Legenda Pendekar Tombak Langit

Legenda Pendekar Tombak Langit
PART 53 PERSIAPAN PERTEMPURAN


__ADS_3

PART 53 PERSIAPAN PERTEMPURAN


Terlihat ribuan pasukan dengan jubah hitam bergerak dari gunung kelelawar menuju kota perak dengan dipimpin dua orang paruh baya dan tiga orang tua dengan rambut yang sudah memutih.


Tidak jauh dari tempat itu, terlihat dua orang dengan topeng perak mengamati pergerakan pasukan tersebut dari balik pepohonan.


“Pergerakan mereka lebih cepat dari dugaan kita, perhitungan tuan Qin Tian benar benar tepat” ucap sosok bertopeng hitam tersebut kepada teman di sebelahnya


“Benar, tidak heran dengan usiannya yang sangat muda sudah bisa menjadi pewaris kota perak ini” jawab sosok bertopeng lainnya takjub kepada Qin Tian


“Saudara, laporkan pergerakan ini kepada jendral, aku akan mengikuti mereka” ucap sosok bertopeng itu lagi kepada temannya


“Baik, saudara hati hati” ucap sosok itu pergi melaporkan pergerakan tersebut kepada pemimpin mereka


Gunung kelelawar merupakan wilayah terluar kota perak yang berada di luar banteng kota perak namun masih menjadi wilayah teritorial kota perak.


Karena letaknya yang berada di perbatasan kota perak dengan kota lain, itu yang menyebabkan gunung kelelawar menjadi tempat yang sangat strategis bagi para bandit mendirikan markas mereka.


Sekte kelelawar malam merupakan sekte aliran hitam dengan misi utama para murid sekte tersebut adalah menjarah para pendekar tingkat rendah dan pedagang yang ingin masuk ke kot perak.


Meskipun sekte ini sering menimbulkan kekacauan di kota perak, namun tidak ada tindakan tegas dari para petinggi kota perak sebelumnya, karena takut dengan sosok yang berada di balik sekte aliran hitam tersebut.


______________


Di sebuah hutan yang berjarak satu kilometer dari gerbang kota perak, terlihat sekelompok pasukan dengan topeng perak berjaga dengan ketat di sana.


“Lapor jendral, pasukan aliansi sekte aliran hitam sudah bergerak turun dari gunung kelelawar dengan jumlah sepuluh ribu pasukan ditambah lima puluh orang komandan dan jendral pasukan dan sepuluh pemimpin dan tetua aliansi sekte tersebut” ucap seorang dengan topeng perak melapor pada pemimpin mereka


“Untuk rincian pasukan tersebut, terdiri dari lima ribu prajurit tingkat master menengah hingga puncak, tiga ribu prajurit tingkat grand master dasar, seribu lima ratus prajurit tingkat grand master menengah, dan lima ratus prajurit tingkat grand master puncak, ditambah lima puluh komandan dan jendral pasukan yang berada di tingkat raja dasar hingga menengah serta lima orang tetua sekte berada di tahap raja puncak, Patriak baru Klan Yi, Yi Xian dan master sekte laba laba beracun berada pada ranah kaisar dasar, master sekte kabut berdarah, awan hitam, dan kelelawar malam berada di rahan kaisar menengah” ucap Ming Liu menjelaskan kekuatan aliansi sekte aliran hitam dengan rinci kepada jendral Ming yang menjadi pemimpin pasukan bertopeng perak tersebut.

__ADS_1


“Mereka benar benar sudah siap untuk berperang” gumam Jendral Ming merasakan kekuatan tersebut bukanlah kekuatan yang terbentuk sekali jadi, namun sudah direncanakan jauh jauh hari namun menjadikan perubahan kekuasaan ini sebagai alasan mereka untuk melakukan memberontak.


“Komandan Liu Qing” ucap Jendral Ming memanggil seorang komandan pasukan


“Siap Jendral” Jawab Liu Qing dengan sigap menghadap Jenderal Ming


“Komandan Zhang Lian” ucap Jendral Ming sekali lagi


“Siap Jendral” Jawab komandan Zhang Lian dengan sigap berdiri di depan Jendral Ming


“Komandan Liu Qing, pimpin pasukan banteng perak untuk menahan pasukan musuh selama mungkin, dan komandan Zhang Lian pimpin pasukan racun perak menyerang dari belakang, sementara aku dan pasukan tombak perak akan menyerang dari dua sisi lainnya” ucap Jendral Ming menjelaskan rencana yang sudah dirinya bahas berasama Qin Tian kepada kedua komandan divisi khusus tombak perak dan divisi khusus banteng perak tersebut dengan jelas.


“Jangan biarkan pasukan musuh menginjakkan kaki mereka kedalam gerbang kota walau hanya satu langkah” lajut jendral ming dengan berapi api


“Baik Jendral” jawab kedua komandan tersebut dengan sigap lalu segera kembali ke divisinya masing masing menyiapkan pasukan mereka.


“Ming Liu, kembali awasi pergerakan pasukan musuh, laporkan pergerakan musuh sekecil apapun dengan cepat dan tepat” perintah Jendral Ming pada Ming Liu


Setelah mengatur pasukannya, Jendral Ming segera melapor pergerakan tersebut kepada Qin Tian melalui lencana Giok Jiwa.


Tiga puluh menit kemudian, tiga ribu pasukan khusus banteng perak dan dua ribu pasukan khusus racun perak sudah siap berbaris menghadap Jendral Ming.


“Lapor Jendral, pasukan banteng perak siap menerima perintah” ucap Liu Qing melapor


“Lapor jendral, pasukan racun perak juga siap menerima perintah” ucap komandan Zhang Lian yang memimpin pasukan khusus divisi racun perak melapor.


“lapor jendral, pasukan tombak perak juga siap menerima perintah” ucap komandan Zhang Feng yang memimpin pasukan khusus divisi tombak perak melapor bersama empat ribu pasukan tombak perak.


“Baik” ucap Jendral Ming lalu menjelaskan rencana pergerakan mereka dengan jelas.

__ADS_1


“Pasukan divisi banteng perak bertugas menahan pergerkan musuh, sementara fokus musuh melawan pasukan divisi banteng perak, pasukan divisi racun perak melemahkan pertahan belakang pasukan musuh, saat musuh berada dalam keadaan lemah pasukan divisi tombak perak masuk dan menghabisi pasukan musuh dari kedua sisi” ucap Jendral Ming menjelaskan rencana yang sudah dirinya dan Qin Tian persiapkan kepada seluruh pasukannya.


“Divisi intelejen” ucap Jendral Ming


Whus swus…. Sepuluh orang dengan topeng perak dengan ukiran elang di lengan kanan mereka mucul di belakang Jendral Ming


“Arahkan pasukan racun perak menuju titik penyergapan” ucap jenral Ming memberi perintah


Dengan segera sepuluh sosok dengan topeng perak dan lambang ukiran elang di lengan kanan mereka tersebut bergerak memimpin pasukan divisi racun perak untuk menempasti posisi mereka.


Sepuluh menitu kemudian, pasukan divisi racun perak selesai dimobilisasi, menyisakan pasukan divisi banteng perak dan divisi tombak perak yang masih berdiri di depan jendral Ming.


“Komandan Liu Qing, segera masuki posisi, segera kabari jika terdapat masalah atau hal yang diluar dugaan” perintah Jendral Ming dengan penuh wibawa kepada komandan Liu Qing


“Baik Jendral” jawab jendral Liu Qing


“Bergerak!” perintah Jendral Ming


“Bergerak…” suara gemuruh teriakan pasukan divisi banteng perak dengan berapi api segera bergerak dengan rapi mengikuti arahan komandan Liu Qing.


“Komandan Zhang Feng, pimpin dua ribu pasukan menempati posisi timur, dan komandan Liu Ling, pimpin dua ribu pasukan di posisi barat, jika ada masalah atau hal yang diluar perkiraan segera kabari aku” ucap Jendral Ming pada dua komandan divisi tombak perak.


“Baik!” jawab kedua komandan pasukan tersebut dengan hormat lalu memimpin pasukan mereka bergerak menuju posisi yang sudah di tentukan.


Tiga puluh menit setelah pasukan di mobililisasi, Jendral ming tiba tiba merasakan cincin penyimpanannya bergetar.


Jendral Ming segera memerikas cincin penyimpananya tersebut.


“Laporan dari, Ming Liu” gumam Jendral Ming saat melihat pesan giok jiwa dari Ming Liu yang mengawasi pergerakan pasukan aliansi sekte aliran hitam.

__ADS_1


“satu kilo meter lagi. hmm... pertempuran sudah di ujung mata. Semoga tidak terjadi hal yang diluar perkiraan” gumam jendral Ming menghela nafasnya lalu segera melaporkan masalah tersebut kepada Qin Tian.


__ADS_2