
PART 60 ZHANG AINU
Di tengah perlindungan para murid sekte kelelawar malam, terlihat Ye Bianfu yang sudah berada pada ranah pertapa menengah menatap musuhnya seperti semut di hadapan gajah, karena perbedaan kekuatan satu tingkat antara pertapa dasar dan pertapa menengah sangatlah besar ditambah Zhang Ainu satu satunya orang yang berpeluang mampu bersaing dengan Ye Bianfu pada tingkatannya sekarang sudah kelelahan karena melawan Ye Bianfu dan sekutunya beberapa hari ini.
“Zhang Ainu! Jangan salahkan aku jika hari ini aku akan menghapus namamu dari dunia ini. Karena kau tidak mau menjadi sekutu ku maka tidak ada pilihan lain selain mati” teriak Ye Bianfu dengan tersenyum dingin.
“Heh! aku tidak seperti dirimu, Aku lebih baik mati sebagai pahlawan, daripada hidup sebagai pecundang” ucap Zhang Ainu dengan nada menghina membuat Ye Bianfu menjadi murka
“Ha ha ha” Ye Bianfu tertawa menatap Zhang Ainu dengan tatapan dingin
“Mati!” teriak Ye Bianfu melesat secepat kilat menyerang Zhang Ainu
Dhuar…. Ledakan dahsyat bergema saat serangan Ye Bianfu ditahan oleh Zhang Ainu dengan tapak dewa bumi miliknya.
Ye Bianfu terdorong satu langkah, sementara Zhang Ainu terlempar sepuluh meter di udara
“Uhukk….” Zhang Ainu memuntahkan darah segar dari mulutnya
Melihat Zhang Ainu yang berusaha memulihkan diri, Ye Bianfu kembali menyerang Zhang Ainu dengan serangan tapaknya
“Tapak iblis kelelwar!” teriak Ye Bianfu kembali melesat menyerang Zhang Ainu yang belum sempat memulihkan dirinya
Dhuar…. Ledakan kembali bergema memperlihatkan Zhang Ainu yang terlempar akibat serangan tapak Iblis kelelawar milik Ye Bianfu
Tubuh Zhang Ainu terlempar keras ke bawah hingga membentuk kawah besar di tempat terjatuhnya Zhang Ainu
“Paman!” teriak Qin Tian yang sedang melawan Yun Qiong dan Yi Xian
Dhuar. . .. Ledakan terdengar saat Qin Tian yang tidak fokus karena melihat Zhang Ainu yang terluka diserang oleh Yun Qiong dengan pukulan awan petir miliknya
Qin Tian yang sudah kehabisan banyak energi hampir tidak mampu menahan kesadarannya mengeluarkan pil penyembuhan dan pil peledak energi dalam cincin penyimpanannya lalu menyerap pil tersebut dengan ekstrem.
Whus. . .. Ledakan energi kembali terpancar dari tubuh Qin Tian.
Di sisi lain terlihat Jian An yang kesulitan melawan para komandan dan jendral pasukan aliansi aliran hitam menatap Qin Tian dengan khawatir karena Qin Tian memaksakan dirinya menyerap pil peledak energi dengan ekstrem demi untuk menyelamatkan Zhang Ainu
“Aarghh” teriak Qin Tian melemparkan Tongkat dewa bumi ke arah Yun Qiong dan Yi Xian sementara dirinya melesat menuju Zhang Ainu yang terluka.
Dhuar. . .. Dhuar. . .. Dua ledakan keras bergema bersamaan, memperlihatkan Yun Qiong dan Yi Xian yang terlempar akibat terkena tongkat dewa bumi yang dilempar oleh Qin Tian, di tempat ledakan lainnya menampakkan sosok Qin Tian yang menahan pukulan Ye Bianfu yang hampir mengenai Zhang Ainu.
Terlihat Qin Tian menahan lengan Ye Bianfu dengan tangan kanannya yang di selimuti bintik-bintik biru dan hijau yang berputar mengelilingi tangannya.
Qin Tian membuka telapak tangan kirinya dengan mata yang memerah menunjukkan kemarahannya, terlihat tapak kiri Qin Tian seketika dialiri kabut biru dan hijau yang berputar dengan ekstrem di telapak tangan kiri Qin Tian.
“Mati!” teriak Qin Tian menekan tapak tangan kirinya ke dada Ye Bianfu yang telah dirinya kunci pergerakannya.
Dhuar. . .. Ledakan keras bergema saat tapak dewa bumi Qin Tian yang lebih baik dari tapak dewa bumi Zhang Ainu mengenai dada Ye Bianfu.
__ADS_1
Qin Tian sebagai murid dari pendekar Zhang Wuji juga memiliki keterampilan tapak dewa bumi, namun karena Qin Tian juga memiliki kekuatan murni langit, membuat tapak dewa bumi Qin Tian lebih kuat dan lebih baik dari tapak dewa bumi Zhang Ainu.
“Argh!” teriak Ye Bianfu terlempar beberapa langkah akibat serangan Qin Tian.
“Bocah Kurang ajar!, berani menyerang ku!” teriak Ye Bianfu murka kepada Qin Tian.
Dengan lembut Ye Bianfu mengusap darah segar yang mengalir di sudut bibirnya akibat serangan Qin Tian sebelumnya lalu menjilat darah yang dia usap dengan ibu jarinya tersebut.
“Bocah, kau sudah terlalu jauh ikut campur masalah kota kami, aku sebagai seorang yang akan menegakkan kembali keagungan kota ini, akan menyucikan kota ini dengan darah dan hidup mu” ucap Ye Bianfu menatap Qin Tian dengan penuh nafsu ingin membunuhnya.
“Aku Qin Tian, tidak akan mundur dengan masalah yang aku hadapi, meskipun aku harus mati, aku akan mati dalam menjalankan tugas dari guruku” ucap Qin Tian mengingat pesan Zhang Wuji kepadanya untuk menjaga dan melindungi kota perak untuknya, dengan kata lain Zhang Wuji menginginkan Qin Tian menjadi pemimpin kota perak.
“Omong kosong!” ucap Ye Bianfu dengan kasar kepada Qin Tian
“Arrgghh….” Suara rintihan terdengar dari arah yang tidak jauh dari tempat Qin Tian berdiri, saat Qin Tian hendak menyerang Ye bainfu
Qin Tian melihat ke arah tersebut.
Terlihat pasukan kota perak terbunuh satu persatu akibat serangan dari pasukan mayat hidup Ye bainfu.
“Sial, mereka tidak bisa mati” ucap seorang prajurit setelah menebas tubuh salah satu pasukan mayat hidup tersebut namun tidak berdampak apa apa bagi mayat hidup tersebut.
Qin Tian yang melihat itu berpikir sejenak lalu menatap pagoda cahaya yang mengambang di langit hutan rumput gelap.
Qin Tian berniat membunuh masukan mayat hidup tersebut di dalam pagoda cahaya miliknya.
“Roar….” Raungan naga terdengar saat roh naga biru Qin tian meliuk ke arah pagoda cahaya yang membesar sambil menyerang musuhnya satu persatu yang dia lewati.
Whus…. Roh naga biru Qin Tian ikut masuk ke dalam pagoda cahaya tersebut.
Whungg…. Pagoda cahaya bergetar lalu mengecil kembali ke ukuran semula lalu bergerak secepat kilat masuk kembali ke tubuh Qin Tian.
Setelah membantu para prajurit bawahannya, Qin Tian kembali fokus melawan Ye BIanfu.
“Bocah sombong, hari ini aku akan membuatmu mengerti perbedaan kekuatan mu dan kekuatan sekte aliran hitam kami” ucap Ye Bianfu melesat menyerang Qin Tian.
Qin Tian yang melihat itu mengangkat tangannya ke dapan, lalu mengepalkan tangannya.
“Mati!” teriak Ye Bianfu sambil bergerak menyerang Qin Tian.
“Dhuar….” Ledakan bergema melemparkan Ye Bianfu mundur beberapa meter ke selatan akibat serangan dari tongkat dewa bumi yang terbang dari tempat Yun Qiong dan Yi Xian menlesat menyerang Ye Bianfu.
Darah segar kembali mengalir dari sudut bibir Ye Bianfu.
“Ba****an, aku akan membu*uh mu!” teriak Ye bianfu dengan murka kepada Qin Tian.
“Sudah berapa kali aku mendengar kata kata itu keluar dari mulut busuk mu itu, tapi apa yang terjadi, kau lah yang akan aku bun*h” jawab Qin Tian dengan santai dengan berusaha menunjukkan kekuatannya meskipun sebenarnya dirinya sudah hampir tidak mampu menahan tubuhnya untuk berdiri.
__ADS_1
“Argh….” Teriak Ye Bianfu
“Tapak Iblis kelelawar!” teriak Ye Bianfu menyerang Qin Tian
Dhuar. . .. Tapak Iblis kelelawr beradu dengan tapak dewa bumi Qin Tian
“Uhukk…. Uhukk…” Qin Tian memuntahkan darah segar dari mulutnya akibat tekanan kekuatan dari serangan Ye Bianfu
“Serangan tingkat pertapa benar benar mengerikan” batin Qin Tian yang merasakan tubuhnya seperti hancur karena menerima serangan tersebut
“Jika saja tidak ada armor langit biru, mungkin sudah lama aku mati dalam pertempuran ini” batin Qin Tian
Whus. . .. Zhang Ainu melesat membantu Qin Tian melawan Ye Bianfu
“Tuan” ucap Zhang Ainu melesat melewati Qin Tian lalu melancarkan serangan tapak dewa buminya ke arah Ye Bianfu.
Dhuar. . .. Ledakan bergema melempar Zhang Ainu sepuluh meter ke belakang.
Dhuar. . .. Dhuar. . .. Zhang Ainu yang terlempar segera disambut dengan pukulan dari Yun Qiong dan Yi Xian.
“Argh….” Rintihan Zhang Ainu saat menerima serangan dari Yun Qiong dan Yi Xian.
“Mati!” teriak Yun Qiong dan Yi Xian bersamaan menyerang Zhang Ainu dengan serangan terkuat mereka.
Dhuar. . .. Ledakan dahsyat bergema mengguncang kawasan hutan rumput gelap
“Argh. . ..” Zhang Ainu terlempar hingga menghantam tanah di bawahnya lalu membentuk kawah di tempat jatuhnya Zhang Ainu tersebut.
Bhug…. Zhang Ainu yang mencoba bangkit tiba tiba terjatuh tidak mampu berdiri kembali.
“Leluhur, maaf aku tidak bisa menjaga murid pilihanmu” gumam Zhang Ainu dengan mata yang perlahan tertutup.
Pengelihatan Zhang Ainu perlahan memudar lalu menghilang sama sekali menyisakan suara yang samar samar terdengar di telinganya
“Paman!” teriak Qin Tian melihat Zhang Ainu yang tidak mampu bangkit kembali
“Tuan!” teriak Jendral Ming melihat mantan tuannya terjatuh di depannya dan dirinya tidak bisa berbuat apa apa.
Melihat Zhang Ainu orang yang sangat dia hormati tergeletak di depannya membuat Qin Tian sangat marah kepada dirinya sendiri karena tidak bisa berbuat apa apa.
“Tidak ada pilihan lain” gumam Qin Tian
“Arghh….” Qin Tian berteriak mengeluarkan kekuatan besar dari tubuhnya.
Terlihat kabut hijau perlahan berkumpul di tangan kirinya sementara di tangan kananya terlihat kabut biru yang juga perlahan berkumpul membentu bola biru di telapak tangan Qin Tian.
“Argh….” Qin tian mengeluarkan seluruh kemampuannya, mencoba menggabungkan kembali kekuatan langit dan bumi sehingga menjadi kekuatan ledakan besar seperti yang pernah terjadi di dunia pagoda cahaya.
__ADS_1