, kita adakan pertemuan dengan Tuan Qin Tian” ucap Jian an berbalik lalu menuju bawahannya yang lain untuk menanyakan hasil pekerjaan bawahan lainnya tersebut.
__________
Di kedai kedai, dan restoran berita tentang kota perak yang akan di deklarasikan sebagai sebuah kerajaan menjadi perbincangan hangat di sana, bagaimana tidak, belum lama kota itu beralih kekuasaan pihak pemerintah segera ingin mendeklarasikan berdirinya kerajaan di sana, yang lebih mengejutkan lagi yang menjadi otak dari perubahan tersebut adalah seorang pemuda dengan usia yang belum genap dua puluh tahun.
Di sebuah restoran mewah, terlihat ramai pengunjung yang datang ketempat itu berbincang tentang masalah kota mereka yang akan diubah menjadi sebuah kerajaan.
“Saudara, apa tanggapan saudara tentang perubahan pemerintahan ini?” ucap seroang pemuda bernama Jian Li pada temannya
“Aku setuju untuk pembentukan kerajaan, namun aku takut aka nada penolakan dari pihak kerajaan Yanshan dan pemberontakan dari kubu yang kontra pada pemerintahan Tuan Qin Tian” jawab seorang pemuda bernama Liu ling
“Benar, itu membauat aku penasarn apa tindakan yang akan tuan Qin Tian ambil jika hal tersebut benar benar terjadi” ucap Jian Li menanggapi sambil menangukkan kepalanya
Tidak lama setelah itu, terlihat sekelompok pemuda denan pakaian putih dengan dua gari berwarna perak yang tegak lurus di kedua dada pakaian tersebut berdiri beranjak pergi dari restoran tersebut.
Melihat pakaian para pemuda tersebut, membuat para tamu di restoran itu terdiam lalu mengarahkan pandangan mereka pada sekelompok pemuda tersebut.
“Saudara, ayo” ucap seorang pemuda pada rombongannya mengajak kelompok tersebut untuk pergi meningglkan restoran tersebut tanpa memperharikan tatapan dari para pengunjung lain yang menatap mereka.
“Saudara, kita berpisah di sini, setelah misi selesai kita kembali berkumpul di sini lagi” ucap seorang pemuda yang bertindak sebagai pemimpin kelompo tersebut memberi perintah pada bawahannya.
“Baik” ucap mereka serempak lalu keluar dari restoran itu dan bergerak ke berbagai arah.
Setelah rombongan itu pergi, para pengunjung restoran itu segera membicarakan kelompok tersebut.
“Aku rasa ada hal yang tidak beres yang akan terjadi” ucap seorang pendekar pada teman di sebelahnya.
__ADS_1
“Saudara benar, melihat dari pakaiannya, sepertinya mereka bekas murid sekte serigala perak yang tuan Qin Tian bubarkan, aku yakin mereka sedang merencanakan sesuatu untuk membalaskan kematian ketua sekte mereka” jawab teman pendekar tersebut menimpali.
“Saudara benar, kita lihat saja apa yang akan merek lakukan, dan apa yang akan pihak otoritas kota lalukan untuk mengatasi masalah ini” ucap pendekar tersebut menanggapi