
PART 17 SELEKSI MURID KLAN QIN
Di tingkat pertama pagoda langit gunung leluhur.
“Guru…” ucap seorang pemuda menyapa Guang chengzi dengan hormat.
Sosok pemuda itu adalah Qin Tian, namun sesuatu telah berubah dalam dirinya, tubuhnya yang biasa kini terlihat sempurna petak petak perutnya bersembunyi di balik pakaiannya yang perkasa, matanya yang hitam kini terlihat kebiruan pada jarak yang merata terpisah, duduk di bawah alisnya yang rapi.
Tatapannya yang tajam, dengan cara yang berbeda menunjukkan arti bijaksana yang sesungguhnya.
Kulitnya yang seputih salju samar samar terlihat kilatan dari pori porinya, itu memberikan kesan yang sulit di ceritakan kekuatannya.
Perubahan itu terjadi setelah Qin tian mendapatkan garis keturunan milik Guang Chengzi, kekuatan fisik Qin Tian kini berada pada ranah besi bintang lima, kekuatan jiwanya sudah memasuki ranah bumi puncak bintang pertama, kultivasinya kini berada pada pada ranah peserta puncak, namun karena menara roh cahaya dalam dirinya membuat tingkatan kultivasinya tidak bisa dilihat dengan kekuatan biasa.
“Kekuatan mu kini sudah benar benar meningkat, selain itu pengetahuan yang kau dapatkan di tingkat ketiga dan ke empat sudah cukup untuk dasar pengetahuan mu” ucap Guang chengzi
Swus… Guang chengzi mengibaskan tangannya
Sebuah cincin terlihat mengambang di depannya.
"Ini adalah cincin penyimpanan khusus, ambillah" ucap Guang chengzi memberikan cincin Giok berwarna putih dengan ukiran pagoda yang merupakan benda spiritual tingkat dewa yang sangat langka.
"Terimakasih Guru" Ucap Qin Tian yang di sambut dengan anggukan dari Guang chengzi
“Persiapkan dirimu sebelum kau kembali nak” ucap Guang chengzi
“Baik Guru” jawab Qin Tian dengan semangat di sudut matanya terlihat pancaran baswara yang ingin segera bercerita pada ayahnya tentang keberuntungan yang langit berikan padanya.
“Tempat ini adalah milik leluhur mu, dan sekarang adalah milik mu kau boleh kapan saja ke tempat ini dan mengatur setiap yang ada di sini” lanjut guang chengzi
__ADS_1
“Oh ya, kau terlalu khawatir tentang waktumu di tempat ini, sebenarnya pagoda langit ini memiliki kekuatan yang melanggar hukum ruang dan waktu di dunia nyata dengan membuat hukum ruang dan waktunya sendiri. Satu bulan di benua sama dengan satu tahun di pagoda ini” ucap Guang chengzi menjelaskan tentang kekuatan pagoda perkasa yang seperti sebuah dunia kecil itu.
“Apa…” ucap Qin Tian terkejut tidak percaya
________
Seleksi pemilihan murid akademi Yanshan semakin dekat, di berbagai klan terlihat para murid klan yang menjalankan misi di luar klan dipanggil kembali ke klan, begitu juga dengan klan Qin. Banyak wajah wajah baru yang kini terlihat di klan Qin.
Mentari mulai menyingsing di langit klan Qin, terlihat hiruk pikuk anggota klan berkumpul di aula bela diri klan.
Itu adalah hari seleksi murid terbaik klan, yang akan menjadi perwakilan klan dalam pemilihan murid akademi Yanshan.
Di kursi kehormatan, terlihat para petinggi klan Qin yang duduk bersama para undangan kehormatan seperti patriak klan aristokrat lain dan pihak otoritas kota yang sengaja di undang untuk melihat kekuatan generasi baru klan mereka, sebagai salah satu cara meningkatkan reputasi klan Qin di kota batu.
Dari jauh terlihat ramai penonton yang ingin menyaksikan bakat dan kemampuan generasi muda klan mereka, ada juga yang ingn melihat anak anak mereka.
_________
Di langit perbatasan luar kota batu, terlihat cahaya biru bergerak cepat menuju arah timur memasuki kota batu.
Itu adalah Qin Tian yang terbang dengan sayap langit biru, yang merupakan jurus pengembangan yang ia dapatkan setelah mempelajari dan menguasai armor langit biru.
Sejatinya seorang dengan kultivasi tingkat pemula, peserta, hingga master tidak bisa menggunakan kemampuan terbang, karena kemampuan terbang bisa digunakan saat seseorang menginjak ranah Grand master, namun Qin tian adalah kasus berbeda.
Sejatinya kemampuan yang Qin Tian gunakan untuk terbang bukanlah kemampuan kultivasi biasa, tapi kekuatan istimewa dari langit yang dia kendalikan menjadi sayap untuk dirinya terbang.
Kecepatan terbang Qin Tian yang berada di tingkat peserta puncak setara dengan kecepatan terbang seorang elit Grand master puncak.
Sepanjang perjalanan Qin Tian terus mengingat pesan dan wejangan gurunya, terutama untuk merahasiakan identitas gurunya.
__ADS_1
Berbagai benda pusaka yang Guang chengzi miliki juga ia warisi kepada Qin Tian sebagai pemberian darinya.
__________
Di klan Qin, di aula beladiri klan yang kini dipenuhi sesak para penonton dan tamu undangan, tidak hanya dari klan Qin yang datang menonton, namun juga dari klan lain yang ingin menyaksikan acara tersebut.
Di atas platform batu yang tinggi, terlihat seorang paruh baya berdiri dengan rambut yang memutih berbicara dengan penuh kebanggaan di dadanya.
Dengan penuh semangat sosok tua itu berbasa basi membuka seleksi klan hari ini.
Dengan suara yang dalam dan penuh wibawa, sosok itu membuka seleksi pemilihan murid terbaik klan Qin.
Sosok itu adalah Qin Xie, tetua agung klan Qin. Meskipun tetua Qin Xie bicara dengan suara yang pelan, namun dengan bantuan tenaga dalamnya suaranya bergema di seluruh aula beladiri klan Qin dengan jelas.
“Seleksi pertama adalah pembukaan dan merupakan seleksi gabungan, setiap murid harus bertahan di arena pertrungan selama satu jam, baik tingkat peserta maupun tingkat pemula. Dan yang bertahan di arena selama satu jam, maka dia berhak mengikuti seleksi” ucap tetua Qin Xie menjelaskan tentang aturan seleksi
“Setelah itu baru murid akan di bagi dalam dua kelompok. Kelompok pertama adalah kelompok murid tingkat peserta dan keompok kedua murid tingkat pemula” lanjut tetua Qin Xie
“Seleksi pertama tidak bermasksud untuk mengurangi jumlah peserta, namun memilih kualitas terbaik dari tiap peserta” lanjut tetua Qin Xie lagi.
Di kursi kehormatan klan Qin, terlihat Qin Nan duduk dengan tenang menyaksikan acara tersebut, disampingnya terlihat sosok Qin Meng Tian yang menggunakan jubah berwarna hitam yang juga melihat tetua Qin Xie membuka acara seleksi klan dengan kebanggaan yang tidak dapat di ceritakan.
Qin Meng Tian yang terlihat tenang sebenarnya duduk dengan tatapan yang tidak senada dengan pikirannya, meski sekarang dia sedang melihat seleksi murid klan, namun pikirannya terus memikirkan putranya, Qin Tian.
“Nak, ayah harap kau bisa ikut seleksi ini” Ucap Qin meng tian dengan mengepalkan tangannya yang dia letakkan di atas pahanya.
“Ha ha ha” Qin Meng Tian tertawa dalam hatinya, tawa itu mengatakan betapa dirinya tidak bisa menjadi ayah yang baik.
Qin Meng tian memang tidak tau keselamatan Qin Tian, namun dia tau, jika Qin Tian masih hidup karena lencana Giok kehidupan Qin Tian yang masih menunjukkan cahaya kehidupan.
__ADS_1