Legenda Pendekar Tombak Langit

Legenda Pendekar Tombak Langit
PART 52 ALIANSI PERAK HITAM


__ADS_3

PART 52 ALIANSI PERAK HITAM


Di depan ruangan tempat Qin Tian beristirahat, terlihat dua sosok paruh baya berdiri di depan pintu ruangan itu, namun tidak berani mengetuk pintu tersebut.


“Sudah tiga hari sejak pertemuan terakhir, tuan Qin Tian belum keluar” ucap Jian An kepada Zhang Ainu yang berdiri di sebelahnya


“Sepertinya Tuan Qin Tian sedang berlatih, sebaiknya kita tunggu saja” jawab Zhang Ainu pada Jian an yang sedang mencari Qin Tian untuk melaporkan hasil pekerjaan mereka.


“Baik” jawab Jian An lalu pergi bersama Zhang Ainu meninggalkan ruangan Qin Tian.


_____________


Di dalam dunia pagoda cahaya, terlihat Qin Tian masih dalam kondisi lotus berkultivasi memulihkan fisiknya yang terluka akibat serangan ledakan dari penggabungan dua energi murni sebelumnya.


Tidak lama kemudian Qin Tian perlahan membuka matanya merasakan tubuh nya yang perlahan pulih.


“Tujuh puluh persen” gumam Qin Tian menatap telapak tangannya merasakan lukanya yang sudah pulih tujuh puluh persen.


“Kecelakaan ini, apakah ini berkah atau bencana” ucap Qin Tian memikirkan sesuatu tentang dua kekuatan murninya itu.


Setelah meras kekuatannya cukup, Qin Tian lalu masuk dalam alam kesadarannya mempelajari teknik keterampilan dewa bumi.


_________


Di sebuah ruangan yang remang, terlihat beberapa kelompok dengan pakaian berbeda berkumpul seperti sedang merencanakan sesuatu.


“Patraiak Ye Bianfu” ucap seorang paruh baya kepada seorang dengan badan maskulin.


Ye Bjanfu lalu berjalan ke depan, jubah Ye Bianfu berkibar saat Ye Bianfu membalikkan badannya menghadap kelompok tersebut.


“Tuan tuan sekalian, seperti yang kita tau, kota yang kita kuasai ini sekarang dikuasai seorang bocah, tidak hanya itu kota ini sebentar lagi akan diubah menjadi kerajaan oleh bocah Qin Tian itu. Jika kota ini diubah menjadi kerajaan maka itu akan menyulitkan kita dalam bertindak” ucap Ye Bianfu menatap seluruh tamu di sana dengan serius


“Apakah kalian akan tunduk pada seorang bocah, atau ikut bersama kami melakukan perlawanan mengembalikan kehormatan sekte aliran hitam yang sudah di coreng oleh bocah kurang ajar itu?” tanya Ye Bianfu memprovokasi para pemimpin sekte aliran hitam kota perak yang hadir di sana, yang dikumpulkan oleh sisa sisa murid sekte serigala perak yang meminta perlindungan pada sekte kelelawar malam.

__ADS_1


“Sekte serigala perak telah dipermalukan oleh bocah sialan itu, kami sekte serigala perak demi kehormatan sekte akan bergabung bersama aliansi sekte aliran hitam dan melawan bocah kurang ajar itu!” ucap Yin Yuan memprovokasi


Yin Yuan adalah seorang murid sekte serigala perak yang memimpin rombongan sisa murid sekte serigala perak untuk meminta perlindungan pada sekte kelelawar malam.


Terlihat para pemimpin sekte lain terdiam mengingat kekuatan Qin Tian, menimbang harus melawan atau tunduk pada pemerintahan Qin Tian.


“Aku, Yun Qiong bersama sekte awan hitam bersedia bergabung dengan aliansi sekte kelelawar malam, melawan pemerintahan Qin Tian” ucap Yun Qiong pemimpin sekte awan hitam menyatakan bergabung bersama aliansi sekte kelelawar malam melawan pemerintahan Qin Tian.


“Aku, Xue wu bersama sekte kabut darah bersedia bergabung bersama aliansi sekte kelelawar malam” ucap Xue wu menyatakan bergabung bersama aliansi


Sekte aliran hitam lain yang hadir di sana juga menyatakan sikap bergabung dengan aliansi tersebut satu persatu untuk melawan Qin Tian.


“Baik, aliansi ini kita sebut aliansi perak hitam” ucap Ye Bianfu memberi nama aliansi tersebut yang langsung ditanggapi dengan persetujuan dari para pemimpin sekte yang tergabung dalam aliansi itu.


Ye Bianfu bersama petinggi aliansi itu lalu melanjutkan perbincangan serius mereka merencanakan pemberontakan pada pemerintahan Qin Tian.


__________


Di tempat lain, di dunia pagoda cahaya, Qin Tian yang sudah selesai memahami keterampilan dewa bumi berdiri lalu menatap kedua tangannya seolah tidak percaya.


Qin Tian lalu mengibaskan tangannya dengan lembut.


Whuss cahaya menyilaukan terpancar dari dalam pagoda cahaya lalu meredup menampakkan sosok Qin Tian yang berdiri di tengah sebuah ruangan yang dipenuhi berbagai perlengkapan mewah.


Tak lama setelah itu, suara ketukan pintu terdengar.


“Tuan Qin Tian” ucap suara dari luar ruangan itu terdengar.


“Tunggu sebentar” ucap Qin Tian lalu mengibaskan lengannya menyimpan pagoda cahaya kembali dalam tubuhnya.


Qin Tian lalu membuka pintu melihat Zhang ainu bersama Jian an yang berdiri di depan pintu Qin Tian menunggu Qin Tian keluar.


“Tuan” ucap Zhang Ainu dan Jian an bersamaan dengan hormat.

__ADS_1


“Paman” ucap Qin Tian menatap kedua sosok itu tersenyum dengan ramah


“Tuan, mohon maaf jika menggangu istiraht tuan, kami takut tuan kenapa kenapa” ucap Zhang Ainu menatap Qin Tian dengan hormat


“Baik terimakasih paman telah memperhatikan aku” ucap Qin Tian dengan ramah


“Bagaimana persiapannya paman?” tanya Qin Tian dengan ramah


“Tuan, persiapanny sudah selesai untuk laporan pekerjaan apakah perlu kami kumpulkan para petinggi lainnya?” tanya Zhang Ainu


Mendengar tawaran itu, Qin Tian menganggukkan kepalanya menatap dua sosok paruh baya di depannya.


“Baik, kalau begitu paman Jian an tolong untuk mengumpulkan para petinggi kota, Aku dan paman ainu akan menunggu di ruangan pertemuan" ucapan Qin Tian dengan ramah.


“Baik Tuan” jawab Jian an dengan hormat


Jian an lalu pergi bergerak mengumpulkan para petinggi kota perak, sementara Qin Tian bersama Zhang Ainu pergi lebih dulu ke ruangan pertemuan.


Tidak lama Qin Tian dan Zhang ainu menunggu di ruangan pertemuan, satu persatu para petinggi kota perak berkumpul dengan menunjukkan wajah yang berbeda, ada yang terlihat gembira karena apa yang mereka harapkan akhirnya tercapai, namun ada juga yang cemas seperti denang memikirkan sesuatu.


“Tuan, ini adalah peta pemekaran wilayah” ucap Zhang Ainu meunjukkan peta wilayah kota batu yang akan mereka kembangkan menjadi beberapa kota dalam kerajaan baru mereka, lalu menjelaskan rinciannya kepada Qin Tian dan tamu di sana.


Setelah Zhang Ainu, dan Jian An menjelaskan hasil pekerjaan mereka, seorang tetua yang menujukkan kekhawatirn di wajahnya membuka suara.


“Tuan, menurut informasi yang didapatkan bidang intelejen, aliran hitam sudah membentuk aliansi untuk melawan kita. apa yang harus kami lakukan” ucap Liu Wei menjelaskan informasi yang didapatkan tim intelejen dan bertanya apa yang harus dilakukan


Qin Tian yang sudah mengira akan ada penolakan dari beberapa pihak dengan tenang menganggukkan kepalanya seperti telah memikirkan rencana untuk mengatasinya.


_____________________________


Assalamualaikum warahmatullah...


Hallo pembaca setia LPTL, Mohon maaf karena othor sekarang belum bisa update efektif, karena sekarang author lagi di tempat keluarga, kemungkinan selasa baru author bisa update normal lagi.

__ADS_1


Semoga teman-teman selalu setia sama LPTL, dan terus suka sama cerita Author ya.


Author ucapkan juga Marhaban ya Ramadhan, Selamat menunaikan ibadah puasa bagi yang teman teman menjalankan.


__ADS_2