Legenda Pendekar Tombak Langit

Legenda Pendekar Tombak Langit
PART 28 ANGSA PUTIH SURGAWI


__ADS_3

PART 28 ANGSA PUTIH SURGAWI


“Roar…” raungan lima roh naga terdengar


Dengan segera kelima roh naga yang terbentuk dari jutaan cahaya spiritual berwarna jingga itu bergerak menyerang Qin Tian dari lima arah yang berbeda.


Whung… Pagoda cahaya Qin Tian kembali bergetar.


“Roar…” Raungan naga lain bergema saat kelima naga itu mendekati Qin Tian


Dhuar… Dentuman dahsyat terjadi membuat seluruh kawasan pertarungan ditutupi debu yang menghalangi pengelihatan.


Debu perlahan menghilang memperlihatkan sosok roh naga berwarna biru yang melingkari tubuh Qin Tian menghalangi serangan kelima naga milik murid sekte naga terbang.


“Apa! Dia memurnikan roh naga saudara Long Kun” ucap mereka seolah tidak percaya


Roh naga biru milik Qin Tian merupakan roh naga jingga milik Long Kun yang Qin Tian serap dan murnikan dalam pagoda cahaya membuat naga itu sekarang menjadi roh spiritual milik Qin Tian.


Qin Tian membuat segel tangan, lalu merentangkan kedua tangannya


“Roar…” Naga biru itu berpecah menjadi lima naga biru lalu bergerak menyerang lima naga milik murid sekte naga terbang.


Dhuar… ledakan bergema menghancurkan roh naga milik kelima murid sekte naga terbang dan melemparkan kelima murid tersebut keluar arena pertarungan.


_____________


Di panggung seleksi murid tingkat pemula, terlihat dua gadis cantik yang sedang bertarung namun pertarungan itu tidak mengurang kecantikan mereka.


Whuss. . . Sosok gadis dengan hanfu berwarna putih mengedarkan kekuatan spiritualnya yang berada pada tahap puncak pendekar pemula, gadis itu adalah Bai Tian’e.


Di sisa lain, gadis dengan hanfu berwarna merah itu juga segera mengedarkan kekuatannya yang berada pada tahap puncak pendekar pemula, gadis kedua itu adalah Qin Feiyan.


Bai Tian’e dengan cepat membentuk segel tangan, cahaya putih perlahan keluar dari tubuhnya lalu seketika cahaya itu membentuk roh angsa putih.


Roh angsa itu mengeluarkan suara yang memekikkan lalu segera melesat menyerang Qin Feiyan.


“Lihat jurusnya, itu adalah murid sekte angsa putih” ucap penonton melihat jurus yang dikeluarkan Bai Tian’e


Qin Feiyan yang melihat itu segera membentuk segel tangan.


“Swus…” bunga teratai muncul di telapak tangannya, dengan anggun ia mengibaskan tangan putihnya yang lembut membuat teratai itu berdengung lalu terlempar dari tangannya bergerak ke arah roh angsa putih itu.


Dhuar… Ledakan terjadi saat dua serangan spiritual itu beradu.

__ADS_1


Debu menutupi seluruh kawasan pertempuran membuat pengelihatan penonton menjadi terbatas.


“Slash… Slash…” terdengar suara benda tajam di lemparkan


Setelah debu yang menutupi panggung itu menipis terlihat ratusan bulu angsa di tembakkan ke arah Qin Feiyan dari sayap roh angsa putih Bai Tian’e.


Qin Feiyan dengan anggun membuat segel tangan yang berbeda, lalu perlahan dari bawah kakinya titik titik cahaya naik ke atas lalu membentuk bunga teratai melindungi tubuhnya dengan perisai teratai transparan.


“Ternyata nona Qin itu tidak kalah hebat” ucap penonton yang melihat kekuatan Qin Feiyan


“Tidak hanya cantik, kedua gadis itu juga sangat hebat. Benar benar gadis yang sempurna” ucap pemuda Lin feng yang menonton pertandingan itu.


“Yang satu milik ku, satu lagi untuk mu” ucap teman Lin Feng menimpal


Mereka saling memandang


“Ha ha ha” mereka saling tertawa menertawakan hayalan mereka.


Di arena pertarungan


Whungg… kelopak bunga teratai di bawah kaki Qin Feiyan berdengung dengan lembut lalu melepaskan kelopak kelopak yang saling mengikat itu menjadi serangan kelopak yang menembak kearah Bai Tian’e


Puluhan kelopak teratai itu terus beradu dengan puluhan bulu sayap roh angsa yang setajam jarum.


Dhuar dhuar… suara ledakan lainnya menyusul saat kelopak kelopak lain juga mengenai tubuh Bai Tian’e.


Whuss… Bai Tian’e melompat keluar dari pusat ledakan, menghindari serangan kelopak teratai itu.


Setelah memulihkan diri Bai Tian’e kembali membuat segel tangan namun kali ini Bai Tian'e menembahkan setetes darahnya untuk membuat sebuah formasi.


“Roh angsa surgawi, rilis!” teriak Bai Tian’e


Seketika langit kota batu tiba tiba menjadi gelap, dari langit kota terdengar suara angsa yang memekikkan telinga.


Setelah suara itu terdengar dengan segera seekor angsa putih dengan wujud yang lebih nyata turun dari langit menaungi Bai Tian’e di bawah kepakan sayapnya.


“Itu, roh angsa yang surgawi” ucap para penonton


__________


Di arena pertarungan murid tingkat peserta.


Qin Tian yang bertarung di panggung murid tingkat peserta merasakan aura langit yang sangat kuat yang terpancar di arena pertarungan murid tingkat pemula di saat yang sama dia juga merasakan aura kekuatan Qin Feiyan.

__ADS_1


“Feiyan er” gumam Qin Tian merasakan Qin Feiyan berada dalam bahaya


Dhuar… serangan seorang murid yang menantang Qin Tian mengenai tubuh Qin Tian dengan telak


Debu berterbangan menutupi pandangan mata para penonton, namun Yan Zhen dan Yun Fei yang berada pada ranah grand master dengan jelas melihat sosok pemuda yang hanya mudur beberapa langkah karena serangan dahsyat itu.


“ha ha ha” murid itu tertawa merasa berhasil mengalahkan murid kuat yang sudah mengalahkan tiga puluh empat murid lainnya.


Debu yang menutupi pandangan mereka menipis menampakkan sosok Qin Tian yang berdiri dengan memancarkan aura langit yang sangat besar.


Whus… sosok Qin Tian bergerak secepat kilat tiba tiba muncul di belakang murid yang menyerangnya.


Dhuar… serangan tapak Qin Tian mengenai murid itu lalu melemparnya keluar dari arena pertarungan.


Melihat temannya di kalahkan Qin Tian, seorang pemuda lainnya melompat memasuki arena pertarungan menantang Qin Tian.


“Kekuatanmu saja tidak akan bisa mengalahkan ku, empat murid terakhir silakan maju bersama” ucap Qin Tian yang ingin mengakhiri pertarungannya dengan cepat karena mengkhawatirkan Qin Feiyan


Whus… empat murid lainnya menaiki panggung.


“Sombong!” ucap murid itu bersamaan segera mengeluarkan roh pertarungan mereka.


Roh elang perak dan ular hijau keluar dari tubuh kedua murid itu bersamaan lalu dengan segera bergerak menyerang Qin Tian.


Tiga murid lainnya tidak mau kalah juga mengeluarkan Roh pertempuran mereka.


Macan api, ular ungu dan kucing dahan roh pertarungan ketiga murid lainnya ikut dirilis bersiap menyerang Qin Tian.


Whus… Qin Tian kembali mengeluarkan roh naga dari pagoda cahaya, dengan segera lima roh naga itu bergerak, tiga naga melawan roh pertempuran milik lima murid itu dan dua naga lainnya melingkari tubuh Qin Tian hingga benar benar tertutup dari pandangan orang lain.


“Apa yang dia rencanakan” ucap Yan Zhen


“Sepertinya dia sedang mengulur waktu untuk melakukan sesuatu, tapi hal apa itu” jawab Yun Fei


“Benar, dengan kekuatannya untuk mengalahkan lawannya bukanlah hal yang susah baginya” ucap Yan Zhen


Whus… cahaya biru terpancar dari langit menuju arah Qin Tian lalu membentuk pilar cahaya biru yang menamcar dari tubuh Qin Tian yang di tutupi roh naga.


“Kekuatan langit” ucap Yun Fei dan Yan Zhen bersamaan


Pilar cahaya itu meredup, namun seketika aura langit yang kuat terpancar dari lima naga roh Qin Tian, membuat kelima naga itu terlihat semakin biru dan ganas.


Di dalam lingkaran perlindungan yang di buat roh naga, Qin Tian perlahan duduk dalam posisi lotus.

__ADS_1


“Feiyan er bertahanlah” gumam Qin Tian


__ADS_2