Legenda Pendekar Tombak Langit

Legenda Pendekar Tombak Langit
PART 61 MEMBUNUH YE BIANFU


__ADS_3

PART 61 MEMBUNUH YE BIANFU


Di tengah pertarungan ribuan pasukan dari kota perak dan aliansi sekte aliran hitam, terlihat seorang paruh baya dengan wajah maskulin terbang di atas langit hutan rumput perak dengan aura yang sangat mengerikan mendominasi kekuatan seluruh orang di sana.


Di bawah sosok tersebut, terlihat seorang pemuda dengan sekuat tenaga mengeluarkan seluruh kekuatannya membentuk sebuah bola berwarna biru dan hijau yang merupakan gabungan dari kekuatan langit dan bumi yang terkonsentrasi menjadi sebuah bola dengan aura penghancuran yang sangat kentara.


Sosok dengan aura yang mendominasi di atas langit hutan rumput perak tersebut, menatap tindakan pemuda yang mengumpulkan kekuatannya tersebut dengan santai tanpa mencoba menggagalkan serangan tersebut.


“Apa yang bocah itu coba lakukan?” batin sosok dengan penuh dominasi tersebut yang secara alami adalah Ye Bianfu yang menatap sosok Qin Tian yang berusaha menyatukan kekuatan langit dan bumi.


“Aarghh….” Teriak Qin Tian saat cahaya biru dan hijau yang berada di telapak tangan kiri dan kanan Qin Tian perlahan membentuk bola sempurna dengan cahaya biru dan hijau yang berputar dengan hebat dalam bola tersebut.


Bersamaan dengan sempurnanya bola tersebut aura kekuatan yang sangat mengerikan juga terpancar dari dari bola itu membuat Ye Bianfu yang sebelumnya meremehkan kekuatan bola itu meningkatkan kewaspadaan nya.


“Aura yang sangat kuat” gumam para tetua dan petinggi dari dua pasukan tersebut merasakan kekuatan besar dari bola yang Qin Tian bentuk dari penggabungan kekuatan langit dan bumi.


Whus…. Pedang langit biru mengambang di dekat Qin Tian lalu berpecah menjadi tiga buah pedang yang berputar melindungi Qin Tian


“Ye Bianfu!” teriak Qin Tian melesat menuju Ye Bianfu dengan pedang langit biru yang mengelilingi Qin Tian menjaganya dari serangan yang mengarah padanya.


Melihat Qin Tian yang melesat ke arahnya Ye Bianfu segera mengibaskan tangannya


Whus…. Sebuah sabit berwarna merah dengan aura darah yang sangat kentara muncul di tangan Ye Bianfu.


“Mati!” teriak Ye Bianfu menyambut serangan Qin Tian


Dhuar…. Dhuar…. Ledakan terjadi saat ketiga pedang langit biru Qin Tian menyerang Ye Bianfu lalu meledak saat mendekati tubuh Ye Bianfu.

__ADS_1


“Aarrhh. . .. bocah licik!” teriak Ye Bianfu murka karena terkena serangan ledakan dari pedang langit biur Qin Tian.


Ledakan pedang langit biru itu menyisakan kabut biru yang menghalangi pandangan Ye Bianfu, membuat Ye Bianfu kehilangan jejak Qin Tian.


Belum sempat Ye Bianfu menemukan keberadaan Qin Tian, tiba tiba dari belakang Ye Bianfu terlihat sebuah bola bergerak mendekati Ye Bianfu dengan pancaran aura yang mengerikan.


Ye Bianfu yang terkecoh oleh serangan pedang langit biru Qin Tian sebelumnya tidak sempat menghindar maupun melindungi diri dengan perisai pelindung hanya bisa menyilangkan tangan melindungi dirinya.


“A… aura ini” gumam Ye Bianfu saat merasakan aura yang sangat mengerikan dari bola yang terbentuk dari cahaya biru dan hijau yang hanya berjarak beberapa inci darinya.


“Aargh….” Teriakan Ye Bianfu terdengar saat bola kekuatan Qin Tian mengenai Ye Bianfu.


Dhuar…. Ledakan yang sangat dahsyat terdengar mengguncangkan kawasan tersebut bersamaan dengan cahaya yang menyilaukan terpancar dari sumber ledakan itu.


Efek dari ledakan tersebut membuat pohon pohon yang berjarak tidak jauh dari ledakan tersebut hangus dan tumbang tercabut hingga akar akarya dan membuat pasukan dari kedua belah pihak menghentikan tindakan mereka menatap arah ledakan tersebut dengan tubuh yang bergidik dan rasa penasaran yang menghantui karena pertempuran antara Qin Tian dan Ye Bianfu yangat menentukan jalannya pertempuran mereka.


Itu adalah ye Bianfu yang terjatuh ke kawah besar yang terbentuk akibat kekuatan ledakan dari bola kekuatan Qin Tian dengan separuh badan yang hancur dan badan yang tersisa menghitam seperti terbakar oleh api langit yang sangat panas.


Di sisi lain, karena telah memaksa menggunakan seluruh kekuatannya, perlahan Qin Tian kehilangan kesadarannya, pengelihatannya perlahan memudar, suara suara perlahan samar terdengar olehnya.


“Apakah aku berhasil?” gumam Qin Tian lemah lalu terjatuh dari langit tempatnya melancarkan serangan pada Ye Bianfu


“Tidak…!” teriak sosok dari jauh dengan kecepatan ekstream menuju arah Qin Tian membelah udara membuat para pasukan terbelalak melihat kecepatan tersebut.


Whus…. Qin Tian yang terjatuh diraih oleh sosok tersebut


“Adik Qin Tian…. Adik….” Ucap sosok itu sambil memeluk Qin Tian dengan erat.

__ADS_1


Whus…. Sosok itu perlahan turun dari langit dengan anggun bersamaan dengan kemunculan sepuluh sosok dengan aura yang menakutkan berdiri di belakang sosok itu.


Itu adalah Yun Fei bersama sepuluh pelindungnya yang datang ke kota perak menjadi perwakilan kerajaan Yanshan.


Yun Fei menatap pasukan aliansi aliran hitam dengan murka hinga kekuatan besar di tubuhnya keluar dari tanpa kendali bersamaan dengan niat membunuh yang terpancar kentara dari aura tersebut.


“Selesaikan ini segera!” perintah Yun Fei pada sepuluh pelindungnya


Dengan hormat sepuluh sosok itu menganggukan kepala mereka lalu dengan segera bergerak membunuh petinggi aliansi aliran hitam tersebut dengan mudah lalu membantu pasukan kota perak melawan pasukan aliansi sekte aliran hitam.


Di sisi lain, Yun Fei yang memeluk Qin Tian merasakan aura kekacauan keluar dari tubuh Qin Tian bersamaan dengan meredupnya aura kehidupan dalam tubuh Qin Tian panik menyalurkan kekuatan penyembuhannya kepada Qin Tian.


“Adik Qin Tian…” ucap Yun Fei memegang pipi Qin Tian dengan lembut sambil terus menyalurkan kekutan penyembuhannya berharap Qin Tian segera pulih.


Merasakan aura kehidupan Qin Tian yang perlahan semakin melemah, tanpa sadar butiran butiran bening perlahan mengalir dari sudut mata Yun Fei lalu jatuh ke pipi Qin Tian mengiringi isakan tangis dari Yun Fei.


Di sisi lain, berkat bantuan para pelindung Yun Fei, pasukan aliansi sekte aliran hitam berhasil dikalahkan sebelum memasuki kota perak.


Setelah mengalahkan para pasukan aliansi sekte aliran hitam, Jendral Ming segera menyerahkan tugas untuk membersihkan sisa pertempuran kepda komandan bawahannya lalu menuju Zhang Ainu yang tidak sadarkan diri akibat serangan Ye Bianfu sebelumnya.


Dengan sigap Jendral Ming yang merupakan mantan pelindung Zhang Ainu membawa Zhang Ainu ke divisi medis secara pribadi sebagai bentuk hormatnya kepada mantan tuannya tersebut.


Setelah memastikan Zhang Ainu mendapatkan pertolongan terbaik dari divisi medis, Jendral Ming lalu melesat menuju Yun Fei yang memeluk Qin Tian.


Tanpa berani berbicara, Jendral Ming berdiri di belakang Yun Fei bersama Jian An dan sepuluh pelindung Yun Fei.


Melihat Yun Fei yang kelelahan akibat sebagian besar kekuatannya di salurkan kepada Qin Tian dengan sigap para pelindung Yun Fei membentuk formasi menyalurkan tenaga mereka membantu Yun Fei menyembuhkan Qin Tian.

__ADS_1


__ADS_2