Legenda Pendekar Tombak Langit

Legenda Pendekar Tombak Langit
PART 59 KARTU TRUF YE BIANFU


__ADS_3

PART 59 KARTU TRUF YE BIANFU


Di hutan rumput gelap, pertempuran hebat antara pasukan kota perak dan pasukan aliansi sekte aliran hitam telah berlangsung selama lebih dari tiga hari.


Setelah membunuh Yin Yao Chen, Qin Tian menghadapi Di Zhizhu, Xue Sun dan Ye Xiao.


Dengan kekuatan penuhnya Qin Tian yang hanya berada pada ranah Grand master menengah dengan bantuan armor langit biru dan tongkat sakti dewa bumi berhasil melumpuhkan Xue Sun dan Ye Xiao dengan mudah.


Dhuar. . .. Ledakan terjadi saat tapak Qin Tian beradu dengan tapak racun milik Di Zhizhu


Di Zhizhu membentuk segel tangan


“Segel racun laba laba, aktif!” teriak Di Zhizhu


Seketika telapak tangan kanan Qin Tian yang sebelumnya beradu dengan serangan tapak racun Di Zhizhu berubah warna menjadi warna ungu, kemudian membengkak dan mengeluarkan laba laba dari daging telapak tangan yang membengkak tersebut.


“Argh…” Qin Tian merintih saat laba laba beracun seperti bersarang di telapak tangannya lalu menggerogoti lengan kananya membuat tubuhnya terasa seperti dikuliti hidup-hidup.


Melihat racun laba laba yang menyebar dengan cepat ke lengan kanannya, Qin Tian mengangkat dua jari kirinya lalu meletakkan jari tersebut ke dahinya.


Whus. . .. Cahaya biru dan hijau mengelilingi jari Qin Tian, lalu Qin Tian mengusap jari kirinya tersebut ke lengan kanannya yang terkena racun laba laba tersebut.


Seketika cahaya biru dan hijau melingkari lengan kanan Qin Tian dengan mengeluarkan aura penyembuhan yang sangat kuat yang seketika membuat laba laba yang berada di lengan Qin Tian jatuh berguguran ke tanah bersamaan dengan lengan Qin Tian yang membiru perlahan pulih seperti semula.


Melihat Qin Tian yang fokus mengeluarkan racun laba laba dari lengannya hingga membuka celah perlindungannya Di zhizhu dengan cepat melesat ke arah Qin Tian kembali menyerang Qin Tian dengan tapak racun laba laba milknya.


Dhuar. . .. Ledakan kembali bergema saat tapak racun laba laba Di Zhizhu mengenai dada Qin Tian dengan telak


Akibat serangan itu, Qin Tian terlempar sepuluh meter ke belakang namun tidak mendapatkan luka sedikitpun karena perlindungan dari armor langit biru miliknya.


“Tuan!” teriak Zhang Ainu saat melihat Qin Tian terlempar


“Aku tidak apa apa, Paman fokuslah” ucap Qin Tian menenangankan Zhang Ainu yang khawatir melihatnya.


Melihat Di zhizhu yang mulai merepotkan Qin Tian kembali mengeluarkan keterampilan dewa bumi miliknya.


“Keterampilan dewa bumi, jurus pertama, tarian dewa bumi” ucap Qin Tian melesat ke arah Di Zhizhu

__ADS_1


Melihat Qin Tian yang mengeluarkan keterampiln dewa buminya, Di ZhiZhu dengan segera membuat segel tangan


“Pelindung kabut beracun!” teriak Di Zhizhu


Seketika kabut hitam mengelilingi Di Zhizhu seperti pertahanan yang dipenuhi racun yang mematikan.


“Keterampilan dewa bumi, Jurus keempat, tebasan pembelah samudra” gumam Qin Tian mengayunkan tongkat dewa bumi secara Vertikal ke arah Di Zhizhu.


Whuss…. Tebasan tongkat dewa bumi Qin Tian berhasil menghacurkan pelindung kabut beracun Di zhizhu, tidak berhenti di situ, Qin Tian kembali mengeluarkan teknik keterampilan dewa bumi miliknya.


“Keterampilan dewa bumi, jurus ketiga, pukulan penghancur gunung” gumam Qin Tian menghantamkan tongkat dewa buminya ke kepala Di Zhizhu dengan sekuat tenaganya.


Di Zhizhu yang tidak sempat menghindar dan bertahan, terkena serangan tersebut dengan telak, memecahkan kepala Di zhizhu.


Cipratan darah hitam keluar dari kepala di zhizhu yang pecah terpercik ke pohon pohon dan rumput rumput.


Seketika rumput dan pohon yang terkena darah tersebut layu dan mati karena kandungan racun dari darah Di zhizhu tersebut.


Setelah berhasil mengalahkan musuhnya, Qin Tian bergerak membantu Zhang Ainu melawan Ye Bianfu, Yun Qiong dan Yi Qian.


Whuss. . .. Qin Tian melempar tongkat sakti dewa bumi ke arah Yun Qiong yang ingin menyerang Zhang Ainu.


“Arrgh” teriak Yun Qiong terelempar menghantam pohon di bawahnya lalu merobohkan pohon tersebut.


“Paman” ucap Qin Tian dengan lembut berdiri di samping Zhang Ainu yang tampak kelelahan.


“Tuan” jawab Zhang Ainu dengan hormat


____________


Di sisi lain, Jian An yang berhadapan dengan Yin Yuan dengan mudah membunuh Yin Yuan karena efek teknik terlarangnya yang hanya mampu bertahan satu hari sehingga kultivasi Yin Yuan seketika turun menjadi peserta dasar yang dengan mudah di bunuh oleh Jian An.


Whuss. . .. Jian An bergerak membantu Jendral Ming yang mulai kelelahan menghadapi para jendral dan komandan pasukan aliansi.


___________


Ye Bianfu yang berhdapan dengan Zhang Ainu menghentikan langkahnya menatap pasukan kota perak yang kelelahan.

__ADS_1


“Ha ha ha, hari ini kota perak akan menjadi wilayah sekte kelelawar malam” ucap Ye Bianfu sambil membentuk segel tangan.


“Ha ha ha” Ye Bianfu tertawa lepas mengiringi rintihan kesakitan dari pasukan kota perak.


“Argh… Arghh” teriakan kesakitan tiba tiba terdengar dari pasukan kota perak.


“Itu…” ucap Qin Tian yang melihat bekas gigitan kelelawar transformasi dari murid sekte kelelawar malam pada awal pertempuran bereaksi menyebar seperti garis garis hitam yang menghubungkan titik titik meridian para pasukan kota perak yang pernah digigit murid kelelwar malam saat itu.


Seketika tubuh pasukan kota perak yang saat awal pertempuran terkena gigitan tranformasi murid kelelawar malam mengering menyisakan tulang yang dibungkus kulit mereka saja.


Bersmaan dengan itu, Ye Bianfu yang sebelumnya berhadapan dengan Zhang Ainu mundur kebelakang lalu diikuti puluhan murid sekte kelelawar malam yang melingkari Ye Bianfu seperti melindungi Ye Bianfu.


“Argh….” Teriak Ye Bianfu saat kekuatan besar mengalir dalam tubuhnya.


Kekuatan besar itu adalah kekuatan kehidupan dari para prajurit kota perak yang terhisap menjadi kekuatan Ye Biancu melalui kutukan pada bekas gigitan murid sekte kelelawar malam sebelumnya.


“Itu teknik terlarang klan kelelawar iblis” gumam Qin Tian yang mulai menyadari kartu truf milik Ye Binfu


“Aku yakin, sosok kuat di belakang sekte kelelawar malam adalah orang dari klan Iblis keleawar” batin Qin Tian.


Whung. . .. Langit bergetar bersamaan dengan munculnya ledakan aura kegelapan yang sangat kuat bersamaan dengan munculnya dua lingkaran ungu dengan strip putih di tengahnya yang menandakan kekuatan tersebut berada pada ranah pertapa tahap menengah.


“Ha ha ha” Ye bianfu tertawa saat kultivasinya dengan instan meningkat menjadi tingkat pertapa menengah berkat kekuatan hidup dari para prajurid kota perak yang di serap.


Di sisi lain, para prajurit kota perak yang telah terhisab kekuatan hidupnya menjadi kering seperti tulang yang di selimuti kulit.


Tubuh para prajurit kota perak itu perlahan bangkit kembali lalu berjalan menghadap Ye Bianfu dengan hidmat, seperti mayat hidup yang mematuhi tuannya.


“Serang!” teriak Ye Bianfu sambil tertawa dingin menatap seribu prajurit kota perak yang telah berubah menjadi mayat hidup di bawah kendalinya.


Seketika pasukan mayat hidup itu bergerak manyarang pasukan kota perak dengan mambabi buta.


“Arrhh” suara pasukan mayat hidup itu menyerang pasukan kota perak dengan kuku mereka yang telah memanjang.


Tidak jauh dari tempat itu, Jendral Ming yang melihat bawahannya ragu melawan pasukan mayat hidup itu lalu menguatkan mental para bawahannya.


“Jangan ragu menyerang mereka, meskipun mereka adalah saudara kita, jika mereka tau mereka membahayakan kota perak, aku yakin mereka akan memilih mati daripada membahayakan kota” ucap jendral Ming meyakinkan pasukannya.

__ADS_1


Mendengar penjelasan Jendral Ming dengan terpaksa para prajurit kota perak menyerag saudara mereka yng terlah berubah menjadi mayat hidup tersebut desngan seluruh tenanga mereka.


__ADS_2