
PART 42 MAKAM KUNO PENDEKAR ZHANG
Yi Quan yang melihat Tuan Zhang tidak berani menyinggung Qin Tian karena latar belakangnya yang mengerikan membuat Yi Quan putus asa lalu menyerang Qin Tian dengan seluruh kekuatannya berniat membawa Qin Tian mati bersamanya.
Dhuar…. Yi Quan yang ingin menyerang Qin Tian terlempar karena terkena serangan dari jendral Ming
Slash. . .. Suara tebasan terdengar saat pedang jendral Ming memot*ng leher Yi Quan dengan lembut seperti memotong tahu.
“Jendral terimakasih” ucap Qin Tian menangkupkan tangannya dengan hormat berterimakasih kepada jendral kota perak yang telah menyelamatkannya tersebut.
“Tuan muda tidak perlu berterimakasih, sebuah kehormatan bisa bertemu tuan muda kota batu” ucap Jendral Ming dengan hormat kepada Qin Tin
Qin Tian menganggukkan kepala dengan tenang lalu melanjutkan perjalanannya.
“Jendral Ming, lindungi Tuan Muda Qin Tian dari jauh, jangan sampai ada yang menyinggungnya lagi” perintah Tuan Zhang kepada Jendral Ming sambil menyerahkan lencana emas kota perak kepada jendral Ming.
“Baik Tuan” jawab Jendral Ming dengan hormat lalu menghilang dalam kehampaan
“Jendral Liu, selesaikan masalah klan Yi secepatnya” perintah Tuan Zhang pada Jendral Liu sambil bergerak membelakangi jendral Liu lalu berjalan dengan penuh wibawa sebelum akhirnya lenyap dalam kehampaan.
“Baik Tuan” jawab Jendral Liu menangkupkan tangannya dengan hormat lalu segera menjalankan perintah Tuan Zhang
____________________
Di tengah keramaian kota perak, Qin Tian yang telah lama berjalan memutuskan untuk beristirahat di sebuah penginapan sederhana.
Qin Tian melihat keberbagai arah mencari tempat yang nyaman untuk beristirahat, Qin Tian melihat ke bagai arah tanpa sengaja melihat sebuah penginapan sederhana dengan tulisan ‘penginapan bunga persik' di atasnya yang membuat Qin Tian tertarik untuk beristirahat di sana.
Qin Tian lalu melangkahkan kakinya memasuki penginapan tersebut hingga tiba di restoran penginapan.
“Tuan Muda ada yang bisa kami bantu” ucap seorang pelayan dengan ramah
“Aku ingin makanan dan minuman terbaik di tempat ini” ucap Qin Tian dengan santai membuat pelayan tersebut terkejut tidak percaya karena melihat Qin Tian yang menggunakan pakaian sederhana namun memesan makanan terbaik.
__ADS_1
“Harganya seribu lima ratus koin emas tuan” ucap pelayan tersebut menatap Qin Tian dengan ragu.
Qin tian terkejut mendengar harga yang dikatakan pelayan tersebut namun dengan segera Qin Tian sembunyikan keterkejutannya bagaimanapun perjalanan ini merupakan perjalanan pertama Qin Tian keluar dari kota batu yang tentunya banyak hal yang belum Qin Tian pelajari.
“Baik” ucap Qin Tian dengan tenang lalu mengeluarkan kantong yang berisi seribu lima ratus koin emas kepada pelayan tersebut
“Baik tuan, mohon tunggu sebentar” ucap pelayan itu segera bergerak menyiapkan pesanan Qin Tian.
Qin Tian lalu menuju meja di pojok kanan ruangan itu yang dimana posisi itu dapat dengan jelas memandang seluruh ruangan restoran dan mendengar percakapan para pengunjung lain di tempat itu.
Sambil menunggu pelayan tersebut membawa pesanannya, Qin Tian dengan tenang mendengar pembicaraan pengunjung restoran tersebut.
“Saudara, menurut hitungan bintang, makam kuno pendekar Zhang akan terbuka satu minggu lagi. Apa saudara berniat ke sana?” tanya seorang pengunjung restoran itu kepada temannya yang tidak jauh dari meja Qin Tian.
“Saudara aku juga sudah tau berita itu, siapa yang tidak tertarik mendengar makam kuno pendekar Zhang” jawab pelanggan lainnya menimpal
Saat Qin Tian mendengar pembicaraan para pengunjung dengan seksama tidak lama kemudian pelayan tersebut datang membawakan pesanan Qin Tian
“Tuan muda, silakan dinikmati” ucap pelayan tersebut setelah menata pesanan Qin Tian
“Saudara” ucap Qin Tian pada pelanggan yang bercerita tentang makam kuno tersebut mengajak mereka minum bersama.
“Saudara apakah saudara juga tertarik dengan makam kuno pendekar Zhang?” tanya pengunjung itu yang sudah berdiri di depan Qin Tian
“Benar saudara, apakah aku bisa mendapatkan informasi dari saudara berdua?” tanya Qin Tian setelah mempersilakan kedua pengunjung tersebut duduk.
“Saudara aku Liu Ying, dan ini saudaraku Liu Xing” ucap Liu Ying memperkenalkan dirinya dengan ramah
“Saudara, aku Qin Tian senang berkenalan dengan saudara” ucap Qin Tian juga dengan ramah.
“Marga Qin” gumam Liu Ying dan Liu Xing bersama disertai tatapan dari para pengunjung lain yang mendengar.
“Saudara ingat apa yang dikatakan jendral, jangan menyinggung orang bermarga Qin, jadi sopan lah padanya” ucap Liu Xing pada Liu Yang melalui telepati
__ADS_1
“Ada apa saudara?” tanya Qin Tian yang seketika membuat mereka salah tingkah
“Mohon maaf jika kami tidak sopan tuan muda” ucap Liu Ying pada Qin Tian dengan hormat dan mengubah panggilannya membuat pelayan yang meragukan Qin Tian membasahi dirinya dengan dingin.
Bagaimana tidak, dua orang pemuda klan bangsawan Liu bahkan tidak berani menyinggung sosok di depannya namun dirinya telah merendahkan Qin Tian sebelumnya.
“Tuan muda mohon pengampunan nya” ucap pelayan tersebut seketika berlutut di depan Qin Tian
“Ada apa ini?” tanya Qin Tian penasaran dengan perasan yang tidak nyaman
“Ini pasti ulah Tuan Zhang” batin Qin Tian
“Berdirilah, selama kalian berbuat baik aku akan lebih baik kepada kalian” ucap Qin Tian
“Terimakasih tuan” ucap pelayan tersebut
“Saudara, bagaimana dengan makam kuno pendekar zhang yang saudara bicarakan sebelumnya?” tanya Qin Tian membuka kembali pembicaraan
“Tuan muda…” ucap Liu Ying mulai bercerita namun segera di potong oleh Qin Tian
“Panggil saudara saja” ucap Qin Tian membuat Liu Ying menganggukkan kepalanya
“Saudara, perlu saudara ketahui pendekar Zhang merupakan leluhur keluarga Zhang yang memimpin kota perak, konon diceritakan jika pendekar Zhang berada pada ranah kultivasi pendekar surga yang tentunya menyimpan banyak harta berharga di dalam makamnya” ucap Liu Ying yang ditanggapi dengan anggukan Qin Tian dengan serius.
“Jika boleh tau apakah ada persyaratan khusus untuk bisa memasuki makam kuno itu saudara?” tanya Qin Tian
“Hanya pendekar tingkat master hingga tingkat Grand master yang bisa memasuki wilayah itu, jika pendekar di bawah master maka dia akan di tolak, namun jika di atas tingkat grand master maka tubuhnya akan meledak saat berada di dalam makam” ucap Liu Ying menjelaskan banyak hal tentang makam kuno pendekar Zhang yang membuat Qin Tian sangat tertarik untuk masuk kedalam makam kuno tersebut.
“Aku harus segera naik tingkat agar bisa bergerak bebas di makam nanti” batin Qin Tian tidak sabar untuk berburu di makam kuno tersebut
“Jika saudara tertarik enam hari lagi kita bertemu di sini kita berangkat ke makam bersama bagaimana?” tanya Liu Ying
“Baik” jawab Qin Tian dengan semangat
__ADS_1
Setelah berbicara banyak hal Qin Tian lalu pamit menyewa kamar di penginapan tersebut selama satu minggu untuk mempersiapkan diri sebelum memasuki makam kuno pendekar Zhang.