
PART 46 Menerima Warisan
Di sebuah ruangan istana yang megah, yang dipenuhi aura spiritual bumi yang kentara terilhat Qin Tian berdiri di depan sosok transparan yang duduk di kursi utama istana itu.
“Aku sudah lama menunggu ada seorang berhasil masuk ke sini” ucap sosok itu
“Siapa nama mu nak?” tanya sosok itu dengan dominasi kekuatan yang sangt kuat
“Tuan pendekar, junior Qin Tian memberi hormat” jawab Qin Tian menangkupkan tangannya dengan hormat
“Keturunan Qin Jinzhu dari lembah Qin” gumam sosok itu sambil membelai janggutnya yang panjang
“Aku tidak mennyangkau yang akan mewarisi kekuatanku adalah keturunan Qin Jinzhu, bukan orang bermarga Zhang” gumam sosok itu sambil menatap Qin Tian
“Karena kau sudah berhasil masuk ketempat ini, aku akan mewarisi kekuatan ku kepada mu, jadi bersiaplah” ucap sosok itu memberi perintah pada Qin Tian
Melihat tatapan Qin Tian yang ragu, sosok itu lalu menjelaskan alasannya.
“Nak, lagit telah menakdirkan dirimu mewarisi kekuatan ku, aku tidak peduli kau dari keturunan ku atau dari keuturunan Qin Jinzhu, namun aku bersukur kau bukan orang jahat” ucap sosok itu menjelaskan kepada Qin Tian.
Pendekar Zhang tahu jika Qin Tian bukan seorang yang jahat karena melihat hati dan pikiran Qin Tian yang bersih, karena pada tahapan kultivasi tertentu seseorang bisa melihat hati dan membaca pikiran seseorang.
“Terimakasi tuan pendekar” ucap Qin Tian dengan hormat
“Ha ha ha, tidak perlu terlalu sopan, aku akan mewarisi seluruh kekuatanku padamu, maka sekarang kau boleh memanggilku guru” ucap sosok itu sambil tertawa
“Terimakasih guru. Murid memberi hormat pada guru” ucap Qin Tian lalu bersujud di depan roh spiritual Pendekar Zhang Wuji.
Qin Tian lalu duduk dalam posisi lotus bersiap menyerap kekuatan dari sosok roh pendekar Zhang Wuji.
Whus…. Sosok transparan pendekar Zhang Wuji mengibaskan lengannnya dengan lembut, lalu seketika titik titik cahaya mengalir dari tangannya perlahan masuk ketubuh Qin Tian.
Dalam alam kesadarannya Qin Tian selain menerima kekuatan yang besar dalam tubuhnya juga menerima banyak informasi yang masuk seperti jutaan aksara yang masuk kedalam pikirannya.
__ADS_1
Dari informasi itu, Qin Tian mengetahui jika pendekar Zhang tidak berada di ranah surga, tapi berada pada ranah yang lebih tinggi, dimana sebenarnya, setelah ranah surga ada tingkatan lagi yaitu ranah dewa.
Di ranah dewa seorang bisa mencapai umur ribuan tahun bahkan ratusan ribu tahun, namun untuk mencapai kultivasi tahap dewa tidaklah mudah selain itu sebelum mencapai kultivasi ranah dewa seorang harus melalui batasan antara ranah surga dan ranah dewa, yaitu ranah semi dewa atau demi god.
Tahap semi dewa ini dibagi dalam tiga tahap yaitu dasar, menangah, dan puncak dan di setiap tahap dibagi dalam tiga bintang, yang berarti untuk mencapai ranah dewa seorang kultivator harus melewati sembilan pembatas terlebih dahulu.
Di alam kesadarannya yang seperti ruang hampa yang gelap, setelah berhasil menyerap seluruh pengetahuan yang diberikan pendekar Zhang Wuji, Qin Tian bertemu dengan bayangan hitam seperti sosok dirinya, bayangan itu seperti melatih dirinya suatu keterampilan, itu adalah teknik pilar dewa bumi.
Qin Tian terus berlatih di tempat itu tanpa mengetahui berapa hari telah berlalu.
Di dunia luar, tubuh Qin Tian yang duduk bersila terlihat mengambang di udara bersamaan dengan jutaan titik cahaya yang mengitri tubuh Qin Tian lalu masuk ke dalam tubuhnya secara ekstream.
______________
Di hutan luar makam kuno pendekar Zhang Wuji terlihat dua sosok berjalan mencari jejak seseorang, dua sosok itu adalah Liu Ying dan Liu Xing yang mencar keberadaan Qin Tian.
“Saudara, bagaimana ini, ini sudah hari keempat, kita belum juga menemuka saudara Qin Tian” ucap Liu Xing panik karena tidak menemukan keberadaan Qin Tian.
“Aku juga tidak tau, jangan sampai saudara Qin Tian bertemu hewan penjaga” jawab Liu Ying sambil terus mencari keberadaan Qin Tian
“Jangan berpikir sembarangan!” bentak Liu Ying yang juga takut dengan reaksi Tuan Kota Zhang namun berusaha menyembunyikan ketakutannya.
_____________
Di ruangan istana yang megah, terlihat sosok Qin Tian yang berada dalam posisi lotus melayang di kehampaan, lautan energi yang sebelumnya mengelilingi tubuhnya seperti gelombang, kini perlahan terserap habisa tak tersisa.
Whung…. Udar bergetar di sekitar tubuh Qin Tian getaran itu semakin kuat hingga terpancar ledakan gelombang energi dari tubuh Qin Tian, setelah gelombang itu mereda tubuh Qin Tian kembali bereaksi dengan mengeluarkan cahaya jingga yang melingkari tubuhnya, lingkaran itu membesar lalu terpecah menjadi tiga lingkaran jingga yang mengeluarkan aura spiritual tingkat Grand master tahap puncak.
Whuss…. Ledakan energi kembali terjadi, bersamaan dengan aktifnya armor langit biru dan sayap Gong Qi Qin Tian.
Armor langit biru yang sebelumnya pudar karena tekanan kekuatan bumi di tempat itu berevolusi menjadi armor spiritual langit dan bumi yang membuat armor transparan itu menjadi semakin nyata, tidak hanya itu, sayap Gong Qi Qin tian yang terbentuk dari kekuatan spiritual langit tiba tiba retak dan hancur kemudaian berganti dengan sayap biru yang terlihat lebih nyata dengan pancaran aura spiritual langit dan bumi yang sempurna.
“Whung…. Udara tiba tiba bergetar bersamaan dengan lenyapnya tubuh Qin Tian di kehampaan
__ADS_1
“Apa, bagaimana bisa” gumam pendekar Zhang wuji merasakan aura kehadiran Qin Tian hilang tanpa meninggallkan jejak sedikitpun.
“Aku sudah terlalu lama di sini, hingga tidak tau ada jenius yang terlahir di dunia luar” gumam sosok transparan pendekar Zhang menatap langit langit bangunan megah itu dengan tatapan menerawang.
________
Di sebuah tempat yang dipenuhi aura spiritual langit dan bumi yang sangat kuat, terlihat seorang pemuda dengan bingung menatap sekeliling ruangan itu.
Pemuda itu adalah Qin Tian yang berada di ruangan kosong yang sangat luas, setelah mengamati tempat itu dengan seksama, Qin Tian akhirnya sadar jika tempat itu adalah rungan di dalam pagoda cahaya.
“Ini. . .. peningkatan pagoda tahap kedua, dunia pagoda cahaya” gumam Qin Tian menatap tempat itu dengan takjub.
Qin Tian yang sudah mempelajari bagian pertama kitab pagoda cahaya membuat berbagai segel tangan, seketika dunia kosong itu dipenuhi berbagai tumbuhan yang menyerupai dunia luar membuat Qin Tian semakin takjub.
Setelah lama berada dalam pagoda cahaya Qin Tian kembal keluar dari pagoda cahaya.
“Guru” ucap Qin Tian dengan hormat menatap Pendekar Zhang Wuji dengan semangat.
“Ha ha ha, selamat nak peningkatanmu sungguh diluar perkiraan ku” ucap Zhang Wuji memberi selamat pada Qin Tian.
Di dunia pagoda cahaya waktu berjalan lebih cepat dari waktu di dunia makam kuno itu membuat Qin Tian yang merasa lama di dunia pagoda cahaya sebenarnya hanya sebentar di dunia makam kuno itu.
“Terimakasih Guru” ucap Qin Tian menangkupkan tangannya dengan hormat
Pendekar Zhang Wuji lalu mengibaskan lengannya dengan lembut, lalu terlihat cincin penyimpanan mengambang di kehampaan lalu bergerak ke tangan Qin Tian.
Pendekar Zhang Wuji kembali mengibaskan tangannya lalu mucul sebuah tongkat dengan aura kekuatan bumi yang sangat kuat, tongkat itu perlahan melayang hingga ke tangan Qin Tian.
“Nak, keterampilan pilar dewa bumi yang kau serap adalah kunci untuk menggunakan tongkat sakti dewa bumi ini” ucap Zhang Wuji menjelaskan tongkat dewa bumi yang dia berikan pada Qin Tian.
Mendengar penjelasan dari gurunya Qin Tian segera bersujud berterimakasih pada Zhang Wuji.
“Guru, Terimakasih” ucap Qin Tian bersujud dengan Hormat
__ADS_1
“Ha ha ha, bangun lah nak, dengan ini kau sudah menerima seluruh warisanku cepat tinggalkan tempat ini karena tempat ini akan segera runtuh” ucap Zhang Wuji sambil mengibaskan tangaannya merobek celah dimensi.
“Terimakasih Guru” ucap Qin Tian sekali lagi sambil bersujud