Legenda Pendekar Tombak Langit

Legenda Pendekar Tombak Langit
PART 32 LINDUNGI KLAN QIN, MATI TANPA PENYESALAN


__ADS_3

PART 32 LINDUNGI KLAN QIN, MATI TANPA PENYESALAN


Di klan Qin, tetua alua informasi dan komunikasi, tetua Qin Mao yang sudah mendapat berita pergerakan sekte naga terbang segera mengadakan pertemuan darurat setelah melapor informasi yang dia terima kepada patriak Qin Nan.


Di aula pertemuan klan Qin, terlihat tetua tingkat tinggi, tetua tingkat rendah, bersama seluruh petinggi klan Qin berkumpul membahas pergerakan sekte naga terbang yang akan menyerang klan mereka.


“Lapor tetua, menurut informasi yang kami dapat pasukan sekte naga terbang berjumlah sepuluh ribu pasukan dengan rincian tiga ribu murid tingkat peserta menengah, dua ribu lima ratus murid tingkat peserta puncak, dua ribu murid tingkat master dasar, seribu lima ratus murid tingkat master menengah, tujuh ratus murid tingkat master puncak dan tiga ratus murid elit tingkat grand master dasar hingga menengah. Selain itu, juga ada tetua Wen yang berada pada tingkat raja dasar, patriak Long Hong tingkat raja menengah dan tetua agung Long Shui tingkat raja puncak.” ucap Qin Lun menjelaskan informasi yang didapatkan divisi informasi


“Namun untuk kekuatan di belakang mereka kami belum menemukan informasi” lanjut Qin Lun menjelaskan.


“Mereka benar benar berniat menghapus keberadaan klan Qin dari peta kota batu hanya karena kelemahan tuan muda mereka” ucap tetua Qin Liang, seorang tetua tingkat tinggi yang mendapat perintah mengurus klan selama kepergian patriak Qin Nan.


“Demi nama baik klan, kita tidak boleh menunjukkan kelemahan!” ucap tetua Liang dengan tegas


“Qin Lun selidiki lebih lanjut kekuatan di belakang mereka” perintah Qin Liang


“Baik” jawab Qin Lun dengan sigap menangkupkan tangannya dengan hormat


“Para leluhur telah berkoran untuk kelangsungan klan, sekarang saatnya kita menjaga keselamatan klan walau harus berkorban nyawa!” ucap tetua Qin Liang membakar semangat semua yang berada di ruangan itu


“Berjuang sekuat tenaga, lindungi orang yang tercinta!” lanjutnya menegaskan


“Jendral Wei, pimpin divisi penyergapan untuk menahan pergerakan musuh, Jendral Xi pimpin divisi pertahanan untuk melindungi klan, tetua Mao urusan strategi dan informasi aku serahkan kepada anda, aku bersama sepuluh tetua utama akan mengaktifkan formasi agung bambu emas” ucap Qin Liang menjelaskan


“lindungi klan dengan seluruh tenaga kalian, meskipun harus mati maka matilah dengan terhormat” ucap tetua Liang dengan tegas menunjukkan keseriusannya.


Tetua Qin Liang menarik pedang dari sarungnya mengangkat pedang itu lalu mengarahkannya pada monumen leluhur klan Qin.


“Berdiri pada kebenaran, leluhur memberkati. Lindungi klan Qin, mati tanpa penyesalan” ucap tetua Qin Liang mengambil sumpah dihadapan monument leluhur klan Qin


“Berdiri pada kebenaran, leluhur memberkati. Lindungi klan Qin, mati tanpa penyesalan” ucap semua anggota klan yang berada di ruangan itu dengan serempak membuat ruangan yang pertemuan itu bergetar akibat semangat perjuangan klan Qin


__________


Alun alun kota batu, semua rangkaian seleksi selesai mulai dari seleksi tahap pertama, kedua, hingga ketiga, selain itu dua puluh murid terpilih dari tahap pemula dan peserta juga sudah didapatkan.


Di kuris kehormatan, terlihat seorang paruh baya dengan wajah maskulin duduk dengan gagah dengan tatapan yang tenang namun tidak setenang perasaannya yang bergejolak dengan rasa cemas akan klan yang dipimpin dan dijaganya.


Di samping sosok itu terlihat sosok tua dengan rambut putih duduk dengan gelisah menatap keramaian penonton yang menyoraki para generasi muda yang berbaris menerima kemenangannya.

__ADS_1


Di satu sisi, klan Qin mendapatkan keberkahan dengan lolosnya tujuh murid dari enam murid yang dikirim mewakili klan, yaitu dua murid tingkat pemula dan tiga murid tingkat peserta ditambah Qin Wuji dan Qin Chen yang masuk melalui jalur independen.


Namun di lain sisi, klan Qin menghadapi sebuah krisis dimana sekte naga terbang bersiap menyerang klan Qin dengan kekuatan besar mereka.


“Guru tidak ada, bagaimana ini?” ucap Yan Li melihat Master Wu yang tiba tiba menghilang dari kursi kehormatan tanpa diketahui siapapun.


“Aku mendapat pesan jiwa dari guru, guru meminta saudara Yan Zhen untuk mewakili guru, karena ada hal penting yang harus guru selesaikan” ucap Yun Fei


“Saudara?” ucap Yan Li membuyarkan lamunan Yan Zhen


“Karena ini perintah guru maka baiklah ….” jawab Yan Zhen lalu mengambil posisi mengumumkan pemenang.


“Selamat kepada murid yang berhasil melewati ketiga ujian ini, kami mewakili Akademi YanShan mengucapkan selamat bergabung menjadi murid akademi Yanshan” ucap Yan Zhen setelah berbasa basi


Whus… Yan Zhen mengibaskan lengan bajunya lalu terlihat empat puluh token dengan gambar tiga buah gunung dengan berlatar langit biru muncul di depannya lalu terbang menuju empat puluh murid yang berhasil lolos dari seleksi tersebut.


“Ini adalah lencana murid akademi Yanshan, informasi keberangkatan akan di sampaikan melalui pesan jiwa lencana murid akademi” ucap Yan Zhen dengan penuh wibawa dengan meletakkan kedua tangannya di belakang menjelaskan token murid akademi yang dititipkan gurunya kepadanya.


________________


Di sebuah hutan yang berjarak satu hari perjalanan menuju klan Qin, terlihat kekuatan besar bergerak dari bawah dan dari langit hutan itu menuju wilayah utama klan Qin.


Sosok paruh baya yang duduk di kereta kuda dengan gagah menganggukkan kepala memerintahkan pasukannya untuk mempercepat pergerakan mereka.


“Percepat pergerakan, besok sebelum fajar kita harus sudah bersiap di wilayah klan Qin yang malang itu” ucap Master sekte naga terbang dengan angkuh


“Baik, Guru” ucap murid sekte naga terbang dengan kompak hingga membuat suara mereka bergema di hutan yang mereka lewati


___________


Malam hari di sebuah hutan yang rindang, terlihat samar samar awan berbaris menutupi cahaya rembulan membuat malam perlahan menjadi gelap gulita.


Di bawah langit hutan, terlihat sepuluh ribu sosok berjalan mengikuti cahaya Kristal yang menerangi perjalanan mereka.


Angin berhembus lembut mengguncang ranting pohon, daun daun mati berjatuhan, awan mendung mulai berkumpul, cahaya kilat mulai menyambar di langit hutan itu.


Tetua wen yang duduk menunggangi kuda menatap ranting pohon yang bergoyang dengan tajam.


“Siapa di sana, begitu berani memata matai sekte naga terbang!” ucap tetua Wen dengan kasar berbicara menatap ranting pohon yang bergoyang itu.

__ADS_1


Dhuar… tetua wen melancarkan serangan tapaknya ke arah pohon itu.


Whus…. Tetua Wen melompat dari kudanya bergerak menuju pohon itu meraih leher sosok yang bersembunyi di balik pohon tersebut.


Saat tetua wen bertanya mengenai asal sosok itu tiba tiba terdengar ledakan dari barisan belakang rombongan pasukan itu.


Dhuar….


Dhuar…. Suara ledakan lain menyusul terdengar dari tengah barisan pasukan tersebut membuat barisan yang beraturan itu tiba tiba berubah menjadi kacau.


“B******an, ini penyergapan!” teriak Ketua sekte Long Hong panik namun tiba tiba kepanikan itu berubah menjadi tawa dingin yang mengerikan bersamaan dengan barisan pasukan yang kembali rapi.


“Klan rendahan menganggap diri terlalu tinggi” ucap Long Hong dengan nada mencela.


“Divisi naga bayangan selesaikan dengan cepat!” ucap Long dengan senyuman dingin terukir di wajah tuanya


Dhuar….


Dhuar…. Ledakan dahsyat terdengar dari berbagai arah menyisakan percikan darah segar yang berceceran mengenai pepohonan di hutan itu.


Di balik bayangan sebuah pohon yang berjarak seratus lima puluh meter dari pusat ledakan.


“Lapor jenderal, di pihak musuh ternyata mereka memiliki pasukan khusus berada di ranah grand master yang bertugas mengawal pergerakan pasukan mereka, membuat seratus pasukan yang dikirim kini habis tidak bersisa” seorang komandan melapor pada jendral Wen dengan tertunduk.


“Aku yakin mereka memiliki kekuatan lain yang berada di belakang mereka, komandan Shu, laporkan pada tetua Liang kami akan bertarung habis habisan mengulur waktu agar divisi pertahanan bisa bersiap dan divisi penyelamatan bisa mengevakuasi anak kecil dan orang tua keluar dari klan”ucap jendral Wei dengan serius yang menyadari kekuatan besar di balik sekte naga terbang


“Baik Jendral” jawab komandan pasukan itu dengan sigap segera pergi melapor pada tetua Qin Liang.


Jendral Qin Wei menarik keluar pedangnya lalu mengangkat pedang itu ke langit, mengucap sumpah setia kepada klan.


"Berdiri pada kebenaran, leluhur memberkati. Lindungi klan Qin, mati tanpa penyesalan” ucap Jenderal Wei membakar semangat pasukannya.


"Berdiri pada kebenaran, leluhur memberkati. Lindungi klan Qin, mati tanpa penyesalan” ucap seribu lebih pasukan divisi penyergapan dengan gagah.


Serang!” teriak Jendral Qin Wei pada pasukan divisi penyergapan


“Serang….” Teriak seribu sembilan ratus pasukan divisi penyergapan keluar dari persembunyiannya bergerak menyerang divisi naga bayangan milik sekte naga terbang.


Mohon maaf masih 1 bab🙏🙏

__ADS_1


__ADS_2