
PART 58 PERTEMPURAN DI HUTAN RUMPUT GELAP III
Di sebuah tempat yang tidak terkena sinaran matahari, namun terang karena diterangi sebuah pagoda yang mengambang di langit hutan tersebut, terlihat rumput rumput yang sebelumnya berwarna gelap berubah menjadi merah karena terkena percikan darah dari pertempuran yang terjadi di sana, potongan tubuh bergelimpangan dimana-mana, ledakan keras terdengar di berbagai arah, teriakan, rintihan, dan tangisan terdengar memenuhi kawasan hutan rumput gelap tersebut membuat suasana terasa mencekam nan menakutkan, membuat orang biasa yang berada di sana ingin kembali dalam kandungan ibunya.
Di sisi utara hutan rumput gelap, terlihat seorang pemuda berdiri tegak menatap tiga sosok tua bergerak menyerangnya dari arah yang berbeda, pemuda itu adalah Qin Tian yang menghadapi tiga tetua aliansi sekte aliran hitam.
“Mati!” teriak tetua Yin Yao Chen, Xue Sun dan Ye Xiao menyerang Qin Tian dengan serangan puncak mereka
Qin Tian yang melihat ketiga sosok tetua aliansi aliran hitam itu bergerak menyerangnya bersamaan dari arah yang berbeda segera mengaktifkan armor langit biru miliknya lalu mengeluarkan tongkat sakti dewa bumi, tidak hanya itu pedang langit biru Qin Tian juga ikut keluar mengambang di depan Qin Tian lalu berpecah menjadi tiga buah pedang langit biru dengan kekuatan pedang yang sangat menakutkan berputar mengelilingi Qin Tian dengan ekstrem menunjukkan Qin Tian siap melawan para tetua tersebut dengan kekuatan penuhnya.
Saat ketiga tetua tersebut mendekati Qin Tian, dengan cepat Qin Tian mengarahkan ketiga pedang langit biru itu ke arah ketiga tetua tersebut.
Whus. . .. Whus. . .. Ketiga pedang langit biru Qin Tian melesat ke arah ketiga tetua tersebut secepat kilat.
Dhuar. . .. Ledakan keras bergema saat pedang langit biru Qin Tian beradu dengan pukulan ketiga tetua tersebut menyisakan kabut biru yang menutupi kawasan pertempuran tersebut.
“Keterampilan dewa bumi, jurus pertama, tarian dewa bumi” gumam pelan, Qin Tian melesat masuk ke dalam kabut biru yang menghalangi pandangan tersebut.
Whus. . .. Qin Tian muncul di atas Yin Yao Chen
“Keterampilan dewa bumi, Jurus ke tiga, pukulan penghancur gunung” gumam Qin Tian mengayunkan tangannya yang menggenggam tongkat dewa bumi lalu menghempaskan tongkat sakti dewa bumi tersebut ke kepala Yin Yao Chen.
Yin Yao Chen yang merasakan Qin Tian berada di atasnya segera menyilang kan tangannya di atas kepalanya menahan serangan Qin Tian yang hanya berjarak beberapa inci darinya.
Dhuar. . .. Ledakan terjadi menyibak kabut biru yang menutupi kawasan itu sebelumnya saat pukulan penghancur gunung Qin Tian menghantam tangan Yin Yao Chan yang melindungi kepalanya.
Di bawah Qin Tian, terlihat kawah besar terbentuk akibat serangan Qin Tian tersebut yang membuat Yin Yao Chen terhempas menghantam tanah di bawahnya menyisakan kawah besar tersebut.
“Aarrghh” Yin Yao Chen merintih kesakitan saat kedua tangannya hancur karena menahan serangan penghancur gunung milik Qin Tian sebelumnya.
__ADS_1
Whuss. . .. Qin Tian bergerak secepat kilat menyusul Yin Yao Chen yang berusaha bangkit di dalam kawah tersebut.
Melihat Qin Tian yang mendekat, Yin Yao Chan segera berteriak meminta tolong agar para sekutunya membantu dirinya.
Mendengar tangisan Yin Yao Chen, tetua Xue Sun dan Ye Xiao yang sudah memulihkan diri melesat membantu Yin Yao Chen
“Ba****an!” teriak Xue Sun dan Ye Xiao melesat ke arah Qin Tian
Dengan tenang Qin Tian mengangkat lengan kirinya dengan tangan kanan menggenggam tongkat sakti dewa bumi terus berjalan mendekati Yin Yao Chen.
Whung…. Udara bergetar di tempat pertarungan mereka sebelumnya
Ketiga pedang langit biru yang masih mengambang di tempat pertempuran tersebut berputar lalu melesat ke arah Xue Sun dan Ye Xiao menghentikan pergerakan mereka yang ingin membantu Yin Yao Chen.
“Si*lan, Ba****an itu benar benar licik” umpat Xue Sun sambil menghindari serangan pedang langit biru yang terbang menyerangnya
“Aarrghh” teriak Ye Xiao menyerang pedang langit biru yang terbang sambil menyerangnya.
Qin Tian dengan perlahan berjalan menuju Yin Yao Chen dengan tatapan dingin menatap Yin Yao Chen yang ketakutan. Yin Yao chen yang melihat Qin Tian perlahan mendekatinya seperti melihat dewa kematian yang siap mencabut nyawanya, tiba tiba Yin Yao Chen terjatuh saat Qin Tian berada tepat di depannya karena lututnya tiba tiba kehilangan kekuatan untuk menyangga tubuhnya membuat Yin Yao Chen seperti berlutut di hadapan Qin Tian yang menatapnya dengan dingin.
“Sekte serigala perak, aku sudah memberikan kesempatan pada kalian untuk berubah sebelumnya, namun kalian menganggap remeh perkataan ku. Sekarang tidak ada pilihan lain selain Mati!” ucap Qin Tian dengan dingin mengayunkan tongkat sakti dewa bumi ke kepala Yin Yao chen.
“Tetua Yao Chen!” teriak Yin Yuan saat melihat Yin Yao Chen yang hendak di bunuh Qin Tian dengan tongkat sakti dewa buminya
Dhuar. . .. Tongkat sakti dewa bumi Qin Tian menghantam kepala Yin Yao Chen membuat roh Yin Yao Chen seketika berpisah dari raganya.
Tubuh Yin Yao Chen seketika jatuh di hadapan Qin Tian
“Aarrghh….” Yin Yuan frustrasi melihat tetua Yin Yao Chen mati di tangan Qin Tian menyerang Jian An dengan membabi buta
__ADS_1
“Ba****an, Si*lan” umpatan keluar dari mulut Yin Yuan tidak berhenti seperti seorang yang kehilangan kesadarannya terus menyerang Jian An dengan membabi buta.
Melihat emosi Yin Yuan yang terganggu, membuat Yin Yuan sulit untuk fokus dalam bertarung membuat Jian an memiliki kesempatan untuk mengalahkan Yin Yuan
“Pukulan pemecah batu!” teriak Jian An mengeluarkan kekuatan penuhnya menyerang Yin Yuan dengan palu batu di tangannya
“Aarrgghh” Yin Yuan berteriak menahan pukulan tersebut dengan tangannya yang perlahan berubah warna menjadi warna perak.
“Teknik terlarang sekte serigala perak” gumam Jian An yang melihat perubahan pada fisik Yin Yuan
Teknik terlarang sekte serigala perak tersebut hampir sama dengan teknik tranformasi tubuh perak milik Yin Taizu, hanya saja jika teknik transformasi tubuh perak Yin Taizu mengorbankan kekuatan para bawahannya yang menjaga formasi pengirim kekuatan untuk meningkatkan kekuatan Yin Taizu, sementara teknik terlarang yang digunakan Yin Yuan tidak memerlukan formasi tersebut, namun menggunakan kultivasi yang sudah dibangun penggunanya.
Dengan menggunakan teknik terlarang tersebut, maka Yin Yuan akan kehilangan kultivasinya hingga tahap peserta dasar jika dia berhasil selamat.
_______________
Di sisi lain, di berbagai arah hutan rumput gelap seribu pasukan bantuan yang dibawa Qin Tian berhasil mengimbangi tiga ribu murid sekte kelelawar malam dengan bantuan pagoda cahaya Qin Tian.
Tidak hanya itu, roh naga biru Qin Tian juga dengan ganas meliuk melibas pasukan musuh satu persatu, membuat pasukan aliansi aliran hitam terus di tekan mundur oleh roh naga biru tersebut.
Tidak jauh dari tempat pertarungan Jian An dan Yin Yuan, terlihat Zhang Ainu masih menghadapi Ye Bianfu, Yun Qiong, dan Yi Xian dengan sengit belum menunjukkan tanda siapa yang akan memenagangkan pertarungan tersebut.
Meskipun Zhang Ainu hanya sendiri melawan Ye Bianfu yang bertiga dengan Yi Xian dan Yun Qiong, itu tidak terlalu menjadi masalah baginya karena perbedaan kekuatan dirinya dengan ketiga musuhnya tersebut.
Dhuar…. Suara terdengar saat serangan Ye Bianfu berhasil mengenai dada Zhang Ainu membuat Zhang ainu terlempar beberapa meter ke belakang
“Tuan!” ucap Jendral Ming yang sudah memulihkan diri dan menghadapi para komandan dan jendral aliansi aliran hitam itu bergerak ingin membantu Zhang Ainu namun di tahan oleh para jendral dan komandan aliansi sekte aliran hitam tersebut membuat dirinya hanya bisa melihat Zhang ainu yang terlempar mundur akibat serangan Ye Bianfu.
“Jendral fokus pada pertemupranmu saja, sekarang yang perlu kau perhatikan adalah keamanan kota bukan keamanan ku” ucap Zhang Ainu agar Jendral Ming tidak memperhatikannya dan fokus pada pertarungannya saja.
__ADS_1
Jendral Ming yang mengerti maksud Zhang Ainu menganggukkan kepalannya lalu bergerak kembali menyerang para komandan yang menyerang dirinya.