
PART 37 Menuju Akademi Yanshan
Di sebuah ruangan yang tenang, terlihat seorang pemuda yang terbaring dengan mata terpejam, namun di sudut matanya terlihat kristal bening yang perlahan menetes entah kenapa.
Dari bibirnya terdengar rintihannya memanggil sosok yang sangat dia sayangi, yang melindunginya walaupun harus mengorbankan nyawa.
“Kakek agung, maafkan tian er….” Kata itu terulang berkali kali dari mulut pemuda itu.
Di sisinya terlihat dua sosok paruh baya yang duduk dengan sabar memperhatikan pemuda itu.
“Sudah hampir dua minggu Tian er tidak sadar, apa yang harus kita lakukan?” tanya Qin Nan pada Qin Meng Tian di sampingnya.
“Tian er telah menerima banyak serangan dari Ba****** Long Huo itu, pemulihannya tidak akan mudah….” ucap Qin Meng Tian menjeda kata katanya seperti sedang mengingat sesuatu.
“Kecuali… Tabib dewa lembah kupu kupu” ucap Qin Meng Tian yang bertekad akan membawa Qin Tian ke lembah kupu kupu
“Lembah kupu kupu…” ucap Qin Nan
Lembah kupu kupu merupakan tempat yang misterius yang berada di wilayah tengah bagian barat benua Gong Qi, tempat itu hanya dihuni oleh binatang buas dan seorang tabib yang di beri gelar tabib dewa lembah kupu kupu.
Tabib itu di beri gelar tabib dewa karena kehebatan penyembuhannya sangat hebat bahkan bisa menyembuhkan seorang yang hampir mati sekalipun, namun tabib itu juga terkenal kejam karena lebih suka melihat orang sekarat hingga mati daripada menolong orang tersebut.
“Uhukk….” Qin Tin batuk berusaha bangun dari baringnya yang segera di tahan Qin Meng Tian dan Qin Nan.
“Tian er, baring lah, tubuhmu belum pulih” ucap Qin Meng Tian dengan kegembiraan membuncah di dadanya, bagaimana tidak satu satunya dunianya yang meredup kini kembali mendapatkan pancaran setitik cahaya yang temaram.
“A… ayah” ucap Qin Tian dengan lemah melihat penampilan Qin Meng Tian yang berbeda di depannya
Namun tidak sempat Qin Tian memikirkan itu dia kembali berusaha bangun dari baringnya.
“Ayah. . . sekte naga terbang. . . kakek agung. . .” ucap Qin Tian terbata tidak tau bagiamana harus menjelaskannya.
__ADS_1
“Tenanglah nak, dendam kakek agung mu sudah terbalas, Sekte Naga Terbang sudah hilang dari benua” ucap Qin Meng Tian menjelaskan situasi menenangkan Qin Tian.
Mendengar itu Qin Tian menjadi terkejut tidak menyangka klannya bisa bertahan dari serangan sekte besar yang memiliki kultivator elit tingkat kaisar bahkan membabat habis sekte tersebut.
Qin Tian yang belum pulih samar samar merasakan kekuatan besar yang mengalir di tubuh ayahnya membuat dirinya tidak bisa menahan rasa penasarannya kemudian bertanya.
“Ayah, kekuatan ini?” ucap Qin Tian yang terus berusaha bangun namun di tahan Qin Meng Tian
Qin Meng Tian menatap putra semata wayangnya itu lamat lamat lalu dengan lembut membaringkan Qin Tian yang berusaha duduk.
“Ini adalah takdir langit, ayah bertemu dengan teman lama yang pastinya kamu tau siapa dia” jelas Qin Meng Tian singkat membuat Qin Tian terus berpikir apa dan siapa yang dimaksud ayahnya.
Melihat tatapan Qin Tian yang penuh tanda tanya, Qin Nan lalu menjelaskan dengan detail kejadian yang dia ketahui tentang Qin Meng Tian pada Qin Tian.
“Tian er, ayahmu dulu ternyata adalah salah satu master akademi Yanshan” ucap Qin Nan mengakhiri penjelasannya membuat Qin Tian tidak mengerti apa yang terjadi.
“Terlalu cepat untukmu menerima berita ini nak, istirahatlah dulu pulihkan lukamu” ucap Qin Meng Tian yang melihat Qin Tian yang belum bisa menahan kesadarannya.
“Istirahatlah nak” ucap Qin Meng Tian meninggalkan ruangan itu
“Tabib Wen” ucap Qin Meng Tian meminta tabib Qin Wen untuk masuk mengobati Qin Tian.
________________
Di sebuah tempat terlihat puluhan orang bahu membahu memperbaiki tempat tempat yang rusak, itu adalah klan Qin yang sedang di renovasi akibat serangan dari sekte naga terbang.
Serangan itu di satu sisi memberikan kerugian yang sangat besar bagi klan Qin, namun di sisi lain serangan sekte naga terbang tersebut menyumbangkan banyak harta kepada klan Qin, termasuk wilayah sekte naga terbang yang sekarang menjadi milik klan Qin dan gudang harta sekte naga terbang yang sebagai salah satu sekte terbesar di kota batu tentu memiliki harta yang tidak bisa di remehkan membuat klan Qin semakin menguatkan cengkraman nya di kota batu.
Di sebuah bangunan megah yang tampak seperti baru di bangun terlihat sosok pemuda perlahan berjalan menemui seorang sosok paruh baya yang berada di luar bangunan megah tersebut.
Itu adalah Qin Tian yang berada di kediaman baru mereka, tempat megah tersebut merupakan hadiah yang diberikan kepada Qin Tian dan Qin Meng Tian yang berjuang menyelamatkan klan dari kehancuran dan sebagai bentuk terimakasih kepada Qin Meng Tian yang kembali menjadi pahlawan klan.
__ADS_1
“Ayah” ucap Qin Tian menyapa sosok paruh baya di depannya
“Tian er” jawab Qin Meng Tian berbalik segera menemui putranya itu
“kau sudah pulih?” tanya Qin Meng Tian yang merasakan kekuatan Qin Tian sudah kembali lebih dari tujuh puluh persen.
Qin Tian menganggukkan kepala, berkat kekuatan langit dalam tubuhnya dan bantuan dari obat tingkat tinggi milik tabib Qin Wen, seorang ahli alkimia dan pengobatan klan Qin, kini luka Qin Tian sudah membaik lebih dari sembilan puluh persen.
“Ayah….” Ucap Qin Tian menjeda kata katanya
“Ada apa nak?” tanya Qin Meng Tian dengan lembut pada putranya
“Ayah, aku sudah berjanji kepada kakek agung untuk menjadi kuat dan lebih kuat agar bisa menjaga orang orang yang aku cintai” ucap Qin Tian mengingat pesan tetua agung Qin Xie dan perpisahannya dengan tetua agung Qin Xie.
“Jika terus seperti ini, aku tidak akan bisa berkembang, aku ingin pergi menyusul saudara Chen dan yang lainnya ke akademi” lanjut Qin Tian yang berniat menyusul Qin Chen dan empat puluh murid terpilih akademi Yanshan yang sudah pergi ke akademi dua minggu lalu saat Qin Tian masih terbaring tak sadarkan diri.
Mendengar ucapan Qin Tian, Qin Meng Tian menjadi teringat perpisahannya dengan Qin Tian saat Qin Tian meminta izin untuk pergi ke wilayah terlarang.
“Aku tau seperti apapun aku melarang mu, kau akan tetap pergi, untuk itu aku tidak akan melarang mu hanya saja persiapkan dirimu baik baik karena perjalanan ke ibu kota tidak akan mudah” ucap Qin Meng Tian yang mengerti karakter Qin Tian yang tidak bisa berdiam diri dan tidak mau mendapat pengawalan meminta Qin Tian untuk mempersiapkan dirinya sebaik mungkin untuk meminimalisir bahaya.
“Baik ayah” jawab Qin Tian segera berbalik untuk mempersiapkan keperluannya.
“Nak” ucap Qin Meng Tian menghentikan langkah Qin Tian
“Ada apa ayah?” tanya Qin Tian
Whus…. Qin Meng Tian mengibaskan tangannya lalu terlihat sebuah lencana emas dengan lambang gunung lalu memberikan lencana itu kepada Qin Tian
“Ini adalah lencana Master tingkat tinggi, simpanlah dan tunjukkan lencana ini jika diperlukan” ucap Qin Meng Tian
“Lalu lencana ini ayah?” tanya Qin Tian memperlihatkan lencana dengan ukiran yang sama yang diberikan Yan Zhen kepada mereka saat memenangkan seleksi di kota batu.
__ADS_1
“Itu adalah lencana murid tingkat rendah” jawab Qin Meng Tian lalu menjelaskan bahnyak hal tentang akademi Yanshan