Legenda Pendekar Tombak Langit

Legenda Pendekar Tombak Langit
PART 57 PERTEMPURAN DI HUTAN RUMPUT GELAP II


__ADS_3

PART 57 PERTEMPURAN DI HUTAN RUMPUT GELAP II


Melihat pasukan dari tiga divisi yang diutusnya kewalahan melawan pasukan sekte kelelawar malam, Qin Tian lalu membuat segel tangan, lalu Qin Tian mengibaskan tangannya dengan lembut.


Seketika pagoda cahaya keluar dari kehampaan, lalu mengambang di langit hutan rumput gelap tersebut.


Whungg. . .. Pagoda cahaya berdengung lembut lalu memancarkan cahaya terang yang menyinari hutan rumput gelap, membuat pasukan sekte kelelawar malam yang sebelumnya bertransformasi menjadi jutaan kelelawar, kembali ke wujud manusianya.


“Arghh. . ..” Para prajurit sekte kelelawar malam merintih saat tubuh transformasi mereka terbakar oleh cahaya dari pagoda cahaya Qin Tian.


Melihat para murid sekte kelelawar malam yang kembali dalam wujud manusiannya membuat mental pasukan kota perak dari ketiga divisi meningkat dan semakin semangat untuk berperang.


“Serang!” teriak Komandan Zhang Feng memimpin pasukan kota perak.


Pasukan dari divisi tombak perak, banteng perak, dan racun perak bergerak menyerang pasukan aliansi aliran hitam, sementara pasukan bantuan yang datang bersama Qin Tian bergerak melawan murid sekte kelelawar malam.


Di sisi lain, Zhang Ainu yang sudah menyelamatkan Jendral Ming melesat menuju Xue Wu yang terlempar sebelumnya


“Tapak dewa bumi!” teriak Zhang Ainu melesat menyerang Xue Wu


Xue Wu yang melihat serangan Zhang ainu mengarah padanya dengan segera membaentuk segel tangan, lalu tangan kananya berubah menjadi merah dengan aroma amis darah yang kentara menyebar di sekitar Xue Wu.


“Tapak Iblis darah!” teriak Xue Wu mengeluarkan teknik terkuatnnya melawa serangan dari Zhang Ainu.


Dhuar…. Ledakan keras bergema saat tapak dewa bumi Zhang Ainu beradu dengan tapak iblis darah Xue Wu mengguncangkan kawasan hutan rumput gelap tersebut.


“Arghh….” Xue Wu merintih saat lengan kananya hancur akibat beradu serangan dengan Zhang Ainu.


Tidak memberi kesempatan pada Xue Wu, Zhang Ainu kembali menyerang dada Xue Wu dengan tapak dewa bumi milinya.


“Mati!” teriak Zhang Ainu

__ADS_1


Dhuar…. ledakan dahsyat bergema bersamaan dengan percikan darah yang menyebar kemana mana.


“Patriak!” teriak komandan Xue Mo dengan emosi bergerak menyerang Zhang Ainu


“Ba****an, Mati kau!” teriak komandan Xue Mo melesat menyerang Zhang Ainu


Melihat serangan itu, Zhang Ainu kembali mengeluarkan tapak dewa bumi miliknya menyambut serangan dari Xue Mo


“Dhuar….” Ledakan kembali terjadi saat serangan tapak Xue Mo beradu dengan tapak dewa bumi Zhang Ainu.


Saat debu menipis, terlihat tubuh Xue Mo yang tergeletak tidak jauh dari Zhang ainu dengan sebagian tubuhnya yang remuk akibat menahan serangan tapak dewa bumi milik Zhang Ainu.


Karena perbedaan kekuatan yang besar, dimana Xue Mo berada pada ranah Grand master Puncak sementara Zhang ainu berada pada ranah Pertapa dasar membuat serangan Xue Mo tidak berarti apa apa pada Zhang Ainu.


Zhang Ainu sebagai seorang tuan kota sebelumnya tentu memiliki kekuatan yang tidak biasa, Zhang Ainu berada di tahap Pertapa dasar yang merupakan orang terkuat di kota perak saat ini.


Meskipun Zhang Ainu berada pada ranah pertapa, saat kepemimpinannya tidak berani melawan sekte aliran hitam tersebut, terutama sekte kelelawar malam, karena menghindari pertarungan dengan sosok kuat yang berada di balik sekte aliran hitam tersebut.


“Tuan kota Zhang Ainu, dengan kekuatan anda saat ini, lebih baik anda bergabung bersama kami dan memperkuat kota perak kita, dari pada harus menjadi kacung seorang bocah yang bukan berasal dari kota ini” ucap Ye Bianfu mempengaruhi Zhang Ainu


Meskipun kekuatan Ye Bianfu dan Zhang ainu dibatasi dua tingkatan, yaitu Ye Buanfu berada pada ranah kaisar menengah sementara Zhang Ainu berada pada ranah pertapa dasar, tidak membuat Ye Bianfu gentar sedikitpun dengan kekuatan Zhang Ainu, karena dirinya memiliki kartu truf yang belum dia keluarkan.


“Pemimpin Yun Qiong, Patriak Yi Xian serangan bersamaan!” ucap Ye Bianfu memberi perintah pada dua pemimpin aliansinya


Dengan sigap Yun Qiong dan Yi Xian menganggukkan kepalanya segera bergerak menyerang Zhang Ainu bersamaan.


“Dhuar…. Dhuar…. Ledakan bergema saat serangan ketiga pemimpin aliansi sekte aliran hitam itu beradu dengan pukulan tapak dewa bumi Zhang Ainu.


_____________


Di sisi lain, Qin Tian yang sudah menemui Jendral Ming lalu memberi Jendral Ming pil penyembuhan membentuk berbagai segel tangan mengarahkan naga birunya untuk menyerang pasukan aliansi sekte aliran hitam dengan brutal.

__ADS_1


Whus. . .. Qin Tian melesat menyerang para petinggi aliansi sekte aliran hitam yang juga merupakan tutua sekte aliran hitam yang tergabung dalam aliansi tersebut.


Dhuar. . .. Ledakan bergema saat serangan tapak Qin Tian beradu dengan serangan tapak racun laba laba milik Di Zhizhu ketua sekte laba laba beracun.


“Sangat kuat” ucap Di Zhizhu membatin saat merasakan tangannya yang kebas akibat beradu pukulan tapak dengan Qin Tian


Meskipun Qin Tian hanya berada pada ranah Grand master menengah, namun dengan kekuatannya sekarang bahkan mampu mengimbangi kekuatan Di Zhizhu yang berada di ranah kaisar tahap dasar.


“Benar benar Monster, tidak boleh dibiarkan hidup” batin Di Zhizhu takut dengan potensi yang Qin Tian miliki


“Para tetua, serang ba****an itu!” teriak Di Zhizhu kepada tiga tetua aliansi aliran hitam yang sudah berhasil melawan musuhnya.


Dengan segera ketiga sosok itu bergerak menyerang Qin Tian bersamaan


“Bocah sialan, Mati” teriak tetua Yin Yao Chen menyerang Qin Tin dengan serangan puncaknya.


Tidak hanya Yin Yao Chen, tetua Xue Sun dan Ye Xiao juga ikut menyerang Qin Tian dengan serangan puncak mereka dari arah yang berbeda.


__________


Di tempat lain, tidak jauh dari tempat pertempuran Zhang Ainu melawan Ye Bianfu dan sekutunya, terlihat Jian An bertarung dengan Yin Yuan dengan sengit.


Jika menilai dari segi kekuatan, maka Jian An berada satu tingkat di atas Yin Yuan, dimana Jian an berada pada ranah raja puncak, sementara Yin Yuan berada pada ranah raja menengah, namun karena klan Jian bukan merupakan klan bangsawan yang ahli dalam pertempuran membuat keterampilan bertarung Jian An tidak terlalu baik, sementara Yin Yuan yang merupakan murid sekte serigala perak, sekte aliran hitam yang suka menjarah para pengunjung kota, membuat keterampilan bertarung Yin Yuan tidak dapat di remehkan, dengan kekuatannya yang lebih rendah satu tingkatan dari Jian an, Yin Yuan mampu mengimbangi Jian an dalam pertempuran tersebut.


“Ha ha ha, klan rendahan yang tidak bisa bertarung, namun demi mencari perhatian seorang bocah berani melawan sekte serigala perak. cari mati!” teriak Yin Yuan memprovokasi Jian An


Jian An sebagai patriak klan Jian yang ahli strategi dan konstruksi, tidak terima dengan ucapan tersebut, namun Jian an sadar dalam pertempuran emosi tidak bisa dikedepankan karena dapat mengganggu konsentrasi dalam pertarungan.


Jian An menarik nafasnya dalam dalam menahan emosi yang meluap di dadanya, lalu bergerak menyerang Yin Yuan dengan serangan terkuatnya.


“Mati!” teriak Jian an menyerang Yin Yun dengan serangan tinjunya

__ADS_1


“Mati!” teriakan balasan dari Yin Yuan yang juga bergerak menyerang Jian An


Dhuar. . .. Ledakan dasyat terjadi saat serangan Jian An beradu dengan serangan Yin Yuan, membuat kawasan hutan rumput gelap bergetar hebat.


__ADS_2