Legenda Pendekar Tombak Langit

Legenda Pendekar Tombak Langit
PART 64 KERAJAAN CHUNYIN


__ADS_3

PART 64 KERAJAAN CHUNYIN


Di sebuah tempat yang dipenuhi keramaian orang, terlihat hiruk pikuk tetamu bersenda gurau dimeja meja di tempat itu, di atas meja terlihat hidangan hidangan mewah yang bervariasi, tempat itu adalah salah satu restoran mewah di kota perak.


Di salah satu meja, terlihat sosok pemuda dengan mata kecil yang biru, duduk di depannya seorang gadis dengan gaun hitam dengan motif dari benang emas dan lencana emas kerajaan Yanshan di dadanya.


Tidak jauh dari meja itu, banyak mata yang sesekali melirik gadis dengan kulit seputih salju dan alis yang melengkung sempurna duduk di bawahnya mata kecil yang indah dengan guratan senyum yang kerap terukir dari bibir seksinya yang merah, membuat laki laki yang melihatnya seperti terjebak kedalam sebuah ilusi yang membuatnya lupa akan dunianya.


“Lihat, benar benar pasangan yang sempurna” ucap seorang pengunjung pada teman di sebelahnya


“benar, dari pakaiannya mereka terlihat seperi bukan orang biasa” jawab pelanggan lain menimpali


Dua sosok yang menjadi perbincangan itu adalah Qin Tian dan Yun Fei, yang beristirahan di salah satu restoran di kota perak, setelah berkeliling di kota tersebut.


“Kakak Yun Fei, jika aku tidak salah lencana emas itu bukankah lencana tetua kerajaan YanShan?” tanya Qin Tian melalui telepati menatap lencana emas dengan ukiran gunung di dada Yun Fei.


“Apakah kakak sudah menjadi tetua di sana?” lanjut Qin Tian bertanya


Yun Fei menarik bibirnya hingga sedikit melengkung, membuat ukiran indah di wajahnya lalu menganggukkan kepalanya dengan lembut.


“Belum sampai satu tahun sejak dari kota batu, kakak sudah berkembang sejauh ini, kakak Yun Fei benar benar hebat” ucap Qin Tian menatap Yun Fei dengan takjub membuat wajah Yun Fei yang seputih salju tiba tiba bersemu mendengar itu.


“Ini hanyalah keberuntungan, adik Qin Tian juga sangat hebat, bukankah tidak lama lagi adik Qin Tian menjadi raja di kota ini” jawab Yun Fei dengan ramah


Mendengar nama Qin Tian yang disebut Yun Fei, ruangan yang sebelumnya dipenuhi perbincangan tiba tiba terdiam menatap Yun Fei dengan penasaran.


“Apakah itu Qin Tian, Tuan kota Qin Tian yang mendapat warisan pendekar Zhang Wuji itu” gumam para pengunjung restoran saling bertanya


Melihat reaksi itu, Qin Tian merasa tidak nyaman segera mencari alasan mengajak Yun Fei meninggalakan restoran itu.


“Kakak Yun Fei, sepertinya sudah saatnya kita kembali” ucap Qin Tia tiba tiba


Yun Fei yang tau Qin Tian tiba tiba mengajakanya pulang karena tidak mau mengungkap identitasnya di depan penduduk kota sedikit tersenyum lalu berdiri menangkupkan tangannya di depan Qin Tian dengan sangat hormat.

__ADS_1


“Baik Tuan” ucap Yun Fei dengan hormat seperti seorang pelayan pada tuannya


“Ka… kakak” ucap Qin Tian terbata melihat tindakan Yun Fei sambil menggelengkan kepalanya


“Ayo” ucap Qin Tian menggandeng tangan Yun Fei keluar dari restoran itu membuat wajah Yun Fei yang seputih salju tiba tiba berubah merah seperti terpapar teriknya mentari.


Setelah keluar dari ruangan itu Qin Tian tiba tiba merasakan cincicn penyimpanannya bergetar, lalu memeriksanya.


“Benar benar tepat, ternyata persiapanya juga sudah siap” batin Qin Tian tersenyum setelah memeriksa pesan dari tetua Zhang Lian


____________


Di sebuah ruangan yang telah dipenuhi puluhan tetua dan para petinggi kota, terdengar ramai perbincaangan tentang persiapan peresmian kerajaan di kota perak.


Setelah kota diserang sekte aliran hitam, para tetua kota perak merasa pihak kerajaan Yansahan akan memiliki alasan untuk menolak permintanaan pihak kota perak, dan menganggap pertemuan mereka hanya akan sia sia.


“Saudara, untuk apa kita melakukan pertemuan yang sia sia ini?” ucap seorang petinggi kota perak


“Aku juga tidak tau, apa sebenarnya yang diinginkan tuan kota yang baru sekarang” jawab seorang petinggi kota perak lain menimpali


“bagaimana menurut saudara?” lanjutnya bertanya


“Aku juga berharap demikian…” jawab beberapa petinggi yang tidak suka dengan pemerintahan Qin Tian


“Seperti apapun Tuan Qin Tian, dia adalah pemilik tongkat dewa bumi, kita wajib mematuhinya” ucap seorang petinggi yang pro terhadap pemerintahan Qin Tian yang diikuti anggukan dari para petinggi lain yang juga pro terhadap pemerintahan Qin Tian.


Saat para petinggi terus berbincang, tiba tiba pintu terbuka menampakkan seorang pemuda tampan bersama seorang wanita dengan gaun hitam dan motif dari benang emas berdiri di balik pintu lalu dengan anggun melangkah memasuki ruangan itu.


Seketika pandangan para petinggi kota mengarah pada dua sosok itu, terlebih sosok dengan gaun hitam tersebut, namun yang membut para petinggi memperhatikan sosok itu bukan hanya karena kecantikannya, namun juga karena lencana emas di dadanya.


“Apakah dia utusan dari kerajaan” ucap para petinggi kota bergumam


“Tidak hanya berbakat, wanita itu juga sangat cantik” ucap petinggi kota lain berbisik menimpali

__ADS_1


“Tuan, Nona Silakah” ucap tetua Zhang Lian mempersilakan Qin Tian dan Yun Fei menempati kursi utama


“Kakak, silakan” ucap Qin Tian mempersilakan Yun Fei menempati kusinya seperti seorang yang sudah sangat akrab.


“Terimakasih” jawa Yun Fei menatap Qin Tian sambil tersenyum


“Apa!” para petinggi yang sebelumnya meremehkan Qin Tian terkejut karena ternyata selain memiliki lencana emas Akademi Yanshan, Qin Tian juga memiliki hubungan yang sangat baik dengan utusan kerajaan.


Hal itu membuat para petinggi kerajaan yang mendukung pemerintahan Qin Tian semakin menyukai Qin Tian dan menaruh hormat kepada Qin Tian, sementara para petinggi kota yang kontra terhadap pemerintahan Qin Tian terpecah menjadi dua kubu, ada yang berbalik mendukung pemerintahan Qin Tian namun ada juga yang masih teguh pada pendirian mereka.


Kelompok yang tidak setuju dengan pemerintahan Qin Tian adalah mereka yang memiliki hubungan baik dengan sekte aliran hitam, yang menggunakan kekuatan sekte aliran hitam untuk menjalankan bisnis bisnis mereka.


“Para tetua dan hadirin sekalian, terimakasih karena telah memenuhi panggilan kami” ucap Qin Tian berdiri dari kursinya menyapa para tamu yang telah menghadiri pertemuan tersebut


“Para tetua dan hadirin sekalian, hari ini kami mengumpulkan kalian bukan untuk melakukan pertemuan yang sia sia, tapi untuk mengumumkan hasil pertemuan yang telah terjadi antara kami dan kakak Yun Fei sebagai utusan dari kerajaan YanShan” ucap Qin Tian yang seketika membuat para petinggi kota yang sebelumnya membicarakan tentang Qin Tian berkeringat dingin karena Qin Tian seperti mengetahui apa yang mereka bicarakan sebelumnya.


“Adapun hasil pertemun kami pertama adalah pihak kerajaan melalui utusannya menyetujui dan mengesahkan berdirinya kerajaan kota perak, yang kedua, sesuai persetujuan dan pertimbangan kami, bersama para tetua dan tetua agung, kerajaan kota perak kami namai kerajaan ‘ChunYin" ucap Qin Tian mengumumkan hasil pertemuan yang sebelumnya mereka adakan bersama para tetua kota perak secara tertutup


“Kata ChunYin berarti Perak Murni, kata itu berasal dari kitab ‘Chun Yin Kaixuan’ yang ditulis leluhur Xie Sun, leluhur kota perak sekaligus leluhur klan klan bangsawan di kota perak ini” lanjut Qin Tian menjelaskan hal hal yang penting dirinya jelaskan secara langsung


“Untuk penjelasan selanjutnya, aku serahkan kepada tetua Zhang Lian” ucap Qin Tian menyerahkan penjelasan hal hal yang bisa di wakilkan kepada tetua Zhang Lian


“Baik Tuan” ucap tetua Zhang Lian dengan hormat lalu mengambil alih penjelasan pada pertemuan itu


Setelah semua hal penting selesai dijelaskan tetua Zhang Lian, Qin Tian lalu menutup pertemuan itu dengan mempersilakan para tamu untuk menikmati hidangan yang sudah disiapkan para pelayan di meja meja mereka.


“Jendral Liu, silakan” ucap Qin Tian mempersilakan jendral Liu berbicara


“Baik Tuan” jawab jendral Liu dengan hormat


Whus…. Jendral liu mengibaskan tangannya, lalu muncul sebuah giok batu dari kehampaan, itu adalah giok komunikasi Jendral Liu


Whus…. Dari giok itu terpancar cahaya yang membentuk ukiran nama di kehampaan

__ADS_1


“Tuan Tuan sekalian, di sini terdapat nama nama orang yang sangat penting bagi kelangsungan kerajaan, bagi tuan tuan yang namanya tertulis di sini, harap untuk tidak meninggalkan ruangan ini setelah perjamuan berakhir” ucap Jendral Liu yang seketika membuat para petinggi kota perak menegang, karena nama nama itu adalah nama mereka yang sebelumnya selalu kontra terhadap pemerintahan Qin Tian


Saat Qin Tian menjadi pemimpin kota perak, dirinya sudah mengutus beberapa prajurit khusus untuk mengawasi para petinggi dan tetua kota perak untuk mengetahui tindakan mereka dan mencegah adanya duri dalam daging pemerintahan kota perak, sehingga ketika ada kesempatan yang tepat Qin Tian bisa mencabut duri yang ada di daging pemerintahan kota tersebut sehingga kerajaan yang akan terlahir dari kota perak itu memiliki petinggi yang berintegritas dan benar benar berjiwa seorang pemimpin.


__ADS_2